Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Ternyata Noval Penyebabnya?!#


__ADS_3

Sebuah pertemuan yang tidak di sangka terjadi hari ini pada Ayra. Suaminya yang mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat, tidak sengaja bertemu dengan Noval di tempat itu. Dan tentunya sikap Aiden langsung berubah dingin ketika Ayra yang mengenal pria itu. Jelas sekali jika Aiden adalah pria yang sangat pencemburu berat.


"Syukurlah kalau kamu sudah sembuh dan mengingat semuanya Ay. Aku senang mendengarnya"


"Iya Kak, aku juga tidak pernah menyangka jika aku akan mengalami hal seperti ini. Hilang ingatan hanya sering aku baca di cerita atau lihat di film. Tapi ternyata hal itu malah terjadi padaku saat ini"


"Ya, kalau bukan kelalaian seseorang yang telah menyebabkan kecelakaan itu. Mungkin kamu tidak akan mengalami ini" ucap Aiden dingin


Ayra langsung menoleh pada suaminya dan menatapnya dengan bingung. "Sayang, kenapa bicara seperti itu? Kan Kak Noval tidak tahu apa-apa. Kenapa kamu harus terlihat marah padanya"


"Ay, aku minta maaf"


Ayra terkejut ketika Nova yang tiba-tiba berlutut di depannya dengan mengucapkan kata maaf. "Kak berdiri, kenapa Kakak malah berlutut di depanku? Malu dilihatin banyak orang Kak"


Meski Ayra mencoba untuk membantu Noval agar segera berdiri, tapi pria itu tetap tidak mau berdiri. Dia malah menggenggam tangan Ayra, keningnya menyentuh tangan Ayra yang dia genggam itu. "Maafkan aku Ay, aku tidak bisa terus berbohong pada diriku sndiri. Aku sudah dihantui rasa bersalah selama ini. Tolong maafkan aku Ay"


"Kak, apa maksud Kakak? Kenapa Kakak tiba-tiba meminta maaf padaku?"


Awalnya Aiden akan diam saja ketika Noval yang mulai meminta maaf pada Ayra. Tapi dia jadi kesal sendiri saat pria itu malah menggenggam tangan istrinya dan tidak melepaskannya sampai sekarang. Sampai Aiden yang harus melepas paksa genggaman tangan Noval pada tangan Ayra.


"Tidak usah pegang-pegang tangan istriku!"


Noval menghela nafas pelan, dia berdiri dan menghela nafas panjang dengan kepala menunduk di depan Ayra. Noval seolah tidak berani menatap langsung Ayra.


"Ay, aku  minta maaf karena aku yang telah menyebabkan kecelakaan itu. Saat itu aku sedang terburu-buru karena mendapat kabar jika Ibuku negdrop dan sedang dilarikan ke rumah sakit. Hingga aku tidakk memperhatikan keadaan jalanan yang sedang hujan deras dan aku sampai menerobos lampu merah hingga kecelakaan itu terjadi dengan sangat parah"

__ADS_1


Ayra terdiam beberapa saat ketika mendengar ucapan Noval barusan. Ayra benar-benar terkejut mendengarnya. Pantas saja Noval tiba-tba muncul dalam kehidupan Ayra selama ini. Padahal sejak kelulusan sekolah, Ayra tidak pernah lagi bertemu dengan Noval. Ternyata alasannya adalah ini.


"Ya, dan semuanya memang murni kesalahanmu yang lalai dalam mematuhi lampu lalu lintas dan peraturan berkendara. Jadi kau akan kena hukum ketika aku melaporkan kamu ke pihak yang berwajib"


"Sayang.." Ayra langsung menoleh pada suaminya dan menatapnya dengan lembut.Ayra meraih tangan Aiden dan menggenggamnya dengan erat. "...Aku menganggap jika semua ini memang kecelakaan. Jadi tolong untuk tidak memperpanjang masalah ini"


Aiden langsung menatap tajam pada Ayra, merasa jika istrinya itu sedang membela pria lain di depannya ini. "Kau kenapa? Apa kau menyukainya sampai membelanya seperti ini Hah?!"


