
Baru saja Arga dan Mancini sama-sama duduk. Masuk masing-masing 4 orang dari gerbong belakang dan depan. Arga berada di tengah gerbong agak kedepan, sedangkan Mancini berada di ujung belakang gerbong. Ke empat orang yang baru datang dari gerbong depan, melihat teman-temannya sudah tidak bernyawa dan melihat orang yang mereka incar yaitu Arga Litohu. Dengan segera, merka menuju Arga untuk menyerang.
Sedangkan dari gerbong belakang, pandangan ke empat orang tersebut, langsung tertuju kepada Mancini yang sedang duduk di sebelah mayat temannya. Dengan segera mereka mengeluarkan pisau untuk menyerang Mancini yang terlihat duduk dan akan beranjak berdiri menyambut ke empat orang tersebut.
Arga berdiri dan bersiap untuk menyambut ke empat orang yang menuju padanya. Salah satu yang ingin menyerang Arga, melemparkan pisaunya mengarah pada Arga.
"Mancini awas." Arga berteriak saat dengan sigap menghindari pisau tersebut, saat pandangan Arga terfokus pada pisau yang di lempar padanya dan berhasil menghindar, Arga mendapat tendangan di dada dari salah satu lawannya. Arga terpental ke belakang dan berusaha untuk cepat bangkit.
Mancini yang mendengar teriakan Arga, dengan cepat menunduk. Beruntung Mancini mendapat peringatan dari arga, sehingga dapat lolos dari pisau yang terbang mengarah padanya. Pisau tersebut terus melesat melewati Mancini dan berhasil menancap pada salah satu orang yang akan menyerang Mancini.
Arga yang kini telah bangkit, menangkis tendangan yang mengarah pada kepalanya. Arga mengangkat tangan kirinya untuk memberikan sasaran tendangan pada lengan dalam tangan kiri Arga. Saat tendangan tersebut beberapa centimeter akan menyentuh kulit Arga, tangan Arga di turunkan untuk menangkap kaki yang menendang dirinya, bersamaan dengan kaki kanan Arga yang melangkah maju dan akan berputar.
__ADS_1
Setelah Arga dapat menangkap kaki tersebut dan kaki kanan Arga yang sudah melangkah maju, dengan segera memutarkan tubuhnya. Dengan gaya pegas yang tercipta dari tendangan yang mengarah kepadanya, Arga melempar orang tersebut kepada ketiga temannya hingga membuat keempatnya terjatuh.
Mancini yang menunduk, dengan segera berdiri dengan meraih pisau yang ada di lantai. Mancini berdiri dengan langsung melangkah untuk menyambut serangan dari tiga orang tersisa. Mancini mendahului menusuk salah seorang dari tiga orang yang berada paling depan. Tusukan Arga mengenai dada orang tersebut.
Saat Mancini akan menarik pisaunya, pria tersebut menggenggam tangan Mancini agar terkunci dan tidak dapat menyerang kembali. Mendapati hal berbahaya karena tangannya di genggam, Mancini menendang orang tersebut agar genggamannya terlepas. Tusukan Mancini tercabut, tetapi pria tersebut tetap menggenggam tangan Mancini saat terpental karena tendangan Mancini, hingga Mancini juga ikut tertarik.
Sehingga Mancini tidak bisa menangkis serangan dari kedua orang lainnya. Tangan kiri Mancini hanya dapat menahan tusukan dari orang yang berada di kiri Mancini. Tetapi tidak dapat menangkis tusukan dari orang yang berada di kanannya. Mancini juga tidak dapat menghindari atau menendang tusukan dari orang yang ada di kanannya karena Mancini dalam kondisi tidak imbang dari efek tarikan orang yang telah di tusuk oleh Mancini.
Tangan kanan Mancini baru terlepas setelah orang yang di tusuk Mancini tewas. Ketika tangan Mancini sudah bebas, dengan segera Mancini menusuk leher orang yang berada di kanannya tanpa dapat di tangkis atau di tangkap oleh orang tersebut. Dengan seketika orang tersebut roboh dan menutupi luka di lehernya. Setelah Mancini menusuk leher orang di kanannya, Mancini di tendang di perut yang terluka karena tusukan oleh orang yang berada di kiri Mancini.
