Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Hanya Kamu Yang Aku Kagumi#


__ADS_3

Ayra tahu jika Aiden sudah pasti akan cukup sibuk dengan kejadian kali ini. Dan malam ini Ayra benar-benar tidur sendirian karena Aiden yang tidak bisa pulang. Ayra menghela nafas pelan ketika melihat layar ponselnya yang menyala  diiringi dering kencang dri ponselnya.


Sebuah panggilan video dari suaminya itu membuat Ayra tersenyum dan segera mengangkatnya. "Sayang, lagi ngapain? Udah makan belum?"


Terlihat Aiden yang tersenyum di layar ponsel milik Ayra ini. "Aku baru pulang Sayang, ini baru pesan makanan. Kamu sudah makan?"


"Sudah, kamu jangan sampai mengabaikan kesehatanmu. Apalagi saat ini sedang banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan.


"Iya Sayang, besok aku sahakan bisa pulang"


Ayra mengangguk, dia merasa sangat kasihan juga ketika melihat wajah elah suaminya itu. Ayra hanya bisa berharap agar Aiden bisa menyelesaikan semua masalah ini.


Dan untuk malam ini Aiden benar-benar harus tidur seorang diri. Aiden tidur terlentang diatas tempat tidur di kaamr hotel itu. Menatap langit-langit kamarnya.


"Arghh.. Baru semalam saja, aku benar-benar sudah sangat merindukan Ayra. Istriku ini memang sangat membuat aku rindu"


Jika mengingat tentang awal pernikahan ini terjadi, mungkin tidak akan ada yang menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini. Aiden yang benar-benar mencintai Ayra dan seolah tidak bisa jauh dari istri yang dulu hanya dia jadikan sebagai alat pencetak anak saja. Nyatanya Ayra lebih bisa membuat Aiden nyaman.


Suasana yang hampir sama di tempat yang berbeada. Ayra juga merasakan kerinduan yang sama dengan suaminya. Selalu hidup bersama dan hampir tidak pernah berpisah. Dan ketika Aiden terpasa harus pergi keluar kota seperti ini. Maka akan terasa sangat berat untuk keduanya.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Aiden bangun pagi ini, dia segera bersiap untuk pergi ke pertemuan dengan para investor yang berhubungan dengan pabrik yang terbakar itu.


Aiden memulai rapat dengan menyebutkan beberapa hal yang bersangkutan dari kebakaran pabrik. Kerugian yang sangat besar yang tidak bisa Aiden tanggung sendiri.


"Apa penyebaba sebenarnya atas kebakaran pabrik itu belum ditemukan?'


"Masih dalam proses penyelidikan polisi" jawab Aiden


Entah semuanya akan berakhir seperti apa saat ini. Aiden tidak mungkin menanggung kerugian yang sangat besar itu. Dia tidak mungkin menggunakan uang perusahaan, karena perusahaan juga mempunyai karyawan yang harus di tanggung.


"Maaf tapi sebelum penyebab kebakaran itu jelas, maka saya belum mau menerima kerugian itu. Saya ingin jelas apa yang menjadi penyebab kebakaran itu"

__ADS_1


"Ya, saya setuju"


"Saya juga"


Dan akhirnya Aiden hanya bisa menghela nafas ketika semuanya meminta bukti penyebab kebakaran yang terjadi itu. Dan Aiden juga tidak bisa memaksa mereka untuk bisa menerima kerugian yang terjadi. Karena mereka semua ber-inves di perusahaan  Aiden juga karena memang mengharapkan keuntungan selain dari modal yang kembali.


Malamini Aiden paksakan untuk pulang ke rumah. Dia malah semakin pusing jika jauh dari istrinya itu. Ketika Aiden pulang, dia sudah disambut hangat oleh istrinya. Ayra memeluk suaminya dan mengecup pipinya. Ayra sengaja nmelakukan ini karena dia ingin membuat suaminya sedikit tenang atas masalah yang sekarang sedang menimpa keluarganya.


"Sayang capek ya? Mau mandi dulu atau makan dulu?"


