
Dengan cepat pengawal Arga yang lain berdatangan. Agar tidak terlihat dan tidak di ketahui jika Arga memiliki banyak pengawal. Dua pengawal yang selamat sebelumnya yang memberikan informasi secara rinci kepada pengawal yang lain. Tetapi mereka berdua dilarang menyampaikan informasi tentang sistem Kuadrilliun kepada pengawal yang lain. Sebab semakin sedikit yang tahu maka akan semakin mudah menjaga kerahasiaan. Yang berdampak pada keselamatan Arga.
Kini untuk sementara, rumah Arga adalah tempat paling aman. Sebab, selain rumah Arga memiliki sistem keamanan yang sudah terbukti memiliki kemampuan anti peluru di pintunya. Juga masih banyak petugas kepolisian di setiap lantai 700 Front ST San Diego.
"Aku harus mencari tahu semua informasi dari makhluk hologram yang pernah aku temui. Dia bicara hanya dapat menemuiku di alam bawah sadar. Itu artinya aku harus tertidur terlebih dahulu." Arga membatin dalam pikirannya.
Arga segera menuju kamar dan mencoba untuk memejamkan mata. Saat Arga masih setengah tertidur, makhluk hologram yang merupakan pelindung Arga menampakkan diri pada dimensi di pikiran Arga.
"Seharusnya anda lebih cepat menemui saya tuan."
"Jika kamu bisa membaca pikiranku, kenapa kamu tidak muncul ketika aku beristirahat sebelumnya?"
"Tanpa di minta, saya hanya dapat menampakkan diri 3x dalam sebulan jika atas kemlauan saya. Dan saya sudah memakainya 1x, saya sangat menjaga sisa 2x kesempatan di saat situasi memang genting. Oleh karena itu saya belum menampakkan diri dengan kemauan saya sendiri."
"Baiklah, terserah padamu. Aku ingin mengetahui banyak hal tentang sistem ini. Karena sebelumnya kamu mengatakan bahwa ayahku berada di urutan 67. Lalu bagaimana nasib peserta no 1 sampai no 66?" Arga berbicara dengan nada yang terlihat sedang tidak sabar.
"Peserta no 1 sampai 66 memiliki pewaris 2 orang sampai 4 orang. Mereka semua gagal menghabiskan sistem Kuadrilliun karena tewas terbunuh. Total semua peserta berserta pewarisnya ada 281 orang. Mereka tewas dibunuh oleh organisasi tersembunyi yang kami juga tidak dapat melacaknya. Kami tidak dapat menuduh pihak-pihak yang menentang dengan sistem ini karena sistem ini juga ilegal."
"Sistem ini di buat untuk mendukung para imigran gelap serta nasib dari semua imigran kedepannya. Sedangkan organisasi yang membuat dan melindungi sistem ini, tidak saya ketahui karena tidak ada dalam memori yang saya memiliki. Mungkin atas dasar keamanan."
"Apakah ada lagi yang ingin di tanyakan tuan?"
__ADS_1
"Benar juga yang dia katakan. Mana mungkin memori tentang organisasi yang membuat sistem ini ada padanya. Hal itu sangat rentan jika sampai bisa di retas." Arga membatin.
"Tentu saja benar. Karena saya memang dirancang untuk menjawab dan membantu Anda mencapai tujuan."
"Apa tujuan sistem ini..?"
"Tadi sudah saya sampaikan."
"Ya, tapi penyampaiannya tidak lengkap. Dengan cara apa sistem ini mendukung para imigran gelap."
"Dengan memberikan kekayaan kepada yang terdaftar pada sistem agar dapat dimanfaatkan untuk menjadi kuat dan menjadi orang penting yang dapat mengubah aturan tentang imigran gelap."
"Maka kamu akan mati. Sebab hanya menjadi orang penting dan menjadi orang berpengaruh di negara ini yang dapat menyelamatkanmu. Selain namamu terdaftar menjadi peserta. Namamu juga terdaftar sebagai target pembunuhan. Dan ketika kamu sudah menerima sistem Kuadrilliun imigran gelap. Nama dan fotomu sudah terkirim ke berbagai pembunuh bayaran serta organisasi-organisasi rahasia milik negara yang tidak menginginkan sistem ini. Dengan kata lain, tidak ada jalan untuk mundur ketika sudah memulai. Hanya maju dan mengikuti alur yang dapat menyelamatkanmu dan aku akan membantumu untuk mencapai itu semua."
