
Kini Arga sudah berada di sebuah gudang kosong yang sudah lama tidak di gunakan. Terlihat di sebuah kursi, duduk seseorang yang terlihat mulutnya di paksa mengangah untuk di ambilnya racun yang ada di mulut pelaku. Sedangkan satu orang lainnya lagi, berada di gudang sebelah.
Mereka berdua sengaja dipisahkan agar mereka merasa sendirian di tangkap. Setelah racun di mulut keduanya telah diambil, mereka disadarkan dengan cara disiram dengan air es yang di campur dengan obat yang memang berguna menyadarkan orang pingsan.
Mereka berdua mendapatkan siksaan yang belum pernah mereka pikirkan sebelumnya. Meski telah mendapat siksaan yang hebat, mereka berdua tetap tidak mau mengaku di mana markas mereka. Bahkan mereka tidak mau berbicara sama sekali. Kini mereka berdua dipertemukan secara berhadap-hadapan dengan tangan di terikat di atas sehingga memaksa mereka berdiri meski kaki mereka tidak sanggup untuk menopang tubuhnya.
"Kau!! Berikan informasi tentang organisasi kalian? Ini kesempatan terakhir." Kini Arga secara langsung yang bertanya kepada mereka.
"......................" Diam tidak menjawab.
"Kuliti dia seperti seekor kambing." Dengan segera, pengawal Arga mengambil pisau yang sangat tajam dan mulai menguliti tubuhnya.
"Aaaaaa… Aaaaaa… Aaaaaaa…" Jeritan memekikkan telinga terdengar dari orang tersebut. Bahkan saat proses pengulitan, orang tersebut pingsan beberapa kali. Saat pingsan, dia dipaksa untuk bangun lagi. Dia juga dipaksa meminum sebuah pil yang dapat membuat orang tidak mudah pingsan.
Melihat proses pengulitan tersebut membuat satu orang lainnya mulai kehilangan nyali. Terlebih saat sudah selesai semua kulitnya di kuliti kecuali kepalanya. Rasa perih sangat menusuk seluruh tubuh, pingsan dan bangun kembali, terjadi berulang-ulang hingga dia menghembuskan nafas 2 jam kemudian.
Saat teriakan benar-benar sudah tidak ada, Arga kembali masuk kedalam gudang dan kembali bertanya kepada satu orang lainnya. Tidak ingin mendapat siksaan yang sama seperti temannya, dia memberikan semua informasi tentang organisasi rahasia yang berada di balik penyerangan terhadap Arga.
****
"Satu dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali jalan, 2 atau 3 tujuan akan diraih. Ya.. Kira-kira itulah yang akan kita dapat nanti di sana." Arga berbicara kepada Bella yang duduk di sebelahnya. Sedangkan Arga menyetir mobilnya.
__ADS_1
"Mungkin iya, mungkin tidak. Kita belum tau kebenaran informasinya. Yang terpenting buatku, aku bisa melindungimu untuk menyelesaikantujuan sistemmu… Itu saja, yang lain aku tidak peduli. Hi.. Hi.. Hi.." Mendengar jawaban Bella, wajah Arga menjadi masam dengan sedikit pesimis dengan hasilnya nanti. Arga terus melajukan mobilnya menuju pinggiran kota San Diego di dalam hutan dekat pantai Tijuana River.
Kini kendaraan roda 4 sudah tidak dapat melewati. Mereka harus berjalan kaki menuju lokasi yang di maksud. San Diego adalah kota yang berbatasan langsung dengan Meksiko. Sangat wajar jika menjadi pitu masuk bagi para imigran gelap dengan bantuan orang-orang yang hanya menginginkan keuntungan. Mereka para imigran yang ingin bekerja, maka organisasi ini yang akan mencarikan pekerjaannya. Tetapi rata-rata mereka hanya mau memasukkan imigran wanita.
Bagi wanita yang di anggap cantik, mereka akan di tawarkan kepada lokalisasi dan di jual. Bagi yang tidak laku di jual, maka mereka akan di carikan pekerjaan di diskotik-diskotik. Sehingga memaksa mereka untuk menjual tubuhnya juga nantinya. Organisasi ini memiliki jaringan yang tersebar secara nasional.
