
"Kau dan Letto memimpin yang lain. Kalian cukup mengamankan area. Jangan buat terlihat aku memiliki banyak pengawal."
"Siap tuan."
****
"Jadi..? Kita akan mulai mencari ke mana?"
"Kita tidak akan mencari rumah tahanan imigran gelap. Dengan misi yang tidak memiliki batas waktu, hadiah dan hukuman. Akan membuat misi ini menjadi mudah tanpa beban. Dalam penyelesaian misi ini, aku tidak perlu terburu-buru. Sebab aku akan mencari organisasi tersembunyi yang selalu ingin membunuhku, aku juga akan mencari pembunuh keluarga besarku, dan aku juga akan mencari dalang di balik sistem ini. Untuk mencapai itu semua, aku harus memiliki poin skil sebanyak mungkin." Arga menyampaikan rencananya kepada Bella.
"Emm… terserah padamu. Aku hanya akan mengikutimu. Dengan apa yang menjadi tujuanmu. Misi pasti akan terselesaikan, dan nantinya akan mendapat misi baru yang dapat menuntunmu untuk mendekati tujuan akhir." Bella berbicara dengan menggandeng tangan arga.
Setelah berbicara demikian, arga memilih pergi menggunakan mobil sportnya. Dan mulai pergi menuju kepolisian mencari info yang sudah di dapat oleh pihak kepolisian.
****
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Saya Arga Litohu, apakah ada info tentang pelaku pembantaian keluarga besar saya." Mendapati orang yang berada di depannya adalah Arga Litohu, polisi tersebut mempersilahkan dan mengantar Arga ke ruang kerja Kate. Sebab Kate yang menangani kasus pembantaian keluarga besar Arga Litohu.
Setelah memasuki ruangan Kate, Arga berbincang dengan Kate di sana. Kate mulai menunjukkan benda-benda dan barang barang yang mungkin bisa menjadi petunjuk tentang keberadaan organisasi tersembunyi yang kemungkinan besar menjadi dalang pembantaian.
Di saat melihat-lihat, Arga menemukan foto yang menjadi identik dari hampir setiap pelaku percobaan pembunuhan kepada Arga yang di curgai juga merupakan pembantai dari keluarga besar Arga.
__ADS_1
"Apakah tato ini ada di semua pelaku?"
"Ya, kami juga sudah menyebarkan orang kami untuk mencari informasi tentang tato indentik ini." Tato berbentuk peluru di pangkal leher belakang.
Mendapati informasi baru, dengan segera Arga menyebar foto tersebut kepada para pengawalnya untuk mencari informasi tentang tato tersebut. Dengan cepat informasi menyebar di antara pengawal Arga dan juga teman-teman pengawal Arga.
Tidak berselang lama, salah satu pengawal Arga yang menyebar di area kepolisian untuk mengawal Arga dari jauh, menelpon Arga. Pengawal tersebut mengatakan jika dirinya melihat dua orang dengan memiliki tato peluru sedang mengawasi kantor polisi. Pengawal Arga yang memberi informasi adalah seorang sniper yang selalu standby di ketinggian untuk memantau pergerakan mencurigakan. Dan benar saja, pengawal tersebut mendapatkan informasi bagus.
Mendapat informasi demikian, Arga memilih untuk tidak bertindak terburu-buru. Dia meminta para pengawalnya untuk mengepung dan menjaga jarak aman supaya tidak di curigai. Arga penuh kebimbangan karena jika dalam kondisi terjepit, orang tersebut pasti akan menggigit racun yang tersimpan di giginya.
"Kamu memiliki cara untuk menangkap mereka?" Arga bertanya kepada Bella yang Arga anggap paling cerdas di ruangan tersebut. Kate menjadi terheran dengan pertanyaan Arga yang tertuju kepada wanita yang selalu berada di sebelah Arga. Padahal umumnya, jika seseorang bingung dan ingin bertanya jika berada di kantor polisi dan terutama menghadapi kasus seperti Arga. Kemungkinan besar akan meminta pertimbangan kepada polisi.
