
"Apakah kau benar membutuhkan banyak wanita dengan kriteria wanita Meksiko yang menjadi pilihanmu tuan?"
"Ya, aku menginginkan wanita Meksiko. Aku sangat puas dengan pelayanan wanita Meksiko yang sudah aku coba. Mereka benar-benar membuatku puas.
Sebelum aku lebih banyak bicara, aku harus memanggilmu siapa..?" Arga menjawab pertanyaan dari bos rumah bordil. Bos rumah bordilpun menyebutkan jika namanya adalah jika dirinya memiliki 128 wanita Meksiko, dan supaya Arga lebih percaya jika dirinya memiliki stok wanita yang dia ucapkan. Bos rumah bordil tersebut mengeluarkan kartu Identitas kependudukan Meksiko yang sudah dia rampas dari semua wanita yang dia perdagangkan.
Tanpa basa-basi, bos rumah bordil tersebut menyebutkan harga dari semua wanita Meksiko. Karena Arga mengatakan menginginkan 100 wanita yang akan dia sewa. Akan tetapi, bos rumah bordil tersebut tidak setuju. Dan meminta Arga untuk mengambil semua wanita Meksiko yang menjadi stoknya yaitu 128 wanita. Bos rumah bordil tersebut juga tidak mau jika mereka hanya akan di sewa, tetapi harus dibeli. Dan tidak lupa, bos bordil tersebut memberikan nama panggilannya yaitu Alex. Tetapi sangat jarang ada yg memanggilnya Alex semenjak dirinya telah menguasai perdagangan manusia di wilayah tersebut.
"Ya, sebenarnya itu yang aku harapkan. Dan aku memang menunggu kata-katamu itu." Arga berbicara dalam hatinya di saat bos rumah bordil tersebut meminta Arga untuk membelinya. Argapun menanyakan harga semua wanita tersebut. Tetapi bos rumah bordil tidak ingin jika wanita stoknya di beli dengan harga satu paket. Tetapi bos rumah bordil tersebut memberi harga sesuai dengan kualitas wanitanya.
Setelah beberapa waktu, bos rumah bordil tersebut, memberikan total harganya yang mencapai $2.467.400 mendengar angka tersebut, Arga seolah di buat geli. Sebab harga tersebut tidak sesuai dengan pemikiran Arga yang sempat takut jika harus mengeluarkan uang sangat banyak dan khawatir akan mendapat hukuman misi lagi.
Kini Arga berpikir untuk menyelamatkan semua wanita di tempat tersebut yang telah dipaksa untuk menjadi pemuas nafsu para wanita. Sebab Arga berfikir tidak ada salahnya membantu semua imigran dari negara manapun yang kini telah di paksa menjadi pemuas laki-laki hidung belang. Tetapi ketika Arga menyampaikan maksudnya yang ingin membeli semua wanita yang ada di sana dan meminta bos rumah bordil untuk memberinya angka.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Aku suka caramu tuan muda. Apa kau ingin menggantikanku untuk menjadi pemilik rumah bordil ini? Jika semua wanita di sini kau beli, untuk apa aku membuka rumah bordil lagi. Lebih baik aku menjadi penyedia wanita-wanita itu untukmu. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Perkataan itu di kira sebuah pujian atau sebuah kalimat yang menyatakan kesenangan dari bos rumah bordil tersebut. Sehingga Arga ikut tertawa lepas mendengarnya.
Akan tetapi kata-kata dari bos rumah bordil tersebut adalah sebuah kiasan atas kemarahannya karena merasa Arga kini sedang merendahkannya. Dengan ingin mengosongkan rumah bordil tersebut.
"Kau pikir aku siapa? Hingga aku dapat kau rendahkan dengan uangmu. Kau ingin mengosongkan semua wanita di sini. Sehingga secara tidak langsung aku harus menutup rumah bordilku. Begitu yang kau maksud!!!" Melihat bos rumah bordil tersebut yang secara tiba-tiba berubah ekspresi, Arga di buat terheran oleh ucapannya. Ternyata bos rumah bordil tersebut, merasa dihina oleh Arga yang ingin membeli semua wanitanya.
Melihat hal tersebut, Arga yang tidak ingin usahanya gagal, kini mencoba menjelaskan secara perlahan kepada bos rumah bordil tersebut. Hingga akhirnya bos rumah bordil tersebut menurunkan emosinya dan mengizinkan Arga untuk membeli semua wanitanya dan hanya menyisakan beberapa wanita yang memang sudah menjadi pengelola rumah bordil tersebut.
