Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Level Baru Aturan Baru


__ADS_3

"Tentu saja aku makan. Kamu kira aku robot besi yang tidak butuh makan? Ayo.. Aku lapar." Bella menarik Arga supaya menemaninya makan. 


"Apakah dia benar-benar seorang wanita?" Melihat tuannya yang tiba-tiba akrab dengan gadis cantik imut serta terlihat centil tetapi dengan kekuatan menakutkan. 


"Dia itu monster dengan bungkus seorang gadis. Pukulannya sangat menyakitkan." Para pengawal Arga berbincang saat melihat Arga berlalu ditarik oleh Bella. 


****


"Siapa yang sedang bersama tuan Arga? Cantik sekali." 


"Wah, akan menjadi tontonan seru sepertinya jika nona Siska mengetahui hal ini." Beberapa karyawan yang sedang berkumpul membicarakan Arga yang sedang digandeng oleh Bella.


Arga menjadi perbincangan hangat di antara karyawan Hard Rock Hotel Valent Stand. Hingga beberapa karyawati yang kagum dan menyukai Arga, kini memandang Bella dengan sinis. 


"Permisi tuan, anda ingin makan atau hanya sekedar minum."


"Aku mengi…"


"Semua menu makanan yang ada di restoran ini. Aku ingin mencoba semuanya." Bella mendahului saat Arga akan menjawab pertanyaan pelayanan yang melayani Arga dan Bella. 


"Oh ya, jangan terlalu lama. Aku sudah terlalu lapar untuk menunggu. Tidak perlu menyelesaikan semua menu baru di hidangkan. Hidangan terlebih dahulu dari apa yang sudah siap dihidangkan. Oke?" Bella melanjutkan kata-katanya saat pelayanan akan pergi. 

__ADS_1


"Kau.. Kau benar akan memakannya?" Dengan menganga Arga berbicara kepada Bella. 


"Tentu saja, aku sudah sangat lapar, tubuhku butuh banyak energi untuk terus melindungimu. Terlebih lagi otakku, dia butuh asupan nutrisi tinggi protein supaya dapat berpikir dengan cepat supaya dapat seirama dengan kecepatan gerak tubuhku. Aku juga perlu menjelaskan banyak hal sebentar lagi. Dan itu juga butuh energi besar. Bukankah level sistemmu sudah menginjak di level 2.1?" Bella berbicara dengan cepat dengan sesekali menyandarkan kepalanya kepada Arga. Bella tidak mau duduk berhadapan dengan Arga, dia lebih memilih duduk di samping Arga. 


"Dia, bukan hanya sekedar cantik, manis, imut dan centil. Tapi sepertinya dia juga cerewet. Aaaahhhhh… mengapa sistem ini memberiku pelindung semacam ini." Arga membatin saat sudah bersama Bella beberapa waktu. 


"Wanita ****** datang." Bella bergumam dan semakin mengeratkan pelukan terhadap tangan Arga. Sedangkan dari belakang Arga dan Bella duduk, datang Siska dengan wajah manyun. 


"Siapa dia? Mengapa kamu memperbolehkannya memeluk tanganmu seperti itu?" Dengan segera Siska menegur Arga yang sedang berduaan di restoran menunggu makanan yang di pesan Bella. 


"Iiiiiiihhhh… kenapa dia datang." Arga membatin di dalam hatinya. Dengan mengercingkan wajahnya. 


"Ka.. Kamu bukannya sudah pulang?" Arga berbicara dengan salah tingkah. 


"Kamu belum menjawabku tetapi kamu sudah memberiku pertanyaan. Siiiaapaa diiiaaa…" Siska berbicara dengan menunjukkan Bella. 


"Tentu saja aku kekasih Arga. Memangnya siapa lagi yang akan memeluk Arga seperti ini jika bukan kekasihnya?" Bella yang selalu mengetahui apa yang Arga pikirkan dan Arga lihat sebelumnya saat belum memiliki fisik dan hanya sekedar makhluk hologram di alam bawah sadar Arga. Semakin memanaskan suasana dan sengaja membuat Siska cemburu. 


"Sayang, apa yang di ucapkan mulut wanita ini benar…?" Kini Siska memanggil Arga dengan panggilan sayang dan tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. 