"Sayang bukan begitu, aku hanya tidak mau jika kita harus memperbesar masalah yang sudah berlalu. Lagian Kak Noval juga sudah menjelaskan kenapa alasan dia sampai megebut di saat hujan di jalanan. Karena Ibunya yang sedang sakit, jadi kita harus memakluminya"


"Ayra! Kau benar-benar ya"


Aiden yang kesal langsung pergi meninggalkan istrinya. Melihat itu, Ayra segera meminta maaf pada Noval atas sikap suaminya dan segera menyusul Aiden ke parkiran. Ayra tersenyum tipis ketika melihat Aiden yang berada di dalam mobil. Semarah apapun pria itu, maka dia tidak pernah berani meninggalkan Ayra. Apalagi posisinya sekarang mereka berdua sedang berada di luar rumah. Ayra masuk ke dalam mobil. Menatap suaminya yang masih terlihat dingin dan kesal.


"Sayang, jangan salah faham dulu. Aku tidak sedang membela Kak Nov..."


Ayra langsung merapatkan bibirnya mendengar ucapan dingin dan penuh penekanan dari Aiden. "Iya maaf, tapi Sayang, aku hanya tidak mau jika masalah ini harus semakin berkepanjangan dengan kamu yang melapor pada pihak berwajib. Semuanya juga sudah berlalu dan sekarang aku juga sudah sembuh dan kembali padamu. Jadi, sudahlah tidak perlu memperpanjang masalah ini lagi"


Aiden tidak menjawab, dia hanya melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang masih sangat kesal. Meski Ayra sudah menjelaskan semuanya, tapi Aiden tetap saja mengira jika Ayra memang sedang membela Noval. Dan dia tidak suka ketika istrinya malah membela pria lain di depannya.


"Sayang..." Ayra menyandarkan kepalanya di bahu Aiden yang sedang menyetir. Sedang mencoba untuk meluluhkan hati suaminya yang sedang kesal itu. "...Kamu tidak perlu takut atau cemburu pada siapa pun. Karena hatiku hanya untuk kamu dan tidak bisa berpaling ke lain hati lagi. Apalagi sudah ada Alerio diantara kita"


Bukannya Aiden tidak percaya dengan ucapan Ayra barusan. Tapi memang dia kesal saja ketika istrinya yang malah membela pria itu jelas di depannya. Karena menurut Aiden Ayra hanya boleh meliriknya saja dan tidak boleh melirik pria lain, siapapun itu.


"Terus kenapa kamu diam saja ketika dia menggenggam tanganmu?"

__ADS_1


Ayra menghela nafas pelan, sepertinya Ayra melupakan satu hal. Jika suaminya itu tidak pernah rela apa yang sudah menjadi miliknya disentuh orang lain. Aiden sangat tidak suka itu terjadi. Apalagi pada Ayra yang menjadi istri kesayangannya ini.Sudah pasti Aiden akan sangat tidak rela.


"Ya ampun Sayang, kalau masalah itu aku juga sedang terkejut tadi. Jadi tidak sadar jika dia sedang menggenggam tanganku"


"Sudahlah, pokoknya jangan pernah kau bersentuhan seperti itu lagi dengan pria lain di luar sana. Karena aku tidak menjamin jika aku akan bisa bersabar lebih dari ini ketika melihat wanitaku disentuh oleh pria lain. Mengerti!"


"Iya aku mengerti"


Entah Ayra harus bahagia atau sedih saat ini. Karena cinta suaminya yang jelas sangat besar dan tidak tertandingi olehnya. Aiden yang jelas memperlihatkan jika dia sangat takut kehilangannya.


"Sayang aku mencintaimu. Cup" Sebuah kecupan kejutan yang diberikan Ayra di pipi suaminya diiringi kata cinta yang terucap. Hal itu tentu saja membuat Aiden sangat senang. Mood nya pun seketika kembali baik.


"Tumben sekali kau tiba-tiba memberiku kecupan tanpa disuruh"


"Tidak papa, hanya ingin saja membuat suamiku bahagia"


Aiden tersenyum dengan gelengan kecil  melihat kelakuan istrinya ini. "Sayang, kamu tidak sedang menggodaku 'kan? Karena aku bisa saja berhenti di sebuah hotel saat ini"


Mata Ayra langsung terbelalak kaget mendengar itu. Jelas dia tahu jika apa yang diucapkan oleh suaminya bukan hanya sekedar bualan semata. Aiden pasti akan melakukannya.


"Hehe. Tidak perlu Sayang, nanti saja di rumah" Aduh kenapa aku harus bicara seperti itu si.


"Baiklah, aku akan menagih janjimu nanti ketika kita sampai di rumah"


Heh,siapa juga yang berjanji?

__ADS_1


Sepertinya kali ini Ayra kembali tidak akan bisa lepas dari terkaman ganas suaminya ini.


Bersambung


__ADS_2