Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
Mami Yang Kecewa


__ADS_3

Acara masih berlangsung, semakin maka semakin banyak orang yang siangdatang ke acara ini. Aiden mulai menyambut para tamu undangan setelah dia mulai tenang. Dia menatap Saqila yang sedang berbaur dengan para wanita sosialita lainnya. Dia masih dengan perannya sebagai wanita hamil dengan sesekali mengelus perur palsunya itu. Aiden sangat malas melihatnya. Rasanya respect Aiden telah hilang pada Saqila, setelah apa yang dia lakukan hari ini. Hubungan pernikahannya dengan Saqila seolah sudah tidak mempunyai prinsip yang sama lagi. Saqila telah berbeda dan benar-benar berubah.


Sementara di ujung sana ada sosok istri yang lembut dan pengertian. Dia Ayra, istri yang sangat mengerti tentang apa yang sedang Aiden rasakan. Ayra selalu bisa membuat Aiden nyaman dengan segala kelembutannya. Dia bisa mengerti apa yang Aiden butuhkan. Nyatanya bukan hanya dalam urusan reputasi, Aiden juga butuh kenyamanan saat dia pulang bekerja. Dan hal itu tidak dia dapatkan dari Saqila selama ini. Selama ini mereka hanya di sibukan dengan pekerjaan masing-masing.


Di saat Aiden kembali sibuk menyapa beberapa rekan bisnis yang baru datang. Ayra sedang jalan-jalan di tempat stand makanan yang sengaja disediakan untuk banyak orang dengan gratis. Ayra mengambil beberapa makanan yang ingin dia coba. Lalu kembali ke tempatnya, dibelakangnya tetap ada Rega yang mengikutinya. Aiden masih saja menyuruh asistennya itu untuk mengawasi Ayra. Meski Ayra menolak, semuanya hanya sia-sia karena Aiden akan tetap pada keputusannya.


Memakan makanan yang baru saja dia ambil. Dengan Rega yang masih mengawasinya. Rega berdiri saat Alvaro tiba-tiba datang ke meja yang di tempati oleh Ayra.


"Mau apa kau?"


Ayra terkejut dan langsung mendongak dan melihat ke arah Rega yang sudah berdiri di samping kursi yang duduki. Di depannya ada Alvaro yang sudah duduk.


"Apasi Ga, aku hanya ingin lebih dekat dengan istri dari sahabatku ini"


"Jangan macam-macam kau!"


"Ya ampun Ga, aku playboy juga pilih-pilih. Masa istri sahabat sendiri aku rebut"


Ayra hanya diam di tengah perdebatan dua sahabat beda sifat ini. Setelah yakin, Rega akhirnya membiarkan Alvaro duduk disana bersama Ayra. Tapi tetap dalam pengawasannya.


"Aku panggilnya Ayra saja ya"


Ayra mengangguk, dengan wajah yang sedikit canggung. "Iya Tuan"


"Jangan panggil Tuan, aku sahabat suamimu. Panggil saja Alvaro"


"I-iya Kak Alvaro"

__ADS_1


Alvaro mengangguk, wajar saja Ayra memanggilnya seperti itu. Umur mereka cukup jauh. "Nah itu lebih baik"


"Ay, makasih ya sudah membuat Aiden bahagia dan bersinar kembali. Aku sudah melakukan kesalahan padanya, sehingga aku sangat bahagia karena kehadiranmu membuat Aiden bahagia"


"I-iya Kak" Meski sebenarnya Ayra tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Alvaro. Tapi dia hanya mengangguk dan mengiyakan saja. Ayra tidak berani untuk menanyakan lebih tentang suaminya pada sahabatnya ini. Dia juga baru mengenal Alvaro. Meski Alvaro terlihat lebih hangat daripada Rega, diantara kedua sahabat suaminya ini.


Drett..Drett..


Ponsel Alvaro tiba-tiba berdering, dia mengambilnya dari saku jas. Mendengus kesal saat tahu siapa yang menghubunginya. "Hallo, iya apa?"


"Tinggalkan istriku sekarang! Jika kau tidak mau acara ini menjadi bersumpah darah"


Alvaro merinding sendiri dengan ucapan sahabatnya itu. Dia melirik pada Aiden yang berdiri di tengah pesta dengan telepon di telinganya. Melihat lirikan tajam dari sahabatnya membuat Alvaro segera berdiri dari duduknya, hal itu sampai membuat Ayra terkejut.


