
"Kau hanya seorang bocah Arga Litohu. Kau tidak mengerti dengan permainan di luar sana. Terlalu banyak konspirasi yang menuntutmu untuk mengikutinya demi keselamatanmu. Jika aku menerima keinginanmu karena anakku. Yang ada aku akan membahayakan semuanya."
"Aku memang tidak butuh mengerti dengan permainan mereka. Aku juga tidak harus mengikuti konspirasi untuk keselamatanku. Adline telah masuk dalam lingkaranku yang menentang konspirasi negara ini. Aku yakin jika Adline telah masuk daftar incaran mereka karena telah membantuku mengeluarkan ribuan imigran dari jerat hukum."
Braaak… Suara meja yang di gebrak oleh David. Emosi David seakan memuncak ketika mengetahui Arga membahayakan putri satu-satunya.
"Bocah sialan!! Dia ingin membuatku semakin tertekan. Aku hanya punya 2 pilihan. jika menolak, aku harus melenyapkannya atau pilihan ke dua aku harus menurutinya. Semua pilihan memiliki resiko yang dapat merugikanku." David membatin di dalam hatinya.
Terlihat David memberikan kode kepada orang-orangnya yang telah bersiap di sekitar ruangan. Arga dan Bella dapat merasakan getaran kaki yang sangat hati-hati. Ada empat orang di lantai bawah, dan tiga orang di lantai dua. Lantai dua memiliki koridor yang mengelilingi ruangan tersebut, memudahkan bagi orang-orang David untuk mengepung siapapun yang berada di ruangan tersebut.
Dengan gerakan cepat dan lari yang dapat tiga kali lebih cepat dari kecepatan lari peraih medali emas olimpiade, Arga bergerak melumpuhkan orang-orang David di lantai 1 yang akan mengeluarkan pistolnya. Sedangkan Bella yang melihat arga melangkah bergerak, juga bergerak seperti angin untuk melumpuhkan orang-orang David yang berada di lantai dua.
Dengan menggunakan telapak tangan, Arga memukul ulu hati dari ke empat orang-orang arga yang berada di lantai satu yang berada di sisi ruangan yang berbeda-beda hingga mereka berempat pingsan. Sedangkan Bella yang harus berputar menaiki tangga masih sempat mendapatkan tembakan dari salah seorang orang arga yang berada di sisi terjauh. Dengan kecepatan yang di miliki, Bella berhasil menghindari peluru yang mengarah kepadanya. Tiga orang di lantai dua juga jatuh pingsan menerima pukulan Bella.
"Kau ingin melenyapkanku?" Arga berlari menuju David dan mengangkat David ke atas dengan menggenggam ikat pinggang David.
****
"Hentikan..!!" Adline yang mendengar suara tembakan, dengan segera keluar dari kamarnya dan menuju sumber tembakan. Saat Adline sampai di ruangan arga berada, Adline melihat ayahnya sedang di angkat oleh Arga. Sontak hal tersebut mengejutkan Adline.
"Arga, apa yang kau perbuat pada ayahku." Adline berucap dengan melangkah menuju Arga.
__ADS_1
****
Frank yang mendengar suara tembakan, dengan segera menuju ke tempat sumber tembakan dengan tiga orang pengawal yang selalu bersamanya.
Fank yang melihat Arga Litohu sedang mengangkat David, dengan segera mengarahkan pistolnya ke arah Arga yang juga di ikuti oleh tiga orang yang bersama Frank.
Dor… Dor… Dor… Dor… Dor… Suara tembakan meletus dari pistol Frank dan tiga orang yang bersama Frank. Arga yang sempat melirik kedatangan Frank dari pintu samping dan akan mengeluarkan pistol dan mengarahkan padanya, dengan segera melempar David dan Arga melompat berlawanan dengan arah terlemparnya David. Sedangkan Bella yang mendengar tembakan dari arah pintu yang tidak dapat ia lihat, dengan segera bersembunyi di balik pilar. Sedangkan Adline menunduk karena terkejut dengan suara tembakan tersebut.
"Apa yang dia perbuat, tembakannya bisa saja mengenai David. Berani sekali dia melakukan hal yang sangat beresiko itu." Arga membatin saat Arga melangkahkan kakinya ke belakang untuk menghindari tembakan Frank. Dengan segera Arga berlindung di salah satu pilar rumah tersebut. Sedangkan David yang jatuh terjungkal, dengan segera bangkit dengan raut wajah emosi.
"Br*ngsek, kau melakukan tembakan yang sangat beresiko. Kau ingin membunuhku?" David secara sepontan memarahi Frank yang kini berjalan mendekat ke arah David.
"Pengawal baj*ngan..!!" Tangan David bergerak akan menampar Frank yang sudah berada dalam jangkauannya.
"Aaaaaaaaahh… Apa yang kau lakukan..? Suara rintihan David merasakan sakit di kakinya.
"Diam, jangan meringik seperti bayi." Frank membentak David yang merintih kesakitan.
"Arga Litohu, keluarlah… Atau aku akan menembak gadis cantik ini." Frank mengarahkan pistolnya kepada Adline yang diam mematung tidak jauh dari tempat Frank berada.
Hingga beberapa saat, Arga masih ragu untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Sampai Frank harus memberikan tembakan peringatan. Setelah Frank memberikan tembakan peringatan, barulah Arga keluar dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Siapa kamu!! Mengapa kamu begitu berani menembak David yang merupakan kepala negara bagian California?" Arga berbicara sambil melangkah menampakkan diri.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Kau bertanya siapa diriku? Dalam situasi seperti ini, akulah pemimpin negara bagian California yang sebenarnya. Dan dia, hanya sebuah boneka." Frank menjawab ucapan Arga.
Dor… suara tembakan meletus mengenai kepala David. Sontak hal tersebut mengejutkan Arga dan Bella. Teriakan histeris Adline dan tangisan pecah saat orangtua satu-satunya tewas tertembak oleh orang yang sangat di percaya oleh ayah Adline.
"Ayah… bangun… ayah…" Tangisan Adline pecah saat Adline meraih tubuh tidak bernyawa David.
"Haaaaa…" Adline melangkah menuju Frank, Adline yang merupakan pemenang kompetisi beldiri saat masih sekolah, dengan cepat menendang Frank yang tidak menyangka jika Adline berani melakukan hal tersebut. Fokus Frank yang terpecah, di manfaatkan oleh Bella untuk melemparkan pisaunya mengarah ke tiga orang Frank. Tetapi saat Bella akan melempar pisaunya lagi ke arah Frank, dengan segera Frank menangkap Adline dan mengarahkan pistolnya ke kepala Adline.
"Tidak ku sangka, pengawal wanitamu juga bersembunyi. Bukankah seharusnya dia sudah mati? Cepat lempar pisaumu. Agar aku juga membunuh wanita cantik ini." Frank mengancam Arga dan Bella.
"Cepat angkat kedua tanganmu, lalu turun dan berdiri di sebelah Arga Litohu." Frank kembali berucap kepada Bella.
Tanpa bisa menolak, Bella turun dengan mengangkat tangan menuju ke tempat Arga berada. Di saat Bella turun menuruni tangga, terdengar suara langkah kaki cepat dari luar menuju ke ruangan tersebut.
"Letkol, apa yang anda lakukan?" Seorang komandan pasukan memperingatkan Frank. Satu pasukan memasuki ruangan tersebut saat mereka mendengar beberapa kali tembakan.
"Dia adalah anak durhaka, dia bersekongkol dengan Arga Litohu untuk membunuh tuan David. Bahkan tiga orang ku yang menjaga tuan David juga terbunuh oleh mereka." Komandan tersebut awalnya ragu dengan pernyataan Frank yang sedang menodongkan senjatanya ke kepala Adline. Tetapi saat melihat ke tiga rekan mereka yang merupakan pengawal Frank terbunuh dengan pisau yang menancap di tubuhnya. Komandan pasukan tersebut percaya hingga mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada Arga dan Bella yang di ikuti oleh belasan prajurit lainnya.
"Itu tidak benar." Adline berusaha meronta dari delapan leher Frank dan mengucapkan kata-kata pembelaan.
__ADS_1
"Diam, kau akan berbicara setelah nanti di hadapan pengadilan." Frank berucap dengan keras dan ucapan tersebut semakin meyakinkan buat pasukan yang baru datang.