
"Tidak.. Tidak.. Tidak.. Jangan menabrak dinding itu." Melisa berbicara kepada Smith yang mulai menginjak pedal gas. Supaya Smith mau berhenti dengan spontan tanpa berfikir untuk menolak, Melisa menarik rambut Smith supaya menginjak rem.
Dengan seketika Smith berteriak kesakitan dan menginjak rem dan mobil pun berhenti sebelum menabrak dinding.
"Aku teringat saat membaca semacam buku panduan mobil ini. Seingatku, mobil ini memiliki perlindungan standar berupa senjata standar karena mobil ini telah mengalami upgrade armor. Sehingga memiliki ruang peredam antara body luar dengan body dalam sebelum body interior." Mendengar ucapan Melisa, Smith dan bella yang duduk di kursi depan mencari tombol yang kemungkinan akan memunculkan sebuah senjata.
Lalu terlihatlah sebuah tutup berbentuk persegi di sebelah atas tombol power window. Smith berusaha membuka tetapi tetap tidak terbuka, lalu tangan Melisa merangsek dari celah kursi Smith dan menggeser tutup tersebut. Terlihat 4 tombol berwarna merah dan hijau dengan tulisan di atasnya.
Hijau bertuliskan open, merah bertuliskan fire. Dengan segera Smith memutar mobilnya dan mengarah pada truk box yang menghadang jalannya. Dengan cepat Smith menekan tombol hijau sebelah kanan. Lalu keluar senjata otomatis di kedua sisi sebelah kap mobil. Dengan segera Smith menekan tombol merah.
Bersamaan Smith menekan tombol merah, peluru di muntahkan dari kedua senjata otomatis tersebut. Peluru tidak dapat mengenai pada orang yang berada di dalam box yang kini berusaha mengisi ulang peluru.
Smith hanya mencoba menekan tombol retract yang seharusnya sebagai penggerak spion. Percobaan itu sesuai dengan perkiraan Smith. Ketika senjata di keluarkan, retract secara otomatis akan di gunakan untuk menggerakkan senjata.
Setelah senjata sebelah kiri di arahkan ke box truk, Smith menekan lagi tombol merah dan menembak ke arah orang-orang yang berada di box truk.
Smith berhasil membunuh orang yang berada di dalam box. Setelah berhasil melumpuhkan orang yang ada di dalam box. Senjata kini mengarah ke kedua sisi mobil dan tiba-tiba menembak sendiri sebelum Smith menembakkannya.
Ternyata di pintu tempat Bella duduk, juga ada ke empat tombol seperti di pintu pengemudi. Bella juga menekan tombol hijau satu lagi. Setelah menekan, mereka tidak melihat senjata apapun yang terlihat.
Meski tidak melihat, Bella mencoba menekan tombol merah. Bersamaan dengan hal itu, sebuah roket kecil meluncur mengarah ke truk box.
Dengan seketika truk box meledak dan bergeser beberapa meter. Bergesernya truk box, membuat jalan kembali terbuka dan dengan segera Smith menginjak pedal gas yang langsung menggerakkan mobil untuk keluar dari kepungan. Dengan cepat Smith mengendarai mobil Rolls-Royce Phantom Limo plus tersebut untuk meninggalkan lokasi pengepungan.
Kelompok pembunuh bayaran tidak berhenti dan menyerah sampai di sana. Mereka terus mengejar Arga dan lainnya dengan menggunakan berbagai mobil. Dan terus menembaki Arga dan lainnya yang juga berada di dalam mobil bersama dengan wakil kepala negara yang masih terlihat tegang.
Dalam kejar-kejaran, mobil Rolls-Royce dapat unggul dalam adu speed. Sebab, top speed Rolls-Royce bisa mencapai kecepatan 400km/jam. Tetapi tidak memiliki akselerasi yang baik saat memasuki tikungan.
__ADS_1
Dengan body mencapai 6 meter, membuat mobil lebih sulit berbelok. Di saat itulah para pembunuh bayaran bisa kembali mengejar dan memperpendek jarak.
Saat berada di jalan lurus, Smith kembali memacu mesin mobil hingga batas maksimal. Hingga memberi jarak yang cukup jauh. Di saat memiliki jarak itulah, Bella meminta untuk di turunkan dan bersiap menghadang mobil-mobil yang sedang mengejar.
