Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Menuju McAllen


__ADS_3

"Sepertinya mendapat telepon yang tidak menyenangkan tuan?" Roby berbicara kepada Arga setelah berada di dalam helikopter. 


"Ya, telepon dari David. Dia pernah mengusirku meski tidak secara frontal. Kini dia memintaku untuk datang ke rumahnya."


"Mungkin itu memang sebuah solusi untuk kita tuan. Kita mungkin akan membutuhkan seorang pengacara supaya semuanya lebih mudah. Bagaimanapun di mata hukum, pengacara akan lebih memiliki kekuatan dari pada kita orang biasa." Mancini yang mendengar percakapan antara Arga dan Roby, memberi masukan kepada Arga. 


Arga nampak berfikir dengan masukan dari Mancini. Setelah beberapa saat, Arga menyetujui masukan dari Mancini. Akan tetapi, Arga enggan untuk menelpon David. 


****


"Arga Litohu b*ngsat…" David berbicara dengan emosi dan menggebrak meja setelah teleponnya di tutup begitu saja oleh Arga. 


"Aku sudah memohon maaf kepadanya tanpa melihat statusku sebagai kepala negara bagian California semata-mata untuk Adline. Tetapi Arga Litohu tidak menghiraukan permintaanku. Bahkan dia memutus pembicaraanku. Bagaimanapun aku harus membawamu kemari. Jika cara halus tidak bisa, maka aku akan menggunakan cara kasar." David berbicara sendiri di dalam ruangan kerjanya. 


Setelah berbicara demikian, David keluar dari ruangan kerjanya menuju orang-orang kepercayaan David dan memerintahkan mereka untuk membawa David dengan cara apapun. Meski David tau bahwa hal ini dapat memperburuk suasana, tetapi David tidak peduli lagi. Yang David pikirkan sekarang adalah membawa Arga ke rumahnya untuk dapat menemui Adline. 


****


Tlulululululut.. Tlulululululut.. Tlulululululut.. Suara handphone Adline berbunyi. Adline yang tidak memiliki semangat, menghiraukan handphonenya yang sedang berbunyi. Hingga 3 kali panggilan di handphone Adline berbunyi, tetapi Adline tetap tidak menghiraukannya.


Hingga terlintas di pikiran Adline tentang bagaimana jika yang telepon adalah Arga. Sebab sudah beberapa hari ini Adline memang sudah tidak menghiraukan handphonenya. Ketika pemikiran tersebut melintas di pikiran, Adline beranjak dari ranjangnya untuk melihat panggilan di handphone Adline. Terlihat 70an panggilan belum Adline lihat dari beberapa hari yang lalu. 


Saat Adline melihat panggilan siapa saja yang masuk, pandangan Adline hanya tertuju pada satu nama di layar handphonenya, yaitu Arga Litohu. Terlihat panggilan Arga baru saja terjadi, sehingga dengan segera Adline berusaha menelpon balik Arga. 


"Hallo.. Arga?"

__ADS_1


"Hallo Adline.. Bagaimana kabarmu?"


"Aku.. Aku baik-baik saja. Emm.. Ada apa kamu tadi berusaha menelpon?"


"Aku sudah dalam perjalanan ke Sacramento, mungkin 40an menit lagi akan sampai di rumahmu. Aku berharap kamu mau membantuku dan ikut denganku."


"Tentu saja. Kemanapun kau memintaku mengikutimu, aku akan bersedia dan akan sangat senang sekali. Baiklah, aku akan bersiap-siap." Dengan segera Adline menutup teleponnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 


****


"Haduh… Mengapa perasaanku tidak enak.. Mengapa aku merasa Adline sedang mengharapkanku?" Arga melihat ke arah handphonenya dan membatin setelah Adline menutup telepon. 


"Apakah aku benar untuk melakukan ini?" Arga kembali membatin karena merasa tidak enak. 


****


Para pembantu di rumah kepala negara bagian California terkejut saat melihat Adline sudah rapi dan cantik menawan. Sebab sudah beberapa hari nona mereka sakit dan terus mengurung di kamar. Hal ini dengan segera di kabarkan kepada David yang sudah pergi meninggalkan kediamannya. David dengan segera kembali untuk pulang setelah mendengar berita baik tentang putri tercintanya. 


