Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Skil Istimewa Master Pertarungan Tangan Kosong


__ADS_3

"Begitu mudahkah anda percaya kepada orang lain yang mengatakan bisa menerbangkan sebuah helikopter? Anda belum melihat dokumen terbang ku tapi anda sudah mengiyakan."


"Tentu saja aku tidak percaya. Percuma saja aku melihat surat-surat ijin terbangmu. Aku tidak akan tahu itu asli atau tidak, aku tidak bisa membedakannya. Aku akan menyewa helikopter ke salah satu maskapai dengan meminta dirimu sebagai pilotnya. Pasti mereka memiliki kualifikasi sendiri apakah kamu layak menerbangkan helikopter mereka. Jika kamu tidak memenuhi kualifikasinya. Pasti mereka tidak akan memberiku sewa." Arga berbicara dengan santai kepada orang yang mengajukan diri sebagai pilot tersebut. 


"Ayo ikuti aku, tadi ada maskapai yang berani untuk menyewakan helikopternya sampai memaksa pilot mereka, tapi para pilotnya tidak ada yang berani hingga bersedia dipecat jika tetap di paksa." Mereka semua jalan menuju ke salah satu maskapai. Saat baru beberapa puluh meter meraka jalan, ada gerombolan orang beberapa puluh meter dari Arga berjalan menuju Arga yang juga berjalan dikawal oleh 4 pengawalnya serta pilot yang mengajukan diri sebagai pilot. 


Melihat hal tersebut ke empat pengawal Arga terlihat khawatir dan waspada dengan menggenggam tongkat kayu yang biasa digunakan seorang polisi dan selalu mereka selipkan di balik jas ketika di bandara. Berbeda halnya jika mereka tidak di bandara, maka pengawal Arga akan membawa pistol dan belati. Benar saja yang dikhawatirkan pengawal Arga. Saat gerombolan tersebut sudah berjarak belasan meter, mereka mulai mengeluarkan senjata tajam dengan berbagai ukuran dan menatap rombongan Arga dengan tajam. Melihat hal tersebut, Arga dan rombongannya berhenti dan berniat berjalan lebih cepat ke arah belakang untuk menghindari bentrokan. Tetapi dari arah belakang juga terlihat gerombolan yang jumlahnya hampir sama mencegat rombongan Arga dari belakang. 


"Sial, dalam situasi terburu-buru seperti ini, mereka masih terus mengancam nyawaku. Apa yang harus aku lakukan, aku meningkatkan skil permanen atau menggunakan skil istimewa pertahanan atau skil istimewa lainnya. Aku hanya memiliki 52 poin belum terpakai tidak mungkin aku bisa menambahkan skil istimewa yang lain secara permanen. Jika aku meningkatkan skil permanen tersebut, skil mana yang harus aku tambahkan." Arga membatin saat ke empat pengawalnya melingkari Arga untuk memberi pengamanan. 


"Tuan, apakah anda memiliki musuh?" Pilot tersebut bertanya kepada Arga. Tetapi Arga tidak menjawab karena sedang bimbang memikirkan penggunaan poin yang masih terbatas. 


"Kebetulan sekali, aku sudah lama tidak meregangkan ototku." Pilot tersebut kembali berbicara setelah Arga tidak menjawab pertanyaannya. Pilot tersebut dulunya seorang pasukan khusus dari Angkatan Udara USA. Dia dipecat setelah kehilangan istri dan anaknya, sehingga dia sangat suka mabuk hingga dia di pecat dari kesatuan karena tidak disiplin. Kini dia telah dapat menerima kenyataan akan kematian anak dan istrinya dan dia kembali menjalani hidup dengan menjadi pekerja serabutan hingga di pagi petang ini dia mendapat telepon dari salah satu temannya jika Arga membutuhkan pilot yang tangguh dan berani. 


Kini tidak ada jalan untuk menghindari pertarungan antara membunuh atau terbunuh. Empat pengawal Arga terlihat mengeluarkan keringat dingin, dengan lawan yang begitu banyak. Mereka harus menyelamatkan nyawa tuannya yang mereka ketahui tidak dapat bertarung. 


Seperti mendapat aba-aba, gerombolan orang yang berada di sisi depan dan belakang rombongan Arga, bergerak bersama untuk menyerang. Tidak dapat dihindarkan lagi, pertarungan di dalam bandara terjadi. Rombongan Arga yang hanya terdiri dari 6 orang tanpa senjata tajam, harus melawan 50 orang lebih yang semuanya menggunakan senjata tajam. 


Arga dengan segera menerobos kawalan dari pengawalnya untuk maju menyerang gerombolan yang berada di depannya. Saat Arga menerobos pengawal yang berada di depannya, terasa dorongan yang sangat kuat dari Arga yang dirasakan oleh pengawal Arga yang mendapat dorongan. Dengan cepat Arga menghindari tebasan-tebasan senjata tajam yang mengarah padanya. Sekali menghindar, Arga juga memberi pukulan di titik-titik terlemah manusia. 

