
"Aku dari awal memiliki sistem ini, ternyata selalu diawasi oleh pencipta sistem. Lalu apa maksud dari aku terbebas dari bahaya yang sesungguhnya?" Arga berbicara dan bertanya kepada Bella, tetapi Bella tidak mengetahui juga maksud dari itu semua. Arga hanya bisa menerka-nerka dari kata-kata Profesor Feng Gang bahwa pencipta sistem adalah orang yang berbahaya bagi Arga.
"Lalu bagaimana cara Profesor Feng Gang menyelipkan skil istimewa ke sistem? Semua ini penuh tanda tanya besar. Terlebih, Profesor Feng Gang mengatakan memiliki kepentingan untuk bekerja sama dengan pencipta sistem. Apa kepentingan Profesor Feng Gang sebenarnya? Mengapa harus ibuku yang menjadi korban, aku harus bisa mengungkap ini semua." Arga kembali berbicara kepada Bella dan bertanya kepada Bella. Tetapi tetap saja jawaban Bella tidak tahu dengan itu semua. Mendengar jawaban Bella yang selalu tidak tahu, Arga melirik Bella dengan lirikan sinis.
"Mengapa kamu harus memandangku sinis? Aku memang tidak tahu." Bella menjawab pandangan sinis Arga dengan omelan.
"Aku akan membalaskan kematianmu ibu." Arga membatin di dalam hatinya.
Kini Arga bersiap untuk bertemu dengan Mancini, dengan hitungan waktu yang dimiliki Arga, seharusnya tidak lama lagi Mancini datang. Benar saja, tidak lama berselang Arga dan Bella keluar dari kamar Bella, Mancini telpon Arga dan mengatakan sudah akan mendarat di helipad hotel tempat Arga berada.
Dengan segera, Arga pergi menuju balkon untuk naik helikopter menuju New York. Setelah Arga dan Bella menaiki helikopter, dengan segera Mancini menghidupkan mesin helikopter kembali untuk mengantar Arga ke New York.
"Tuan, kita akan kemana?"
"Neurosurgery Special Hospital."
"Itu adalah rumah sakit bedah saraf terbaik di negara ini? Mengapa kita ke sana tuan?" Mancini bertanya kepada Arga karena Arga terlihat terburu-buru.
"Adik dari temanku sedang di rawat di sana. Dan sekarang temanku memintaku ke rumah sakit tersebut. Sepertinya dia sedang membutuhkan bantuanku." Arga menjawab pertanyaan Mancini dengan menyandarkan kepalanya setelahnya.
__ADS_1
****
"Apa yang terjadi dengan anak saya dok?"
"Sebenarnya tidak ada obat untuk putri tuan David."
"Maksud dokter? Jangan main-main denganku, jika kau main-main, aku dapat menjatuhkan reputasimu sebagai dokter terkenal di California." Sebenarnya sang dokter belum selesai menjelaskan kepada David. Tetapi darah David seketika memuncak saat mendengar perkataan dokter yang mengatakan putrinya tidak ada obat untuk putrinya Adline. Kalimat tersebut diartikan David sebagai kalimat yang menyatakan putrinya sudah tidak bisa di sembuhkan.
"Yang aku maksud tidak ada obat, karena putri tuan David tidaklah sakit apapun. Dia hanya sedang depresi tuan. Nafsu makan rendah, pandangannya tajam dan selalu jauh kedepan. Sakit seperti itu hanya obat penenang dan obat lambung yang bisa aku berikan. Tetapi tidak dapat menyembuhkannya. Satu-satunya cara harus mencari sumber depresinya." Setelah dokter mengatakan hal demikian, David baru dapat meredakan emosinya yang sempat memuncak dan sudah berniat untuk menghancurkan karir dokter yang menangani putrinya dengan kekuasaan yang David miliki.
"Hanya itu satu-satunya obat yang paling ampuh dan cepat bagi nona Adline. Depresi seperti ini sangat dekat dengan gangguan jiwa tuan. Sebaiknya anda cepat menemukan sumber depresinya. Jika perlu, dikonsultasikan dengan Psikolog. Maaf tuan saya permisi." Dengan segera dokter tersebut meninggalkan kamar Adline yang hanya duduk di ranjangnya dan menatap jendela terus-menerus tanpa mau berbicara.
