
Setelah makan malam, Arga memilih untuk beristirahat. Selain tubuhnya yang sudah lelah, besok pagi Arga memiliki rencana yang padat. Tanpa banyak bicara dengan Siska, Arga berlalu menuju kamarnya untuk beristirahat. Siska yang tidak ingin merusak hubungannya yang semakin dekat dengan Arga, hanya mengikuti alur yang Arga berikan. Sehingga Siska tidak terlalu memaksa untuk menggoda Arga.
****
"Hariku kini terasa sangat panjang dan melelahkan. Selama 19 tahun lebih hidupku monoton dan menjalani rutinitas yang sama setiap hari. Hal itu membuatnya terasa singkat dengan sedikit warna. Dalam 5 hari ini, aku menghadapi begitu banyak hal baru. Kekayaan, wanita, pergi ke tempat baru, dan perkelahian. Semua itu penuh dengan tantangan, sehingga hariku benar-benar terasa sangat panjang. Mungkin jika kisahku ini dijadikan sebuah novel, 5 hari ini akan menjadi berpuluh-puluh bab. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Arga berbicara sendiri di dalam hatinya dengan berbaring di atas tempat tidur. Bahkan Arga tertawa saat dirinya berpikir bahwa kisahnya dapat menjadi sebuah novel.
Setelah Arga cukup lama melamun dan berbicara pada dirinya sendiri. Tanpa terasa Arga tertidur dengan sangat nyenyak.
****
Keesokan harinya, Arga telah siap melakukan konferensi pers. Arga di dampingi oleh Siska dan juga tim notaris yang mengawal jual-beli Hard Rock Hotel Valent Stand.
Terlihat begitu banyak wartawan yang meliput konferensi pers yang diadakan oleh manajemen Hard Rock Hotel Valent Stand. Bukan hanya wartawan lokal dan stasiun televisi lokal San Diego yang datang, tetapi wartawan dan stasiun televisi nasional juga datang dalam konferensi pers.
"Selamat pagi semua. Selamat datang di Hard Rock Hotel Valent stand." Arga memulai pembicaraan melalui pengeras suara dan beberapa mic dari berbagai stasiun televisi.
"Sebenarnya saya tidak mengetahui jika dari kemarin saya sudah ditunggu oleh banyak wartawan. Jujur, saya mengetahui jika saya sedang di tunggu oleh wartawan ketika tadi malam saya sampai. Saya juga tidak tahu maksud saudara-saudara ingin menemui saya."
"Tuan, kami hanya ingin mengonfirmasi secara langsung tentang pembelian hotel ini. Apakah benar tuan Arga Litohu membeli hotel ini secara pribadi?" Salah satu wartawan yang sudah tidak sabar bertanya, dengan segera mengajukan pertanyaan yang dari kemarin dia menginginkan jawabannya.
"Ya, aku memang membelinya secara pribadi."
"Jika memang benar anda membelinya secara pribadi, dari mana anda mendapatkan uang sebanyak itu? Sedangkan data yang kami dapatkan, anda adalah anak terakhir dari seorang peternak di pinggiran San Diego."
__ADS_1
"Apakah harus aku menceritakan kekayaan pribadiku? Untuk apa? Sangat tidak mungkin bukan jika aku mencuri di rumah orang hingga milyaran dollar? Yang pasti aku memiliki kekayaan tersebut dan aku tidak perlu mengatakan berapa jumlahnya dan dari mana aku mendapatkannya di media." Arga berusaha mengelak sehalus mungkin. Dan jawaban Arga tersebut cukup membuat para wartawan tidak mengejar pertanyaan tentang kekayaan Arga lagi. Sebab di negara ini, memiliki aturan tentang privasi tinggi.
"Tuan, apakah benar anda terlibat dalam kebakaran pesawat di zapata. Sebab dari rekaman CCTV bandara zapata, anda sebelumnya bersama dengan pramugari yang menjadi korban dalam kebakaran pesawat tersebut. Dan indikasi awal menyebutkan jika terbakarnya pesawat tersebut karena serangan dari pihak yang tidak diketahui menggunakan drone bunuh diri." Wartawan lain bertanya hal lain kepada Arga. Sedangkan Arga yang mendapat pertanyaan tersebut berusaha menahan kesedihannya.
"Aku memang berada di sana saat kejadian. Aku juga sebenarnya yang menyewa jet tersebut. Aku hanya bisa bersyukur aku belum menaiki jet itu. Dalam kesempatan ini, aku juga ingin menyampaikan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas tragedi tersebut." Terlihat raut wajah kesedihan yang sangat mendalam di raut wajah Arga.