Tetapi berbeda dengan Arga yang memilih bertanya kepada Bella yang padahal di ruangan tersebut ada 5 polisi yang bertugas dan memiliki pengalaman dengan situasi seperti ini.
Taakk.. Suara ketukan di kepala Bella.
"Kena kau.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Arga berganti tertawa setelah berhasil mengetuk kepala Bella.
"Baru kali ini aku melihat tawa Arga Litohu, ternyata dia tampan juga. Aaahh.. Apa yang aku pikirkan dalam situasi seperti ini." Kate membatin saat melihat Arga tertawa.
"Kalian pikir ini tempat bermain? Ini kantor polisi dan kalian berada di ruangan barang bukti." Tiba-tiba Kate marah dengan membentak sehingga membuat Arga berhenti tertawa.
"Kenapa harus emosi, tangani dengan santai. Kita cukup membuat drama adegan keributan di depan kantor polisi. Sehingga mengalihkan perhatian mereka berdua. Di saat perhatian mereka teralihkan, bekap mulutnya supaya dia tidak dapat menggigit racunnya. Setelah itu bius mereka." Bella berucap dengan santai saat Kate marah..
__ADS_1
"Drama? Keributan? Mengapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya." Kate membatin di dalam hatinya.
Rencana dari Bella di setujui oleh semuanya. Agar tidak terlalu nampak jika hal tersebut hanya sebuah setingan, Kate tidak memberi tahu rencana tersebut ke banyak polisi. Sehingga saat keributan, akan banyak polisi yang keluar dari kantor polisi secara natural.
****
Beberapa menit kemudian, setelah semua telah siap. Ada dua mobil melaju lalu saling menyerempet satu sama lain hingga juga menyerempet mobil yang akan parkir. Di saat itulah keributan cekcok antar 3 kelompok pengendara mobil yang terjadi senggolan. Setiap mobil, terisi 5 orang. Sehingga keributan semakin terlihat membesar ketika orang-orang yang berkelahi mulai mengenai orang-orang yang ada di sekitar yang sebagian besar memang anak buah Arga.
Banyak orang berbondong-bondong hanya sekedar melihat tawuran tersebut. Di tambah lagi dengan polisi yang mulai melerai, bahkan sampai mengeluarkan tembakan peringatan. Di saat itulah dua orang yang memiliki tato peluru di pangkalan leher berdiri ingin meninggalkan lokasi keributan.
Di saat kedua orang tersebut melewati kerumunan keramaian, pengawal Arga yang memang sudah menyebar menunggu mereka bergerak. Di saat itulah, kedua orang tersebut di dekap dengan handuk sambil menahan rahang mereka supaya tidak terbuka.
Di saat orang tersebut memberontak. Pengawal Arga yang lain mulai menusuk dua orang tersebut dengan suntikan bius. Beberapa saat kemudian, mereka berdua pingsan dan dengan seketika tawuran berhenti hingga membingungkan polisi dan semua orang yang berada di sana.
Kedua orang tersebut tidak di bawa ke kantor polisi meski sebelumnya berada di depan kantor polisi saat berhasil menangkap. Melainkan di bawa ke sebuah gudang yang selama ini tidak di pakai.
Dimana kedua orang tersebut? Kate panik saat melihat kedua orang yang di curigai tidak berada di tempat sebelumnya. Bahkan saat Kate mulai mencari ke berbagai arah, Kate tetap tidak menemukan. Bahkan para pengawal Arga satu persatu pergi dengan cepat dari depan kantor polisi tersebut.
Di saat Kate kembali dari luar. Kate juga tidak menemukan Arga dan Bella yang sebelumnya berada di dalam kantor polisi.
"Sial, aku kehilangan jejak mereka semua. Arga pasti akan bergerak sendiri." Kate berbicara sambil memukul meja kerjanya.
"Aku harus mengejarmu." Kate dengan segera keluar menuju mobil polisi untuk mengejar Arga. Kate menghubungi helikopter kepolisian San Diego untuk mencari Arga dari ketinggian.
__ADS_1