Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Bukan Robot


__ADS_3

Meski terdengar memanfaatkan Siska, Bella tidak dapat menyembunyikan raut wajah kecemburuannya yang ternyata perlahan tumbuh dengan seiringnya kebersamaan. Karena Arga mengatakan menyukai setiap apa yang Siska lakukan. 


Tanpa dapat menahan, air mata Bella menetes dari matanya untuk pertama kali. Bella memanglah manusia buatan dengan jaringan otak layaknya manusia normal dan tubuh juga layaknya wanita normal. Hanya saja, karena Bella adalah manusia buatan yang dibuat dengan teknologi kloning. Tetapi Bella bukanlah makhluk kloning biasa, sebab Bella tidaklah di lahirkan dari rahim manusia, melainkan dikembangkan di luar rahim manusia dengan rekayasa teknologi canggih. 


Tubuh Bella juga lahir memang dalam kondisi sudah dewasa. Dengan tubuh kisaran wanita berusia 18 tahun. Mulai dari embrio sampai memiliki tubuh dewasa, Bella tumbuh di tabung besar yang di rancang memiliki fungsi layaknya rahim manusia. 


Dalam tabung rahim buatan tersebut Bella tumbuh, dengan memiliki kelebihan yang sangat luar biasa. Sebab tubuh dari manusia buatan dapat di sesuaikan menurut keinginan sang Profesor. Oleh sebab itu, Bella memiliki tubuh yang sangat ideal. Tubuh langsing berisi, dengan lekuk tubuh yang sangat indah. Bahkan benjolan di dada Bella juga sangat memuaskan karena sang Profesor dapat membuatnya seperti itu. Wajah cantik dengan kulit cantik bersih dengan bulu halus di tubuhnya, membuat Bella menjelma sebagai wanita yang bisa di katakan memiliki kecantikan perfect. 


Kelebihan manusia buatan yang memang di rancan untuk menjadi seorang pelindung, tidak hanya sampai sebatas penampilan tubuh dan wajah yang cantik seksi. Tulang Bella juga memiliki tulang yang jauh lebih kuat. Serat tulang yang di miliki Bella seolah seperti serat kabel baja. Hal itu memungkinkan Bella untuk terus bisa menopang tubuhnya dengan kekuatan yang bisa semakin kuat. Mata dan pendengaran juga dapat semakin kuat berkat teknologi manusia kloning yang dapat terkoneksi dengan otak tambahan yang di selipkan di otak manusia milik Bella. 


Makhluk manusia buatan dengan teknologi kloning ini, dapat memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa layaknya komputer. Otak tersebut juga tersambung dengan sistem kuadrilliun imigran gelap yang di miliki oleh Arga. Dengan teknologi sambungan tanpa sinyal satelit, Bella dapat terkoneksi dengan sistem yang dimiliki dengan sinyal yang di beri nama sinyal nano patrokar. Sinyal tersebut tidak nampak dan tidak membutuhkan tenaga listrik yang besar. Sebab sinyal tersebut dapat hidup hanya dengan tenaga listrik tubuh manusia normal. 

__ADS_1


Otak dengan kemampuan tersebut yang dapat meningkatkan kekuatan sesuai poin skil yang di tambahkan. Maka dari itu Bella dapat hidup dan menyesuaikan layaknya manusia normal lainnya. Bahkan Bella juga dapat melahirkan seorang anak dengan normal. Otak yang di miliki Bella jugalah yang tertanam di otak Arga sehingga Arga dapat memiliki sistem kuadrilliun imigran gelap yang dapat terkoneksi dengan Bella. 


Hal tersebut tidak di ketahui oleh Arga, sehingga Arga menganggap Bella sebuah robot dengan teknologi super canggih. Bahkan Bella tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Yang Bella tahu, sebelumnya dia hanya sebuah makhluk hologram yang tinggal di alam bawah sadar Arga yang akan memiliki tubuh selanjutnya ketika Arga sudah mencapai level 2.1 dalam sistem. Tetapi Bella juga tidak mengetahui tubuh apa yang akan dia miliki ketika Arga telah mencapai level 2.1 dalam sistem. 


