Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Kemarah Ayra#


__ADS_3

"Aiden"


Aiden mendongak dan menatap seseorang yang berjalan ke arahnya. "Loh bukannya kau sudah pindah? Kenapa masih berada disini?"


"Aku tidak jadi pindah karena aku tidak bisa pergi tanpa mengatakan apa yang sudah aku pendam sejak lama. Aiden aku menyukaimu, aku mencintiamu"


"Kau gila ya? Aku sudah punya keluaraga"


Aiden langsung berdiri dari duduknya dan menatap Ghea dengan wajah terkejutnya. Aiden tahu tentang sikap Ghea yang memang berbeda padanya, bukannya Aiden tidak menyadari jika Ghea memang begitu memiliki perasaan yang lebih padanya.


"Tapi aku tidak bisa untuk terus-menerus memendam perasaan ini. Aku tidak bisa menahannya lagi, aku mencintaimu Aiden. Bahkan ketika aku kembali kesini, aku ingin menemui kamu dan mengatakan perasaan aku ketika aku mendengar kabar kamu telah bercerai dengan Saqila. Tapi ternyata kamu malah sudah menikah lagi"


Aiden berjalan mendekat pada Ghea, dia harus menyelesaikan semua ini. Tidak boleh membuat Ghea terus memiliki harapan padanya.


"Ghe, kamu harus menghentikan peasaan kmu itu. Kamu tidak boleh terus memiliki perasaan ini padaku. Aku sudah menikah dan mempunyai keluaraga"


Ghea menatap Aiden dengan matanya yang berkaca-kaca, dia merasa lebih terluka melihat penolakan Aiden yang sudah dia duga sebelumnya. Tapi, tidak mengatakan apa yang dia rasakan selama ini juga membuat Ghea terluka.


"Aiden kamu bisa menikah lagi ketika kamu masih menikah dengan Saqila, kenapa sekarang kamu tidak melakukan itu saja. Aku rela menjadi istri kedua kamu"


Aiden menggeleng tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ghea barusan. "Ghe, kamu jangan gila. Aku sangat mencintai istriku dan tidak akan bisa mengkhianati dia"


"Dulu juga kamu menikahi Saqila karena cinta, lalu kenapa kamu bisa menikah lagi dan menceraikan Saqila? Dan kenapa sekarang kamu tidak bisa melakukan itu juga padaku?"


Aiden mengusap wajah kasar, merasa tidak percaya pada apa yang baru saja diucapkan oleh Ghea. "Kamu tidak tahu bagaimana kondisi dan keadaannya waktu itu. Semuanya terjadi tidak seperti yang kamu fikirkan"


"Apa? Apa yang tidak seperti yang aku fkirkan? Nyatanya kamu masih bisa menikahi wanita lain disaat kamu mengatakan jika kamu mencintainya. Lalu kenapa sekarang kamu tidak mau menikahi aku juga"


"Tidak bisa Ghea, aku tidak bisa melakukan itu. Aku sangat mencintai istriku"


Tanpa bicara lagi Ghea tiba-tiba memeluknya dan mencium pipi AIden. Benar-benar sangat cepat hingga Aiden tidak sempat menghindar dari serangan Ghea ini.

__ADS_1


"Kau gila, apa yang kau lakukan"


"Aku mencintaimu Aiden"


Deg..


Ayra mematung di ambang pintu ketika dia melihat dan mendengar apa yang diucapkan oleh Ghea. "Sayang.."


Aiden seketika langsung mendorong tubuh Ghea yang memeluknya dengan erat. Dia menoleh dan menatap istrinya yang berdiri di ambang pintu dengan wajah terkejut.


"Sayang, aku bisa jelasin" Aiden langsung berlari menghampiri istrinya dan memegang tangan Ayra ketika istrinya itu hampir saja pergi dari sana.


"Lepasin!"


"Gak, kamu harus dengerin aku dulu. Aku gak ada apa-apa dengan dia"


"Gak ada apa-apa gimana? Jelas dia mencintai kamu"


"Lepas! Aku tidak mau melihat suamiku yang berpelukan dengan wanita lain. Memangnya kamu akan diam saja jika aku brepelukan dengan pria lain?"


