
Arga, Mancini, dan satu pengawal lain berlari meninggalkan Roby yang terjepit. Mereka bertiga berlari sejauh mungkin melewati lorong antara dua gedung tinggi hingga mereka menemukan keramaian. Dalam keramaian, mereka berjalan berbaur dengan keramaian.
"Hati-hati, aku merasakan banyak mata yang mengawasi kita." Arga merasakan ada yang aneh dalam keramaian tersebut. Mata Arga berusaha menghafal orang-orang yang berjalan di sekitar melebihi 2x melewati Arga dan dainnya. Sebab Arga mencurigai jika orang-orang tersebut salah satu dari yang menginginkan nyawa Arga.
"Berusahalah menghafal orang-orang yang selalu melewati kita lebih dari 2x. Dan berhati-hatilah pada orang-orang tersebut. Aku mencurigai gerak mereka. " Arga mengingatkan Mancini dan satu pengawal tersisa. Tanpa menjawab, Mancini dan satu pengawal Arga dengan sigap mulai mewaspadai gerak orang-orang yang menurut mereka mencurigakan.
Saat ada seorang wanita berjalan berpapasan dengan Arga, dia berusaha menikam Arga. Akan tetapi, pengawal Arga dengan sigap menghalau tikaman tersebut dengan menekuk tangannya sendiri hingga menusuk dada wanita itu sendiri. Tetapi saat pengawal Arga memegangi tikaman kepada wanita tersebut supaya tidak terjabut dan memastikan kematiannya, dari belakang ada yang menusuk leher pengawal arga.
Pengawal Arga roboh bersama dengan wanita yang juga sudah tidak bernyawa. Sontak kejadian tersebut membuat orang-orang ketakutan dan berhamburan menjauh. Dalam kekacauan tersebut, ada beberapa orang yang seolah-olah panik berlari. Tetapi saat sudah dekat dengan Arga, orang tersebut berusaha menikam Arga dan Mancini.
Dengan segera Arga menghindar dan meraih kepala orang tersebut dan memutarnya hingga patah leher dan terjatuh lunglai. Dari sisi yang lain, Mancini juga telah melumpuhkan seseorang yang menikam nya dengan pisau kecil. Mancini tertusuk di pinggang sebelah kiri. Akan tetapi orang yang menikam Mancini tewas tanpa ampun oleh Mancini.
__ADS_1
Arga dan Mancini kini juga menjauh dari mayat yang berada di tengah-tengah jalan yang sebelumnya merupakan jalan yang menjadi keramaian pejalan kaki. Arga yang mengetahui Mancini terluka, dengan cepat di totok di bagian saraf-sarafnya hingga darah tidak lagi keluar dari luka Mancini.
Arga dan Mancini kini melewati jalur kereta bawah tanah untuk menaiki kereta supaya cepat sampai di kantor pengadilan dan mengurus kasus-kasus yang di timpa oleh seribu lebih imigran. Tetapi perjalanan Arga tidaklah mudah, sebab Arga telah di tunggu oleh orang-orang profesional yang siap membunuhnya. Arga dan Mancini segera menaiki kereta bawah tanah untuk menuju stasiun terdekat dengan kantor pengadilan.
****
Di sisi lain, para pengawal Arga dan orang-orang dari kelompok Miguel yang tidak mengetahui siapa lawan mereka, seperti sedang di buru oleh kelompok serigala berbulu domba. Mereka hanya dapat mengenali lawan saat mereka sedang di serang. Banyak pengawal Arga yang terbunuh dan terluka karena serangan dari orang-orang yang tidak dapat mereka kenali.
Kelompok TP&P berbaur dengan orang-orang umum tanpa tanda dan ciri khusus. Meski ada ribuan orang dari kelompok TP&P di kota McAllen, mereka semua saling mengenal satu sama lain karena mereka adalah kelompok yang sudah bersama bertahun-tahun. Sedangkan kelompok dari para pengawal Arga dan kelompok Miguel memiliki tanda agar mereka dapat saling mengenal.
