
"Berapa tagihannya?"
"Total semua tagihan 2 hari ini $366.000 tuan."
"Apakah itu sudah semua? Tagihan untuk 7 kamar?" Arga agak terkejut dengan tagihan tersebut. Sebab harga yang di berikan jauh lebih murah ketika Arga masih sebagai anggota VVIP Hard Rock Hotel Valent Stand.
"Iya tuan, itu sudah tagihan untuk 7 kamar. Apakah tuan ingin mengajukan diskon?"
"Tidak.. Tidak.. Jika demikian aku deposit 1 jt dollar. Nanti tagihan ini potong dari deposit ku."
"Baik tuan, saya persiapkan dulu mesin pembayarannya." Setelah semua di persiapkan, Arga melakukan pembayaran dan berhasil.
(Telah melakukan deposit hotel sebesar $1.000.000. Sisa saldo $999.898.595.612.936.")
(0 poin skil baru ditambahkan)
(Total 77 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 47)
(Kecerdasan 46)
(Kecepatan 50)
(Kekuatan otot 54)
(Akurasi 30)
__ADS_1
Notifikasi di layar transparan menunjukkan notifikasi pembayaran, sisa poin skil dan skil yang di miliki Arga.
"Jika aku menginginkan poin skil dengan cara pembayaran dengan uang, aku akan sangat lama mengumpulkannya. 10 milyar dollar untuk mendapatkan 1 poin skil, hal itu sangatlah lama." Arga membatin di dalam hatinya.
"Tuan, sekarang kita akan mecari kemana?" Pertanyaan Mancini membuyarkan lamunan Arga.
"Entahlah, Bella juga masih belum turun. Aku tidak bisa pergi tanpa membawa Bella. Sebaiknya aku naik ke atas lagi dan menemui Bella."
"Baiklah tuan, saya akan menunggu di sini." Mancini kembali duduk untuk menunggu Arga yang akan kembali ke atas untuk memanggil Bella.
****
Tangan Arga seolah kaku ketika akan mengetuk pintu kamar Bella. Arga mengetahui jika Bella sebenarnya tidak menginginkan apa yang sudah Bella katakan. Tetapi karena tujuan sistem, Bella lebih memilih untuk tidak memperdulikan perasaannya dan memilih untuk melupakan kenikmatan bersama Arga.
Untuk menjaga perasaan Bella, Arga memutuskan untuk tidak mengetuk pintu kamar Bella dan membiarkan Bella sendiri terlebih dahulu. Arga kini kembali menuju Mancini yang masih menunggunya di restoran hotel tempatnya menginap.
****
"Tuan, sebaiknya kita mencari informasi dengan menanyakan saksi di tempat pembunuhan dua imigran tersebut."
"Ya, mungkin kita harus mencari informasi itu dulu. Biarkan yang lain yang langsung mencari di tempat-tempat yang sekiranya dapat mendapat petunjuk." Setelah mengatakan demikian, arga segera menaiki mobil yang memang dia sewa dari hotel.
****
"Bagaimanapun kita memang harus bergerak sendiri agar melakukannya dengan rapi dan bersih. Kita memang tidak bisa mengandalkan para kecoa untuk membunuh seekor monyet seperti Arga Litohu. Aku rasa kita sudah cukup belajar. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan melihat apa yang dilakukan para kecoa yang kini sudah menjadi mayat." Seorang pemimpin kelompok yang telah membunuh seluruh pimpinan dan organisasi tersembunyi berbicara kepada seluruh anggotanya.
Anggota yang di miliki kelompok tersebut, terdiri dari mantan kelompok organisasi tersembunyi sebelumnya dan anggota asli kelompok tersebut. Pemimpin kelompok tersebut membeberkan semua rencana dan aturan yang harus dijalankan.
Kelompok inilah yang sebelumnya menjadikan organisasi tersembunyi bagaikan boneka. Kelompok ini memiliki pemimpin tertinggi yang tidak pernah muncul secara langsung di depan seluruh anggotanya. Hanya para pimpinan wilayah yang pernah bertemu dengan pemimpin tertinggi kelompok ini.
