Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Terjerat Kecantikan Bella


__ADS_3

Mendapati pelukan yang sangat lembut dan nyaman, Bella terdiam dari tangisannya dan menikmati pelukan dari Arga. 


****


"Kini kita semakin sulit membunuhnya. Dia sudah lebih dari 10 hari menggunakan sistem tersebut. Wanita yang bersamanya itu, selalu berada di sampingnya dan memiliki kemampuan luar biasa. Kalian harus dapat memisahkannya terlebih dahulu. Jika tidak, usaha kita akan selalu menemui kesulitan." Di sebuah ruangan, terdapat beberapa pria sedang melakukan rapat. 


"Bos, bagaimana jika kita membunuhnya menggunakan drone lagi?" Seseorang memberi idenya kepada pimpinan mereka yang mereka panggil bos. 


"BODOH..!! kamu kira mudah mendapatkan drone dengan kemampuan terbang kecepatan tinggi? Kemarin identitas kita hampir terbongkar karena menggunakan drone."


BRUAAK.. Suara pintu terbuka dengan keras karena tertabrak oleh prajurit organisasi tersembunyi yang di lempar ke pintu. Setelah pintu terbuka, 6 orang memasuki ruang rapat tersebut. 


"Kalian telah gagal, tidak boleh ada jejak."


Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dengan cepat ke enam orang tersebut menembak 7 orang yang melakukan rapat sebelumnya dan seorang prajurit yang sebelumnya di lempar ke pintu. Setelah ke 8 orang tersebut tertembak dan tewas, seorang pria tinggi tegab memasuki ruangan. 


"Tugas kalian telah gagal, kalian di eliminer. Pekerjaan kalian tidak bersih dan selalu menyisakan kotoran." Seorang pria tersebut berbicara kepada 8 mayat di ruangan tersebut. Setelah berbicara demikian, pria tersebut keluar dari ruangan yang sebelumnya digunakan rapat. 


****


"Mancini, kita menuju Manhattan." Arga menyampaikan tujuannya saat Arga berjalan bersama Mancini dan Bella menuju helikopter.


"Baik tuan."


Dalam perjalanan menuju Manhattan, Arga tidak hanya bersama Bella dan Mancini saja. Tapi juga membawa sebagian pengawal pribadinya yang lain. 29 kursi penumpang dan 1 kusri di sebelah Mancini yang seharusnya tempat co-pilot juga terisi. Kini ada 31 orang di dalam helikopter termasuk Mancini sebagai pilot. 


Arga membawa serta sebagian kecil pengawalnya karena Arga menganggap hal itu sangat perlu untuk membantu Arga mencari pembunuh 2 imigran yang diminta oleh sistem. Setelah 1 jam terbang, kini Arga telah sampai di Manhattan. Pertama kali yang Arga tuju di Manhattan adalah hotel untuk mereka semua menginap. Helikopter juga turun dan parkir di helipad yang di sediakan oleh pihak hotel. 


Setelah sampai hotel, mereka semua mendapatkan kamar yang di isi 2 orang untuk satu kamarnya. Sedangkan Arga dan Bella menggunakan kamar sendiri-sendiri. Tetapi Arga meminta kamar yang terhubung dengan kamar Bella. 

__ADS_1


****


Tok.. Tok.. Tok.. Ketukan di pintu yang dapat menghubungkan kamar Arga dan Bella tanpa harus melewati luar. Arga yang mengetuk pintu karena memiliki kepentingan tentang poin yang harus Arga bicarakan dengan Bella. 


"Apakah kita sudah akan berangkat..? Aku rasa kamu belum memberikan arahan kepada para pengawalmu yang akan kamu beri tugas untuk mencari pembunuhnya."


"Bukan tentang itu. Lagi pula aku belum mendapatkan informasi nya." Arga menjawab pertanyataan Bella. 


"Lalu mengapa kamu mengetuk pintu jika kita belum akan berangkat?"


"Aku ingin menambahkan skil yang ku miliki. Aku memiliki 101 poin, mungkin lebih baik poin itu aku gunakan."


