Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Pergi Untuk Membalas Kematian Ibu


__ADS_3

"Begitu mudahkah menaikkan harga mobil ini? 4x lipat tanpa menawar..? Itu artinya mobil ini terjual dengan harga 13,2jt dollar. Gila.. Aku memang tidak boleh menyinggung gadis ini." Manajer dealer tersebut membatin saat bersalaman dengan Melisa. 


"Oke, aku akan membayarnya. 13,2jt dollar bukan. Cepat berikan tagihannya padaku." 


"Baik nona, saya akan mempersiapkan pembayaran dan berkas-berkasnya." Setelah mengucapkan kalimat tersebut, sang manajer meninggalkan Melisa untuk mengurus jual-belinya. 


"Hallo.. Apa kau masih di sana..?" Melisa berbicara kepada arga melalui sambungan telepon. 


"Ya, tentu saja.. Aku juga mendengarkan semuanya. Mungkin aku harus bergaya bicara seperti itu juga kepada orang lain. Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan mentransfer uangnya." Setelah berbicara demikiam, arga menutup teleponnya. 


****


Beberapa saat kemudian muncul pemberitahuan di handphone Melisa bahwa ada uang masuk sebesar 14jt dollar. Tidak lama kemudian, manajer dealer datang untuk memberikan berkas-berkas yang harus di tanda tangani. 


Melisa menandatangani berkas-berkas tersebut dengan cepat. Melisa ingin segera menyelesaikan transaksi dan mulai berkendara menuju Chicago. 


"Setelah pembayaran, nona bisa membawa Rolls-Royce Phantom Limo plus itu. Nanti untuk surat-surat mobilnya akan kami kirimkan ke alamat rumah nona." Manajer tersebut berbicara demikian setelah semua berkas telah di tanda tangani oleh Melisa. 


"Berikan aku mesin pembayarannya."


Setelah beberapa saat kemudian, seorang pramuniaga memberikan mesin pembayaran kepada Melisa dan meminta Melisa untuk melihat kembali angka pembayaran yang akan di lakukan Melisa. Setelah benar, melisa menekan pin rekeningnya. 


Ting.. Bunyi khas pembayaran telang berhasil dilakukan. 


****

__ADS_1


Kini Melisa segera melajukan mobilnya menuju Chicago. Meski mobil ini jauh lebih berat dari versi standar, namun tidak mengurangi kenyamanan berkendaranya. Sangat terasa kemewahan mobil sekelas Rolls-Royce saat di kendarai. 


Melisa segera menelpon Arga dan mengatakan jika dirinya sudah dalam perjalanan. Melisa mengatakan jika 4-5 jam lagi akan sampai di Chicago. Melisa juga meminta kepada arga supaya mengirimnya lokasi tempat Arga. Supaya GPS dapat memandunya saat sampai di Chicago. 


****


"Bagaimanapun caranya, kalian harus menemukan para Pemberontak tersebut. Jika tidak, kita yang akan celaka." Pemimpin tertinggi memberikan pesan kepada semua pemimpin wilayah untuk mengerahkan semua personil untuk mencari keberadaan Arga dan Bella serta tim dari Julio. 


Pemimpin tertinggi yang juga merupakan kepala negara, juga memerintahkan anggota kepolisian untuk ikut mencari. Kini di negara tersebut seakan sedang diserang oleh negara non blok. Kepanikan yang terjadi, membuat sebagian wartawan mulai menaruh rasa curiga karena kasus ini mengerahkan begitu banyak personil tetapi seakan sedang membatasi para wartawan untuk mencari fakta. 


Sedangkan Julio bersama timnya terus melakukan perjalanan darat menuju Sacramento. Mereka harus mempersiapkan segalanya kembali dari Sacramento. Sebab, semua berkas-berkas bukti mereka simpan di markas mereka. 


** 4 jam kemudian **


Arga terbangun dari tidurnya. Dia yakin jika tidak lama lagi Melisa akan tiba. Arga berjalan menuju tempat Bella beristirahat, tetapi Arga tidak menemukan Bella. Lalu Arga menuju ke loteng karena tangga loteng yang sudah diturunkan. Hal itu memang sengaja Bella lakukan supaya Arga mengetahui keberadaan Bella. Saat Arga menaiki loteng, terlihat Bella mengawasi keadaan di luar dengan menggenggam senjata. 


Tidak berselang lama, suara klakson mobil berbunyi dan terlihat sebuah mobil limo hitam dengan lambang RR di depan. Melisa membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya. Wajah lelah yang di sembunyikan dengan senyum kebahagiaan karena bertemu Arga, tetap terlihat di wajah Melisa. 


Dengan segera Arga dan Bella menuju mobil limo mewah tersebut. Arga menggantikan Melisa untuk berkendara. 