__ADS_1
"Siap pemimpin, kami akan menjalankan seluruh arahan dari pemimpin tertinggi." Seluruh anggota menjawab hampir bersamaan atas arahan dari pemimpin wilayah California.
****
Dalam perjalanan, Arga mendapatkan pesan di grup para pengawal Arga dari salah satu pengawalnya yang sudah mencari informasi terlebih dahulu.
"Tuan, kami menemukan si pembunuh. Ciri-ciri sama dengan informasi yang sudah di sampaikan oleh tuan arga." Pesan di grup tersebut dengan cepat mendapat respon dari pengawal yang lain yang sudah berpencar menjadi beberapa tim.
"Apakah wajah sudah sama dengan yang ada di foto?" Pengawal yang lain menanggapi.
"Semua sama, bahkan kami sempat bentrok dengan kelompoknya. Karena mereka kalah dalam bentrok, mereka melarikan diri. Kami sekarang membuntuti mereka." Pengawal pengirim pesan pertama kembali menjawab.
"Cepat kirim lokasi terkini." Arga menjawab di grup dengan singkat. Dengan segera pengawal tersebut mengirim lokasi terkini yang akan selalu bergerak mengikuti pengirim lokasi. Mendapati sherlock terkini dari pengawal Arga yang sedang mengikuti pelaku, dengan segera Arga memerintahkan tim yang lain ikut merepat dan menghentikan pelaku.
Kini 3 mobil sudah ikut mengejar pelaku, tetapi dengan kelihaian serta lebih menghafal jalan di Manhattan, pelaku tersebut selalu bisa membuat jarak dari mobil yang di kendarai para pengawal Arga. Hingga pada saat melewati jalan di pinggir hutan, pelaku berbelok menuju jalan tanah ke tengah hutan. Tetapi tidak sampai 200 meter, Jalan tersebut buntu dan memaksa para pelaku turun dari mobil dan berlari.
Mendapati pelaku turun dari mobil, pengawal Arga menembak ke arah mereka lari. Dari 5 orang yang bersama pelaku, satu di antaranya tertembak dan mati. Sedangkan ke empat lainnya yang satu di antaranya adalah pelaku pembunuhan kepada 2 imiggran terus lari ke dalam hutan.
****
Saat Arga dan mancini baru memasuki jalan tanah, terdengar suara tembakan di kejauhan. Arga yakin tembakan tersebut terjadi karena pengawal Arga sedang bentrok dengan pelaku. Saat Arga sudah tiba di lokasi, pelaku pembunuh dengan 3 temannya terus berlari ke dalam hutan.
Sesaat kemudian, seluruh pengawal Arga telah sampai. 30 orang termasuk Arga, kini menyisir area tersebut dan terus berjalan ke dalam hutan. Hingga 1 jam mereka melakukan pengejaran memasuki hutan, tetapi belum juga menemukan pelaku pembunuhan. Hingga mereka sudah memasuki 5 km dari titik awal mereka turun dari mobil. Tembakan mengenai pengawal Arga hingga langsung tewas.
Dengan segera Arga dan para pengawalnya tiarap dan mencari tempat yang tepat agar dapat membalas tembakan yang masih belum di ketahui arah datangnya. Beberapa pengawal Arga melepaskan tembakan ke arah yang di anggap titik penembak secara terus menerus. Hal itu di lakukan agar para pengawal Arga dan juga Arga dapat berkumpul di titik yang tidak terlalu jauh satu sama lain.
Saling tukar tembakan pun terjadi. Kini para pengawal Arga merasa jika pembunuh tersebut memiliki amunisi lebih banyak, sehingga membuat pengawal Arga khawatir mereka akan kehabisan amunisi. Kini mereka lebih mengirit amunisi supaya tidak kehabisan sebelum pembunuh yang mereka hadapi mati. Mereka haya mengeluarkan tembakan di saat mereka yakin jika tembakan mereka akan mengenai sasaran atau sudah berada pada posisi paling idean untuk menembak.
🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH...