
Saat Arga sudah membuka misi ke 5. Arga merasa ragu untuk menyetujui misi tersebut.
"Jika aku menolak misi? Apa yang akan terjadi? Apakah aku akan langsung menerima hukuman seperti jika aku gagal menjalankan misi?" Arga berbicara sendiri di dalam hatinya. Waktu yang sudah menunjukkan siang hari, membuat Arga cukup lelah dan lapar. Dari kemarin sore Arga tidak memakan apapun, terlebih lagi Arga telah menjalani beberapa pertarungan yang tentu saja sangat menguras energinya. Kini Arga duduk lesu dan semakin terasa lapar saat Arga telah mengingat bahwa dirinya belum memakan apapun.
Dalam kondisi lesu, Arga membuka handphone dan terlihat beberapa pesan WhatsApp masuk. Arga memang sengaja tidak membunyikan handphonenya karena tidak ingin terganggu saat menjalankan misi. Terihat beberapa pesan Whatsapp dari Siska.
"Sayang, kamu ada di mana?" Jam 15.16
"Sayang, proses jual beli telah selesai. Kini kamu sudah resmi menjadi pemilik tinggal dari Hard Rock Hotel Valent Stand. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Jam 18.20
"Apakah kamu begitu sibuk hingga tidak membaca pesanku? Jam 22.04
"Aku sudah kembali ke San Diego. Aku beristirahat di kamar manajer, kemarilah." Jam 01.40
"Bahkan sampai jam segini kamu belum membuka pesanku? Kamu ada di mana? Jangan lupa sarapan ya sayang." Jam 07.58
"Sayang, jangan membuatku khawatir, kamu ada di mana? Bahkan beberapa kali teleponku tidak kamu angkat. Apa yang terjadi padamu?" Jam 11.12
"Di hotel banyak wartawan, aku harus menjawab apa? Mereka pasti telah mendengar jika Hard Rock Hotel Valent Stand sudah berganti pemilik." Jam 11.27
"Sekarang aku benar-benar khawatir dengan keadaanmu. Jika sampai jam 15.00 kamu belum ada kabar, maka aku akan menghubungi polisi." Jam 12.15
Siska sampai mengirim 8 pesan untuk Arga. Bahkan Siska sudah puluhan kali mencoba menelpon Arga. Tetapi karena handphone Arga dalam kondisi senyap, membuat Arga tidak mengetahui jika banyak pesan masuk. Dari sekian banyak pesan masuk, ada dua nama lain yang menarik Arga untuk membaca pesannya.
__ADS_1
"Tuan, persyaratan pembuatan surat-surat kepemilikan unit 2206 membutuhkan tanda tangan tuan. Tetapi nanti temanku yang akan meminta tanda tangan kepada tuan Arga. Mohon maaf, saya tidak bisa meminta kepada tuan Arga secara langsung, karena saya ada urusan." Melisa mengirim pesan kepada Arga kemarin sore pukul 16.02
Sedangkan pesan satu lagi, sangat berat Arga membukanya. Bahkan Arga meneteskan air mata saat melihat nama dan foto yang terdapat di layar handphone Arga. Pesan tersebut dari Elena.
"Arga" Jam 20.06
"Apakah kamu akan datang malam ini?" Jam 21.13
"Aku lelah menunggu. Terserah padamu" Jam 22.01
Elena mengirim pesan kepada Arga sebelum Arga datang ke kamar Elena hingga terjadi sesuatu hal-hal yang sama-sama mereka inginkan dan sama-sama untuk kali pertama.
Air mata Arga tidak dapat tertahan saat melihat pesan dari Elena. Wanita yang benar-benar membuat Arga tertarik. Terlebih Elena merupakan wanita pertama yang Arga tiduri. Air mata yang semakin membanjiri pipinya, menetes hingga menggenang ke lantai. Rasa sakit di tinggal Elena ini bahkan lebih sakit daripada saat Arga diputuskan oleh Efely mantan Arga yang sudah dipacari selama 2 tahun lebih.
