
Masa itu ketika masih suasana kampus dan perkuliahan. Ayra mengenal sosok Rezend dengan sikapnya yang baik dan selalu ramah pada siapapun. Apalagi Rezend juga memiliki otak yang cukup cerdas sangat berbeda sekali dengaana dirinya.
Pertemuan pertama mereka adalah di depa gerbang kampus. Ketika Ayra yang tidak sengaja menabrak Rezend yang berjalan dari arah berlawanan. Dan ketika Rezend menatap mata Ayra untuk pertama kalinya, dia merasakan getaran yang berbeda di hatinya. Rezend mulai mengenal Ayra yang ceria dan lemah lembut itu.
Dan Rezend menyadari jika dirinya sudah benar-benar jatuh cinta pada Ayra. Namun dirinya merasa belum pantas untuk Ayra hingga dia tidak berani mengatakan tentang perasaannya itu. Bahkan Ayra juga menemaninya ketika Rezend lulus. Dan setelah itu Rezend memutuskan untuk menerima beasiswa yang ditawarkan oleh pihak kampus padanya. Melanjutkan kuliah singkatnya di luar negara, hingga sampai saat ini Rezend telah berhasil mendirikan perusahaan yang cukup besar.
Namun wanita yang dia perjuangkan dengan segala pengorbanan dalam hidupnya ini, malah sudah menikah dengan orang lain.
Awal bertemu dengan Aiden dalam sebuah tander besar. Rezend tidak pernah menyangka jika ternyata dia adalah suami dari wanita yang dicintainya. Dan setelah Rezend tahu, maka dia benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Hingga dia melakukan hal segila ini.
######
"Jangan Kak, tolong jangan lakukan itu"
Ayra mencoba menendang dan memukul Rezend yang sekarang berada diatas tubuhnya dan mengukungnya. Ayra mulai panik ketika tangan Rezend mulai bergeliara di tubuhnya.
"Kak, aku sudah menikah. Tolong jangan lakukan ini"
Rezend hanya tersenyum tipis, dia tidak menghiraukan ucapan Ayra barusan. Dia terus melakukan aksinya itu. Meski Ayra terus berontak. "Biarkan saja suamimu melihat ini dan dia akan menceraikan kamu. Lalu, kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan selamanya"
"Kak jangan lakukan ini, aku sudah mempunyai anak. Jangan menghancurksn kehidupan anakku kedepannya"
Plak..
Tamparan keras kembali mendarat di pipi Ayra. "Apa kau bilang, kau telah mempunyai anak? Sialan, kau bahkan benar-benar mengkhianati cintaku yang begitu tulus"
"Jangan salahkan aku Kak, karena memang Kakak tidak pernah mengatakan jika Kakak mencintaiku"
Rezend terdiam seketika, dia menjauh dari atas tubuh Ayra. Mengusap wajah kasar, menyesali karena dia tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan perasaannya pada Ayra sejak dulu. Hingga sekarang dia malah harus kehilangan Ayra.
"Terus sekarang aku harus apa? Aku mencintaimu Ayra. Kenapa kamu malah menikah dengan pria lain"
__ADS_1
Ayra bangun terduduk dan menyandar di dinding kamar. Menatap Rezend yang kacau dan terlihat sangat putus asa.
"Jangan pernah menyakiti hatimu sendiri dengan memaksakan apa yang tidak mungkin menjadi milikmu, Kak. Karena itu hanya akan membuat kamu semakin terluka"
Rezend mengacak rambutnya dengan kasar. Merasa apa yang telah diucapkan oleh Ayra adalah benar adanya. Dia menatap Ayra dengan mata sayu. "Aku sudah sangat menccintaimu, tapi kenapa Tuhan malah membuat kita berpisah"
"Mungkin Tuhan sedang menyiapkan yang terbaik untuk Kakak"
Brakk...
Pintu kamar yang terbuka dengan kasar membuat Ayra dan Rezend terkejut dan langsung menatap ke arah pintu yang terbuka.
"Sayang.." Ayra langsung berlari ke arah Aiden dan memeluknya. Tangisannya kembali pecah dalam pelukan suaminya.
"Sayang, kamu tidak papa? Apa yang telah dia lakukan padamu?"
