Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Tidak Ingat Aiden?!#


__ADS_3

Aiden terdiam mendengar ucapan Ayra, dia menatap Ayra yang sama sekali tidak menatapnya dengan penuh cinta seperti biasanya. Ayra malah menatapnya dengan bingung.


"Sayang.."


Ayra terkejut mendengar panggilan Aiden padanya, lalu dia melirik Saqila yang juga ada disana. "Tuan, jangan seperti itu. Nyonya ada disini"


Deg..


Aiden benar-benar merasa jika Ayra yang sekarang memang bukan Ayra yang mengenalinya lagi. Ayra yang menatapnya dengan tatapan seperti itu, benar-benar membuat hati Aiden merasa tersayat.


"Ayra, apa kamu tidak ingat jika kamu telah menikah dengan Aiden?" Tanya Mami


Ayra terdiam beberapa saat dan merasa jika dirinya tidak pernah menikah dengan siapa pun. Ayra masih anak kuliahan yang masih polos.


"Bagaimana mungkin saya menikah dengan Tuan Aiden, dia suaminya Nyonya Saqila"


"Ya ampun, kita harus memanggil Dokter sekarang" Saqila langsung berlalu dari ruangan Ayra dan memanggil Dokter, karena kepanikannya ini membuat dia lupa jika di dalam ruangan Ayra juga ada tombol darurat untuk memanggil Dokter.


Di dalam ruangan, Aiden masih mencoba membuat Ayra ingat tentang dirinya. "Sayang, kita sudah menikah"


Ayra langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Aiden. Dia merasa bingung dengan keadaan ini. Dan kenapa juga dia bisa berada di rumah sakit ini.


"Tuan, jangan seperti ini, nanti Nyonya akan marah"


Aiden menatap Ayra dengan tatapan sendu dan bingung, rasanya dia tidak mungkin bisa hidup jika tanpa Ayra. Hatinya begitu sakit ketika melihat Ayra yang tidak mengenalinya sebagai seorang suaminya.


"Sayang, aku adalah suamimu. Bahkan kita sudah mempunyai seorang anak laki-laki" Aiden tetap memaksa agar Ayra mengingat dirinya sebagai suaminya. Bukan sebagai Tuan Aden, istri dari Saqila.

__ADS_1


"Tuan, jangan seperti ini. Tuan bukan suami saya, lagian saya juga belum... Arghh" Ayra mmegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


Dia merasa jika Aiden sudah gila karena mengatakan jika dirinya adalah istrinya, tapi ketika Ayra mencoba untuk tidak mengakui AIden sebagai suaminya, kenapa kepalanya malah semakin terasa sakit dan pusing. Merasa jika ada bayangan yang tidak jelas dalam ingatan Ayra.


"Ayra, tenang Nak. Kamu tenang dan jangan dulu terlalu memikirkan ssemuanya" Mami langsung menenangkan Ayra yang memegangi kepalanya yang sakit.


Aiden terdiam beberapa saat, melihat istrinya yang kesakitan membuat Aiden tidak bisa terus memaksa Ayra untuk mengingat semua tentang mereka berdua. Aiden merasa jika Ayra begitu kesakitan seperti ini.


Dokter datang dengan diikuti oleh Saqila. Langsung memeriksa keadaan Ayra setelah mendengar penjelasan dari Saqila barusan. Semua orang yang menunggu disana tentu saja merasa panik dan cemas dengan keadaan Aiden.


" Sepertinya Nona Ayra mengalami Amnesia traumatis. Biasanya amnesia ini terjadi karena cedera pada kepala yang diakibatkan oleh kecelakaan, benturan, pukulan atau jatuh dari ketinggian. Ingatan yang hilang akan bergantung pada bagaimana trauma atau kerusakan pada area otak yang dialami. Amnesia jenis ini dapat membuat seseorang kehilangan ingatan secara sementara atau permanen"


Mendengar penjelasan Dokter membuat tubuh Aiden melemas seketika, dia takut jika selamanya Ayra akan hilang ingatan selamanya.


"Dok apa Ayra masih bisa sembuh dan mengingat semuanya kembali?" tanya Saqila


Ayra yang berada diatas ranjang pasien hanya terdiam dengan wajah bingung. DIrinya hilang ingatan, merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan apa yang terjadi saat ini. Merasa jika kejadian ini adalah sebuah mimpi semata. HIlang ingatan hanya ada dalam sebuah sinetron saja. Tapi kenapa saat ini dirinya benar-benar mengalaminya. Tapi apa bernahkah jika dirinya telah menikah dengan Aiden?