"Aku akan membalas kematianmu sayang. Meski singkat, sangat terasa aku sangat mencintaimu. Rasa kehilangan ini. Akan aku ingat sampai matiku. Aku sudah kehilangan 2 wanita yang aku cintai." Arga kini bergumam lebih keras dari sebelumnya.
"Ibu… Elena… aku akan membalaskan kematian kalian!! Dendam ini akan aku bawa mati, jika aku tidak dapat membalas ketika aku hidup. Maka biarlah arwahku yang akan membalas jika aku mati!!" Arga bergumam dengan cukup keras, bahkan suaranya hampir sama ketika Arga berbicara biasa.
Kini Arga kembali menatap layar transparan di depannya dengan air mata yang masih membekas di pipinya. Semangat Arga kini semakin berkobar untuk menyelesaikan misi terakhir.
Setelah Arga membuka kembali menu misi. Kini Arga memilih Terima misi ke 5.
(Misi ke 5. Ucapkan selamat dan terimakasih dengan benar kepada diri sendiri karena telah menyelesaikan 4 misi sebelumnya dengan suara lantang. Hadiah menyelesaikan misi tidak. Hukuman tidak menyelesaikan misi adalah pengurangan poin sebesar 70 poin. Waktu tersisa untuk menjalankan misi adalah 2 jam 44 menit)
__ADS_1
"Apa!! Misi ke 5 hanya mengucapkan selamat dan terimakasih pada diri sendiri? Yang benar saja." Arga membatin terkejut saat melihat misi terakhir yang dia terima.
"Terimakasih diriku sendiri dan selamat telah menyelesaikan misi." Arga berteriak mengucapkan hal itu. Hingga beberapa pengunjung memandangnya dengan terheran.
"Akhirnya 5 misi telah aku selesaikan." Arga berbicara kepada dirinya sendiri dengan senang dan bangga.
"Kenapa terasa janggal? Seharusnya akan ada notifikasi saat aku menyelesaikan misi." Dengan segera Arga membuka menu misi di layar transparannya dan terlihat misi 1-4 sudah berwarna hijau, menandakan misi telah selesai. Tetapi tidak demikian dengan misi ke 5. Warna tulisan tetap berwarna hitam pada misi ke lima. Warna tersebut menandakan jika Arga belum menyelesaikan misi. Arga kembali membaca aturan misi yang mengucapkan selamat pada diri sendiri dan ucapan terimakasih kepada diri sendiri dengan benar.
"Dengan benar? Apa maksudnya ini? Mengucapkan selamat dan terimakasih kepada diri sendiri dengan benar. Mungkin itu yang di maksud." Arga berbicara pada hatinya.
"Ya, aku tahu." Arga berbicara pada dirinya sendiri.
"Saya Arga Litohu, mengucapkan terimakasih kepada Arga Litohu karena telah menyelesaikan misi yang sudah di Terima. Aku juga memberikan selamat kepada Arga Litohu karena telah menyelesaikan misi yang sudah di Terima." Arga berbicara dengan lantang dan jelas. Hingga kembali menjadi perhatian banyak orang. Bahkan pengawal Arga kini seakan malu karena mengawal Arga yang di kira gila oleh banyak orang di bandara.
Setelah Arga melakukan hal tersebut, muncul layar transparan di depan Arga dengan memunculkan sebuah notifikasi di layar. Ketika Arga menekannya, terlihat tulisan di layar (misi sukses).
Setelah ke 5 misi sukses, Arga terlihat lega dan senang. Kini Arga mengajak belasan pengawalnya untuk mencari makan. Sebab perut Arga benar-benar lapar sampai terasa lemas ke seluruh tubuh.
Arga berjalan untuk mencari restoran yang dia suka. Hingga akhirnya Arga memilih restoran yang memiliki view ke landasan dan memperlihatkan pesawat-pesawat yang akan terbang dan mendarat.
🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏
TERIMAKASIH...
__ADS_1