
"Ada yang bisa saya bantu nona Adline?" Kate berbicara ketika bersalaman dengan Adline.
"Ya, tentu saja ada yang harus kamu bantu. Aku ingin kamu membebaskan tuan Arga sekarang juga karena dalam UU, tuan Arga tidaklah bersalah. Tuan Arga hanya membela diri dan menyelamatkan nyawa orang lain. Tuan Arga juga membongkar markas sindikat perdagangan manusia. Tidak ada tuntutan yang menguatkannya untuk tetap di tahan. Jika komandan Kate masih menghalangi pembebasan tuan Arga, aku akan menuntut balik komandan Kate." Adline berbicara dengan tegas layaknya pengacara hebat.
Mendapatkan ancaman dari nona Adline. Kate merasa tersudutkan. Di sisi lain, Kate mendapat tekanan dari atasannya dan orang kuat di pusat. Di sisi lain, Kate mendapat ancaman penuntutan balik dari Adline. Kate sangat tau persis jika memaksapun, Arga tidak mungkin dapat di penjara dan pasti akan memenang di pengadilan.
"Aku kini dalam situasi sulit. Aku tau jika Arga Litohu yang benar dan tidak mungkin untuk di adili. Tetapi jika aku membebaskan Arga. Aku pasti akan di pindah tugaskan ke wilayah terpencil." Kate berbicara kepada Adline dengan menghela nafas panjang.
"Itu hanya urusan mudah bagi ayahku. Semua keputusan di Negara bagian California ada pada ayahku. Meski nanti kamu di pindahkan, ayahku dapat membatalkannya. Sekarang apa proses pembebasan Arga Litohu bisa di proses..?"
"Jabatan memang senjata paling ampuh." Kate membatin di dalam hatinya.
Setelah percakapan tersebut, anak buah Kate segera memproses kebebasan Arga. Sedangkan Arga hanya mengikuti alur terlebih dahulu. Yang terpenting dirinya dapat bebas terlebih dahulu karena Arga sudah sangat bosan di sana.
****
"Br*ngs*k..!!" Bos organisasi tersembunyi mengumpat sambil menggebrak meja setelah dia tau Arga telah bebas.
"Apa mau pengacara itu? Mengapa dia ikut campur." Bos organisasi tersembunyi berbicara sendiri dalam kemarahannya.
"Meski kamu anak dari kepala negara bagian California. Jangan kira aku akan diam saja ketika kamu ikut campur." Setelah berbicara sendiri demikian di ruangannya, bos organisasi tersembunyi tersebut pergi dari ruangannya.
__ADS_1
****
"Terimakasih…"
"Ku rasa jika hanya ucapan terimakasih sangat kurang untuk ukuran membebaskan seorang Arga Litohu dan…" Adline menjawab perkataan Arga dan berhenti saat belum berkenalan dengan Bella meski dia tau namanya adalah Bella.
"Aku Bella, wanita yang hanya dianggap adik oleh Arga Litohu dan sekaligus pelindung dari Arga Litohu dari bahaya." Adline mengerutkan alisnya saat berkenalan dan berjabat tangan dengan Bella.
"Pelindung..? Maksudmu semacam pengawal pribadi?"
"Ya.. Seperti itu."
"Hmm.. Baiklah.. Aku mencoba untuk mengerti." Adline berbicara dengan memajukan bibir bawahnya seakan tidak percaya.
"Ya.. Tentu saja, apakah dirimu mau makan siang bersama kami?" Arga berbicara dan merasa tidak enak kepada Adline karena ucapan Adline seperti sebuah sindiran yang dari awal sulit Arga ketahui.
"Tidak ada alasan untuk menolak." Adline menjawab Arga dengan senyuman.
"Wanita penjilat, kamu pasti memiliki maksud terselubung kepada Arga. Awas saja jika sampai mencelakai Arga ku." Bella membatin saat melihat tingkah Adline yang seakan merayu Arga.
Mereka bertiga pun menuju restoran di dekat kantor polisi. Mereka banyak bercerita dan bergurau di saat mereka makan. Tetapi tidak dengan Bella. Bella merasa ada yang sedang mengawasi mereka. Benar saja dengan indra Bella yang merasa mereka sedang di awasi. Pengawal Arga yang bertugas sebagai sniper dan menjaga Arga dari kejauhan mengirim pesan WhatsApp agar Arga berhati-hati. Sebab, dirinya baru saja menembak seorang sniper yang mengarahkan tembaknya kepada Arga dan yang lain.
