
Karena ingin mengalihkan pembicaraan dulu, supaya Arga mendapatkan ide untuk berbicara kepada kedua wanita yang sama-sama menginginkan Arga. Arga mendahului meraih gelas yang di bawa Bella dan mencicipi isinya.
"Hmmm… ini sangat nikmat." Arga memuji minuman yang di buatkan oleh Bella.
"Sebenarnya ini akan jadi mudah jika aku menikahi mereka semua, termasuk Melisa. Lalu mereka aku kumpulkan di dalam satu rumah. Kenikmatan dunia pasti aku miliki. Tetapi bagaimanapun, mereka akan tersakiti walau mulut mereka dapat berkata tidak. Karena mereka bukanlah bidadari surga yang dapat bersama melayani seorang laki-laki dengan bidadari-bidadari lainnya." Arga berbicara di dalam hatinya saat Arga meminum coklat hangat yang di buat Bella.
"Jadi.. Kau benar ingin memiliki mereka berdua? Atau juga tiga atau juga empat?" Bella secara mengejutkan kembali berbicara kepada Arga sesaat Bella duduk.
"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Arga tersedak minumannya saat mendengar ucapan Bella.
"Bella dapat membaca pikiranku lagi kah..?" Arga membatin dengan melirik ke arah Bella di saat Arga tersedak.
"Empat…?" Adline dan Siska berbicara hampir bersamaan dengan nada suara terkejut.
"Jangan berpikir aku bisa membaca pikiranmu. Semua itu kamu katakan dari ekspresi wajahmu." Bella kembali berucap saat melihat Arga meliriknya dengan penuh tanda tanya.
Meski Bella tidak mau menerima cinta Arga karena sistem yang di miliki Arga, tetapi dalam hati Bella yang terdalam. Bella tidak ingin jika Arga di miliki wanita lain. Oleh karena itu, Bella selalu berusaha supaya Arga tidak mendapatkan cinta dari wanita lainnya. Bella yang mengetahui betul dengan sifat Arga yang tidak ingin melukai perasaan wanita yang mencintai dirinya dan yang juga dia cintai. Berusaha membuat para wanita tersebut membenci Arga supaya Arga dapat menghiraukan mereka.
__ADS_1
"Jika kamu memang memiliki wanita lain yang kamu cintai, aku rela meski menjadi yang nomor empat." Adline berucap dengan meneteskan air mata. Berawal dari Adline yang menyukai Arga karena hanya fisiknya yang tampan, kini semakin mencintai Arga karena sudah lebih mengenal kepribadian Arga yang peduli kepada orang lain. Dalam pikiran Adline, jika seseorang peduli kepada orang lain. Maka dia pasti akan lebih peduli pada pasangannya. Hal itu yang membuat Adline semakin mencintai Arga. Terlebih setelah skil poin Arga telah mencapai 250. Arga kini terlihat lebih berotot dan gagah. Hal itu yang membuat Adline sapai rela menjadi yang nomor 4.
"Jika demikian, aku yang akan menjadi nomor tiga. Aku juga rela Arga memiliki yang lainnya asalkan aku tidak kehilangan Arga dan lebih utama darinya yang sudah memanggilku kakak." Siska yang mencintai Arga karena kekayaan Arga. Menjadi semakin ingin memiliki Arga karena Arga begitu loyal kepada orang lain. Terlebih saat Siska mengetahui jika Arga sampai mengeluarkan ratusan juta dollar untuk para pengawal dan karyawan Hard Rock Hotel Valent Satand. Siska berfikir jika Arga dapat begitu loyal pada orang lain, terlebih padanya jika Siska bisa menjadi kekasih Arga bahkan istri Arga.
Jawaban yang sangat diharapkan dari Adline dan Siska oleh Arga. Tetapi bukan jawaban yang di harapkan oleh Bella. Mendengar jawaban dari kedua wanita tersebut, Bella berdiri dan berjalan menuju pagar untuk melihat pemandangan dan menyingkirkan rasa jengkelnya.