Semua wanita yang menjadi korban perdagangan manusia di rumah bordil tersebut mencapai 412 dan bos rumah bordil memberikan harga $11.800.000.
"$11.800.000. Setidaknya dari misi ini, aku bisa mendapatkan 1 poin yang aku dapat dari transaksi ini." Arga berbicara di dalam hatinya.
__ADS_1
Kini Arga diminta untuk mempersiapkan pembayarannya. Sedangkan bos rumah bordil segera memerintahkan jika rumah bordil akan ditutup dan meminta semua PSKnya untuk bersiap karena mereka diinformasikan jika akan pindah rumah bordil yang lain.
****
Sedangkan Levita yang mendapat kabar dari mulut ke mulut jika mereka semua akan pindah rumah bordil, menjadi terkejut bukan main. Karena dengan pernyataan tersebut, Levita menganggap Arga telah gagal. Sebab dalam rencana mereka, Arga akan mengeluarkan 128 imigran Meksiko yang telah menjadi korban perdagangan manusia. Tetapi kini Levita malah mendapat informasi jika rumah bordil akan ditutup dan semua imigran akan dipindahkan ke rumah bordil yang lain.
"Sial, aku mempercayai orang yang salah." Levita menyesali keputusannya sendiri yang telah menghancurkan penyelidikan dan penyamarannya yang sudah dia kerjakan beberapa tahun terakhir. Hingga dia rela untuk melayani beberapa pria hidung belang hanya untuk memuluskan pekerjaannya. Tidak ada yang dapat dilakukan Levita selain harus memulai pekerjaannya dari awal. Itulah yang Levita pikirkan setelah mendapat informasi pemindahan mereka semua.
****
Sedangkan anak buah dari bos bordil tengah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk pembayaran. Saat bos bordil menikmati wanita yang kini sedang dipangku olehnya, datang seorang pengawal kepercayaannya dan membisikkan sesuatu kepada Alex bos bordil. Bos bordil tersebut hanya menganggut-anggutkan kepalanya, menandakan jika dia paham dan mengerti dengan bisikan dari anak buahnya.
Mendapati informasi tersebut, bos bordil tersebut terus menikmati hidangan yang diberikan wanita yang masih terus berayun di atas bos bordil yang duduk di sebuah kursi mewah.
****
("Baru saja melakukan pembayaran pembelian PSK dengan nominal $11.800.000 Sisa saldo $999.984.739.303.286.")
(0 poin skil baru di dapatkan)
(Total 52 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
__ADS_1
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 21)
(Kekuatan otot 17)
(Akurasi 19)
"Hah, kenapa aku hanya mendapatkan 1 poin. Bukankah seharusnya 2 poin, sebab aku hanya harus menambah transaksi 1jt, point sudah bertambah 1 dan aku harusnya mendapatkan 1 poin lagi dari nominal 10jt selanjutnya." Arga membatin dan merasa kebingungan dengan aturan yang kini seolah Arga tidak paham kembali dengan aturan Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap.
"Aku harus menanyakannya pada bella nanti." Arga kembali membatin di dalam hatinya.
****
"Apakah pembayarannya sudah berhasil?"
"Sudah bos." Anak buah bos bordil yang mendapat tugas untuk mengawal pembayaran Arga menjawab dengan meyakinkan.
"Jika pembayaran telah berhasil, mari tuan muda, anda ikuti saya." Tanpa berpikir lagi, Arga mengikuti Alex bos rumah bordil. Ketika sampai sebuah lorong dengan pintu besi seperti pintu di penjara. Alex bos bordil membuka pintu tersebut dan memasukinya.
"Kita akan melihat para wanita yang masih di bawah umur dan perawan." Mereka semua di taruh di tempat yang lebih terlihat seperti kandang besi. Arga berjalan dengan lambat memperhatikan para gadis tersebut. Bahkan Arga melihat gadis yang usianya mungkin masih baru menyisakan 14 tahun. Sedangkan Alex bos bordil telah mencapai sisi yang lain dan keluar dari tempat tersebut lalu mengunci Arga di lorong tersebut sambil tertawa.
Kini Arga terjebak di lorong di antara kedua sisi yang di tempati oleh beberapa gadis di bawah umur.
"Ha.. Ha.. Ha.. Kamu kira aku dapat ditipu olehmu? Kau sudah membunuh 9 anak buahku maka diamlah di sini terlebih dahulu." Alex bos Arga telah mengetahui jika anak buahnya telah terbunuh di kamp pengawasan yang terletak di perbatasan. Dan Arga kini berada di sebuah penjara.
__ADS_1