Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Smith


__ADS_3

Smith terlihat takut saat duduk bersama satu ruangan dengan Arga dan Bella. Kaki Smith sampai gemetar saat Arga memandanginya terus. Hal itu karena Smith telah melihat beberapa kali aksi pertarungan Arga hingga berita terakhir, Arga di anggap pemberontak. 


"Mengapa kau terlihat takut kepadaku?" Arga bertanya kepada Smith. 


"Aa.. A.."


"Sudahlah jangan kau teruskan. Aku kemari karena aku ingin kau mengubah bentuk wajahku dengan keahlianmu." Arga ingin memanfaatkan rasa takut Smith agar menuruti permintaan Arga tanpa ingin bertanya lebih banyak. 


"Me.. Meeee.. Ngubah se..se..seper… ti apa..?" Smith berbicara semakin gagap karena Arga sebelumnya menghentikan bicara Smith. 


"Sebaiknya kamu tidak lagi bicara, jika kau masih gemetar untuk berbicara. Kau hanya perlu melakukan sesuai dengan perintahku dengan kemampuanmu itu. Aku ingin tampilan wajahku tidak terdeteksi oleh kamera pengenalan wajah yang hampir ada di setiap jalan. Entah bagaimanapun caranya, kamu harus bisa. Sebab jika tidak bisa. Makaaa.." Arga berbicara dengan ancaman kepada Smith. Hal itu sengaja Arga lakukan karena ingin semuanya cepat terlaksana. 


"Boooommmm… Aku akan memecahkan kepalamu. Kau mengerti? Jika mengerti CEPAT BERGEGAS.." Arga melanjutkan bicaranya setelah berhenti sejenak. Sedangkan Smith hanya menjawab dengan anggukan kepala karena takut. Karena Smith masih tidak cepat jalan, Arga membentaknya untuk bergegas. Dengan sekejap Smith berlari menyiapkan segala apa yang Smith butuhkan. 


Melisa yang mengerti jika itu hanya sebuah kepura-puraan dari Arga, Melisa hanya diam memperhatikan Smith menyiapkan segalanya. 


"Sial, kenapa aku terjebak dalam situasi seperti ini..? Bermimpi apa aku semalam..? Melisa juga pasti dalam tekanan mereka berdua. Sampai-sampai Melisa juga tidak mengeluarkan sepatah katapun." Smith membatin saat menyiapkan alat-alat yang dia butuhkan. 


Di mulai dari Arga, kini Arga di minta duduk di sebuah kursi setengah terlentang. Smith tetap tidak berbicara sedikit pun. Smith hanya memberi isyarat kepada Arga untuk melakukan apapun. Sebab Smith benar-benar takut untuk berbicara, Smith khawatir jika dia berbicara maka suaranya menjadi gagap karena ketakutan. 

__ADS_1


Untuk mengelabui kamera pengenalan wajah, Arga hanya dapat di rubah menjadi lebih jelek. Sebab kamera tidak akan mendeteksi hal itu. Karena perubahan wajah dapat berubah hingga 70% minimal. Tetapi jika di rubah supaya lebih tampan. Maka mungkin hanya bisa merubah wajahnya sebesar 20%. 


Smith mulai membuka kotak-kotak penyimpanannya. Di dalam kotak, Smith sudah memiliki seribu lebih macam pengbah bentuk seorang aktor atau aktris. Mulai dari perubahan gigi yang biasa dan menjadikannya terlihat gingsul atau terlihat seperti memiliki gigi yang patah. Ada juga yang ekstrim, menjadikan gigi terlihat seperti banyak tumpukan hingga gigi yang bertumpuk dengan kotoran yang melekat di gigi. 


Ada juga kulit tiruan, perubahan bentuk bibir, merubah alis, bahkan merubah hidung. Tetapi beberapa di antara itu ada yang harus disertai dengan make-up. Sehingga tidak efisien untuk di gunakan sewaktu-waktu dan juga di buka sewaktu-waktu. Sehingga Arga memilih untuk merubah gigi dan mengenakan alis tambahan. 


Berbeda dengan Arga, Bella meminta untuk di pasangkan sebuah kulit pasangan untuk di tempelkan pada pipinya supaya terlihat seperti kulit tanda lahir. Bella juga meminta untuk di pasang seminggu permanen, sehingga tidak perlu sering-sering membukanya. Tetapi Arga tidak setuju. Sebab dalam beberapa kejadian, mereka berdua harus tetap menampakkan wajah mereka di kamera kediaman para pemimpin wilayah supaya dapat menjatuhkan mental kelompok TP&P.


Tetapi Bella tidak mau mengenakan bentuk gigi yang terlalu ekstrim. Sebab Bella sangat tidak nyaman dengan gigi-gigi yang demikian. 


"Jika kau tidak mau, maka harus ada yang memasangkan kulit pasangan tiap selesai beraksi." Arga berbicara kepada Bella supaya Bella mau mengenakan gigi yang berbentuk ekstrim. Tetapi tiba-tiba pandangan Arga terdiam pada Smith dengan senyum yang semakin lebar. 


"Stoop.. Hentikan bicaramu atau kepalamu akan pecah." Lagi-lagi Arga menghentikan usaha Smith untuk berbicara. Smith ingin sekali menolak, tetapi mulutnya seolah berat dan gemetar saat berbicara kepada Arga. 


"Jika memang harus membutuhkan memasang sewaktu-waktu, kita bawa saja yang bisa memasang. Lagi pula mobil itu masih cukup luas untuk di isi orang 4." Arga berbicara kepada semua yang berada di ruangan tersebut. 


"Sebaiknya kau cepat dan bergegas. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk terus berada di sini." Arga berbicara kepada Smith agar cepat menyiapkan segala yang di perlukan karena Smith harus ikut bersama Arga untuk melakukan perjalanan panjangnya. 


"Hari ini aku benar-benar sial.. Apa yang harus aku lakukan?" Smith membatin saat Smith harus memasukkan semua barang yang di butuhkan ke mobil limousine. 

__ADS_1


"Ya.. Sebaiknya aku mengajukan diri untuk menyetir. Aku akan beralasan memang sudah lama ingin mengendarai Rolls-Royce Phantom Limo. Terlebih mobil ini edisi anti peluru atau edisi plus. Ya.. Ya.. Aku akan beralasan demikian. Saat aku yang pegang kendali mobil, aku akan membelokkannya ke kantor polisi." Smit membatin di dalam hatinya saat akan mengangkat kotak terakhir. 


"Ayo cepat.. Mengapa saat kotak terakhir kamu begitu lemas. Ayo cepat." Arga menggertak Smith supaya lebih cepat. 


"Tu.. Tuuuaaan.."


"Jika kau masih berbicara dengan gagap, sebaiknya kau jangan bicara." Arga kembali menghentikan bicara Smith yang masih saja gagap karena takut. Terlebih Smith akan berbohong, hal itu membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya karena takut ketahuan. 


Karena mulut Smith tidak bisa di ajak kompromi, Smith kembali menggunakan isyarat bahasa tangan dan tubuh untuk menyampaikan niatnya. Arga yang mengerti dengan maksud Smith, memberikan kunci mobilnya lalu duduk di kursi belakang bersama Bella dan Melisa. 


Kini mobil sudah jalan keluar dari komplek perumahan rumah Smith. Smith menyetir dengan santai dengan terus menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang mengawasi sesuatu atau sedang mencari sesuatu. 


"Kau jangan sampai memiliki pemikiran untuk jalan menuju kantor polisi. Sebab, jika aku tertangkap karena mobil ini kau arahkan masuk ke kantor polisi, maka aku akan mengatakan jika kamu juga komplotan kami. Aku juga akan berbicara jika kamu telah menembak beberapa polisi. Sehingga pengakianku tersebut akan membuatmu ikut di penjara atau bahkan akan mendapatkan hukuman mati karena pengakuanku dan Bella." Arga mengancam Smith dengan membiarkannya berpikir dengan imajinasinya atas arahan dari pembicaraan Arga. 


Smith yang berpikir tidak memiliki celah untuk mengelak dari pengakuan palsu Arga, jika sampai Smith benar-benar mengarahkan mobilnya ke kantor kepolisian. Akhirnya mengurungkan niatnya dan mempercepat laju mobilnya. 


Di dalam hati, arga tersenyum puas karena berhasil mengecoh Smith yang sudah Arga perkirakan sebelumnya. 


"Aku harus terpaksa menuruti permintaannya. Lebih baik menikmati sisa hidup di luar dengan bebas dari pada menghabiskan sisa hidup di dalam penjara." Smith kembali membatin dengan terus mengendarai mobilnya. 

__ADS_1


__ADS_2