Aiden tersenyum melihat wajah istrinya yang mendongak dengan tangan yang masih memeluk tubuhnya erat. Cup.. Aiden malah memberikan kecupan hangat di bibir istrinya itu.


Aiden merangkul istrinya dan membawanya untuk kembali duduk di atas sofa bersama kedua orang tuanya.


"Baagaimana Den?"


Aiden menghela nafas pelan, dia juga bingung bagaimana cara menjelaskan pada Papi saat ini. "Sudah seperti dugaan sebelumnya Pi, mereka menolak kerugian jika belum ada kejelasan tentang penyebab kebakaran itu terjadi"


"Tapi Pi, kita tidak bisa begitu saja menggunakannya. Karena perusahaan juga mempunyai tanggung jawab besar atas karyawan yang ada disana"


"Permisi"


Semua anggota keluarga langsung menoleh ke arah suara itu. Rega berjalan ke arah mereka dengan membawa sebuah berkas. Duduk di  sofa tunggal yang ada disana.


Rega menyimpan berkas diatas meja, dia menatap Aiden dan Papi secara bergantian. "Ini adalah bukti yang baru saja keluar dari kepolisian. Dan  untuk kerugian yang ada,kita bisa mengandalkan barang yang masih ada di gudang pabrik. Saya yakin gaji karyawan akan tertutup dengan itu. Dan mungkin kita hanya akan menambahkan sedikit saja jika memang para investor tidak mau menerima kerugian itu"


Penjelasan Rega itu membuat Aiden terdiam, dia segera mengambil berkas yang di bawa oleh Rega. Membaca hasil dari penyelidikan polisi atas kasus kebakaran pabrik itu. Dan Aiden menemukan bukti yang sedikit membuatnya janggal.


"Jadi, kebakaran itu adalah ulah yang disengaja karena tidak ada konsleting listrik atau hal lainnya yang menyebabkan kebakaran"


"Ya, dan sepertinya adalah saingan bisnis kita"


"Kita harus menemukannya Ga. Sial, sudah ada yang berani mengusik usaha kita ternyata"

__ADS_1


"Aku sudah mencoba menyelidikinya selain polisi juga masih mencoba menyelidikinya"


"Terima kasih ya Ga, karena kamu sudah membantu kami menyelesaikan masalah ini" kata Papi yang merasa bersyukur karena telah menemukan titik terang dalam masalah yang sedang dihadapi saat ini.


"Tenang saja Pak Ketua, saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga ini"


Aiden tersenyum tipis, dia merasa sangat beruntung karena bisa memiliki asisten seperti Rega. Selain cerdas dan tegas, tapi Rega juga selalu bekerja dengan sepenuh hatinya. Dia selalu mengabdi dengan baik pada keluarga Aiden.


Dan ketika malam ini Aiden sudah berada di dalam kamar bersama istrinya. Duduk menyandar diatas tempat tidur dengan memeluk istrinya. Sesekali dia akan mengecup puncak kepala istrinya.


"Sayang, Rega itu hebat ya"


Kening Aiden langsung berkerut tajam ketika mendengar ucapan istrinya barusan. "Apa maksudmu? Apa kau menyukainya?"


"Apa si kamu ini, ya enggaklah. Aku hanya merasa kagum saja pada Rega yang..."


"Berani sekali kau!" Aiden menjatuhkan tubuh Ayra diatas tempat tidur, lalu mengukungnya dengan tatapan tajam. "...Berani sekali kau mengagumi pria lain di depan suamimu ini"


"Sayang apa si? Bukan seperti itu, ya aku hanya kagum saja karena dia begitu peduli padamu dan keluarga ini"


Cih..


Aiden melengos kesal, meski yang dikatakan Ayra adalah benar. Tapi tetap saja dia tidak suka jika istrinya mengagumi pria lain. Meski itu adalah Rega.


"Jangan pernah mengagumi pria manapun selain aku, suamimu!"


Ayra menghela nafas pelan, dia sedang tidak ingin berdebat. Dia memeluk suaminya dan mengiyakan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Iya Sayang, iya. Hanya kamu yang aku kagumi"


Dan Aiden tersenyum puas dengan itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2