Mendapati penjelasan dari makhluk hologram yang mengaku sebagai pelindungnya. Arga terdiam dan melamun atas kehidupannya. Kini Arga menganggap hidupnya dalam permainan sebuah organisasi tersembunyi. Arga menganggap dirinya tidak pernah beruntung menjalani kehidupan.
Arga yang baru merasakan senang 2 hari lalu karena mendapat sistem kekayaan yang ternyata sebuah sistem Kuadrilliun imigran gelap. Merasa hanya kesenangan semu yang dapat mengancam nyawanya kapanpun, dimanapun dan dari siapapun. Karena Arga tidak pernah mengetahui siapa yang akan membunuhnya.
"Kekayaan ini bagai kuburanku, jika aku melakukan kesalahan, maka nyawa menjadi taruhannya. Jika aku berhasil, maka aku dapat menyelamatkan semua imigran gelap." Arga membatin dalam pikirannya.
"Bukan hanya itu. Jika kamu berhasil, kamu akan mendapatkan kekayaan serta kesuksesan yang belum pernah kamu pikirkan. Kamu juga akan mendapat kehebatan tubuh yang tidak dapat kamu bayangkan jika kamu berhasil. Karena tentu jika kamu berhasil itu artinya kamu sudah mengumpulkan banyak sekali poin yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan kekuatan tubuhmu secara permanen. Lagi pula, uang yang kamu gunakan adalah harta dari donasi para imigran gelap. Setidaknya kamu tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah mereka perjuangkan." Makhluk hologram tersebut melanjutkan perkataan yang ada di pikiran Arga.
__ADS_1
"Errggh…" Arga merasa kesal karena makhluk hologram tersebut terus membaca pikiran Arga.
"Jika demikian, aku harus memanggilmu apa? Karena sejak kemarin kamu belum memperkenalkan namamu dan hanya menyebut dirimu sebagai pelindungku."
"Bagaimana aku memperkenalkan namaku, kamu belum memberiku nama."
"Aku yang memberimu nama?" Arga berbicara dengan menunjuk dirinya sendiri yang terlihat terheran karena harus memberi nama kepada makhluk lain yang baru saja dia kenal.
"Ya… kenapa tidak? Aku memang belum memiliki nama. Dan kamu memiliki hak untuk memberiku nama sesuai dengan keinginanmu."
"Baiklah, karena suaramu seperti perempuan. Aku akan memberimu nama Bella."
"Hmm… Bella… Nama yang bagus. Aku memang memiliki fisik wanita nantinya. Baiklah jika sudah tidak ada yang dipertanyakan lagi kita harus berpisah sekarang. Karena otakmu juga butuh istirahat. Dan jangan lupa, cepat pergunakan uangmu sebanyak mungkin."
"Baiklah, sampai jumpa lagi Bella." Setelah mengucapkan hal tersebut, Arga membuka mata seperti merasa baru bangun tidur.
Arga kini merenung ucapan dari Bella. Kini Arga memiliki alasan untuk terus Berjuang dan untuk terus bersemangat. Banyak harapan yang sedang dia pikul, bahkan harapan dari mereka yang sudah tewas. Atau alasan terkecil dan paling sederhana yang Arga miliki, dan terus mengikuti sistem yang terlihat seperti permainan ini. Yaitu nyawa yang hanya memiliki 1x kesempatan untuk hidup.
"Jika kalian ingin bermain, baiklah. Kini aku sudah siap untuk bermain-main." Dengan bersemangat, Arga berucap pada dirinya sendiri.
Malam ini Arga beristirahat di lantai. Arga juga menghindari jendela. Arga beristirahat di tempat pandangan gelap dari seorang sniper. Kekhawatiran terlalu besar memang yang dipikirkan Arga. Karena Arga berpikir seperti seorang protagonis dalam sebuah film-film action. Setidaknya film action yang di lihat oleh Arga kini berguna. Sebab kini Arga adalah targetnya.
__ADS_1