Tetapi, bersamaan dengan kepala Mancini yang di angkat. Mancini menusukkan pisau yang berhasil Mancini raih dari bawah kursi kereta. Pisau tersebut berhasil menancap di leher sebelah kiri orang yang menjadi lawan Mancini. Dengan sekejap orang tersebut roboh dan mati. Sedangkan Mancini mengalami kesakitan yang luar biasa. Tusukan di perut kanannya menghancurkan empedu di dalam tubuh Mancini. Terlebih, tendangan yang di Terima Mancini makin memperparah luka dalamnya.
__ADS_1
Kini Mancini mulai merasakan sesak nafas, Mancini juga tidak dapat mengeluarkan suara untuk meminta bantuan kepada Arga. Hingga pandangan Mancini sudah mulai kabur lalu tewas dengan mata terbuka.
Sedangkan arga yang sudah menjatuhkan ke empat orang tersebut, dengan segera menendang kembali orang yang pertama kali berdiri. Tendangan tepat di leher, membuat leher orang tersebut patah dan tergeletak tidak bernyawa. Tiga orang tersisa kini sudah berdiri, mereka bersiap untuk kembali menyerang Arga. Arga yang melihat hal tersebut mundur beberapa langkah mencari tempat lebih luas yang tidak ada mayat.
Saat Arga baru mundur satu langkah, satu orang di antara mereka bergerak mendahului yang lain mengayunkan pisaunya mengarah ke leher Arga. Dengan sigap tangan Arga bergerak untuk menangkis pergelangan pria tersebut lalu mengapit pergelangannya ke ketiak Arga. Setelah pergelangan tangan orang tersebut di apit, pria tersebut tidak dapat menggerakkan pisaunya lagi karena pergelangan tangan yang sudah terkunci.
Dengan cepat Arga mencondongkan tubuhnya ke belakang bersamaan dengan langkah kebelakang hingga pria tersebut tertarik mengikuti langkah arga. Setelah Arga menariknya hingga dua langkah, Arga berhenti dan menendang kedua telur yang selalu dia bawa. Mendapati tendangan tersebut, pria tersebut berlutut lemas merasakan sakit kehancuran hingga tanpa terasa tangannya bergetar dan melepaskan pisaunya. Sehingga tangannya dapat terlepas dari apitan ketiak Arga dan meninggalkan pisaunya di ketiak Arga.
Saat Arga baru selesai menendang dua telur, dua orang lainnya mengayunkan pisaunya ke arah kepala Arga. Tetapi dengan sigap Arga menunduk dengan memutar tubuhnya. Saat memutar dan posisi menoleh ke belakang, Arga melihat Mancini berhasil menusuk leher orang terakhir yang Mancini hadapi. Saat memutar tubuhnya, Arga juga meraih pisau yang berada di ketiaknya dan dengan cepat menyayat leher kedua orang tersebut. Mereka berdua roboh dengan mengucurkan darah dari lehernya.
Kini hanya tersisa satu orang yang selamat, yaitu orang yang telurnya sudah terkena tendangan Arga hingga terasa hancur. Dengan cepat Arga menusuk kedua pundak orang tersebut supaya tidak dapat melawan kembali. Setelah menusuk kedua pundak orang tersebut, Arga menoleh ke belakang melihat kondisi Mancini. Akan tetapi saat Arga menoleh, Mancini tidak lagi bergerak tanpa nafas dan detak jantung.
__ADS_1
Dengan segera Arga menuju ke tempat Mancini berada. Tetapi semua sudah terlambat. Mancini sudah tewas dengan mata tebuka. Dengan meneteskan air mata, Arga memejamkan mata Mancini lalu kembali berdiri menuju satu orang yang sudah berhasil di lumpuhkan oleh Arga.
Sebenarnya pria tersebut ingin lari ke gerbong lainnya. Akan tetapi, rasa ngilu masih sangat kuat dia rasakan hingga kakinya tidak mampu menopang tubuhnya yang ingin melangkah. Rambut pria tersebut di tarik oleh Arga dan di duduk kan di kursi. Saat baru duduk di kursi, Arga menusuk paha kiri orang tersebut hingga 5 kali. Hal itu di maksudkan supaya pria tersebut tidak dapat lari.