"Video pertarungan anda di bandara San Diego juga menjadi trending topik di berbagai media sosial. Apakah kelompok bersenjata tajam yang mencapai 54 orang tersebut ada kaitannya dengan serangan di bandara Zapata?"
"Aku juga tidak mengetahui jika saat aku membela diri, ternyata aku sedang di rekam oleh banyak orang. Sebab fokus ku saat itu adalah menyelamatkan diri dari kematian. Aku juga tidak tahu apakah ada keterkaitan atau tidak. Itu adalah tugas kepolisian. Seharusnya aku yang harus bertanya demikian. Sebab, bagaimanapun. Aku juga warga negara dari negara ini yang seharusnya mendapat perlindungan. Baik, aku rasa sudah cukup sampai di sini."
"Tuan.. Tuan Arga Litohu. Satu lagi. Anda juga kemarin sampai menghabiskan uang berjuta-juta dolar untuk menyelamatkan para imigran gelap. Dari mana anda tahu jika di koordinat tersebut ada sebuah kapal yang terkatung-katung dan berisi para imigran gelap." Saat Arga sudah berdiri. Salah satu wartawan meminta satu pertanyaan lagi dan Arga mendengarkan pertanyaan tersebut dengan berdiri.
"Aku mendapat pesan S.O.S dari nomor yang tidak aku kenal, bahkan dia memberi koordinat dan foto kapal yang terlihat di foto dari ketinggian. Sudah.. Semua pertanyaan sudah aku jawab. Terimakasih, aku pergi dulu." Dengan segera Arga pergi setelah menjawab pertanyaan dari para wartawan.
Hingga para pengawal Arga terpaksa harus membubarkan kerumunan orang yang ingin berfoto bersama Arga. Arga jalan menuju ruangan ke 3 pengawalnya yang dijadikan satu ruangan. Tetapi ketika Arga berada di dalam ruangan, terlihat hanya 2 pengawal Arga yang berada di kamar.
"Dimana Alerto? Apakah dia sudah sehat dan bisa berjalan-jalan dengan bebas?" Arga bertanya dengan raut wajah senang karena menganggap Alerto sedang jalan-jalan karena kondisinya membaik dengan cepat.
"Alerto sedang kritis tuan, dia berada di ruang ICU. Luka di kepalanya cukup dalam hingga tengkorak kepalanya retak."
"Bukankah kemarin dia pergi ke rumah ambulance dengan berjalan sendiri? Dia juga terlihat baik-baik saja kemarin?"
"Entahlah tuan, tiba-tiba saja tadi malam Alerto muntah-muntah dan kejang hingga pingsan. Dengan segera dokter memindahkan Alerto ke ruang ICU." Roby menjawab pertanyaan Arga dengan raut wajah kesedihan.
__ADS_1
"Lalu dimana Letto dan Diego? Aku meminta mereka berdua untuk berjaga di sini. Dan di mana keluarga kalian? Apakah tidak ada yang kemari?"
"Letto sedang membeli makanan tuan. Sedangkan Diego melihat kondisi Alerto terkini. Dan… Kami memang sepakat tidak memberi kabar kepada keluarga kami dan lebih memilih mengatakan jika kami sedang bertugas di luar kota untuk mengawal tuan arga."
"Baiklah jika demikian, aku akan melihat Alerto dulu dan mungkin akan langsung pergi. Mana handphone mu?"
"Ini tuan." Roby memberikan handphonenya kepada Arga dengan senyum menghiasi wajahnya. Sebab Roby sudah hafal jika Arga meminta handphone seseorang, itu artinya Arga akan memberikan hadiah uang yang pasti akan disukai semua orang.
"Ini, bagi berdua. Uang itu harus kalian gunakan untuk membeli oleh-oleh kepada anak dan istri kalian. Jangan sampai anak dan istri kalian sedih karena kalian ikut denganku." Setelah memberikan handphone Roby, Arga keluar menuju ruang ICU. Sedangkan Roby nampak sangat senang mendapatkan hadiah dari Arga. Saat Roby melihat nominal di saldo di tambahkan. Terlukis angka $150.000 jika uang tersebut di bagi 2. Maka nominalnya akan sama dengan gaji mereka selama beberapa bulan.
(Baru saja melakukan pembayaran $150.000. Sisa saldo $999.984.711.553.286.")
(Total 4 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 30)
(Kekuatan otot 25)
__ADS_1
(Akurasi 25)