Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Frank Terbunuh


__ADS_3

Dua orang yang baru saja membawa Adline ke ruang bawah tanah, melangkah perlahan mendekati ruangan di mana Frank dan kawan-kawannya berada. Mereka berdua melangkah perlahan karena terdengar teriakan kesakitan dari ruangan tersebut. Mereka tidak mengetahui dengan pasti apa yang terjadi di sana. Tetapi mereka menebak jika suara teriakan tersebut adalah suara dari Frank. Oleh karena itu mereka berdua melangkah perlahan. 


"Aku sangat yakin jika itu adalah suara dari Frank. Mungkin situasinya kini berbalik."


"Tapi kita harus memastikannya terlebih dahulu." Mereka berdua berbicara saat mereka mulai perlahan melangkah. Tetapi langkah mereka terhenti karena secara mengejutkan ada sosok wanita berdiri di depan mereka dengan tangan yang masih bergelang borgol tetapi rantai yang menghubungkan telah putus. 


Secara reflek mereka akan mencabut pistolnya. Tetapi Bella mengurungkan tindakan mereka berdua karena tendangan cepat Bella menghentikan gerak kedua tangan mereka. Terkejut dengan kecepatan Bella, mereka menatap Bella lalu pingsan karena dengan cepat Bella memukul mereka berdua dengan keras. Setelah melumpuhkan kedua orang tersisa, Bella kembali ke ruangan tersebut. 


****


"Nona, sebaiknya anda mengurungkan niat anda. Tunggu sampai situasi aman, anda harus bersembunyi dan lari untuk mengungkap fakta sebenarnya jika Frank yang membunuh tuan David." Para pembantu David yang bersembunyi sejak awal terdengar letusan senjata, memperingarkan Adline yang sedang berjalan menggenggam sebuah pistol. Mereka menghalangi Adline yang akan menuju ke ruangan di mana mayat David berada setelah mendengar cerita Adline yang mengatakan jika Frank di balik terbunuhnya David. 


"Tidak, aku harus membalas kematian ayahku dengan tanganku sendiri." Rumah yang sangat besar membuat suara teriakan Frank tidak terdengar. Sehingga Adline tidak mengetahui jika situasi sudah dapat di kendalikan oleh Arga dan Bella. 


****

__ADS_1


Krak.. Suara patah tulang jari telunjuk Frank. Satu persatu, persendian jari-jari tangan Frank di patahkan oleh Arga. Tetapi, meski Frank menangis, Frank tetap tidak mau mengatakan apa yang di inginkan Arga. 


"Sungguh luar biasa, semua sendi jari-jari tangan kananmu sudah patah, kamu tetap tidak mau bicara. Mungkin aku harus memainkan tanganmu terlebih dahulu." Setelah Arga mengatakan hal tersebut, Arga menginjak jari-jari tangan Frank yang sudah patah di setiap sendinya. 


Rasa sakit tersebut semakin mengencangkan teriakan Frank. Sakit yang di rasakan saat di injak, lebih menyakitkan saat Arga mematahkan sendi tulang-tulang Frank. 


Teruslah bungkam, aku akan semakin lama menikmati ini semua. Setelah tulang-tulangmu patah dan remuk, hingga tidak ada lagi tulang yang dapat aku patahkan, aku akan mulai mencabut satu persatu tiap tulang jari-jarimu.


Sakit yang sudah tidak tertahan lagi, membuat Frank ingin berbicara. Tetapi Frank takut dengan resiko yang akan dia terima. Mungkin Frank dapat mati dengan cepat jika Frank mengungkap segalanya. Tetapi, tidak dengan keluarga besar Frank yang mungkin akan mengalami siksaan melebihi yang di alami Frank. 


Sebab dalam setiap percakapan yang di lakukan Frank, sudah terekam dan terkirim langsung ke pusat. Mungkin juga secara langsung sudah mereka dengar. 


Arga tidak terpancing sama sekali dengan provokasi dari Frank. Sebab Arga membutuhkan informasi jaringan yang di ikuti Frank. Keyakinan Arga sangat kuat jika Frank terlibat dalam pembunuhan ibu kandung Arga dan juga peserta sistem kuadrilliun imigran gelap sebelum-sebelumnya. 


