Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
Apa Yang Disembunyikan?


__ADS_3

Ayra terbangun saat merasakan kecupan kecupan di wajahnya. Saat membuka mata, benar saja jika itu adalah Aiden. Pria itu sudah terlihat segar, dengan rambutnya yang masih basah. Sementara Ayra masih dengan wajah bantal dan tubuh yang masih polos. Hanya tertutup dengan selimut tebal.


Mengingat kejadian semalam, Ayra semakin menarik selimut sampai menutupi setengah wajahnya. Apalagi saat Ayra melihat hasil karyanya semalam di leher Aiden. Sungguh dia malu sekali, kenapa dia bisa seperti itu malam tadi. Seperti wanita penggoda saja. Tapi tak apalah kalau hanya menjadi penggoda untuk suami sendiri. gumamnya.


Aiden terkekeh melihat wajah memerah Ayra, dia tahu apa yang sedang di lihat istrinya. "Apa Sayang? Lagi melihat hasil karyamu ya. Aku senang memiliki tanda kepemilikan darimu"


Ayra tidak bisa menyembunyikan rona malu di wajahnya. Dia semakin menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Aiden menarik membuka selimut yang menutupi wajah istrinya itu. "Mandi Sayang, aku udah pesen sarapan untuk kita. Hari ini kamu kuliah 'kan?"


"Iya, aku kuliah hari ini"


"Yaudah aku keluar dulu, ambil pesanan makanan"


Setelah Aiden keluar dari kamar, Ayra baru ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya dari jejak bercinta semalam. Selesai mandi dan bersiap, Ayra menyempatkan untuk mengganti sprei dan selimut. Setelah kamarnya kembali rapi, barulah Ayra keluar dari kamar untuk menemui suaminya. Aiden sudah menata makanan yang dia pesan saat Ayra datang dengan tas dan buku-bukunya.


"Sarapan dulu Sayang"


Ayra menyumpan tas dan bukunya di atas kursi meja makan yang kosong. Lalu dia duduk di kursi samping Aiden. "Aku ambilin ya"


Setidaknya Ayra masih mengambilkan makanan untuk suaminya setelah dia merasa tidak enak saat Aiden yang harus menyiapkan makanan untuknya. Padahal disini posisinya, dia yang seorang istri. Ayra menyimpan piring berisi makanan untuk suaminya di depan Aiden. "Makan yang banyak, biar sehat Sayang"


Aiden tersenyum mendengarnya, dia mengelus kepala istrinya itu. "Kamu juga, biar bayi kita sehat dan kamu juga sehat"


Ayra mengangguk, mereka pun makan sarapan dengan tenang sampai makanannya di piring masing-masing telah habis. Aiden berdiri dan mengelus kepala Ayra. "Ayo berangkat"


"Iya, nanti sore gak usah di jemput aja"


Aiden menatap tidak suka pada istrinya, ada apa Ayra sampai melarangnya menjemput. "Apa maksudmu?"


Ayra menunduk, dia tidak bisa menjelaskan apapun. Sebenarnya dia hanya tidak ingin menjadikan dirinya menajdi beban Aiden. Satu kalimat yang dia dengar, membuat Ayra sedikit ingin menajaga jarak dengan Aiden.

__ADS_1


"Kenapa suamiku menjadi seperti itu padaku karena kalian yang terlalu dekat. Jadi, apa bisa untuk kamu sedikit saja mengalah agar hubunganku dengan Aiden"


Tatapan memohon Saqila waktu itu, membuat Ayra tidak bisa berkata-kata. Ayra tidak bisa menolak juga mengiyakan. Hatinya semakin merasa bersalah, karena kehadirannya membuat hubungan mereka renggang. Akhirnya Ayra tidak menjawab apapun. Dia keluar dari mobil Saqila dan pergi begitu saja.


"Tidak papa, aku naik taxi saja"


Aiden kembali duduk, dia memutar tubuh Ayra hingga menghadap nya. Aiden menatap Ayra dengan lekat, dia tahu ada yang tidak beres dengan istrinya akhir-akhir ini. Banyak perubahan pada sikap Ayra akhir-akhir ini. Aiden memegang kedua tangan Ayra.


"Coba jelaskan, ada apa?"


Ayra semakin menundukan wajahnya, dia bingung harus bagaimana. Ayra tidak sanggup untuk menatap mata Aiden. Saat ini Ayra seolah menyembunyikan kesalahan dari Aiden. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Sayang, jawab ada apa? Apa ada yang menekanmu?"