"Sayang dia sendiri yang tiba-tiba memelukku, aku tidak melakukan apapun"


Ayra tetap tidak menjawab apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Jelas dia tidak akan pernah menyangka jika akan menemukan suaminya sedang bersama wanita lain dan parahnya mereka sedang berpelukan.


"Ayra, aku memang mencintai Aiden. Aku tidak akan pernah bisa tenang jika aku terus memendam perasaan ini padanya. Maaf Ayra"


Ayra melepaskan suaminya yang masih memeluknya itu, dia melangkah mendekat pada Ghea. Menatap wanita itu dengan tenang. "Terima kasih atas kejujurannya, Kak. Tapi aku harap setelah ini Kakak bisa lebih ikhlas jika Mas Aiden sudah menikah denganku. Tolong jangan mengganggu rumah tangaku Kak. Karena Kakak tidak pernah tahu apa yang telah aku jalani selama ini"


Ghea terdiam mendengar ucapan Ayra yang begitu tenang namun begitu menusuk. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan"


Ghea langsung pergi setelah berkata seperti. Bodohnya dia karena telah melakukan hal yang sia-sia. Menyatakan perasaannya selama ini. Karena nyatanya jawabannya tetap sama. Mau Ghea mengatakan perasaannya atau tidak, Aiden tetap tidak akan melihatnya lebih dari seorang teman.

__ADS_1


Ayra duduk diatas sofa, menyimpan paper bag berisi makan siang untuk suaminya itu diatas meja. Menatap Aiden dengan wajah datar. Aiden yang di tatap istrinya dengan seperti itu tentu saja merasa merinding. Aiden segera mendekati Ayra, dia duduk disamping istrinya yang jelas terlihat sangat dingin saat ini.


"Sayang aku benar-benar tidak mempunyai perasaan apapun pada dia. Buat aku dia itu hanya teman saja, tidak lebih daripada itu"


"Tidak ada kata teman diantara pria dan wanita"


Aiden menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa jika istrinya ini berubah menjadi istri yang dingin ketika dia benar-benar marah dan kesal. Aiden memeluk istrinya, Ayra hanya diam saja saat tangan suaminya melingkar di tubuhnya. "Sayang, kamu jangan terus diam begini. Aku benar-benar minta maaf. Aku juga tidak tahu kalau dia akan memeluk aku seperti itu. Dia benar-benar melakukannya dengan sangat tiba-tiba"


"Cuci wajahmu, ada bekas bibir wanita lain di pipi kamu itu"


Aiden menelan salivnya dengan susah payah, ketika nada suara Ayra yang terdengar begitu dingin. "Iya Sayang, aku cuci wajah dan sekalian ganti baju"


Ayra tidak menjawab mendengar itu, dia membiarkan suaminya yang berlalu ke kamar mandi. Ayra masih sangat kesal dengan kejadian tadi. Belum lagi dirinya yang sedang datang bulan membuat hormon dalam tubuhnya sedang tidak stabil.


"Enak aja dia berani mencium suamiku, memangnya aku akan diam saja apa kalau dia sampai mau merebut suamiku. Tentu saja tidak"


Ayra mengepalkan kedua tangannya dengan kesal. Dia jelas melihat bagaimana Ghea yang begitu lancang mengatakan cinta pada suaminya. Padahal jelas dia tahu jika Aiden sudah menikah dan mempunyai seorang anak.


"Sayang, aku sudah cuci wajah dan berganti pakaian"


Ayra langsung memeluk istrinya lagi, dia tidak mau jika istrinya kembali marah padanya.


"Sayang, kamu jangan marah terus dong"


"Kamu diam saja ketika ada wanita lain yang memeluk kamu dan mencium kamu"


"Sayang aku sudah mencoba menghindar tadi"


"Menghindar apanya, pasrah gitu!"


Aiden langsung bungkam, dia jelas tidak akan bisa membuat hati istrinya luluh dengan cepat karena dia tahu jika saat ini Ayra benar-benar kesal padanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2