"Ya tentu saja. Maafkan aku, sebenarnya tadi saat kita masih di Hard Rock Hotel Valent Stand, aku ingin mengingatkanmu tentang hal itu. Tapi kemudian aku terlupa karena tadi aku menangis. 


Baiklah, sekarang skil apa yang harus aku tambahkan terlebih dahulu? 


(24 akil poin berhasil di tambahkan) 


(77 poin skil belum di gunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 47) 


(Kecerdasan 46) 


(Kecepatan 50) 


(Kekuatan otot 54) 

__ADS_1


(Akurasi 30)


Setelah menambahkan skil poin permanen sesuai arahan Bella. Arga beranjak dari duduknya dan akan pergi kembali ke kamarnya, tetapi Bella tidak melepaskan tangan Arga yang sudah berdiri dan akan menuju kamarnya. 


"Cantik, sangat cantik.." Arga membatin saat dia menatap wajah Bella sesaat Arga tau jika tangannya sedang di tahan tidak boleh pergi oleh Bella. Pandangan penuh harapan terlihat di wajah cantik Bella. 


Setelah Bella menahan tangan Arga dan Arga menatapnya, Bella berdiri dan dengan perlahan menyentuh bibir Arga dengan bibirnya. Mendapatkan Bella menciumnya, Arga membalas ciuman Bella dengan lembut hingga semakin lama nafas mereka berdua terasa saling memburu. 


Perlahan namun pasti, pakaian mereka berdua kini mereka tanggalkan. Kulit tubuh yang saling bergesekan semakin membuat gairah semakin memuncak. Setiap gesekan di tubuh Bella, kini seakan menjadi cambuk gairah yang baru pertama kali Bella merasakan sensasinya. 


Sedangkan Arga yang sudah pernah menikmati tubuh Elena yang saat itu juga baru pertama kali, membuat Arga kini memiliki sedikit pengetahuan lebih. Hingga Arga kini melakukannya dengan sabar dan perlahan namun pasti. 


Di hari itu seakan mereka sedang bepergian untuk menjalani bulan madu. Tidak hanya sekali mereka melakukannya. Tetapi mereka melakukan hingga berkali-kali bahkan hingga sore hari. Fisik Arga yang sudah bertambah signifikan, seakan Arga selalu penuh dengan semangat setiap melakukannya berulang kali. Terlebih wanita yang dia nikmati tubuhnya sangat teramat cantik dan memiliki nilai tertinggi dari semua wanita yang pernah Arga kenal. Bahkan jika Arga memberi penilaian, nilainya nyaris sempurna. 


Kenikmatan yang Arga nikmati, harus terhenti ketika Arga mendapatkan notifikasi tentang identitas pelaku pembunuhan. Sehingga Arga kembali teringat dengan tujuan dia datang ke Manhattan untuk menyelesaikan misi. 


Setelah Arga mendapatkan informasi pembunuh, Arga menyudahi duelnya dengan Bella yang sudah berlangsung beberapa kali. 


****


Arga kini sudah berada di restoran hotel tersebut untuk makan dan mengumpulkan para pengawalnya yang ikut bersama ke Manhattan. 


"Aku ingin kalian memecah menjadi beberapa tim. Tiap tim terisi 4 orang. Sedangkan Mancini dan Bella akan bersamaku." Arga memberikan arahan kepada para pengawalnya. 


"Cari informasi tentang pembunuh ini dengan bukti-bukti pembunuhannya. Setelah semua selesai, kita hanya tinggal menyerahkannya ke pihak kepolisian." Arga kembali melanjutkan pembicaraannya yang belum selesai. 


Setelah semua paham dengan maksud dan keinginan Arga, mereka semua berpencar untuk mengumpulkan informasi dengan data yang sudah mereka genggam. Setelah semua pengawalnya berangkat, mereka bertiga juga berangkat untuk mencari informasi. 


Di dalam mobil, beberapa kali Arga melirik Bella. Tetapi Bella hanya bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. 

__ADS_1


__ADS_2