Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Berubah Ke Ayra Yang Dulu?#


__ADS_3

Ayra terdiam ketika melihat suaminya yang baru pulang bekerja cukup malam hari ini. Dia kesal karena Aiden yang tidak bilang jika akan pulang terlambat hari ini.


Aiden yang baru selesai berganti pakaian di ruang ganti, menghampiri istrinya yang duduk diatas tempat tidur dengan wajah ditekuk kesal.


"Sayang kenapa?"


"Kenapa gak bilang kalau pulang terlamba? Sudah tahu istri sedang hamil besar"


Aiden naik ke atas tempat tidur dan memeluk istrinya dengan lembut. Tangannya mengelus perut Ayra yang membuncit. "Maaf Sayang, aku juga tidak tahu akan banyak pekarjaan hari ini. Semuanya agar nanti aku bisa ambil cuti ketika mendekati waktu lahiran"


Ayratidak menjawab, dia merebahkan tubuhnya  diatas tempat tidur dengan posisi membelakangi suaminya.  Aiden yang melihat itu langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mengecup bahu istrinya itu beberapa kali.


"Maaf ya Sayang, sudah jangan marah lagi ya"


Ayra berbalik dan masuk ke dalam pelukan suaminya dengan nyaman. "Sudah tidur saja, aku sangat mengantuk"


Aiden tersenyum, istrinya tidak marah lagi karena sudah mau berbicara dengannya. Aiden mencium kening istrinya dan memeluknya dengan lembut.


Keduanya terlelap dengan saling berpelukan. HIngga pagi datang, Aiden terbangun lebih dulu daripada istrinya. Dia melihat wajah tenang Ayra yang masih terlelap. Perlahan Aiden mengelus lembut pipi istrinya, mencubit pelan hidung mungil istrinya.


"Selalu marah-marah, ngambek, tapi aku sayang"


Entahlah, Aiden tahu jika istrinya ini berprilaku seperti itu karena mungkin dia sedang hamil dan ingin sedikit manja pada suaminya. Karena selama ini Ayra tidak pernah manja seperti ini pada Aiden.


"Aku bahagia karena kamu, tidak peduli mau sesering apapun kamu marah dan kesal padaku. Tidak akan merubah rasa sayangku padamu"


Aiden turun dari atas tempat tidur setelah memberikan satu kecupan di pipi istrinya itu. Dan ketika Aiden masuk ke dalam ruang ganti, Ayra terbangun dan tersenyum tipis. Dia jelas mendengar ucapan suaminya barusan.


Mungkin aku sudah terlalu manja padanya, kasihan juga suamiku yang pasti merasa kesal padaku.


Sebenarnya Ayra juga tidak mau melakukan ini. Sikapnya yang berubah begitu manja pada suaminya, berbeda sekali dengan Ayra yang sebenarnya.

__ADS_1


Aiden selesai mandi dan bersiap untuk pergi bekerja  pagi ini. Ketika dia keluar dari ruang ganti, Aiden melihat istrinya yang sudah bangun dan tersenyum manis padanya.


"Selamat pagi Sayang"


Aiden mengerutkan keningnya, tidak biasanya istrinya bersikap seperti ini sejak dia hamil anak kedua mereka. Aiden berjalan menghampiri istrinya dan mengecup keningnya dengan lembut.


"Pagi, kamu terlihat cerah sekali pagi ini ya"


Ayra mengangguk dengan tersenyum manis pada suaminya itu. "Ya, suasana hatiku sedang baik saat ini"


Aiden tersenyum mendengar itu, senang ketika mendengar istrinya yang sedang dalam keadaan mood yang baik.


"Kalau begitu, apa aku bisa meminta sesuatu padamu?"


Ayra sepertinya mengerti apa maksud suaminya. Kata sesuatu jelas membuat mengartikan suatu hal yang diinginkan oleh suaminya. Tapi Ayra juga tidak bisa menolak ketika dirinya sendiri menginginkan hal itu.


