Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Jendral Julio


__ADS_3

"Terbunuhnya David yang di bunuh oleh Frank, sebenarnya telah di prediksi beberapa minggu lalu oleh intelijen polisi militer. Semua itu terungkap saat terjadi penyerangan di kantor kepolisian, yang waktu itu melibatkan ku. Tiga orang tentara yang selamat waktu itu telah mengakui jika ada perintah dari seorang jendral bintang tiga untuk melenyapkan dirimu dan orang-orang pendaftar sistem sebelum dirimu dan setelah dirimu." Adline yang juga mendengarkan hal tersebut, sebenarnya ingin marah. Sebab Kate menyampaikan bahwa sebenarnya mereka mengetahui jika David akan di bunuh oleh Frank. Tetapi Adline mengurungkan niatnya karena berjanji tidak akan menyela pembicaraan jika tidak di minta. 


"Pemerintah sebenarnya ingin mencari sumber dari masalahnya, yaitu orang yang menciptakan sistem. Sebab sistem tersebut memiliki misi utama untuk menjatuhkan negara ini." Arga kini mengerutkan alisnya setelah mendengar cerita Kate. Arga sebenarnya ingin menjawab cerita Kate, tetapi Kate memberi kode untuk menghentikan sanggahan Arga dan memintanya untuk mendengar cerita Kate sampai selesai terlebih dahulu. 


"Tetapi pemerintah tidak memiliki petunjuk apapun. Dengan terus menyelidiki, pemerintah harus menghentikan sistem"


"Dengan cara membunuh semua pendaftar sistem tersebut dan ahli waris sistem itu. Itu maksudnya!! Dan hal itu di benarkan oleh pemerintah!! Ternyata benar dugaanku, jika pemerintah yang ada di balik terbunuhnya ibuku." Arga menyela dan melanjutkan ucapan Kate mengawali dengan menggebrak meja. 


Kate dan lainnya sangat terkejut dengan gebrakan meja yang di lakukan Arga. Terlihat wajah Arga sangat marah saat menyampaikan ucapannya. 


"Arga, aku mohon tenanglah. Biarkan aku menyelesaikan cerita dan informasi yang aku dapatkan." Kate merasa serba salah saat ini. Kate yang merupakan seorang polisi dan mengetahui jika negara melakukan hal tersebut karena menilai hal tersebut memang seharusnya di lakukan karena dapat membahayakan negara. 


Tetapi di sisi lain, Arga adalah orang yang sudah membantunya dalam jeratan hukum sebelumnya hingga di temukan jika keributan di kepolisian waktu itu karena perintah dari seorang jendral bintang 3. Hingga penyelidikan lanjutan di lakukan oleh polisi militer. 

__ADS_1


"Ya, sebaiknya kita dengarkan cerita Kate terlebih dahulu. Sehingga kita akan tahu apa tindakan selanjutnya yang harus kita lakukan. Lagi pula, jika Kate sedang menyembunyikan sesuatu atau mempermainkanmu. Hal itu akan menjadi hal mudah, aku akan membunuhnya dengan sekali lemparan bolpoin ini." Bella berusaha menenangkan emosi Arga yang memang selama ini selalu mencari pembunuh ibunya. Bella juga mengedipkan mata kepada Kate saat mengancam akan membunuh Kate jika berbohong. Hal itu di lakukan hanya sekedar untuk menurunkan emosi Arga. Sebab Bella tahu jika Kate tidak akan melakukan hal tersebut dan memang ingin membantu Arga. Semua itu terlihat di mata Bella di saat Kate bercerita dari awal. 


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu ruang kerja Kate. 


"Ya Jendral, masuklah." Jendral Julio dari polisi militer yang memang menunggu di luar ruangan, mengetuk pintu setelah mendapatkan pesan dari Kate untuk memasuki ruangan. Hal itu di lakukan Kate saat Arga sudah mulai terlihat marah. 


Jendral Julio memberikan salam kepada semua yang berada di ruangan tersebut. Jendral Julio adalah seorang jendral muda bintang satu yang menangani dan menyelidiki tentang pembunuhan terhadap banyak orang dan rencana pembunuhan terhadap Arga dan orang-orang selanjutnya yang di lakukan atas perintah seorang jendral bintang tiga. 