Saat David mengatakan hal tersebut, tetapan Adline sekejap melihat wajah David. Tetapi hanya beberapa detik lalu kembali menatap jauh di luar jendela. Hal tersebut dapat diartikan oleh David jika memang yang dibutuhkan putrinya adalah Arga Litohu. Tetapi David bingung untuk membawa Arga ke rumah David. Sebab, bisa dikatakan dalam pertemuan terakhir dengan Arga, David terlihat seperti yang mengusir dan merendahkan Arga. Hal tersebut yang membuat David bimbang.
****
"Tuan, emerson…" Arga menyapa ayah melisa saat bertemu di halaman rumah sakit. Arga mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan tuan Emerson ayah Melisa. Tetapi tangan Arga di tolak oleh tuan Emerson dan mememeluk Arga dengan erat serta ucapan terimakasih tanpa henti kepada Arga yang berada di pelukan tuan Emerson. Terlihat ucapan terimakasih sangat mendalam di sampaikan oleh tuan Emerson hingga air mata senang dan haru keluar dari mata tuan Emerson.
"Tuan, apa yang terjadi? Mengapa Anda menangis? Aku kemari juga karena Melisa yang memintaku." Arga yang berusaha menenangkan tuan Emerson yang menagis di pelukan Arga sampai tuan Emerson melepaskan pelukannya kepada Arga serta menghentikan kata-katanya yang terus-menerus mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
"Meita sudah keluar dari masa kritis. Tadi pagi Meita juga sudah sadar. Operasi berjalan lancar. Kini hanya harus terapi pasca operasi. Tetapi dokter telah yakin jika sel-sel kanker sudah di angkat sepenuhnya." Tuan Emerson menyampaikan kebahagiaannya kepada Arga Litohu yang dia ketahui sebagai penolong putrinya dengan membiayai semua pengobatan operasi ke 2 setelah Meita siuman. Karena dokter bedah yang berbicara dengan Arga waktu di San Diego, terlepas bicara bahwa tanpa uang dari Arga, tidak mungkin Meita dapat dioperasi tepat waktu.
"Tuan, dia…?" Kebahagiaan Emerson seketika terasa hilang saat Emerson baru menyadari jika wanita yang dari tadi di belakang Arga tidak melanjutkan jalannya dan berdiam seakan menunggu Arga.
"Dia… Dia…"
"Aku adiknya Arga Litohu. Aku Bella Litohu." Bella mendahului saat Arga terlihat bingung untuk memperkenalkan Bella kepada Emerson.
Ya… Dia adalah Bella, adikku." Arga dengan segera mengenalkan Bella sebagai adiknya. Setelah Bella mendahului Arga. Arga sangat bingung untuk memperkenalkan kepada Emerson karena Arga takut akan menghilangkan kebahagiaan Emerson jika Arga memperkenalkan Bella sebagai teman atau teman dekat atau terlebih jika Arga memperkenalkan Bella sebagai kekasihnya, sebab status yang paling pantas untuk Bella saat ini adalah kekasih plus pelindung. Meski Bella sudah memutuskan tidak ingin lebih dekat lagi.
Tetapi hal itu akan merusak kebahagiaan Emerson jika salah memperkenalkan Bella. Tetapi Arga juga bingung dan pasti akan menyakiti Bella jika dia tidak diperkenankan sebagai orang paling dekat dengan Arga. Beruntung Bella mendahului berbicara sebelum Arga salah menjawab. Hal itu semua karena pertemuan pertama Arga dengan Emerson, Arga mengaku sebagai kekasih Melisa.
"Tuan Arga, mari saya antar jika ingin menemui Melisa, dia sedang bersama Meita." Emerson mengajak Arga memasuki rumah sakit. Ketika suasana sudah terlihat clear.
"Tuan Emerson, panggil saya Arga, tidak perlu menggunakan awalan tuan." Arga berbicara dengan mengikuti Emerson menuju ruang rawat inap Meita adik dari Melisa.
****
"Melisa, lihat siapa yang datang." Terlihat rait wajah bahagia di wajah Emerson saat memberikan tebakan kepada Melisa.
__ADS_1
Degh.. Jantung Melisa kini sangat berdebar. Dari raut wajah Emerson, Melisa sudah dapat menebak jika Arga telah tiba. Suara jantungnya sampai bisa di dengar oleh telinganya sendiri. Melisa kini sampai salah tingkah. Hal yang tidak pernah terlihat ketika bertemu dengan Arga. Tetapi hari ini sangat berbeda, karena Melisa mengundang Arga secara khusus untuk menemuinya.