"Seperti inikah rasanya mobil mewah? Benar-benar kemudi yang nyaman. Namun sayang, tampilan luar mobil ini tidak terlalu istimewa. Lalu apa lagi kehebatan mobil ini?" Arga berbicara sendiri merasakan sensasi di belakang kemudi. 


"Tadi waktu aku bersama pramuniaga, dia sempat bercerita jika mobil ini memiliki kualitas yang sama seperti mobil milik presiden obama. Hanya saja, karena mobil ini sudah di upgrade, mobil ini bisa menahan ledakan yang memiliki daya ledak seperti dua RPG yang meledak bersama sekaligus. Ban mobil ini juga memiliki kecanggihan untuk memperbaiki bannya sendiri jika pecah, tetapi ban mobil ini tidak akan tertembus sampai peluru berkaliber 7,8mm." 


"Keamanan interiornya juga paling canggih di kelas mobil anti peluru. Sebab, seorang penumpang akan merasakan efek ledakan dari granat hanya seperti melewati sebuah lubang. Mobil ini juga memiliki anti rudal. Sehingga dapat lolos dari serangan rudal yang dapat di alihkan oleh sistem anti rudal." Melisa menjelaskan panjang lebar kepada Arga tentang mobil yang Arga beli. 

__ADS_1


"Waw.. Keren.." Arga berbicara setelah mendapatkan cerita tentang spesifikasi mobil ini. 


****


Kini mereka melaju menuju Springfield. Di sana, kelompok TP&P memiliki pemimpin wilayah dari golongan militer dengan jabatan kapten. Perjalanan yang cukup panjang akan selalu mereka lewati sampai beberapa minggu kedepan. 


Arga yang sudah memiliki titik terang untuk membalaskan dendam, merasa sangat bersemangat meski puluhan ribu kilometer akan menantinya di depan. Kini saatnya Arga yang memburu dan tidak lagi di buru. Sebab, kini Arga sudah mengetahui posisi dan letak musuh serta mengetahui siapa yang terlibat langsung maupun tidak langsung terhadap kematian ibu Arga. 


Sedangkan kini, tidak ada yang dapat mengetahui di mana posisi Arga secara tepat. Sebab Arga akan selalu berpindah-pindah. Dalam perjalanan, Arga ingin merubah tampilannya dengan cara merubah bentuk gigi atau apapun yang dapat mengelabui kamera di sepanjang jalan. 


Arga yang ingin merubah tampilannya saat di jalan, kini pergi ke teman Melisa yang merupakan Seniman pembuat animasi patung untuk kepentingan film. Kebetulan saat ini teman Melisa menetap di Chicago. 


Melisa yang sudah mendapat alamat temannya yang merupakan Seniman, dengan segera menuju rumah teman Melisa. Meski hari sudah mulai gelap, hal itu tidak menjadi halangan bagi Arga untuk terus bergerak. 


****


Tingtong… Suara bel rumah teman Melisa sebelum dia pindah ke Chicago. 


"Melisa…? Kau benar-benar datang? Aku kira kau tadi hanya bercanda untuk datang kemari." Smith yang merupakan Seniman pria yang juga teman Melisa semasa dulu masih memiliki rumah di sebelah rumah Melisa di San Diego. 


"Kau bersama siapa? Astaga.. Apakah itu benar Rolls-Royce Phantom Limo plus? Aku sangat ingin mengendarainya." Smith sangat terkejut saat melihat Rolls-Royce Phantom Limo plus. Sampai-sampai lupa untuk bertanya tentang tujuan Melisa datang mencarinya malam-malam. 


Saat Smith membuka pintu kemudi, Smith di kejutkan dengan adanya Arga di dalam mobil. Smith dengan segera mundur beberapa langkah dan berusaha mengingat wajah Arga. Sebab, Smith merasa jika wajah Arga tidaklah asing. Saat Smith akan meminta maaf, Smith mengingat siapa pria yang berada di dalam mobil dan mengurungkan niatnya dan menarik Melisa menjauh dari mobil tersebut. 


"Bukankah dia Arga Litohu yang merupakan seorang pemberontak negara?" Smith berbicara kepada Melisa dengan hati-hati. 

__ADS_1


"Ya, itu benar. Tetapi semua yang ada di televisi semua nya salah. Pemerintah memutar balikkan fakta. Sebaiknya kita masuk dulu sebelum hal-hal yang tidak di inginkan datang." Melisa berbicara kepada Smith supaya segera mempersilahkan Arga dan Bella masuk juga. Karena Smith percaya kepada Melisa, akhirnya Smith setuju supaya Arga dan Bella memasuki rumah Smith. 


__ADS_2