
"Aku adalah pemilik sistem kurir. Setiap aku berhasil mengantarkan paket, aku akan mendapatkan kekayaan. Semakin beresiko paket yang aku kirim, maka semakin banyak uang yang aku dapat. Tetapi, beberpa bulan ini, bukan hanya kekayaan yang aku dapat setiap mengantarkan paket. Tetapi kekuatan juga aku dapatkan. Kini aku mendapatkan misi khusus untuk mengantar paket berisi kepala Arga Litohu dan sebagai imbalan ke berhasilan misi, aku akan mendapat ratusan miliar dollar dan ratusan poin skil. Karena itu, biarkan aku mengirim paket ku. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Suarez berbicara dengan sangat sombong.
Arga yang mengetahui jika Bella sedang mengulur waktu, berusaha memanfaatkannya dengan melakukan secepat mungkin menambah skil poin milik Bella.
"Semoga Arga tidak salah menambah poin skilku." Bella membatin saat Suarez berbicara dengan sombong dan berharap-harap cemas saat Bella dapat merasakan poin skilnya terus bertambah.
"Ada pemilik sistem yang lainnya?" Arga yang mendengar hal itu, di buat terkejut.
Sedangkan Bella sudah menduga hal itu ketika Suarez mematahkan kaki Mancini. Tetapi dengan pengakuan dari Suarez, Bella dapat mengira-ngira seberapa kuat Suarez. Bella yakin jika Suarez belum mengeluarkan kemampuan sesungguhnya dan Suarez hanya bermain-main mengukur kekuatannya.
Kini Arga sudah berhasil menambahkan 115 poin skil dan semuanya di gunakan untuk skil kecepatan. Sesuai dengan keinginan Bella. Arga terus menambahkan skil poin permanen pelindung sitem hingga 129 poin.
(Baru saja menambahkan 129 poin skil pelindung sistem. Sisa saldo $999.898.222.602.936.)
(129 poin skil baru di dapatkan pelindung sistem)
(Total 27 poin skil belum digunakan)
(Skil pelindung sistem)
(Kekuatan Fisik 300)
(Kecerdasan 300)
__ADS_1
(Kecepatan 429)
(Kekuatan otot 300)
(Akurasi 300)
(Teknik bertarung 248)
Arga menyisakan 27 poin skil untuk berjaga-jaga pengaktifan skil istimewa pertahanan. Arga telah belajar dari kesalahan sebelumnya saat Arga tidak menyisakan poin skil yang cukup untuk pengaktifan skil poin pertahanan.
Ketika layar transparan memperlihatkan skil milik Bella, Arga di buat cukup terkejut karena skil teknik bertarung Bella telah bertambah menjadi 248 yang sebelumnya hanya 40 poin. Skil teknik bertarung Bella yang dapat bertambah dengan sendirinya ketika Bella melakukan pertarungan.
Bella telah merasakan perbedaan pada dirinya ketika skil permanen kecepatan pelindung sistem sudah berhasil di tambahkan.
"Apakah kau sudah puas dengan jawabanku? Jika kau sudah puas, aku akan mulai membunuh kalian." Suarez berbicara dan bergerak mundur beberapa langkah menjaga jarak lalu melemparkan sebuah kantong dari kertas keatas. Terlihat kantong kertas tersebut memiliki massa berat karena dapat terlempar seperti sebuah kantong uang yang di lemparkan ke atas.
Saat kantong tersebut telah berada di puncak lemparannya, Suarez menebas kantong tersebut hingga keluar sebuah serbuk berwarna putih ke kuningan dan menyebar ke seluruh tubuh Suarez. Serbuk tersebut menyelimuti tubuh Suarez. Dengan sekejab, luka sayatan di tubuh Suarez terlihat mengering dan sembuh dengan kecepatan ekstrim jika dibandingkan dengan kesembuhan normal sebuah luka.
Suarez hanya berdiam menunggu lukanya menutup sempurna, dengan terus memandang Bella dan Arga untuk sekedar waspada. Arga yang terlihat tetap dengan posisi berlutut dengan pedang sebagai bantuan untuk menopang berat badannya. Sedangkan Bella terlihat tetap berdiri dengan gemetar tanpa bisa mengangkat pedangnya lagi.
"Tunggulah sebentar lagi, penderitaan kalian akan segera berakhir." Suarez berbicara dengan nada suara meremehkan dengan penuh kesombongan.
"Benar dugaanku, kau masih memiliki sesuatu. Ternyata bukan kartu truf yang kau miliki, tetapi kartu magic." Bella membatin bersamaan saat Suarez menunggu kesembuhan lukanya dan mengistilahkan kejadian yang di lakukan oleh Suarez seperti sebuah pertempuran Yugi-oh. Dimana Bella yang sedang bertahan dengan defensif yang tertutup dan akan di serang oleh Suarez yang mendapatkan tambahan attack dengan cara penambahan kartu magic.