"Iya, iya sialan. Aku pergi sekarang" Alvaro melihat pada Ayra yang menatapnya dengan bingung. "...Ay, aku pergi dulu sebelum singa mengamuk"


"I-iya Kak"


Acara berlangsung meriah, meski sempat ada sedikit masalah waktu awal acara. Tapi akhirnya Aiden bisa mengendalikan emosinya. Ayra telah kembali ke apartemen, dia baru saja selesai mandi dan memilih langsung tiduran di atas tempat tidur karena merasa lelah dengan acara hari ini. Padahal dirinya hanya duduk diam dan makan saja. Tidak melakukan apapun.


"Kira-kira aku buat kejutan apa ya untuk Tuan Aiden, acara ulang tahunnya tadi sangat mewah. Aku kasih kejutan sederhana saja tidak papa kali ya, lagian aku mana mampu membuat pesta mewah seperti itu untuk memberinya kejutan. Aku bisa minta bantuan Tami kali ya"


Setelah memikirkan kejutan seperti apa yang akan dia berikan pada suaminya. Ayra pun terlelap dengan beregelung selimut.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Sementara di tempat yang berbeda, pertengkaran baru saja terjadi. Sepasang suami istri ini saling berteriak sampai urat leher menegang dan mau putus. Disana tidak hanya ada Aiden dan Saqila, tapi ada juga Mami dan Papi. Mereka juga ingin mendengar penjelasan Saqila tentang drama pura-pura hamil yang dia lakukan di acara ulang tahun Aiden itu.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau aku melakukan itu? Kau hanya menyayangi Ayra, tidak lagi denganku"


"Tapi tidak seperti ini caranya, Ayra tidak salah apapun. Aku yang salah"


"Ya, memang kau yang salah! Semuanya salahmu!" teriak Saqila, dia menatap suaminya dengan amarah yang memuncak. Selama ini dia sudah menemani Aiden, tapi kenapa pada akhirnya suaminya tetap berpaling pada wanita lain. Saqila hanya ingin memiliki Aiden dan tetap membuat pria itu bertengkuk lutut padanya. Selalu menuruti semua kemauannya. Tapi, semuanya berubah sejak hadirnya Ayra dalam pernikahan mereka.


"Cukup!" Papi berdiri dan menghampiri sepasang suami istri yang sedang bertengkar itu. "...Aiden, kamu harus bisa bersikap adil pada kedua istrimu dan untuk kamu Saqila, kamu juga harus bisa menerima jika suamimu telah menikah lagi. Semua ini juga demi kebaikan kalian. Apa yang sudah terjadi, tidak akan bisa di ulang lagi. Ayolah, kalian ini sudah sangat dewasa. Kenapa masih tidak bisa menerima keadaan yang sudah terjadi ini"


"Aku tidak bisa Pi, maaf karena aku juga seorang istri yang biasa tidak akan pernah mau menerima suaminya menikah lagi. Aku hanya ingin semuanya berjalan sesuai perjanjian yang Aiden lakukan di awal pernikahannya dengan Ayra. Dia akan meninggalkan Ayra setelah dia melahirkan"


"Apa?!" Mami berdiri dan menghampiri mereka, dia yang awalnya hanya diam dan menyerahkan semuanya pada sang suami. Ternyata ada hal lain yang tidak dia ketahui. Sebagai seorang perempuan jelas Mami tidak terima dengan ini.


"Aiden benar apa yang di katakan Saqila?"


Aiden terdiam, dia memang melakukan ini tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dia hanya bilang jika dia telah menemukan wanita yang mau di madu dan menjadi istri keduanya saat akan menikahi Ayra. Tidak menceritakan tentang perjanjiannya dengan Ayra sebelum menikah.


Keterdiaman Aiden sudah cukup menjadi jawaban untuk Mami. Dia menggeleng tidak percaya dengan apa yang di lakukan anaknya ini.


"Aiden Mami benar-benar tidak menyangka kamu akan merendahkan harga diri seorang wanita dengan cara seperti ini"


"Maafkan aku Mam"


Plakk..


Satu tamparan di pipi Aiden membuat semua orang terkejut, tidak terkecuali Papi. Selama ini Papi tahu jika istrinya sangat penyabar dan begitu memanjakan anaknya. Tapi, kali ini kemarahan istrinya benar-benar memuncak sampai dia menampar wajah Aiden, untuk pertama kalinya.


"Mami kecewa padamu Aiden" Mami berlalu pergi dari sana.

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2