Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Cemburu?#


__ADS_3

Ayra menatap tidak suka pada suaminya yng sedang mengobrol begitu akrab dengan wanita cantik d depannya. Jelas sekali mereka terlihat begitu akrab.


"Gak nyangka sekali kalau hari ini aku akan bertemu denganmu lagi"


"Ya, aku juga. Lagian kau kapan pulsng ke tanah air? Bukannya kau ada di luar negara ya selama ini"


"Aku sudah lama pulang sebenarnya, buka usaha WO sendiri disini. Tapi aku memang belum  ada waktu saja untuk menemuimu atau menghubungimu" Karena aku tahu jika kau telah bahagia dengan istrimu. Aku tidak mau jika harus terus memendam perasaanku jika aku terus bertemu denganmu.


Aiden mengangguk mengerti. "Oh ya,  perkenalkan ini adalah istriku, Ayra"'


Bahkan dia baru ingat untuk memperkenalkan aku. Ishh..


Ghea tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Ayra dengan senyuman manis. "Hai, aku Ghea.Gak nyangka juga bisa berteemu dengan Aiden disini.Kami adalah teman kuliah dulu, dia senior aku si"'


Ayra tersnyum, meski terlihat sedikit dipaksakan. Dia menerima uluran tangan Ghea. "Ayra, istrinya Mas Aiden"


Aiden langsung menoleh pada istrinya ketika dia mendengar nada bicara Ayra yang terdengar begitu ketus. Aiden tersenyum kecil melihat wajah Ayra. Apa dia sedang cemburu?


Pembahasan tentang acara resepsi pernikahan dimulai. Aiden yang lebih bersemangat dalam hal ini. Berbeda dengan Ayra yang benar-benar sedang kesall. Bahkan ketika suaminya bertanya tentang pendapatnya. Ayra hanya menjawab 'terserah' dan akhirnya Aiden yang mengambil keputusan untuk semuanya.


Ayra semakin kesal saat suaminya dengan sengaja mengajak Ghea untuk makan siang terlebih dahulu dengan mereka.


"Jadi bagaimana kehidupanku yang sekarang?"


"Ya,cukup menyenangkan dengan satu orang anak yang selalu menggemaskan. Kapan-kapan kamu bisa main ke rumah dan bertemu dengan Mami, Papi juga. Mereka akan senang bertemu denganmu"


Mendengar itu, Ayra langsung berdehem keras.Dia mengambil minum dan meminumnya dengan cepat. Ayra benar-benar dibuat kesal oleh suaminya itu.  Jika dulu, untuk menunjukan keksalannya dan rasa cemburu saja Ayra merasa tidak mempunyai hak. Tapi sekarang dia benar-benar sudah memiliki Aiden seutuhnya. Jadi, dia selalu merasa tidak suka ketika Aiden begitu akrab pada wanita lain.

__ADS_1


Sampai selesai makan siang dan pulang. Ayra masih saja bungkam.Hal itu tentu saja membuat Aiden merasa bingung dengan sikap Ayra kali ini.


"Sayang, kamu marah?"


Ayra menggeleng pelan, dia sama sekali tidak menolehkan wajahnya pada Aiden. Tetap menatap keluar jendela mobil karena dia masih sangat kesal pada suaminya ini.


Aiden yang sedang mengemudi itu menghela nafas pelan. Tapi meski begitu, Aiden benar-benar merasa senang saat istrinya ini cemburu padanya. arena dengan seperti itu, maka Aiden bisa merasakan jika Ayra memang begitu mencintainya.


"Ghea itu hanya teman masa kecil aku. Dia dulu tinggal disebelah rumah kami, tapi dia pindah sejak kuliah ke luar negara. Jadi kamu jangan cemburu berlebihan padanya, Ghea itu sudah seperti adik bagiku"'


Ayra tetap tidak menoleh, meski dia tetap menajamkan telnganya untuk mrndrngar lebih jelas cerita dari Aiden itu. Meski sebenarnya Ayra tetap saja kesal saat melihat keakraba Aiden dan Ghea tadi saat di Restaurant.


"Sayang, kan kmu  tahu sendiri jika aku hanya mencintaimu. Jadi tidak perlu cemburu pada siapa pun. Karena aku hanya mencintaimu sampai kapan pun. Meski sebenarnya aku senang si jika kamu cemburu seperti ini"


Dasar aneh. Dia malah senang saat istrinya cemburu seperti ini.