__ADS_1
"Aku benar-benar hanya memiliki satu kali kesempatan tidak lebih. Jika kesempatan ini gagal, mungkin memang ini akhir dari semuanya." Bella membatin dengan meringis kesakitan sangat terlihat di raut wajah Bella. Wajah yang demikian semakin membuat Suarez tersenyum dengan aura kemenangan. Hal yang memang harus di lakukan oleh Bella untuk mengelabui Suarez
"Hyaaaaa……" Setelah luka Suarez benar-benar tertutup, Suarez berlari maju untuk menyerang. Tetapi gerakan Suarez bukan tertuju pada Bella terlebih dahulu, tetapi berlari sedikit memutar untuk menyerang Arga yang sudah tidak berdaya. Hal tersebut membuat Bella bimbang, antara bergerak untuk membantu Arga atau tidak. Akan tetapi, jika Bella membantu Arga, maka akan membongkar pertahanan Bella dan menghilangkan kesempatan satu-satunya.
Bruuuk….. Suara tubuh Bella terjatuh saat akan melangkah menyelamatkan Arga. Bella berusaha kembali berdiri dengan susah payah.
"Apa kau membutuhkan bantuan cantik?" Suarez berhenti dan menuju Bella. Secara mengejutkan, Suarez membungkuk di depan Bella yang berusaha keras untuk berdiri.
"Ya aku membutuhkan bantuan untuk dapat melenyapkanmu." Bella berucap dengan terus berusaha berdiri. Hingga Bella berada pada posisi jongkok.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Suarez tertawa dengan keras hingga tertawa menghadap ke langit-langit ruangan tersebut.
"Kau sudah lemah dan lemas tidak berdaya, masih tidak mau menyerah untuk laki-laki lemah!! Maka matilah kau terlebih dahulu." Suarez melanjutkan berbicara saat selesai tertawa dengan masih mengharap langit-langit dan lalu mengangkat pedangnya sambil akan melihat wajah Bella sebelum Suarez lenyapkan.
Jrraaat… suara tebasan pedang memotong leher dan memisahkan kepala dengan tubuhnya.
Pandangannya berputar-putar saat proses terjatuhnya kepala dan terpisah dari tubuhnya. Tanpa bisa menoleh, pandangan terakhirnya hanya menghadap ke arah Arga dengan miring. Hal itu menandakan jika kepala tersebut terjatuh dengan posisi miring.
Telinganya sudah tidak lagi dapat mendengar suara yang berada di sekitar. Nafasnya terasa sangat berat dan hanya terhenti di tenggorokan. Hanya matanya yang masih dapat melihat walau sebentar. Pandangannya berkedip dua kali secara perlahan hingga pandangan kabur yang menunjukkan raut wajah terkejut dari Arga yang berusaha bergerak melompat untuk menahan sesuatu. Leher bekas terpotong mulai terasa panas dan menyakitkan. Tetapi mulutnya sudah tidak dapat di gerakkan lagi, otot rahang yang seperti tidak memiliki tenaga dan terasa kaku. Rasa yang belum dia pernah rasakan sebelumnya. Pandangan kabur semakin parah hingga semuanya kini gelap bersamaan rasa sakit yang mulai hilang.
Dengan gerakan kecepatan yang dimiliki, Bella berhasil mendahului Suarez untuk mem*nggal kepalanya. Tenaga terakhir seolah di berikan oleh Bella untuk menebas kepala Suarez hingga Bella tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri setelah memotong kepala Suarez. Akan tetapi, Arga dengan segala kemampuan tenaganya, melompat untuk meraih tubuh Bella yang akan terjatuh.
Kini Arga dan Bella sama-sama dalam kondisi terjatuh dengan tangan Arga yang berhasil menahan tubuh Bella supaya tidak langsung terjatuh membentur lantai. Darah mereka berdua sama-sama kembali mengalir. Darah dari luka yang sebelumnya berhenti, kini kembali mengalir.
__ADS_1
Tubuh Bella kini menggigil dan mulai kejang, mata Bella terlihat semuanya menjadi putih. Hal yang menandakan Bella sedang dalam situasi kritis. Kejang yang terjadi karena luka di sekujur tubuh terus mengeluarkan darah dan mulai kehabisan darah. Sedangkan tubuh yang menggigil dengan mata berbalik dan seolah menghilangkan korneanya, menandakan Bella sudah tidak dapat lagi mengontrol tubuhnya karena darah yang terus keluar.