__ADS_1


Dengan Sekali atau dua kali serangan, Arga sudah dapat merobohkan orang yang dia serang. Arga selalu mengincar pangkal rahang bawah dan leher ketika menggunakan pukulan. Dan ketika menggunakan tendangan, Arga selalu menendang tepat di ulu hati, rusuk bawah bagian kanan atau kiri dan bagian si burung pembawa telur. 


Arga memilih menyerang grombolan di depan karena ingin mengurangi sebanyak mungkin lawan yang di depan terlebih dahulu sebelum yang di belakang sampai untuk menyerang. Ke empat pengawal Arga sangat terheran dengan kemampuan Arga yang bahkan mereka tidak dapat melakukannya. 


**beberapa detik sebelum pertarungan**


"Layar." Setelah layar transparan muncul di depan Arga, dengan cepat Arga memilih skil istimewa master pertarungan tangan kosong. 


Terdapat pilihan di layar 


(Aktif 1 jam 25 poin) 


(Aktif 1 hari 520 poin) 


(Aktif permanen 100.000) 


"Apa? Banyak sekali poin yang harus aku gunakan jika ingin skil ini menjadi permanen. 25 poin Saja hanya untuk 1 jam." Arga terkejut melihat mahalnya skil istimewa master pertarungan tangan kosong. Tidak ingin lama-lama untuk mencari skil yang lain, Arga mengaktifkan skil istimewa master pertarungan tangan kosong. Tetapi skil tersebut gagal di aktifkan. Sebab, Arga harus menambah skil dasar permanennya terlebih dahulu. 


Kecepatan harus minimal 30, Kekuatan otot harus minimal 25, Akurasi harus minimal 25. Dengan segera Arga menambahkan semua skil tersebut menjadi minimal syarat untuk mengaktifkan skil istimewa master pertarungan tangan kosong. Setelah di tambahkan, Arga dengan segera kembali ke menu utama dan mengaktifkan skil istimewa master tangan kosong. 

__ADS_1


(Baru saja menambah skil kecepatan 9 poin, skil kekuatan otot 8 poin, skil akurasi 6 poin dan skil istimewa master pertarungan tangan kosong 25 poin) 


(Total 4 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 22) 


(Kecerdasan 40) 


(Kecepatan 30) 


(Kekuatan otot 25) 


(Akurasi 25)


Dengan cepat Arga merasakan perubahan di dalam tubuhnya. Kini Arga yang telah memiliki skil istimewa master pertarungan tangan kosong dengan segera maju untuk menyerang saat grombolan orang bersenjata tajam di depannya bergerak bersama untuk menyerang Arga dan rombongannya. 


Pertarungan yang terlihat benar-benar kacau hingga membuat orang-orang buang berada di sekitar lari takut menjadi sasaran tebasan dari puluhan orang bersenjata. Kini para pengawal Arga telah berhasil merebut senjata tajam yang dibawa oleh gerombolan yang menyerang Arga dan rombongannya. Sayatan-sayatan terlihat di tubuh para pengawal Arga karena mereka berusaha melindungi pilot yang bersedia mengantarkan arga ke laut Tijuana River. 

__ADS_1


Para gerombolan yang menyerang, lebih banyak yang fokus menyerang Arga. Selain karena Arga adalah target utama, keahlian bertarung Arga juga memaksa mereka untuk bekerja sama menyerang Arga. Bahkan kini ada yang berhasil memegangi Arga karena pergerakan Arga yang tidak leluasa saat orang yang tergeletak memegang kaki Arga. Dalam kondisi Arga di pegang dengan cara dipeluk dari belakang dengan kedua tangan Arga juga ikut di peluk. 


Arga bergerak secara tiba-tiba dengan menghentakkan kedua tangan kesamping seperti suku saiya di kartun dragon ball saat akan menjadi saiya. Sedangkan kedua kaki juga di hentakkan ke samping hingga membentuk kuda-kuda samping atau ongkong-ongkong. Bersamaan dengan melonggarnya eratan pelukan dari orang yang memeluk Arga dari belakang karena hentakkan yang di lakukan Arga. Lalu Arga menunduk untuk memegang salah satu kaki orang yang memeluknya lalu diangkat kedepan bersamaan dengan tubuh Arga berdiri tegak dengan kaki direntangkan. Dengan seketika pelukan orang tersebut terlepas dan dia terjatuh di belakang Arga dengan kaki terangkat dan tetap dipegang oleh Arga. Saat orang tersebut terjatuh dengan kaki masih di genggam Arga, lalu Arga menginjak lutut orang tersebut hingga patah. 


__ADS_2