Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Percaya Jika Aku Sangat Mencintaimu#


__ADS_3

Ayra jelas mendengar suara Aiden yang mengatakan untuk menikah dengannya tapi hanya untuk melahirkan anak untuknya. Jelas hal itu membuat Ayra mulai menemukan titik terang dari setiap pertanyaan yang ada dalam hati dan pikirannya. Tentang pernikahan yang terjadi diantara dirinya dan Aiden, yang menurut Ayra sangat tidak mungkin.


"Jawab aku? Jadi Tuan menikahiku hanya untuk seorang anak saja?"


Mendengar dari ucapan Ayra saat ini, jelas Aiden tahu jika Ayra memang belum mengingat semuanya. Hanya kenapa harus tentang awal dari pernikahan mereka yang Ayra ingat lebih dulu. Dan sekarang sudah pasti Ayra menganggap jika pernikahan ini terjadi bukan atas nama cinta.


"Dengarkan aku dulu, memang pada awalnya pernikahan kita terjadi karena aku ingin memiliki seorang anak. Tapi saat ini semuanya sudah berbeda, aku...."


"Jadi semua kata-kata cinta yang Tuan ucapkan itu adalah sebuah kebohongan karena aku yang sekarang sedang hilang ingatan. Jadi Tuan mencoba memberikan sebuah cerita yang jelas berbeda dari cerita sesungguhnya. Tuan sangat jahat"


Aiden terdiam melihat tatapan penuh kemarahan dari Ayra saat ini. Dia jelas tidak mempunyai alasan apapun lagi untuk membuat Ayra percaya padanya jika dia benr-benar mencintainya.


Kenapa yang dia ingat lebih dulu harus tentang itu. Kenapa bukan tentang kebersamaan aku dengannya dan kebahagiaan yang kita jalani selama ini.


"Dengarkan aku!" Aiden memegang kedua lengan Ayra dan menatapnya dengan lekat. "...Semuanya memang berawal seperti itu, tapi  sekarang semuanya sudah berbeda. Aku yang sangat mencintaimu dan kita telah hidup bersama dengan kebahagiaan selama ini. Apa kau tidak ingat itu?"


Ayra menggeleng pelan, dia memang tidak mengingat apapun. Yang dia ingat hanya ucapan Aiden yang mengajaknya menikah, namun hanya untuk melahirkan anak untuknya saja.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar lelah dengan semuanya. Aku lelah untuk terus mencoba mengingat hal yang hilang dari ingatanku. Tapi setiap aku mencobanya, maka yang aku rasakan adalah kepalaku yang sangat teramat sakit"


Melihat air mata Ayra yang menetes begitu saja di pipinya. Terlihat sekali jika Ayra sedang sangat lelah dengan semua yang terjadi pada dirinya. Hal itu membuat Aiden memeluk istrinya dengan hati yang tersayat melihat istrinya yang mulai putus asa dan lelah dengan semua ini.


"Semuanya akan baik-baik saja. Percaya padaku, suatu saat kamu akan kembali mengingat semuanya"


Hanya itu yang bisa Aiden katakan pada Ayra agar istrinya itu tidak terlalu memikirkan hal yang akan membuatnya bersedih dan merasa lelah dengan hidup yang sedang di jalaninya ini.


"Percayalah jika aku sangat mencintaimu"

__ADS_1


######


Aiden membawa Ayra pulang ke rumah setelah Dokter memastikan jika semuanya baik-baik saja. Mami langsung menemui Ayra dan menanyakan keadaannya. Terlihat sekali wajah khawatir Mami pada Ayra. Dan hal itu membuat Ayra merasa jika Mami sangat menyayanginya dan begitu peduli padanya. Merasa jika Ayra adalah orang yang spesial untuk Mami.


"Ayra baik-baik saja, Dokter bilang jika dia hanya perlu banyak istirahat saja"


Mami menghela nafas lega mendengar penjelasan Aiden barusan. "Yaudah, sekarang kalian istirahat saja. Ayra juga harus banyak istirahat, ingat Nak tidak perlu memikirkan apapun lagi. Kamu hanya perlu tenang dan mengikuti alur takdir untuk kalian berdua. Percaya saja jika Aiden sangat mencintaimu"


Ucapan Mami benar-benar membuat Ayra berpikir keras. Mami saja begitu baik padanya dan mengatakan jika Aiden begitu mencintainya. Lalu apa arti dari ingatannya itu.


Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku  merasa jika ucapan Mami barusan adalah sebuah kebenaran. Tapi kenapa yang muncul di ingatanku hanya tentang Tuan Aiden yang menikahiku karena ingin mempunyai anak saja. Sebenarnya apa yang terjadi?


Ayra benar-benar dibuat bingung dengan keadaan yang ada. Disaat sebuah bayangan muncul dalam ingatanny, namun kenapa tidak sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Aiden dan Mami. Ayra semakin bingung saja dengan semua ini.


"Sudahlah, jangan memikirkan apapun. Kamu tidur saja" Aiden mengelus puncak kepala Ayra yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Memberi kecupan lembut di puncak kepala istrinya itu.


Aiden menatap tangannya yang di pegang oleh Ayra. "Ada apa?"


"Tidurlah disini, bersamaku"


Aiden langsung tersenyum lebar mendengar itu. Jelas dia sudah sangat merindukan tidur dengan memeluk tubuh istrinya itu. Namun, Aiden hanya mencoba menahan diri agar Ayra tidak merasa takut dengannya.


"Hanya tidur dan tidak melakukan apapun!" Kata Ayra dengan nada bicara penuh penekanan.


Aiden mengangguk, masih dengan senyumannya. "Iya Sayang, aku janji tidak akan melakukan apapun tanpa seizinmu. Tapi, kalau hanya memeluk kamu saja boleh 'kan?"


Ayra berfikir sejenak sampai akhirnya dia menganggukan kepalanya. Jelas hal itu membuat Aiden bersorak riang dalam hatinya. Dia segera naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Ayra.

__ADS_1


"Ingat ya, hanya tidur saja. Jangan macam-macam!"


Aiden mengangguk mendengar ancaman Ayra itu. Memangnya dia mau melakukan apa? Lagian kalau pun melakukannya, tidak masalah karena dia adalah istruku. Gumamnya.


Dan malam ini setelah sekian lama, akhirnya Aiden bisa kembali tidur bersama istrinya di atas tempat tidur yang sama. Pada jam awal, posisi masih aman. Keduanya tidur dengan tidak saling menyentuh apalagi memeluk. Namun, di jam berikutnya Aiden mulai merubah posisi dan memeluk Ayra dari belakang.


Entah sadar atau tidak, tapi Ayra malah berbalik dan masuk ke dalam tubuh Aiden yang hangat. Hal itu membuat Aiden tersenyum. Dia mengecup kening Ayra dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Tidurlah, percaya jika besok pagi akan ada hal indah yang menanti kita"


Dan pagi ini Ayra terbangun dengan terkejut ketika dia sadar dengan posisinya ini. Dia memeluk Aiden dengan nyaman, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


Ya Tuhan, kenapa aku sampai memeluknya seperti ini.


Namun ada yang aneh, semalam Ayra benar-benar tidur dengan nyenyak. Tidak lagi ada bayangan-bayangan tidak jelas yang membuat dia terganggu dalam tidurnya. Semalam Ayra benar-benar terlelap dengan begitu tenang.


Dengan perlahan Ayra bangun dan melepaskan pelukannya pada Aiden. Duduk diatas tempat tidur dengan menatap wajah suaminya yang terlelap dengan tenang.


Dia tampan, pantas saja jika aku mau menikah dengannya dulu. Meski hanya dijadikan alat untuk melahirkan anak saja.


Ayra menahan tangannya yang hampir saja menyentuh wajah Aiden. Dia takut jika pria itu sadar dan kembali bangun ketika Ayra masih menyentuh wajahnya, seperti pada saat itu.


Ayra turun dari atas tempat tidur dan berlalu ke ruang ganti. Dan tepat pada saat pintu ruang ganti tertutup, Aiden membuka kedua matanya dan tersenyum tipis.


"Aku tahu jika kamu tidak akan bisa tidur jauh dariku"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2