Dengan keahlian menembak Bella, dengan mudah menembak para pengemudi hanya dengan sekali tembakan pada tiap kendaraan yang mengejarnya. Setelah menembak dan memastikan tidak ada yang mengejar lagi, Bella melihat bodi mobil yang tampak penuh lubang sebelum kembali naik kedalam mobil.
****
Saat sampai di New York, mobil yang di kendarai Arga dan lainnya, menjadi pusat perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, mobil mewah Rolls-Royce Phantom Limo plus penuh dengan lubang memasuki kota New York. Hal tersebut sampai membuat beberapa orang melapor ke pihak kepolisian.
Tooott.. Twitt.. Tooot.. Toot.. Suara dari mobil polisi yang berusaha meminta mobil yang di kemudian Smith untuk berhenti.
"Buka kaca mobil.. Buka kaca mobil.. Cepat turun dengan kedua tangan di angkat ke atas." Dua polisi turun dari mobil dan berteriak ke arah mobil Limo yang penuh dengan lubang bekas tembakan.
Akibat lubang di body mobil, kaca mobil tidak bisa di turunkan hingga memaksa Smith untuk turun dan mengikuti perintah yang di minta kedua polisi.
Smith berjalan menuju pintu di mana tuan Jonathan berada. Tetapi karena serangan, pintu tidak dapat di buka dari luar. Sedangkan Arga dan tuan Jonathan memang membiarkan hal itu terjadi kepada Smith.
Karena sudah tidak memiliki pilihan, Smith menuruti kedua polisi untuk berbaring.
"Lihatlah, siapa penumpang ku." Smith berbicara saat salah seorang polisi memeriksa kantong-kantong baju dan celana Smith.
Mendengar ucapan dari Smith, dengan segera. Salah seorang polisi lainnya menggedor jendela agar mobil tersebut di buka.
"Tunggu tuan, aku belum puas melihat bibir cerewet Smith bergetar karena takut dengan ancaman kedua polisi tersebut." Arga menghentikan tuan Jonathan yang akan membuka pintu.
"Mmmm.. Baiklah, aku juga menikmati tontonan ini."
__ADS_1
Karena pintu tidak di buka, polisi tersebut melihat penumpang dari pintu kemudi yang terbuka. Saat polisi tersebut melihat kedalam. Terlihat wanita sangat cantik berada di kursi sebelah pengemudi dengan menunjukkan ke arah kursi penumpang yang berada di belakang.
Duuuuuuak… suara kepala salah seorang Polisi terbentur pada body mobil. Karena terkejud dengan penumpang yang berada di belakang merupakan wakil kepala negara.
Melihat kepala negara di dalam mobil, bukannya membuat kedua polisi melepaskan Smith. Tetapi menuduhnya sebagai penculik dari wakil kepala negara.
Tuduhan tersebut, membuat Smith harus di borgol dan di bawa ke kantor kepolisian oleh salah satu mobil polisi yang kini mulai ramai. Sedangkan Arga dan yang lainnya tertawa melihat hal tersebut.
'Pak.. Apa anda baik-baik saja." Salah seorang polisi memasukkan kepalanya lewat pintu pengemudi.
"Ya.. Aku baik-baik saja. Cepat bawa aku ke rumah dengan mobil ini."
Tanpa banyak berpikir lagi, polisi tersebut mengendarai mobil Rolls-Royce Phantom Limo plus yang penuh lubang dengan di kawal beberapa mobil polisi.
****
"Apa maksudnya ini?" Meski merasa janggal, para pengawal di gerbang kediaman wakil kepala negara membuka pintu gerbang setelah melihat salah seorang yang mereka kenali sedang mengawal di barisan depan.
"Siapa yang kau kawal? Bukankah kau tau jika wakil kepala negara tidak ada di tempat?" Pasukan khusus yang berjaga bertanya kepada polisi yang mengawal di barisan depan.
"Aku mengawal wakil kepala negara. Cepat buka pintunya." Meski merasa tidak percaya, prajurit yang menjaga pintu segera membukakan gerbang secara penuh.
Para pasukan khusus yang menjaga kediaman wakil kepala negara segera keluar melihat mobil mewah dengan berbagai lubang bekas peluru.
Dengan segera tuan Jonathan turun dari mobil dan membawa serta Arga dan lainnya untuk memasuki kediamannya.
"Rahasiakan kedatanganku sampai aku memberikan perintah lagi." Tuan Jonathan berbicara kepada salah seorang pengawal senior.
__ADS_1
"Siap pak."