Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Pelukan


__ADS_3

Saat Arga masuk restoran, banyak pasang mata yang sedang melihatnya, bahkan tidak sedikit dari mereka menatap Arga dari awal memasuki restoran hingga Arga duduk. Terdengar sayup-sayup suara mereka saling berbisik satu sama lain. Arga sampai dibuat salah tingkah karena pandangan dari banyak orang di restoran tersebut. Hingga seorang pelayan tiba menghampiri Arga dan langsung meminta berfoto bersama sebelum dia melayani Arga beserta pengawalnya. Meski dengan rasa canggung, Arga menerima permintaan foto bersama dengan pelayan restoran tersebut. 


"Jika boleh aku tau, mengapa kamu meminta foto bersama denganku?" Arga yang merasa terheran, bertanya dengan sopan kepada pelayan restoran tersebut. 


"Tuan, apakah tuan tidak tahu jika tuan menjadi trending topik di media sosial? Bahkan beberapa stasiun televisi menayangkan berita tentang tuan Arga Litohu. Apa benar nama yang aku ucapkan?"


"Ya, aku Arga Litohu. Aku juga tidak tahu jika aku menjadi trending topik di media sosial. Memangnya apa yang membuatku trending di media sosial hingga beberapa stasiun televisi menyiarkannya. Sedangkan aku tidak begitu aktif di media sosial."


"Berawal dari kematian puluhan orang di bandara karena menyerang rombongan tuan hingga menjadi pertarungan di bandara dini hari tadi. Tuan yang hanya berenam dapat mengalahkan 50an orang lebih. Bahkan cara tuan bertarung yang paling dominan dari semuanya. Terlebih lagi tuang hanya menggunakan tangan kosong meski setelahnya banyak senjata tajam yang berserakan, tuan tetap bertarung dengan tangan kosong seperti di film-film action. Bahkan tuan tidak terluka sama sekali."


"Setelah video tersebut diunggah di media sosial. Dengan cepat vidio tersebut trending hanya dalam hitungan jam. Bahkan stasiun televisi yang menyiarkan sisa dari kejadian pertarungan tersebut dengan mayat bergelimpangan mulai mencari aktor utama dalam pertarungan. Hingga video pertarungan juga disiarkan di televisi. Setelah itu, stasiun televisi mulai mencari data anda dan di ketahui jika aktor utama dalam pertarungan tersebut bernama Arga Litohu. Bahkan di sana juga disebutkan jika tuan adalah orang kaya baru. Sebab malam sebelumnya tuan juga masuk dalam berita bahwa tuan adalah pemilik baru dan pemilik tinggal dari Hard Rock Hotel Valent Stand."

__ADS_1


Mendapat penjelasan tersebut, dengan segera Arga berdiri dan meninggalkan restoran tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memilih untuk makan di Hard Rock Hotel Valent Stand. Tidak lupa, sebelum Arga meninggalkan restoran, Arga memberi hadiah kepada pelayan restoran tersebut sebesar $500.


"Coba jika dia tertarik padaku, aku pasti dapat hidup bahagia dengan kekayaan yang dia miliki. Aku juga akan merasa aman bersama orang yang dapat mengalahkan puluhan orang." Pelayan tersebut berbicara sendiri di dalam hatinya ketika melihat Arga pergi meninggalkan restoran. 


****


Saat matahari mulai terbenam, Arga sampai di Hard Rock Hotel Valent Stand. Perjalanan yang cukup lama karena kemacetan di sepanjang jalan menuju Hard Rock Hotel Valent Stand. 


"Maafkan aku karena aku tidak membalas pesanmu. Banyak hal yang aku hadapi 24jam terakhir ini. Biarkan dulu para wartawan tersebut, nanti aku akan membuat Konferensi Pers. Aku ingin di siapkan makanan dan makan bersamamu. aku juga ingin mengetahui bagaimana hasil pembicaraan di New York, dan juga tolong siapkan makanan untuk mereka juga." Arga berbicara sambil menunjuk para pengawalnya. 


Setelah mengatakan hal tersebut, Arga menuju kamarnya, sedangkan Siska melanjutkan pekerjaannya. Hingga saat makanan sudah selesai disiapkan, Siska memanggil Arga di kamarnya. 

__ADS_1


"Sayang, makan malam sudah siap." Siska memanggil dan mengetuk pintu kamar. Tetapi tidak ada jawaban dari Arga, sehingga Siska memutuskan untuk membuka pintu dengan kode khusus yang dia miliki. Siska masuk ke dalam kamar dan terlihat Arga tertidur di ranjang dengan kaki tetap berada di bawah. 


"Kamu pasti sangat lelah, tadi kamu sempat mengatakan jika kamu menghadapi banyak hal 24 jam terakhir ini. Aku juga melihat video pertarunganmu di bandara. Apa sebenarnya yang kamu hadapi." Siska berbicara sendiri dengan menatap Arga yang sedang tertidur. Melihat Arga tertidur dengan posisi kaki di bawah. Siska berusaha menaikkan kaki Arga supaya tidak semakin terasa capek setelah bangun dari tidurnya. Cukup bersusah payah Siska menaikkan kaki Arga. Saat kaki Arga sudah berada di atas, tiba-tiba Arga terbangun dan memeluk Siska dengan erat. 


"Bagaimana kamu tahu aku ada di sini? Aku kira kamu sudah tewas terbakar di dalam pesawat. Maafkan aku karena melibatkanmu." Arga memeluk Siska dengan erat sesaat Arga membuka mata dari tidurnya. Arga juga menciumi leher dan pipi Siska. Saat Arga akan mencium bibir Siska, Arga mengurungkannya karena telah sadar jika wanita di depannya bukanlah Elena, melainkan Siska. 


Siska yang mengetahui jika Arga tidak sedang memeluknya, tetapi sedang memeluk wanita di dalam pikirannya. Tetapi Siska tetap diam saat Arga mulai mencium leher dan pipinya. Bukan karena Siska mengambil kesempatan karena kejadian tersebut. Tetapi karena Siska terkejut dengan nama yang di sebut oleh Arga adalah Elena yang di ketahui Siska merupakan pramugari yang baru di kenal Arga.


Siska hanya terdiam melihat Arga yang terlihat canggung kepadanya. Tetapi Siska tidak membahasnya dan lebih memilih untuk mengajak Arga untuk makan malam. 


"Ada hubungan apa Arga dengan pramugari itu? Dan apa yang terjadi dengan pramugari itu? Mengapa Arga mengatakan tentang tewas dan kebakaran pesawat? Apakan wanita itu salah satu korban tewas dari terbakarnya pesawat Elena air di bandara zapata? Itu artinya Arga berada di zapata saat kejadian terbakarnya pesawat Elena air. Aku tidak boleh membahasnya, aku harus memiliki Arga. Dengan memberikan perhatian di saat seperti ini. Akan menjadi nilai tambah dan memberikan peluang lebih besar mendapatkan Arga." Siska berbicara sendiri di dalam hatinya. 

__ADS_1


Disaat makan malam bersama Siska, banyak hal yang ditanyakan oleh Arga tentang kepemilikan hotel ini. Arga juga bertanya tentang wartawan yang sedang menunggunya di depan hotel. Arga ingin mengetahui apa yang ingin mereka tanyakan. Arga juga berpikir bahwa ini adalah awal dari tujuan misi sistem kuadrilliun Imigran Gelap yang menuntut Arga untuk menangani permasalahan imigran dengan cara menjadi pemimpin negara ataupun tidak asalkan dapat mengganti peraturan Presiden yang berlaku saat ini. 


__ADS_2