"Mau kamu menganggap dia sebgai sahabat atau  adik pun. Dia tetap seorang wanita, jadi wajar saja kalau aku tidak suka melihatmu begitu akrab dengannya. Memangnya kamu akan bersikap biasa saja saat aku mempunyai teman laki-laki yang aku anggap sebagai Kakak dan aku seakrab itu padanya?"


"Tuhkan, kamu saja tidak rela..." Ayra menoleh pada suaminya, lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu Aiden. "...Jadi, aku juga tetap tidak suka saat kau begitu akrab padanya. Karena dia tetap saja seorang wanita"


"Baiklah Sayang, tapi untuk bersikap dingin pada Ghea aku tidak bisa. Karena dia adalah sahabat kecilku"


"Hmm"


Aiden sedikit terkekeh saat mendengar  deheman ketus dari istrnya. Dia raih tangan Ayra dan mengganggamnya, lalu mengecupnya dengan lembut.


"Kau tetap yang paling aku cintai sampai kapan pun"

__ADS_1


Ayra tidak menjawab, dia hanya terdiam dengan masih menyandarkan kepalanya di bahu Aiden. Ayra  tentu tahu jika suaminya memang mecintainya. Tapi karena Ayra yang sangat mencintai Aiden membuat dia tidak suka ketika melihat Aiden berdekatan dengan wanita lain.  Dan perasaan Ayra ini sangat wajar. Bahkan Aiden saja menyukai sikap cemburu Ayra karena rasa cemburu akan menunjukan sebesar apa rasa cintanya.


Sampai dirumah Ayra langsung ke kamarnya untuk mandi,  dia tidak mungkin menemui anaknya setelah dia pergi dari luar dan akan membawa banyak kuman dalam tubuhnya.


"Sayang, apa kamu masih marah padaku?" Aiden menatap istrinya yang baru saja  keluar dari ruang ganti. Baru kali ini Aiden melihat bagaimana Ayra yang benar-benar marah saat dia sedang cemburu.


"Aku tidak marah, lagian dia memang teman masa kecilmu. Aku hanya lelah saja, jadi ingin segeramandi biar tubuhku lebih segar"


Aiden menghela nafas lega saat istrinya sudah kembali berbicara padanya. Begitu cemas Aiden saat istrinya merasa cemburu padanya. Ayra terlihat sekali kesal dan marah. Dan Aiden tahu marahnya Ayra adalah diam seribu bahasa. Dan dia tidak menyukai di diamkan oleh Ayra seperti itu.


"Sini.."Aiden menepuk pahanya, mengisyaratkan untuk Ayra duduk diatas pangkuannya. "...Ada yang ingin aku bicarakan denganmmu"


Ayra menurut, dia duduk diatas pangkuan suaminya.Aiden langsung memeluk Ayra dan mengecup bahunya dengan lembut.  "Kalau kamu memang tidak suka aku dekat-dekat dengan Ghea, bagaimana kalau kita ganti saja pihak WO nya?"


Ayra langsung menggeleng pelan, dia memang cemburu saat Aiden berdekatan dan terlihat begitu akrab dengan Ghea. Tapi Ayra juga tahu jika ini hanya sebatas pekerjaan saja.


"Aku tahu jika ini semuanya hanya sebatas pekerjaan saja, jadi tidak perlu ganti dengan WO lain"


Aiden tersenyum mendengar itu, dia mengecup bahu istrinya dengan lembut. "Sayang, hanya satu yang perlu kamu ingat jika aku hanya mencintaimu. Sudah ada Alerio diantara kita, untuk apalagi aku mencari wanita lain saat yang berada dirumah saja sudah lebih sempurna bagiku"


Ayra tersenyum mendengar itu, dia menoleh dan mengecup bibir suaminya. Lalu dia langsung berdiri dari atas pangkuan suaminya.Namun sebelum dia benar-benar bisa meloloskan diri dari Aiden,suaminya itu sudah lebih duluu menarik tangan Ayrahingga keduanya terjatuh diatas tempat tidur.


Ayra benar-benar jatuh tepat diatas tubuh suaminya. "Sayang apaan si, lepas ihh aku mau melihat Alerio"


Aiden tersenyum penuh arti pada istrinya, dia mengelus kepala Ayra yang berada diatasnya itu dengan lembut. "Aku mencintaimu"


Cup...

__ADS_1


Semuanya dimulai dari kecupan di keningnya..


Bersambung


__ADS_2