Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kekacauan Di Kota McAllen 2


__ADS_3

Kekacauan semakin merambat, preman kota memanfaatkan kekacauan yang di timbulkan oleh kelompok Miguel. Geng-geng kecil mulai menjarah toko-toko di dekat pusat kekacauan. Bahkan saat terjadi penjarahan di toko elektronik, penduduk sekitar juga ikut menjarah. Mereka tidak takut terkena salah sasaran tembak. Ada geng yang hanya memikirkan keuntungan finansial, ada juga geng yang ingin balas dendam pada pihak kepolisian. 


Hal itu di sambut dengan senang oleh kelompok Miguel. Kelompok kecil Miguel yang berada di luar gedung berusaha memprovokasi geng-geng tersebut. Hingga ada salah satu gedung di sebelah gedung yang menjadi basis pertahanan kelompok Miguel terbakar. Karena kelompok Miguel terus menembak semua orang yang dapat mereka tembak, tim pemadam sulit untuk leluasa memadamkan api. Hingga kebakaran menjadi sangat besar. Di dalam gedung terbakar, juga ada puluhan anggota dari kelompok TP&P.


****


Arga terus berlari. Meski banyak dari orang-orang yang sebelumnya juga berlari bersama Arga, memilih untuk berlindung di rumah-rumah permukiman tersebut. Kini Arga hanya kurang beberapa puluh meter lagi akan keluar dari permukiman. Arga melewati lorong di mana di sana ada sebuah cafe atau kedai. Terlihat di jalan selebar dua meter tersebut, ada 4 laki-laki sedang berjalan sendiri-sendiri dan 2 perempuan yang sedang jalan bersama. Nampak raut wajah khawatir dan takut dari orang-orang tersebut yang terlihat juga cara berjalan mereka seperti selalu mencurigai satu sama lain. 


Hal wajar terjadi, karena kini di kota tersebut terjadi banyak pembunuhan yang mereka sendiri tidak tahu pelakunya. Terlebih geng lokal yang juga ikut beraksi. Arga yang sudah lelah, berhenti untuk berlari dan memilih untuk berjalan. 


Arga juga menyempatkan berhenti sejenak di kedai untuk membeli minuman. Saat Arga menenggak minuman, orang yang sedang duduk berdua dan sebelumnya mengobrol biasa, berusaha menikam Arga yang sedang minum. 

__ADS_1


Arga yang berdiri dan meminum air botol mineral di sebelah kulkas dengan menghadap ke meja kasir. Pria di samping kanan Arga yang juga menghadap meja kasir, berusaha menikam Arga dengan tangan kanannya. Gerakan pria tersebut yang membutuhkan ancang-ancang untuk sekedar sedikit menghadap Arga, menjadikan peringatan untuk Arga. 


Dengan sigap Arga menangkis pisau pria tersebut dengan botol air mineral yang di genggam Arga. Pisau tertancap di botol air mineral dan Arga melepaskan air mineral saat pria tersebut akan menarik pisaunya dan akan menyerang Arga lagi. Sayang, botol air mineral yang menyangkut di pisau, memberikan kesempatan kepada Arga untuk menendang pria tersebut hingga terjatuh. Sedangkan pria yang berada satu meja dengannya, melompat untuk menusuk dari arah atas dengan waktu hampir bersamaan dengan Arga menendang. 


Dengan sigap, kaki kanan Arga yang belum turun ke lantai, di jadikan ancang-ancang buat Arga untuk melakukan tendangan salto kaki kiri. Tendangan kaki kiri Arga, mengenai rusuk pria tersebut dan berhasil lemparnya hingga jatuh ke meja. Dengan segera Arga meraih botol alkohol di meja dan memecahkannya. Lalu Arga melemparkan botol yang sudah tajam karena pecah kepada pria yang pertama Arga tendang hingga menamcap di lehernya. 