__ADS_1
Mendapatkan pesan demikian, Arga bergegas menarik tangan Adline supaya menjauh dari jendela. Sedangkan Bella dengan sigap menghadang Arga dari jangkauan jendela.
Tiar.. Suara kaca tertembus peluru dan mengenai bahu Bella. Sebenarnya Bella berhasil menangkap peluru tersebut, tetapi karena daya dorong dari peluru dengan kaliber besar peluru tersebut mendorong tangan Bella hingga mengenai bahunya. Beruntung Bella masih bisa menangkap dan menahannya. Sehingga peluru tersebut tidak sampai menembus bahu Bella dan hanya separuh peluru yang masuk ke tubuh Bella.
Dengan segera Arga membantu Bella yang merobohkan diri karena berusaha mengurangi daya dorong dari peluru.
"Kau tidak apa-apa?"
"Tenang saja, peluru ini tidak sepenuhnya masuk ke dalam bahuku. Tetap menjauh dari jendela." Bella menjawab sambil menarik peluru yang menancap di bahu depannya. Sedangkan Adline kini percaya jika Bella adalah pengawal yang sangat handal meski dia seorang wanita. Meski Adline mahir bela diri, tetapi Adline mengakui jika dirinya tidak bisa melakukan apa yang sudah di lakukan oleh Bella.
Di restoran tersebut terdapat banyak polisi yang juga sedang makan siang. Para polisi tersebut mengeluarkan senjata untuk mencari penembak. Tetapi para polisi tersebut tidak mungkin menemukannya. Sebab penembak dari gedung yang tinggi dan dari jarak yang jauh. Beberapa menit kemudian, pengawal Arga memberi tahu kan jika mereka sudah melumpuhkan 3 penembak jitu yang mengarahkan senjatanya ke arah restoran.
"Meski sudah ada 3 penembak jitu yang di lumpuhkan, tetap menjauh dari jendela, aku sangat yakin jika masih ada penembak yang lain." Bella berucap dan pergi menuju salah satu polisi dan meminta senjatanya untuk dia pinjam dan berusaha menembak penembak jitu tersebut.
Meski berat hati, polisi yang sudah melihat kehebatan Bella, memberikan senjatanya untuk Bella gunakan. Bella berjalan di sisi gelap, yaitu melewati belakang dinding menuju ke jendela. Dengan keahlian Bella dan juga mata yang sangat tajam, Bella menampakkan diri dari jendela supaya dapat melihat kedipan senjata dan mengetahui posisi penembak jitu.
Benar saja, baru Bella menghadap jendela. Kedipan cahaya tembakan terlihat dari kejauhan yang berasal dari gedung yang jaraknya ratusan meter dari restoran. Dengan segera Bella berlindung ke dinding di sebelahnya dan tiar.. Suara kaca tertembus peluru.
Bella yang menghitung lama peluru sampai mengenai kaca dari awal kedipan cahaya tembakan. Terhitung peluru membutuhkan waktu 2.4 detik. Dengan demikian Bella dapat memperhitungkan tembakan yang akurat untuk mengenai penembak jitu.
Bella menampakkan diri ke jendela dan menembak sebanyak 3 kali dan dengan cepat berlindung kembali ke dinding. Sesaat Bella berlindung, peluru kembali menembus kaca. Menandakan penembak jitu juga menembak bersamaan saat Bella menembak.
__ADS_1
Untuk memastikan sang penembak jitu telah lumpuh, Bella kembali menghadap jendela dengan pandangan tertuju ke sebuah jendela di sebuah gedung yang sebelumnya menjadi sumber tembakan. Bella dapat melihat tiga lubang bekas tembakan Bella di kaca jendela penembak jitu. Dan dua lubang di antaranya tepat di posisi penembak jitu jika dia dalam posisi menembak. Hal itu mengartikan jika tembakan Bella mengenai penembak tersebut.
Bella berkeliling di setiap jendela, tetapi tidak terlihat kedipan cahaya tembakan lagi. Hal itu berarti sudah tidak ada penembak jitu lainnya.