Dalam group whatsapp pengawal Arga, mereka saling mengabarkan rekan mereka yang tewas. Roby yang sudah dalam kondisi terjepit body mobil, berusaha untuk di selamatkan oleh orang-orang sekitar. Roby masih sempat menyuruh para pengawal Arga dan orang-orang dari kelompok Miguel untuk membuang tanda yang identik dengan mereka. Sesaat setelah Roby menyampaikan hal itu, ada seseorang datang dan menembak Roby beberapa kali hingga Roby tewas.
__ADS_1
Mendapati perintah tersebut dari Roby, dengan segera para pengawal Arga dan orang-orang dari kelompok Miguel, membuang tanda yang ada pada mereka. Kini, musuh Arga hanya dapat mengenali orang-orang yang memang mereka hafal sebelumnya.
****
Di dalam kereta dengan bentuk kursi saling berhadapan antara kanan dan kirinya. Di dalam gerbong sudah ada belasan orang di dalamnya dengan berbagai karakter orang. Saat Arga berjalan mencari tempat duduk, tiga orang yang duduk di kursi kanan dan kiri, menyerang Arga saat Arga melewati mereka bertiga untuk mencari tempat duduk. Mereka bertiga menyerang dengan pisau dalam waktu hampir bersamaan. Dengan gerakan reflek, Arga menangkis tikaman orang yang berada di samping kanannya dengan tangan kanan Arga dengan memutar tangannya supaya orang tersebut kehilangan keseimbangan.
Sedangkan orang di samping kiri, Arga mendahului serangannya dengan menendang leher orang tersebut hingga tersungkur dan patah leher. Sedangkan satu lagi, di halau oleh Mancini yang berjalan di belakang Arga. Mancini menendang tangan orang tersebut hingga pisaunya terpental dan menancap di langit-langit gerbong kereta. Belum sampai kaki Mancini turun, tangan Mancini memukul orang tersebut hingga kembali duduk di kursinya. Setelah orang tersebut terduduk di kurainya kembali, Mancini kembali menendang perut orang tersebut lalu memukul wajah orang tersebut dengan membabi buta.
Sedangkan di waktu bersamaan saat Mancini menendang perut orang yang menyerang Arga. Arga masih memutar tangan pria yang berada di sisi kanannya dan berusaha menikamnya. Lalu Arga meraih bahu orang pria tersebut dengan tangan Arga yang lain. Saat Arga akan mematahkan tangan pria tersebut, Arga melihat pria yang duduk berhadapan dengan seorang wanita yang menggendong bayi berdiri dari kursinya dan mengeluarkan pistol. Dengan segera Arga memutar tubuh pria yang bahunya sedang di pegang oleh Arga untuk di jadikan perisai.
Arga mendorong tubuh pria yang kini di jadikan tameng untuk mendekati orang yang terus menembak ke arah Arga. Saat Arga sudah dekat, Arga melemparkan tubuh pria tersebut hingga menabrak penembak. Penembak tersebut terjatuh tertindih mayat rekannya. Arga maju untuk membunuh pria tersebut. Bersamaan dengan itu, wanita yang duduk menggendong bayi berdiri dan mengeluarkan golok yang dia bungkus dengan selimut bayi hingga terlihat seperti menggendong bayi. Wanita tersebut akan menyabet Arga dari belakang bersamaan saat Arga akan membunuh pria penembak.
__ADS_1
Belum sampai, wanita tersebut menyabetkan goloknya, kepala wanita tersebut tertancap pisau yang di lemparkan oleh Mancini. Arga menoleh sebentar saat wanita tersebut roboh di belakangnya lalu kembali melangkah untuk membunuh pria penembak. Orang-orang yang tidak terlibat, terlihat ketakutan melihat kejadian mengerikan di dalam gerbong.
Arga dan Mancini bernafas lega lalu duduk di kursi dengan berjauhan di dekat orang yang sudah mereka bunuh. Tetapi semuanya belum berakhir, kelompok tersebut memiliki orang-orang di setiap gerbong, setiap angkutan umum dan di sepanjang jalan kota McAllen. Mereka semua menghafal wajah Arga, sebagai sasaran utama. Mancini, Roby dan Bella sebagai orang yang selalu di samping Arga.