Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kekacauan Di Kota McAllen


__ADS_3

Tubuh arga kini sudah terasa lemas, mengalami kecelakaan dan bertarung berkali-kali, membuat tubuh arga seolah tanpa tenaga. 


"Aku tidak akan bertahan jika harus terus begini. Tanganku, kakiku, semua anggota tubuhku sudah sangat lelah. Aku sudah tidak memiliki poin skil tersisa, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Kini arga berjalan mencari tempat aman untuk beristirahat sejenak. 


****


"Perasaanku sangat tidak enak. Sebenarnya apa yang sedang di lakukan arga hingga belum sampai di sini." Adline bergumam dan merasa khawatir dengan keadaan arga. 


"Apa kalian tau? Apa yang arga lakukan?" Adline bertanya kepada ke empat pengawal arga. 


"Kami tidak tau nona." Ke empat pengawal arga yang di minta untuk melindungi Adline menjawab hampir bersamaan dengan kalimat yang hampir sama. 


Mereka sengaja mengaku tidak tahu supaya Adline tidak masuk dalam bahaya. Sebab menurut mereka untuk saat ini, lebih aman jika menganggap tidak kenal dengan Arga. Sebab di grup pengawal Arga, di informasikan jika sudah lebih dari separuh pengawal Arga tewas. Begitu juga dengan orang-orang dari kelompok Miguel, mereka telah kehilangan puluhan orangnya. 


****


"Aku sudah sangat lelah, sekarang aku sendirian. Mancini, Roby dan lainnya yang tadi bersamaku telah tewas. Aku kini sedang bersembunyi, bagaimana caranya aku bisa sampai ke pengadilan dengan cepat. Segera pikirkan." Arga mengirim pesan ke grup pengawal Arga. Supaya mereka semua juga mencari jalan keluar atas situasi ini. 

__ADS_1


"Informasi yang sudah aku dapat, musuh kita tersebar di seluruh kota dan mencapai ribuan. Mereka adalah militer anti teror perkotaan, mereka telah terlatih untuk hal ini. Itu sebabnya mereka mampu melenyapkan rekan-rekan kita dengan cepat." Arga kembali mengirim pesan saat masih belum ada yang mengusulkan jawaban mereka. Di dalam grup tersebut juga ada Miguel dan beberapa orang-orang kepercayaannya. 


"Apa yang tuan cari di pengadilan? Apakah tidak bisa hanya di wakilkan Adline? Karena saat ini, Adline sudah berada di pengadilan dan sudah mulai mengurus pembebasan imigran. Informasi yang di dapat, 1-2jam akan mulai pengeluaran imigran dari sel." Miguelenanggapi pesan yang di kirim oleh Arga. 


"Apa..? Secepat itu Adline mengurusnya? Jika aku tidak ada di sana saat pembebasan imigran, aku bisa di anggap tidak menyelamatkan mereka. Dan tentu aku tidak akan mendapatkan poin skil." Arga membatin sesaat setelah membaca pesan yang di sampaikan Miguel di grup. 


"Jika demikian, waktuku hanya 1 jam lagi untuk sampai ke pengadilan. Tidak ada yang dapat mewakilkanku dalam urusan ini. Cepat cari cara." Arga kembali mengirim pesan di grup WhatsApp pengawal Arga. 


"Kita tidak tahu siapa musuh kita karena mereka berbaur dengan penduduk. rekanku juga sudah banyak yang terbunuh. Bahkan keponakanku juga terbunuh. Aku akan membuat kerusuhan bersama orang-orang ku. Sebaiknya tuan Arga memanfaatkan situasi kerusuhan yang kami buat untuk secepatnya pergi ke pengadilan. Untuk para pengawal tuan Arga yang tidak mengenakan tanda lencana yang dapat kami kenali, mohon maaf jika kalian tidak sengaja menjadi korban kami." Miguel memberikan pesan kepada semua anggota grup. Arga yang tidak setuju dengan cara tersebut, tidak lagi di gubris oleh Miguel. 


"Kami bukan orang baik sepertimu, dari lahir kami adalah penjahat. Biarkan kami melakukan peran kami sebagai penjahat. Jika kami mati, mungkin ini memang akhir dari kartel Miguel yang memang sebenarnya telah berakhir setelah Suarez berkuasa. Tetapi jika kami selamat, ini akan menjadi kebangkitan kami." Miguel memberikan pesannya lagi. 