Sedangkan pria kedua yang masih kesakitan di lantai, Arga pukul kembali dengan kursi kayu di sampingnya hingga pria tersebut tewas. Arga keluar kedai untuk segera pergi ke kantor pengadilan, tetapi baru saja Arga keluar, Arga di sambut dengan serangan pria menggunakan pedang. Perkelahian di lorong terjadi antara Arga dengan tangan kosong dan pria menggunakan pedang. 


Terlihat dia wanita ketakutan melihat perkelahian Arga. Bahkan saat akan berpapasan, wajah kedua wanita tersebut sangat ketakutan. Baru satu langkah Arga melewati kedua wanita tersebut, secara mengejutkan kedua wanita menyerang Arga dengan pisau pendek berbentuk segitiga sedikit melengkung seperti baling-baling kipas. Kedua wanita tersebut berhasil menusuk punggung dan pinggang Arga, luka yang di timbulkan tidaklah dalam karena pisau tersebut hanya sepanjang 5cm. Tetapi setelah pisau berhasil menusuk, pisau itu mereka putar hingga memperparah efek tusukan. 


Dengan segera Arga menendang salah satu wanita tersebut dengan tumit karena mereka berada di belakang Arga. Satu wanita terpental. Tetapi wanita satu lagi, mengeluarkan pisau kecilnya di tangan kirinya. Kini kedua tangannya memegang pisau kecil dengan pegangan seperti kunci T.

__ADS_1


Belum sampai Arga menyerang wanita tersebut, ada seorang pria yang terus terlihat menelpon dari awal Arga melihatnya jalan di lorong, juga ikut menyerang Arga dengan mengeluarkan pisau dari handphonenya. Serangan tersebut berhasil menggorea punggung Arga. Beruntung jaket Arga tebal, sehingga kedalaman tusukan hanya menghorea kulit Arga dan hanya merusak jaket yang Arga kenakan. 


Merasakan serangan di punggungnya, dengan sigap Arga berputar dengan merentangkan tangannya dan langsung dapat meraih leher pria tersebut, lalu Arga mematahkannya. Pisau yang menancap di jaket Arga, Arga ambil dan Arga gunakan untuk menyerang wanita yang kini menggenggam dua pisau kecil. Dengan brutal Arga menyerang hingga menusuk perut dan dada wanita tersebut. Sedangkan wanita yang tadi di tendang Arga, masih belum bisa bangkit karena sakit di perut karena efek tendangan Arga. 


Arga berjalan di samping wanita tersebut dan menendang kepala wanita tersebut hingga terdengar suara tulang yang patah. Kini Arga menebak dua pria yang jalan sendiri-sendiri di lorong tersebut juga seorang musuh dari kelompok yang menyerang Arga dari awal. Arga tetap berjalan seolah tidak mencurigai kedua pria tersebut. 


Saat sudah berjarak tiga meter, Arga berlari sambil melemparkan pisaunya ke kepala pria terdekat. Pisau tersebut menancap di kepanya dan Arga yang sudah berlari, mengambil pisau yang tertancap di kepala pria tersebut dengan cara salto melewati pria tersebut yang akan roboh. Setelah pisau tercabut, sebelum kaki Arga menyentuh lantai, Arga melemparkan pisaunya lebih keras pada pria terakhir di lorong.


Pria tersebut tidak dapat menangkis atau sekedar menghindar meski jaraknya sejauh 6 meter. Pisau menancap di dada pria tersebut hingga ganggang pisau. Sementara ujung pisau menembua ke punggungnya. Arga dengan segera kembali berlari untuk menghindari perkelahian. 


****

__ADS_1


Sedangkan Adline yang mendengar rentetan tembakan, sangat mengkhawatirkan Arga yang belum juga sampai. Adline hanya melihat dari jendela karena ke empat pengawal Arga melarang Adline keluar. Adline dapat melihat dengan jelas kebakaran hebat yang membakar sebuah gedung tinggi. Banyak orang yang keluar untuk melihat kebakaran tersebut, tetapi mereka kembali masuk saat melihat konvoi geng kota yang akan menuju ke pusat kerusuhan. 


__ADS_2