Setelah menyalami semua orang, Jendral Julio duduk di salah satu kursi yang di persilahkan oleh Kate. Di sana, Jendral Julio memperkenalkan dirinya dan menjelaskan mengapa dirinya berada di tempat ini. 


"Jendral Julio, anda tadi mengucapkan ingin berbicara kepada Arga karena memiliki temuan baru dan ingin menyampaikan sebuah rencana kepada Arga." Kate berbicara mendahului ketika Arga terlihat acuh terhadap kedatangan Jendral Julio. 


"Ya, aku ingin menyampaikan sesuatu. Tugas kami sebagai seorang polisi militer, memiliki tugas untuk menindak seseorang atau lebih dari anggota militer. Kami mengetahui jika kasus sebelumnya ternyata memiliki hubungan dengan tuan arga." Jendral Julio berbicara lalu menjeda ucapannya. 

__ADS_1


"Sebelum aku melanjutkan, aku ingin mengetahui sistem apa dan apa maksudnya dari sistem yang di miliki tuan Arga serta pendaftar sebelumnya dan setelah tuan Arga yang di maksud. Hingga di anggap membahayakan negara dan jendral bintang tiga yang harus memimpin langsung." Jendral Julio bertanya kepada Arga. 


Mendapati pertanyaan tersebut, Arga hanya melirik dan tidak menjawab pertanyaan jendral Julio. Hingga beberapa saat, jendral Julio menunggu Arga menjawab pertanyaannya. 


"Jika tuan Arga tidak menjawab, saya juga tidak akan memberikan informasi yang aku miliki. Aku juga dapat menangkap tuan Arga dengan tuduhan mengamankan terduga tersangka yang akan membahayakan keamanan negara." Jendral Julio mengancam Arga dengan tidak akan memberi informasi yang Arga butuhkan dan juga akan menangkap Arga. 


"Apakah kamu sanggup menangkapku? Aku meragukan jika kamu dapat menangkapku." Arga yang mendapatkan ancaman, memprovokasi jendral Julio supaya mencoba untuk menangkapnya. 


Mendapati Arga yang tidak bisa di ajak kerja sama, jendral muda Julio berdiri dan menggenggam borgolnya. Jendral Julio merasa di hina atas tantangan yang di lakukan Arga. Julio mendapatkan jabatan seorang jendral muda, bukan tanpa sebab. Selain Julio memiliki gelar Profesor karena kepintaran akademiknya. Julio juga merupakan Profesor termuda di dunia. Karena memiliki gelar Profesor di usia 28 tahun. Serta menjabat sebagai seorang jendral di usia 32 tahun. 


Jendral Julio juga memiliki beladiri dan skil apapun di atas rata-rata anggota militer yang lain. Oleh sebab itu, saat di angkat menjadi jendral, dia di pindah tugaskan di polisi militer karena kemampuannya. Jendral Julio yang merupakan jendral bintang satu juga di rasa mampu dan dapat bertindak tegas meski yang harus dia selidiki adalah seorang jendral bintang tiga. 


Jendral Julio berusaha memborgol tangan Arga yang berada di meja. Tetapi dengan cepat Arga memukul perut jendral Julio dengan tangan yang akan di borgol oleh jendral Julio. Mendapati pikulan di perutnya, jendral Julio sampai harus mundur beberapa langkah, lalu melemparkan borgo kepada Arga. Beruntung Arga masih dapat menghindari lemparan dari jendral Julio. 

__ADS_1


"Sepertinya ini akan menjadi hiburanku dan akan menjadi obat pelampiasan ku." Arga yang masih emosi atas apa yang sudah dia ketahui, ingin melampiaskan amarahnya terhadap jendral Julio karena sudah menyerangnya. 


Kini Arga berdiri dan meminggitkan meja dan kursi supaya menempel ke dinding. Di tengah-tengah Ruangan 5x7 meter tersebut kini tidak ada meja dan kursi. Hanya ada Arga dan jendral Julio yang akan bertarung. Sedangkan Kate dan Adline merasa khawatir karena semua ini masih bisa di selesaikan dengan berbicara dan kepala dingin. Tetapi tidak dengan Bella, Bella hanya duduk santai di sebuah meja dan terlihat seperti seorang penonton yang akan melihat pertunjukan. 


__ADS_2