"Aku sangat sulit menjelaskannya padamu." Arga menjawab Siska dengan jawaban penuh keraguan. 

__ADS_1


"Sudah kamu dengar bukan, dia sulit menjelaskannya padamu. Itu disebabkan supaya kamu tidak lari dari sini dan menangis sepanjang jalan." Bella dengan sengaja memanaskan situasinya, sebab Bella tidak menyukai Siska yang memiliki tujuan tentang harta untuk mendekati Arga. 


Mendengar ucapan Bella yang semakin membuat Siska panas dan cemburu. Membuat Siska berniat untuk pergi dari tempat tersebut. Tetapi Siska berusaha bertahan dan menenangkan hati karena Siska tidak mau kalah dengan anak kemarin sore. 


"Aku akan duduk di sini." Siska kini duduk di sisi yang lain dan menggandeng tangan arga yang satu lagi. Arga hanya bisa menghela nafas dengan tingkah kedua wanita yang berada di sisi kanan dan kirinya. 


Makanan kini mulai berdatangan, senyum dari bibir Bella seakan melupakan keberadaan Siska di sebelah Arga. Bahkan kini Bella seakan juga lupa dengan Arga dan terlihat hanya fokus kepada ke makanannya. Bella terus melahap satu-persatu menu yang disajikan, tidak terlihat banyak memang ketika melihat piring Bella yang tidak pernah terlihat penuh oleh makanan. Tetapi ketika melihat piring kotor yang berada di samping bawah meja, sudah mencapai 3 susun dan masing-masing dengan tinggi 1 meter. 


"Aku tidak mampu lagi." Bella mengucapkan kata-kata tersebut dengan mengelus perutnya saat sudah sampai di menu terakhir. Arga dan Siska hanya dapat menghela nafas di setiap Bella menghabiskan makanan di tiap piringnya. 


"Sayang, kamu menemukan monster ini di mana? Dia seolah memiliki perut seukuran dengan jerigen 60 liter." Siska berbisik kepada Arga dan hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Arga. Bahkan kini Siska terlingat ngeri melihat Bella. 


"Sepertinya aku lebih baik pergi saja dari pada aku menjadi makanannya setelah dia merasa lapar lagi." Siska kembali berbisik lagi kepada Arga dan beranjak pergi meninggalkan Arga bersama Bella. 


Sebenarnya bukan karena takut dengan cara makan Bella yang membuat Siska pergi, tapi Siska kini tidak khawatir lagi jika Arga akan dimiliki oleh Bella. Karena Siska yakin jika tipe wanita seperti Bella dengan porsi makan sedemikian rupa bukanlah tipe yang dapat membuat Arga tertarik.


"Kini aku sudah kenyang, kita harus berada  di tempat yang tertutup berdua saja. Supaya aku bisa menjelaskan aturan level 2.1 kepadamu." Bella berbicara kepada Arga dan mulai berdiri dari duduknya. Melihat hal tersebut, Arga seakan di buat tidak percaya kembali. Sebab tidak ada perubahan bentuk perut Bella setelah memakan banyak makanan. Tubuh Bella tetap seksi dengan tubuh sedikit atletis seperti pemain basket atau pemain voli nasional. 


"Aturan baru ya… baiklah, ayo kita pergi dari sini." Arga berdiri dengan semangat dan berjalan keluar restoran yang diikuti oleh Bella. 


****

__ADS_1


"Kamu baru saja memasuki level 2.1, dengan aturan mendapatkan poin yang sangat berbeda dengan level sebelumnya. Sebab jika kamu ingin menambah Poin dengan cara mengeluarkan uang, kamu harus menghabiskan 10 milyar dolar supaya mendapatkan 1 poin." Bella mulai menyampaikan aturan misi yang semakin sulit dilalui oleh Arga. 


"APA…!!! 10 milyar untuk mendapatkan 1 poin? Aturan gila. Apa aku harus membeli semua tanah di negara ini untuk mendapatkan poin?" Arga benar-benar terkejut mendengar penjelasan Bella. Kini Arga benar-benar merasa dirinya tidak dapat selamat dari sistem ini meski dirinya memiliki banyak pengawal dan telah memiliki pelindung. Akan menjadi beban jika dirinya tetap lemah. 


__ADS_2