Dan sepertinya pagi ini Aiden akan terlambat datang ke kantor karena dia harus menyelesaikan dulu urusannya bersama Ayra di dalam kamar.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Ayra menutup wajahnya dengan selimut ketika suaminya keluar dari ruang ganti. Aiden duduk di pinggir tempat tidur setelah dia selesai mandi yang kedua kalinya pagi ini. Aiden terkekeh lucu melihat istrinya yang sedang malu dengan apa yang dia lakukan beberapa saat lalu bersama suaminya.


Aiden mengelus kepala istrinya, lalu megecupnya. Dia mendekatkan wajahnya ditelinga  Ayra yang tertutup oleh selimut. Tapi Aden yakin istrinya akan mendengar apa yang dia ucapkan.


"Terima kasih Sayang, goyanganmu benar-benar membuat aku puas. Haha"


"Sayang..."


Aiden berlari keluar kamar dengan tertawa senang menggoda istrinya itu. Mengabaikan teriakan Ayra yang kesal karena ucapannya itu.


"Aduh, kenapa aku sampai bisa melakukan itu si tadi? Malu banget"

__ADS_1


Ayra merasa sangat malu ketika dia mengingat apa yang dia lakukan pada suaminya ketika mereka melakukan kegiatan di dalam kamar tadi. Meski sudah menikah hampir 4 tahun sekarang, Ayra tetap tidak bisa menjadi wanita agresif ketika bermain dengan suaminya. Tapi hari ini benar-benar berbeda, Ayra berubah menjadi wanita yang agresif dan membuat Aiden senang tentunya.


Ayra turun dari atas tempat tidur dan berjalan gontai ke ruang ganti. Masuk ke dalam kamar mandi dan berendam sejenak untuk merilekskan urat-urat gdi tubuhnya yang tegang.


Ayra tersenyum ketika merasakan gerakan bayinya di dalam perutnya yang saat ini terendam air. Ayra mengelus perutnya dengan lembut.


"Baik-baik di dalam perut Bunda ya Sayang sampai nanti kita akan segera bertemu di dunia ini"


Jika mengingat awal pernikahan Ayra dan Aiden, mungkin saat ini Ayra tidak akan pernah menyangka akan bisa sampai hamil anak kedua dari suaminya yang awalnya menikahi dia hanya untuk mempunyai seorang anak saja. Tapi sekarang, Ayra telah bahagia dan menjadi satu-satunya wanita yang dicintai oleh Aiden.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Ternyata memang tidak mudah sampai di titik ini, membuat Ayra tidak mau menyia-nyikan kebahagiaan yang ada saat dia bersama suaminya. Aiden juga heran kenapa sekarang istrinya tidak lagi manja padanya. Bahkan ketika dia pulang terlambat dari kantor, Ayra juga tidak marah seperti sebelumnya. Hal inijustru malah membuat Aiden merasa aneh


"Sayang kamu kenapa beda sekarang? Kamu gak lagi marah sama aku 'kan?"


Ayra malah menatap bingung pada suaminya itu. Saat ini Ayra sedang membantu Aiden  untuk melepaskan kemeja yang dipakainya. Membuka kancing satu persatu.


"Beda apanya maksud kamu? Aku biasa saja kok"


"Biasanya kamu selalu marah kalau aku pulang telambat. Sekarang kok kamu tidak marah dan malah terlihat biasa saja"


Ayra tersenyum mendengar itu, dia mendongak dan menatap suaminya dengan lekat. "Maaf ya Sayang, sebenarnya aku seperti itu hanya iseng saja ingin menjahili kamu. Aku juga tidak tahu kenapa aku senang sekali melihat wajah kesal kamu.Tapi sekarang tidak lagi kok, aku sudah kembali pada Ayra yang dulu. Yang tidak manja dan gampang marah dan kesal padamu"


Aiden mengacak rambut istrinya dengan gemas, dia memang sudah menduga tentang hal ini. Ayra memang sengaja melakukan ini hanya untuk mengerjai dirinya saja.


"Tapi aku senang melihat kemanjaanmu kemarin-kemarin. Ya, meski aku juga terkadang kesal juga"


Ayra terkekeh mendengar itu, dia berjinjit dan mengecup bibir suaminya dua kali. "Aku mencintaimu"


Aiden hanya diam dengan memegang bibirnya sendiri. Ya, sampai saat ini masih selalu terkejut jika Ayra yang tiba-tiba menciumnya seperti ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2