Ide cemerlang Arga tiba-tiba terlintas setelah Adline dan Siska mengatakan hal tersebut. Dengan senyum di wajah, Arga meminta Siska untuk berdiam di rumah mewah Arga. Sontak jawaban tersebut di iyakan oleh Siska. Sebab, dengan tinggal di 700 Front ST San Diego dengan unit 2206 yang merupakan unit termahal. Secara otomatis akan menaikkan status sosial Siska yang selalu Siska impikan. Hal yang memang menjadi tujuan Siska untuk mendapatkan Arga.
Setelah Siska menyetujuinya, dengan segera Arga Arga bersiap untuk pergi ke Sacramento bersama Adline dan Bella. Tidak lupa Arga menambah saldo Siska karena akan meninggalkannya di rumah Arga sendiri. Arga mengirimkan 10jt dollar untuk Siska pergunakan. Mendapat uang yang sangat fantastis bagi Siska, dengan cepat Siska mencium bibir Arga.
****
David yang mendapat telepon dari pelayanan jika Arga dan Adline telah tiba di rumahnya. Dengan segera David pergi untuk menemui Arga dan Adline.
David sangat senang karena dapat melihat putrinya ceria lagi, kini David mulai berhati-hati untuk berbicara kepada Arga. Sebab David tidak ingin kejadian yang lalu terulang kembali.
"Selamat datang tuan Arga Litohu, terasa sangat lama tidak bertemu. Terimakasih karena membuat anakku ceria kembali." David yang baru datang, dengan segera menyambut dan menyalami Arga yang sudah duduk di ruangan dalam yang biasanya di gunakan David untuk menjamu tamu kenegaraan.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ke sini karena aku ingin menjalin kerjasama denganmu."
"Kerja sama seperti apa yang kamu inginkan?" David bingung atas ajakan kerjasama dari Arga. Karena David tidak mengetahui benar apa sebenarnya bisnis Arga atau keluarganya.
"Aku ingin kamu menjadi aktor utama dalam pembebasan para imigran. Aku ingin mengeluarkan semua imigran yang bereda di penampungan atau bahkan yang sudah berada di penjara." David nampak berpikir dalam penglihatan Arga setelah mendengar permintaan dari Arga.
"Sial, Arga memanfaatkan situasi untuk memaksaku melawan aturan pemerintah pusat. Jika aku menolaknya, akan dapat di pastikan jika putriku akan seperti kemarin. Bahkan mungkin bisa gila karena di tinggal oleh Arga." David membatin di dalam hatinya.
"Kau jangan senang bercanda dengan hal yang terlihat serius. Hal itu akan menyinggung pemerintahan pusat. Aku juga bisa terancam karena hal itu." David berbicara untuk dapat memperjelas keinginan Arga.
"Apakah aku terlihat bercanda? Pemerintah pusat hanya memiliki 20% wewenang di negara bagian California. Sedangkan kamu memiliki 80% wewenang. Mengapa kamu harus takut? Aku juga berada di balik layar dan akan selalu mendukung semua yang kamu lakukan. Jika kamu takut dengan ancaman? Dengan kekuasaanmu kau pasti bisa menetralisir ancaman tersebut. Kau tidak akan di anggap ******* hanya karena membebaskan para imigran."
"Ya.. Pusat memang hanya memiliki 20% wewenang, tetapi 20% wewenang itu yang menjadi penentu. Apa sebenarnya yang di cari oleh Arga sehingga menginginkan kebebasan dari para imigran? Sial kenapa harus aku? Kenapa seolah aku tidak memiliki pilihan?" David membatin di dalam hatinya.
"Sebenarnya apa keuntunganmu dengan para imigran gelap ini? Mengapa kamu sampai ingin melawan pemerintah pusat?"
"Kamu tidak perlu mengetahui hal itu, yang aku butuhkan saat ini. Kamu bersedia atau tidak? Kau hanya perlu duduk manis dan mengakui yang bertanggung jawab dengan bebasnya para imigran serta aku membutuhkan tandatangan kekuasaanmu. Untuk segala rencana, aku yang akan menyusunnya." Arga berbicara dengan raut wajah yang sangat serius. David juga dapat merasakan dominasi dari Arga dalam ruangan tersebut. Aura yang sangat berbeda dengan saat pertama kali David bertemu dengan Arga.
__ADS_1