Ayra menggeleng pelan dengan isak tangis yang semakin terdengar. Aiden menatap Rezend yang sedang duduk diatas lantai tanpa melakukan apapun.
Ayra langsung melepaskan pelukannya, menatap ke arah Rezend dengan tatapan tidak percaya. "Aku benar-benar tidak menyangka jika Kakak sampai berani melakukan hal itu. Kak Rezend ini kenapa? Kak Rezend yang aku kenal dulu bukan seperti ini'
Rezend tidak menjawab, dia hanya diam dengan tatapan kosong. Semuanya sudah Rezend lakukan, tapi ternyata dia tetap tidak bisa memiliki Ayra.
"Jangan bergerak! Anda sudah kami kepung"
Dua orang polisi masuk dengan menodongkan pistol pada Rezend. Dan Rezend tidak melakukan apapun. Dia hanya pasrah ketika polisi memborgol tangannya dan menyeretnya untuk keluar dari kamar. Rezend berhenti sejenak ketika dia berada di dekat Ayra yang memeluk AIden dengan erat.
"Aku menyerah Ay, semoga kamu bahagia"
Ayra hanya diam dengan tangisan yang belum berhenti. Sebenarnya Ayra tahu jika Rezend hanya terperangkap dalam obsesi yang ber-atas namakan cinta.
"Ayo kita pulang, semuanya biar diurus oleh pihak kepolisian"
__ADS_1
Ayra hanya mengangguk, dia menurut saja ketika Aiden yang menggendongnya dan membawanya keluar dari kamar itu.
######
Aiden menatap wajah Ayra yang lebam dan ujung bibirnya yang juga terluka. "Sial, jadi dia berani melukaimu sampai seperti ini"
Ayra yang sedang duduk menyandar diatas tempat tidur. Ayra menyentuh pipi dan sudut bibirnya, dia meringis pelan saat merasa sakit di bagian wajahnya yang terasa sangat bengkak ini.
"Jangan disentuh, tunggu Mami sedang mengambilkan kompresan untuk kamu" Aiden memegang tangan Ayra yang menyentuh pipinya yang jelas sangat bengkak itu.
Melihat kemarahan suaminya tadi, benar-benar membuat Ayra tidak berani lagi membahas tentang Rezend jika bukan Aiden yang lebih duluan membahasnya.
"Sayang jangan membuat aku khawatir seperti ini" Aiden memegang tangan Ayra dan menatap istrinya itu dengan lekat. Aiden hampir dibuat gila ketika dia mengetahui jika istrinya di culik oleh seseorang yang mengatakan jika dia sangat mencintai istrinya ini.
Ayra menghela nafas pelan, dia mengecup tangan suaminya yang menggenggam tangannya itu. "Maaf ya Sayang karena sudah membuat kamu khawatir. Tapi aku juga tidak pernah menyangka akan mengalami hal ini"
"Lagian kenapa kamu bisa mengenal pria gila itu?" kesal Aiden
Ayra menghela nafas, dia juga tidak pernah menyangka jika Rezend akan menjadi sosok pria yang seperti saat ini. Padahal jelas Ayra tahu bagaimana Rezend saat dulu.
"Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berubah seperti itu. Padahal dulu dia adalah pria yang hangat"
Aiden naik ke atas tempat tidur, meraih kepala Ayra untuk bersandar di bahunya. Mengelus pelan kepala istrinya itu. Tangan Aiden mengepal erat ketika dia melihat wajah bengkak istrinya.
"Aku benar-benar tidak bisa memaafkan dia atas apa yang dia lakukan. Jangan pernah membujuk ku atau apapun ketika aku ingin menuntutnya dengan hukuman yang setimpal. Dia saja sudah berani membuat wajah kamu seperti ini sekarang"
Ayra hanya diam, dia tidak akan berani menjawab apapun ketika suaminya sedang benar-benar marah seperti ini.
Ya Tuhan, kenapa juga Kak Rezend harus melakukan hal ini.
Ayra masih merasa tidak percaya dengan apa yang dialaminya hari ini. Tentang Rezend yang berbeda dari sosok yang Ayra kenal dimasa lalu.
__ADS_1
Bersambung