Saat Arga terus menyusuri jalan, hingga melewati bukit-bukit dengan jalan hanya setapak. Terlihat bangunan dari kayu seperti permukiman. Di sana juga terlihat banyak orang. Bahkan terlihat di bangunan terbesar dari yang lain, sedang di jaga beberapa orang dengan mengalungkan senjata laras panjang.
Saat Arga fokus mengintai tempat tersebut, layar transparan muncul di depan Arga dengan mengeluarkan notifikasi. Dengan segera Arga menekan notifikasi tersebut.
(Misi telah selesai. Menemukan rumah tahanan imigran gelap di San Diego. Hadiah misi, dapat memilih skil istimewa dan menggunakannya selama 1 jam.)
"Hah.. Misi telah aku selesaikan? Aku juga mendapatkan hadiah skil istimewa." Di saat Arga sedang berbicara sendiri dengan memperhatikan layar transparan di depannya, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah permukiman tersebut.
"Entahlah, aku juga tidak dapat melihat dengan jelas dari sudut ini. Kita harus mencari bukit jika ingin melihatnya dengan jelas."
"Tidak perlu bukit, kita hanya butuh lebih dekat untuk mengetahuinya. Sekarang yang aku lihat bukanlah sebuah bangunan, tetapi aku melihat banyak poin skil di sana. Aku juga dapat mengetahui banyak hal dengan organisasi tersembunyi ini jika aku dapat membebaskan para imigran tersebut.
"Sebaiknya kamu tunggu di sini, biarkan aku saja yang menyusup memasuki permukiman itu. Aku tidak mau terjadi hal buruk kepadamu" Bella berucap dengan suara khas dengan centilnya menghimpit wajah Arga dengan kedua tangannya.
"Lepaskan." Arga berbicaara sambil melepaskan kedua tangan Bella dari wajahnya.
__ADS_1
"Jika kamu yang membebaskan mereka, bisa-bisa aku tidak mendapatkan poin skil."
"Hmm… benar juga." Bella menjawab dengan wajah yang nampak berfikir.
Sebelum mereka berdua menyusup, Arga mengaktifkan skil istimewa assasin selama 1 jam yang dia dapatkan dari penyelesaian misi.
Dengan cepat Arga dan Bella menyusup hingga sangat dekat dengan permukiman tersebut. Bahkan Arga masih terus mendekat hingga sampai di sebuah bangunan kayu. Dari sana Arga melihat banyak wanita yang di pisahkan dari pria. Jika ada yang menolak di pisahkan, mereka tidak segan-segan untuk membunuhnya.
Melihat hal tersebut, Arga mengambil beberapa kerikil yang akan dia gunakan sebagai senjata. Sedangkan Bella mengeluarkan piringan besi berbentuk bintang dari kantong celananya.
"Dari mana kamu mendapatkan senjata itu?" Arga terlihat iri dengan perbedaan senjata mereka berdua.
"Entahlah, senjata ini memang ada di kantong celanaku sejak awal aku keluar dari peti." Bella menjelaskan kepada Arga jika itu senjata bawaannya sejak awal.
Di saat mereka berbicara, ada seorang penjaga yang memergoki mereka dengan terkejut. Mendapati penjaga tersebut terkejut melihat Arga dan Bella, dengan segera Arga melemparkan kerikil nya ke arah leher. Di saat tangan orang tersebut memegang lehernya, Arga kembali melempar kerikil dan kini mengenai kepalanya hingga pria tersebut roboh.
Suara robohnya penjaga tersebut, mengundang yang lain untuk datang. Kini mereka menghadapi puluhan orang bersenjata hanya dengan kerikil dan piringan besi yang di miliki Bella.
Bella yang dapat melihat gerak peluru yang di tembakkan kepada mereka, seolah dengan mudah menghindarinya. Bahkan sesekali Bella menangkap peluru yang hampir mengenai Arga. Dalam waktu kurang dari 1 menit, puluhan orang tersebut roboh. Bahkan beberapa di antara mereka tewas terkena serangan kerikil Arga atau piringan besi dari Bella.
Tidak berhenti di sana, kini lebih banyak lagi penjaga yang datang, bahkan kini beberapa imigran juga menjadi sasaran tembakan. Arga bergerak dengan di ikuti oleh Bella, terus menumbangkan satu persatu penjaga-penjaga tersebut.
__ADS_1
Disaat mereka dalam kondisi tidak berdaya dan tidak dapat melarikan diri, mereka dengan segera menggigit racun yang terdapat di mulut mereka.