Saat David sudah dekat dengan rumahnya, terlihat helikopter yang David kenali akan turun di helipad di sebelah rumahnya.


"Arga Litohu.. Dia datang.." David membatin saat melihat helikopter Arga akan turun. 


Kini David telah memasuki gerbang rumahnya dan dengan segera David turun menuju taman yang berada di sebelah helipad. Saat David telah sampai, dia melihat Adline sudah akan menaiki helikopter. Arga yang mengetahui David datang, hanya memandang David sebentar sebelum dirinya naik ke atas helikopter. 


David tidak memiliki waktu untuk menghentikan mereka, tetapi hati David cukup senang saat melihat Adline dan terlihat sangat segar dan cantik. Tanpa ingin menghalangi, David hanya melihat helikopter yang terus naik dan terbang pergi membawa Adline putrinya. 

__ADS_1


****


Tlulululululut… Tlulululululut… 


"Hallo."


"Jaga putriku baik-baik. Beri dia kebahagiaan." Setelah David berucap demikian, David menutup telponnya kepada Arga. 


Arga hanya menoleh kepada Adline yang kini duduk di sampingnya setelah David menelponnya. Pikiran Arga kini semakin campur aduk melihat kecantikan Adline yang berada di sebelahnya dan seolah telah di berikan kepadanya oleh David yang merupakan ayahnya. 


"Mengapa ada 2 wanita dalam hidupku yang tiba-tiba memberikan hidupnya padaku. Beberapa hari kemarin Melisa, kini Adline." Arga membatin dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. 


"Bella yang merupakan wanita kuat saja, tewas saat bersamaku. Sedangkan aku tidak dapat melakukan apa-apa untuk mencegahnya. Bukan hanya Bella, tetapi Elena juga tewas karena bersamaku. Terlalu banyak yang mengharapkan kematianku, apa aku bisa melindungi mereka." Arga kembali membatin dan memegang kepalanya. 


"Kita akan kemana? Apa yang akan kita kerjakan?" Adline membuka percakapan saat melihat Arga memegang kepalanya dengan satu tangannya. 


"Eee… Emmm.. Kita akan ke McAllen. Aku akan membebaskan 1762 imigran. Mereka di tuduh sebagai imigran gelap setelah paspor dan dokumennya hilang yang ternyata dari oknum imigrasi yang membuat demikian." Arga Menjawab dengan sedikit bingung di awal setelah lamunannya di kagetkan oleh pertanyaan Adline. 


"1762 imigran..?" Adline terkejut saat mendengar jumlah tersebut. 


"Sebenarnya ada 2714. Akan tetapi, 1762 imigran sedang di tahan di penampungan khusus di McAllen. Sedangkan sisanya berada di 3 negara bagian lainnya yang berbatasan dengan Meksiko." Mendengar hal tersebut, Adline sangat terkejut. Hal yang belum pernah dia dengar. Meski aturan imigran menjadi sorotan, akan tetapi tidak ada yang pernah menyoroti hal ini. Sebab puplik di buat fokus dengan demo-demo penolakan atas aturan baru untuk para imigran. 


Hal yang memang sengaja di alihkan untuk mengelabui publik supaya tidak terfokus pada kejahatan yang sebenarnya, dari di buatnya aturan baru. Dengan mendengar penjelasan Arga, Adline sudah paham mengapa Arga sampai mengajaknya untuk membebaskan para imigran di penjara pemampungan khusus. 


"Baiklah, bawa aku ke McAllen, aku akan mengusut kasus ini." Adline berbicara menanggapi ucapan Arga. Setelah bercakap-cakap untuk membahas tentang bahaya dan perlindungan yang ada, supaya Adline merasa aman dan tenang menangani kasus ini. Mereka berdua terus berbincang dan mematangkan rencana supaya apa yang menjadi tujuan berjalan sesuai harapan. Sedangkan Roby terus memantau persiapan para pengawal Arga yang sudah sampai di lokasi untuk mengamankan segala ancaman. 

__ADS_1


Tetapi ada sesuatu hal yang membuat Arga khawatir, Arga khawatir jika ada sosok seperti Suarez yang akan menghalangi bahkan menggagalkan upaya Arga. 


__ADS_2