
Melisa yang sudah berjanji menyerahkan dirinya kepada Arga, dengan suka rela memberikan apa yang di inginkan oleh Arga.
Otak Arga yang sudah di penuhi nafsu, dengan beringas menjamah dan melepas semua pakaian Melisa. Meski terlihat liar, Melisa membiarkan Arga untuk mencumbu setiap bagian tubuh melisa yang di inginkan Arga.
Keliaran Arga tanpa sadar menyakiti tubuh Melisa. Nafsu akan kenikmatan, membuat Arga mencumbu Melisa dengan kasar. Bahkan berkali kali melisa merasakan sakit meski terasa nikmat Melisa rasakan.
Saat Arga telah puas mencumbu Melisa, kini Arga membalikkan melisa hingga berada di bawahnya. Arga telah siap melancarkan serangan berikutnya.
Sebelum membelah kenikmatan, Arga kembali mencium bibir Melisa dan secara perlahan mengarahkan batangnya ke lubang kenikmatan Melisa.
Melisa yang merasakan di sentuh oleh sesuatu yang keras di sekitar bibir lubang kenikmatannya, dengan segera menahan batang Arga yang siap menerjang dengan keras.
Dengan tangannya, Melisa menutup lubang kenikmatannya. Lalu berbisik pelan kepada Arga yang sudah mengeluarkan nafas panas.
"Ini baru pertama kalinya, beri aku kenikmatan." Bisikan perlahan Melisa, membuat Arga sadar bahwa dirinya telah menyakiti Melisa karena nafsunya yang sudah sangat tinggi.
Arga yang sudah memiliki pengalaman, menganggukkan kepalanya yang menandakan jawaban kesediaan Arga untuk memberikan kenikmatan kepada Melisa.
Secara perlahan, Melisa menyingkirkan tangannya dan memasrahkan kembali tubuhnya kepada Arga.
Meski terasa sakit di awal, Melisa menikmati semua kenikmatan yang dia rasakan. Meski awal Melisa melakukannya karena ingin balas budi, kini Melisa melakukannya karena sepenuh hati.
Arga yang cukup lama menghadapi semua ketegangan kehidupannya yang tidak pernah terlintas dalam bayangannya, kini terasa semua terlepas dan Arga hanya merasakan kenikmatan dunia. Kenikmatan yang tidak dapat di gantikan dengan kenikmatan yang lainnya di dunia.
__ADS_1
Setelah bercocok tanam, Arga merebahkan tubuhnya di samping Melisa yang melamun membayangkan kenikmatan yang baru dia lewati.
Setelah beberapa saat merebahkan tubuh di samping Melisa, Arga merasakan kehangatan tubuh Melisa memeluk tubuhnya. Arga yang merasakan kehangatan tubuh Melisa dengan kedua balon yang menempel, hasrat Arga kembali bangkit dan mulai mencium bibir melisa lagi.
Melisa yang masih on fire, membalas ciuman Arga dan menikmati sentuhan-sentuhan nikmat di tubuhnya yang kembali di jelajahi oleh tangan-tangan Arga.
Arga kembali menindih Melisa dan kembali bercocok tanam dengan merasakan kenikmatan tubuh Melisa yang kini lebih bergairah dari sebelumnya. Melisa semakin merasakan kenikmatan saat kembali bercocok tanam. ******* kenikmatan terdengar dari mulut Melisa, hal itu membuat Arga mesakin bersemangat untuk menerjang.
Semakin cepat terjangan yang di berikan Arga, semakin nikmat yang di rasakan Melisa. Kini melisa memeluk Arga dengan erat, seolah ingin melambatkan gerakan Arga, tetapi bukan itu yang sebenarnya Melisa inginkan.
Melisa memeluk dengan erat karena merasakan suatu cairan keluar dari tubuhnya, bersamaan dengan keluarnya cairan tersebut. Kenikmatan yang tak tertahankan di rasakan Melisa. Rasa yang belum pernah di rasakan Melisa.
Kenikmatan melebihi dari hal-hal sebelumnya. Mata Melisa terpejam menikmati sensasi luar biasa nikmat. Arga yang masih terus menerjang, membuat Melisa kini seakan lemas dan hanya menikmati semua yang di lakukan Arga pada tubuhnya tanpa dapat berekspresi selain mendesah atas kenikmatan yang Melisa rasakan.
Dadanya terasa lebih mengeras, panggulnya kembali mengencang, otot-otot kenikmatannya juga seakan ingin kembali bereaksi, ayunan dengan ritme cepat tetap dilakukan Arga. Kini Melisa kembali merasakan sebuah cairan sedang di semburkan ke dalam tubuhnya, berselang beberapa detik kemudian. Melisa merasakan sesuatu kembali keluar dari tubuhnya.
Meisa yang masih memejamkan mata, merasakan sentuhan di leher dan kedua balonnya. Kenikmatan seakan semakin menjadi-jadi dari tubuh Melisa, tanpa dapat melawan. Melisa bergeliat merasakan kenikmatan dan sensasi yang semakin kental Melisa rasakan.
Meski sudah muntah, Arga masih ingin terus menikmati tubuh Melisa. Hingga batang yang sebelumnya akan mengendur, kembali dalam kondisi siap tempur kembali.
Arga dan Melisa seakan sedang terjun dalam dunia kenikmatan mereka berdua. Setelah 3 kali beraksi, mereka berdua sama-sama berbaring di ranjang. Melisa terasa sangat lemas hingga tidak lama kemudian Melisa tertidur dengan memeluk Arga.
** 3 jam kemudian **
__ADS_1
"Bukankah ini jalan menuju rumah dinas wakil kepala negara?"
"Ya.. Dan kau tunggu aku di sini serta selalu dalam kondisi siap. Aku dapat kembali kapanpun tanpa bisa di prediksi. Aku harap benar-benar dapat mengandalkanmu dalam hal mengemudi." Bella menjawab dan memberi arahan kepada Smith.
"Baiklah. Aku tidak perlu berbicara dengan caraku mengemudi. Kau akan tau nanti." Dengan tertawa, Smith menjawab Bella yang langsung pergi setelah mendengar jawaban Smith.
"Apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan menculik wakil kepala negara? Hal yang tidak mungkin dan tidak menguntungkan bagi Arga. Tapi jika berkas penting yang di miliki wakil kepala negara, bisa jadi." Smith berbicara kepada dirinya sendiri saat Bella sudah hilang dari pandangannya dan tidak lagi terlihat di spion mobil.
"Sebaiknya aku harus selalu bersiap, aku tidak ingin menjadi korban dari kedua orang berdarah dingin itu. Lebih baik menuruti mereka dari pada nyawaku melayang." Smith kembali berbicara sendiri dan berusaha untuk selalu siap.
** 1 jam kemudian **
"Aku sudah lelah menunggu. Apa aku tidak boleh turun dari mobil meski hanya sebentar? Menunggu di sini, kulitku terasa akan di tumbuh jamur." Smith yang sudah sangat bosan, berbicara pada dirinya sendiri dengan ekspresi dan gerak tubuh seperti seorang yang berdiskusi.
"Ya.. Sudah di tentukan, setelah melakukan pemungutan suara, aku akan turun dari mobil." Smith kembali berbicara dengan kebimbangannya lalu membuka pintu mobil tapi kembali menutupnya.
"Apakah kebosanan ini sebanding dengan nyawaku? Tapi kebosanan ini juga dapat membunuhku. Baiklah, aku tetap akan keluar." Smith yang ragu karena takut, kembali meyakinkan dirinya sendiri dan kembali membuka pintu mobil.
Blaaak… suara pintu mobil tertutup. Saat pintu mobil belum terbuka sempurna, pintu kembali tertutup dengan keras hingga mengagetkan Smith yang sudah bersiap keluar dari mobil.
Blaaak… terdengar kembali suara pintu mobil tertutup, tetapi kini bukan pintu kemudi, tetapi pintu sheat belakang.
"Apa yang akan kamu lakukan? Kenapa akan keluar dari mobil? Tadi akau katakan selalu bersiap. Sekarang!! Cepat berangkat!!" Bella yang duduk di kursi belakang, berbicara kepada Smith.
__ADS_1
"Siapa yang kamu bawa dan kamu tutup dengan selimut sampai seperti mumi itu?" Smith bertanya kepada Bella dengan ekspresi tegang dan berharap yang di bawa Bella tidak sesuai dengan apa yang Smith pikirkan.
"Jonathan. Dia tuan Jonathan." Bella menjawab dengan datar kepada Smith. Tetapi Smith yang mendengarkan ucapan Bella, seakan ingin berteriak kencang.