Kenapa Aiden bisa tahu, dia bisa menebak apa yang dia rasakan. "Tidak papa, ayo kita berangkat sudah siang"


"Aku gak akan pergi sebelum kamu menjawab dulu, ada apa sebenarnya"


"Ayra!" Suara menekan nada suaranya, dia sudah tidak tahan dengan istrinya yang terus mencoba menutupi apa yang terjadi padanya. Jelas Aiden tahu jika ada yang tidak beres dengan istrinya. Ada hal yang tidak Aiden ketahui.


Hiks..


Tangisannya mulai pecah, Ayra tidak tahu harus bagaimana cara menjelaskannya pada Aiden. Aiden yang mendengar tangisan istrinya langsung memeluknya, mencium puncak kepalanya. Apa yang di lakukan Aiden semakin membuat Ayra menangis. Ayra tidak siap untuk cerita dan semakin membuat hubungan Aiden dan Saqila hancur. Ayra tidak ingin itu terjadi. Ayra tahu jika Aiden sangat mencintai istri pertamanya.


"Ada apa?"


Lagi-lagi pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban apapun dari Ayra. Gadis itu hanya menangis. Sampai Aiden mengantar ke kampusnya Ayra tetap tidak menjelaskan apapun pada Aiden.


Dan siang ini, Aiden sedang makan bersama Rega setelah mereka baru saja selesai bertemu dengan rekan kerja. Selera makan Aiden langsung hilang seketika, sejak tadi pagi dia merasa ada yang janggal dengan istri keduanya.

__ADS_1


"Kau kenapa?" tanya Rega


Aiden menggeleng pelan, lalu menghembuskan nafas kasar. "Aku merasa ada yang tidak beres dengan Ayra"


Rega mengerutkan keningnya, bingung. "Maksudnya?"


"Seolah ada yang di sembunyikan dariku oleh Ayra"


Deg..


Rega mulai tidak nyaman, dia takut hal itu akan terjadi lagi pada Aiden. "Biarkan aku mencari tahu, kau diam saja dan tenangkan dirimu"


Aiden mengangguk, memang Rega paling bisa di andalkan. Dia selalu bisa mencari tahu apa yang ingin Aiden ketahui tentang siapapun. Namun, Aiden tidak tahu jika selama ini Rega telah melakukan kesalahan besar padanya.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Ayra benar-benar ingin menangis saat suaminya benar-benar tidak menjemputnya. Kenapa sedih Ay? Itu yang kamu inginkan, kenapa sekarang kamu malah sedih.


Ayra memesan taxi online dan pulang ke apartemen. Sampai di apartemen, Ayra masuk dan suasana sangat hening. Mungkin memang Aiden belum pulang bekerja, lagian hari ini Aiden tidak akan pulang kesini. Sudah jadwalnya dia tinggal di rumah Saqila.


Ayra duduk di sofa bed, tatapannya kosong dengan tangan yang mengelus perutnya. Hanya tinggal beberapa bulan lagi waktunya bersama Aiden. Rasanya waktu berlalu terlalu cepat. Ayra tidak sudah harus menyiapkan hatinya untuk bisa ikhlas saat di paksa keadaan untuk meninggalkan suaminya.


"Maafkan Bunda ya, karena Bunda yang tidak punya hak atas kamu. Jadi Bunda harus meninggalkan kamu saat nanti kamu lahir. Tenang saja, Bunda yakin jika Daddy kamu akan menjagamu dengan baik"


Air mata selalu tidak bisa tertahan saat Ayra berbicara dengan bayi di dalam kandungannya. Seolah Ayra tidak yakin jika dirinya mampu hidup tanpa Aiden. Rasanya Ayra sudah terlalu terbiasa dengan Aiden. Ayra tidak bisa lagi menahan hatinya, dia mencintai Aiden meski dia terus menolak perasaan itu. Tapi nyatanya tidak semudah itu, Ayra benar-benar mencintai Aiden. Tapi kenyataan membuatnya harus melupakan perasaannya itu dan meninggalkan pria yang dia cintai ini.


Kenyataan lebih pahit dari yang dia bayangkan. Awalnya Ayra kira dirinya akan baik-baik saja setelah selesai dengan tugasnya dan pergi meninggalkan Aiden setelah bayinya lahir. Tapi, nyatanya dia menyayangi bayinya dan lebih parahnya Ayra malah jatuh cinta pada pria yang telah membayarnya untuk melahirkan seorang anak.


Cukup Ayra, kamu hanya istri bayaran saja. Jangan pernah berharap kenyataan akan berubah.

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2