Arga terus menyiksa Frank supaya Frank memberikan informasi yang Arga inginkan. Hingga beberapa saat kemudian, Adline datang dengan membawa pistol. Asline yang sebelumnya mengintip keadaan di ruangan tersebut, dengan segera keluar dari tempatnya bersembunyi ketika melihat Arga sudah dapat merobohkan Frank. 

__ADS_1


Adline yang berniat menghabisi Frank, terdiam dan tercengang saat melihat kondisi tubuh Frank yang sudah tidak seperti manusia. Sendi-sendi yang seharusnya, tidak berada di tempatnya. Kaki yang seharusnya dapat di tekuk ke belakang, kini tertekuk kedepan. Hal yang belum pernah Adline saksikan sebelumnya. Hanya kepala dan tubuhnya yang masih normal. Sedangkan kaki dan tangan sudah seperti tidak memiliki tulang. 


Adline melihat Frank menangis karena kesakitan yang sangat luar biasa. Sempat muncul rasa iba di hati Adline, tetapi semua itu sirna ketika Adline mengingat kematian David. Adline mengangkat pistolnya dan mengarahkan ke arah Frank. 


"Aku masih membutuhkan informasinya. Aku masih akan menyiksanya sampai dia buka mulut dan memberi informasi yang aku butuhkan." Arga berbicara perlahan kepada Adline yang terlihat emosi dan berusaha menurunkan tangan Adline yang sedang menodongkan senjatanya. Tetapi tangan Adline telah kaku dan bersiap menembak Frank.


Taaarrrr.. Suara kaca jendela pecah tertembus oleh peluru. Dengan sigap Arga menarik Adline supaya berada di sisi gelap penembak. Peluru menembus kepala Frank dan membunuh Frank. Penembak tersebut adalah utusan dari pemimpin tertinggi kelompok TP&P. Frank yang sudah menyebutkan lokasinya, dengan mudah di lacak dan di tembak mati oleh pemimpin tertinggi. 


Frank merupakan pemimpin wilayah California. Frank yang merupakan sahabat dan tandem Mancini, sewaktu masih sama-sama menjadi seorang pilot. Membuat Frank sedikit mengerem untuk menindak Arga yang berada di wilayahnya. Tetapi saat mengetahui Mancini telah tewas dalam serangan di kota McAllen membuat Frank mulai menyusun rencana dengan baik. Tetapi belum sampai rencana menangkap atau membunuh Arga di jalankan. Arga telah bertemu Frank yang masih tanpa persiapan rencana. Emosi Frank atas kematian Mancini yang membuatnya ceroboh saat bertemu dengan Arga di ruangan tersebut. 


Bella yang berada di luar ruangan, juga berlindung dan mencari tempat penembak berada. Bella menampakkan dirinya untuk memancing penembak misterius menembak ke arah Bella. Benar saja, saat Bella baru berdiri di kaca yang tertembus peluru, dengan mata tajamnya Bella melihat kilatan tembakan dari sebuah gedung tinggi. 


Dengan cepat Bella bergeser dua langkah ke samping dan membalas tembakan orang tersebut dengan pistol. Peluru mengenai tepat di kepala penembak tersebut. Setelah yakin penembak berhasil di lumpuhkan, Bella segera masuk ke dalam untuk melihat keadaan di dalam ruangan. 


****

__ADS_1


"Bunuh dengan cepat semua keluarga besar Frank tanpa penyiksaan. Frank tetap bungkam meski dia tersiksa cukup lama. Jangan bunuh yang masih di bawah 5 tahun untuk apresiasi terhadap bungkamnya Frank." Pemimpin tertinggi memerintahkan anak buahnya untuk membunuh keluarga besar Frank sesuai dengan perjanjian yang tertulis bagi seluruh pemimpin wilayah yang tertangkap atau terbunuh oleh peserta sistem. 


"Siap tuan. Kami laksanakan."


__ADS_2