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Mama dan Papa juga sudah sampai di tanah air, keduanya begitu terkejut ketika mendengar keadaan Ayra yang sebenarnya. Dan saat ini Dokter sedang melakukan pemeriksaan lebiih lanjut pada Ayra dan ingatannya.


"Apa kamu mengingat hal yang terjadi dalam hidup kamu?"


"Saya mengingat semuanya, tentang saya yang masih kuliah dan Ibu saya juga bekerja di rumah Tuan Aiden dan Nyonya Saqila. Tapi kenpa sekarang tiba-tiba Tuan Aiden bilang jika saya adalah istrinya. Bagaimana bisa saya yang seorang anak pembantu menjadi istri dari majikan Ibu saya. Saya tidak percaya dengan ucapan Tuan Aiden waktu itu"


"Baiklah, Nona jangan terlalu memikirkan sesuatu hal yang terlalu berat dulu. Nona istirahat dulu saja"

__ADS_1


Dokter keluar dari luar ruangan Ayra dn menyampaikan apa yang Ayra katakan padanya, kepada anggota keluarganya ini.


"Dok semua itu kejadian beberapa tahun lalu, sekitar 5 tahun atau 4 tahun lalu" jelas Saqila setelah mendengar cerita Dokter barusan.


"Ya, berarti amnesia traumatis yang dialami Nona Ayra tidak permanen. Nona Ayra hanya mengalami hilang ingatan bagi beberapa bagian saja, masih bisa disembuhkan dengan seiring berjalannya dan obat yang terus teratur di minum. Saya sarankan untuk memberikan beberapa kenangan yang pernah dialami Ayra saat-saat bersama kalian. Saya dengar Nona juga sudah mempunya seorang anak, jadi bisa coba untuk mendekatkan anaknya pada Nona Ayra. Karena biasanya ikatan seorang Ibu dan anak adalah ikatan batin terbesar"


"Baik Dok"


Mereka semua cukup menghela nafas lega ketika mendengar ucapan Dokter kali ini. Meski Ayra tetap belum bisa mengingat tentang mereka semua, tapi setidaknya dia punya harapan untuk sembuh dan bisa mengingat kembali.


"Sudahlah, saat ini kita harus bekerja sama membuat Ayra merasa nyaman dan jangan dulu untuk menekan dia agar ingat tentang kita semua" kata Papa, yang mengerti dan mulai menerima keadaan.


Meski saat tahu jika anaknya sendiri tidak mengingatnya, hati Papa cukup sedih. Karena dia mengenal Ayra dan mengetahui keberadaan anaknya itu baru beberapa tahun ini.


Dan Aiden hanya duduk diam diatas kursi roda dengan menatap ke arah pintu ruangan istrinya yang tertutup itu. Dia merasa semua ini hanya sebuah mimpi, namun ternyata semuanya adalah kenyataan. Bagaimana istri yang sangat dia cintai, kini bahkan tidak mengingat siapa dirinya ini.


Kenapa kau memberikan aku cobaan ini, Tuhan? Apa mungkin ini adalah sebuah karma?


Entahlah, mungkin Aiden juga harus merasakan perjuangan Ayra saat dulu. Ketika dirinya yang selalu bersikap dingin pada Ayra dan apa yang dilakukannya.


Dan beberapa hari berada di rumah sakit, akhirnya sekarang Aiden bisa pulang. Meski tanpa Ayra disampingnya, karena istrinya itu masih perlu di rawat beberapa hari lagi. Keadaannya saat kecelakaan itu membuat Ayra cukup mengalami cedera yang parah di kepala dan beberapa bagian tubuhnya.


Ketika AIden masuk ke dalam kamar, helaan nafas panjang langsung terdengar. Semua kenangannya bersama Ayra ada disini. Tentu saja Aiden belum bisa beradaptasi dengan keadaan ini. Tentu saja Aiden masih jika semua ini hanya sebuah mimpi buruk yang sedang terjadi dalam hidupnya.


Aiden merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Menatap langit-langit kamar dengan mata berkaca-kaca.


"Ya Tuhan, tolong segera sembuhkan istriku"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2