Tidak berselang lama dari Miguel keluar dari grup WhatsApp pengawal Arga, terdengar suara tembakan dimana-mana. Suara tembakan terdengar seperti sebuah perang di Donbass, Ukraina. Bahkan ledakan-ledakan mulai terdengar. 


"Tuan, anda ada di mana? Kami mencari tuan dan hanya menemukan jasad Roby." Pengawal Arga mengirim pesan kepada Arga saat mereka hanya menemukan jasad Roby di dalam mobil. Mereka adalah belasan pengawal Arga yang dari awal ingin menjemput Arga. 


"Kalian terlalu jauh, aku berada di gudang kebersihan stasiun bawah tanah 91 beberapa blok dari pengadilan." Arga membalas pesan di grup. 

__ADS_1


"Aku tidak bisa menunggu, semoga kita bertemu di jalan. Aku harus bergerak, supaya tidak menyia-nyiakan usaha Miguel beserta orang-orangnya." Arga mengirim pesan sebelum Arga bergerak mencari jalan menuju pengadilan. 


Arga kini mulai bergerak, saat Arga berjalan, Arga melihat sebuah jaket dengan penutup kepala di sebuah kursi. Dengan segera Arga mengambil jaket tersebut dan mengenakannya. Arga juga mengenakan penutup kepala agar lebih sulit di kenali. 


Hal itu berhasil. Entah karena memang tidak ada yang bisa mengenali Arga atau karena sudah tidak ada lagi kelompok TP&P yang ingin membunuh Arga karena telah terfokus pada kekacauan yang di buat oleh Miguel. 


****


Miguel bersama dengan seratus orang lebih, menembak membabi buta dengan berbagai macam senjata, mereka berjalan berpencar dengan tetap melindungi satu sama lain. Siapapun yang mereka temui akan mereka bunuh. Mereka berjalan menuju ke kantor polisi. Cara yang Miguel buat, ternyata cukup ampuh membuat puluhan kelompok TP&P keluar menampakkan diri dan terus bertambah. Kini mereka adu tembak dengan kelompok TP&P secara langsung. Kelompok Miguel sangat puas. Sebab, kini Miguel dan orang-orangnya mengetahui siapa musuh mereka. 


Kelompok TP&P kini semakin banyak menampakkan diri untuk membunuh kelompok dari Miguel. Kelompok TP&P kini mengepung kelompok Miguel yang terpaksa harus menetap di sebuah gedung karena mereka kini telah di kepung oleh ribuan orang dari kelompok TP&P.


Bertahan di sebuah gedung, kini lebih menguntungkan bagi kelompok Miguel. Gedung yang kokoh, menjadi pelindung bagi kelompok Miguel. Terlebih jika mereka nantinya sudah tidak dapat mempertahankan lobby gedung, mereka masih bisa terus bertahan ke atas dan memanfaatkan ruangan yang begitu banyak di gedung tersebut. 


****


Arga kini sudah berhasil keluar dari stasiun kereta bawah tanah. Arga kini berlari dengan memeluk kepalanya sendiri. Hal itu bukan karena Arga takut dengan suara tembakan dan juga peluru, tetapi karena Arga mengikuti gerakan banyak orang yang berusaha lari dari tembakan dan ledakan. Sebab tidak semua kelompok Miguel memasuki gedung. Masih banyak dari mereka yang membentuk kelompok-kelompok kecil dan terus menembak membabi buta di jalanan. 

__ADS_1


Arga terus berlari dan sekali-kali berhenti di tempat yang di anggap aman yaitu kedai-kedai dan ruko-ruko di pinggiran jalan. Untuk menghindari keramaian, Arga memutuskan memotong jalur dengan melewati permukiman yang lumayan padat. Jalur jalan besar sangat rawan salah sasaran dari kelompok Miguel. Karena kelompok Miguel memang memfokuskan kekacauan di jalan-jalan besar area gedung-gedung bertingkat. 


Bukan hanya Arga yang memilih untuk lari melewati permukiman di sekitar gedung-gedung tinggi. Tetapi juga banyak penduduk yang juga melewati jalan tersebut. Bahkan tidak sedikit dari mereka memilih untuk berdiam dan berlindung di rumah-rumah yang mereka juga tidak tahu pemiliknya. Bagi penduduk kota McAllen, situasi kini sangat mencekam. 


__ADS_2