Barulah ketika Bella di jatuhkan dengan terbungkus peti di balkon sebelah helipad Hard Rock Hotel Valent Stand Bella baru mengetahui wujud tubuhnya. Saat itu Bella seperti manusia yang baru lahir hingga ingatan otak buatan yang terselip di otak manusianya mulai menguasai seluruh jaringan otak di tubuh Bella. 


Bella juga tidak mengetahui di mana dia di lahirkan atau di ciptakan. Bella hanya menganggap jika dirinya sedang mendiami tubuh wanita malang yang terpaksa Bella kuasai. Atau lebih tepatnya wanita malang yang tubuhnya di rampas oleh sistem yang di miliki Arga. Oleh sebab itu, Bella selalu menganggap dirinya adalah manusia biasa layaknya Arga yang di selipkan sebuah aturan siatem di dalam otaknya. Hanya saja sistem yang di letakkan pada tubuh wanita malang ini hanya pelindung pemilik sistem. 


"Kamu menagis?" Arga terheran saat melihat Bella menangis mengeluarkan air mata. 


Padahal Bella sangat berharap yang keluar dari mulut Arga pertama kali yaitu pertanyaan tentang mengapa Bella menangis. Tetapi ucapan pertama kali malah pertanyaan heran karena Bella dapat menangis. 

__ADS_1


"Kamu benar-benar bukan robot? Lalu bagaimana caramu sebelumnya berada di alam bawah sadarku jika kamu bukan robot?" Arga semakin bingung dan keheranan dengan hal yang menurut Arga sangat tidak masuk akal dan tidak dapat dicerna oleh otaknya. 


"Aku juga tidak begitu paham. Tetapi aku mengira jika tubuh ini adalah tubuh dari wanita malang yang dipaksa di kuasai oleh sistem lalu di tanamkan otak buatan yang dapat menguasai otak asli dari tubuh ini. Sedangkan yang berada di alam bawah sadarnya itu adalah otak buatan yang kini sudah di tamankan di tubuh ini hingga telah menguasainya." Bella berucap dengan nada bicara kesal. 


"Jika demikian itu artinya dan bisa di istilahkan kamu adalah alien yang menguasai tubuh wanita cantik ini."


"Tentu saja tidak. Jika aku alien, itu artinya kamu juga seorang alien. Sebab di kepalamu juga tertanam otak buatan yang di koneksikan dengan otak aslimu, oleh karena itu kamu dapat memiliki sistem kuadrilliun imigran gelap ini." Bella berbicara dengan semakin kesal. 


"Berarti benar dugaanku sebelumnya jika sistem ini memang ada yang menciptakan dan mengendalikan. Dan orang tersebutlah yang menjadi dalang dari semua peristiwa ini. Bahkan kekayaan yang tersistem yang aku miliki saat ini juga darinya." Arga berbicara dengan nampak berfikir dan mulai berjalan perlahan kembali menuju lift. Melihat Arga kembali berjalan, Bella menangis semakin kencang. 


"Mengapa kamu semakin kencang menangis? Ada apa denganmu?" Arga bertanya dengan terheran dengan tangisan Bella yang semakin kencang. 

__ADS_1


"Kau tidak menghiraukanku. Bahkan setelah kamu mengetahui informasi yang ingin kamu dapatkan kamu berlalu begitu saja. Kau tidak menanyakan penyebab aku menangis.. Haaaaa… . Aaaaa.. Aaaa…" Mendengar ucapan Bella, Arga menjadi salah tingkah. Karena dia kini telah mengetahui jika Bella merupakan manusia biasa. Terlebih Arga kini semakin yakin jika Bella kini tertarik kepadanya. Arga tidak lekas menjawab dan hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal dengan senyum kaku. 


"Kau masih saja bertingkah seolah bukan alasan dari tangisanku? Sungguh laki-laki tidak berperasaan." Bella mengomel dengan tangisan kepada Arga. Melihat Bella seperti itu, Arga mendekati Bella lalu memeluk tubuh Bella dengan dekapan kehangatan tanpa berucap satu katapun. 


__ADS_2