
Pulang ke rumah, AIden masih harus menghadapi sikap istrinya yang masih begitu dingin padanya. Bahkan Ayra hanya diam saja saat makan malam bersama, hanya besuara ketika ada yang bertanya padanya saja.
"Ayra ke kamar duluan ya, mau istirahat agak lelah"
Dan Mami menyadari jika anak dan menantunya itu sedang tidak baik-baik saja. "Aiden, kamu dan istrimu berantem?"
Aiden menghela nafas pelan, dia tidak akan bisa melakukan apapun lagi selain meminta maaf dan terus membujuk istrinya agar memaafkannya. Tidak punya pilihan lain, Aiden menceritakan semuanya pada Mami dan Papi.
"Ya ampun, Mami tidak menyangka jika Ghea akan melakukan hal nekat seperti itu. Padahal dia sendiri tahu kalau kamu sudah menikah, bahkan suah mempunyai anak. Lagian bukannya dia pindah ya?"
"Entahlah Mam, aku juga bingung kenapa Ghea bisa melakukan ini sama aku"
"Kamu temui istrimu dan jelaskan semuanya. Kamu memang tidak salah, tapi seorang wanita akan mempercayai apa yang dia lihat bukan apa yang dai dengar. Jadi kamu harus sabar untuk membuat istrimu memaafkan kamu, Mami yakin kok kalau Ayra hanya sedang kesal sesaat saja"
Dan Aiden kembali ke kamarnya setelah makan malam. Menyusul istrinya yang sedang merajuk itu. Ayra terlihat sednag duudk menyandar diatas tempat tidur dengan sebuah majalah di tangannya. Entah disengaja atau tidak, ada sebuah guling di tengah tempat tidur itu.Seolah Ayra sedang membuat batas dengan suaminya.
"Sayang.." Aiden benar-benar bingung harus bagaimana lagi untuk menenangkan Ayra yang sedang marah itu. Aiden duduk di pinggir tempat tidur."...Aku sudah minta maaf, aku benar-benar tidak mempunyai perasaan apapun sama Ghea. Kamu 'kan tahu kalau aku hanya mencintai kamu. Dan untuk pelukan itu, aku juga terkejut karena Ghea yang melakukannya dengan sangat tiba-tiba.
Ayra menatap suaminya yang memelas itu, tahu jika suaminya memang tidak akan melakukan itu karena selama ini Ayra bisa merasakan sebesar apa cinta suaminya itu.
"Kamu tahu kalau aku tidak akan pernah melarang kamu untuk dekat dengan perempuan mana pun jika masih dalam batas wajar. Seperti karena ada urusan pekerjaan dan lainnya. Bersama Kak Saqila saja yang notabenya adalah mantan istri kamu saja, aku tidak akan melarang kamu jika masih dalam batas wajar. Tapi ketika saat ini bersama Kak Ghea, jelas aku sudah melihat ada yang berbeda dari cara dia menatap kamu. Makanya kenapa aku selalu sedikit berlebihan jika kamu berdekatan dengan Kak Ghea"
__ADS_1
Aiden hanya diam mendengar perkataan Ayra barusan. Ya, memang selama ini Ayra bukan sosok istri yang selalu mengekang suaminya. Dia selalu memberi ruang untuk suaminya tanpa menahan apapun yang dia lakukan. Bahkan ketika Aiden yang ingin kumpul dengan teman-temannya pun, tidak pernah Ayra melarangnya.
"Jika pria bisa mengerti dan melihat apa yang dirasakan pria lain pada wanitanya. Maka seorang wanita juga bisa tahu jika ada perempuan yang menyukai prianya"
Aiden tidak banyak bicara, dia naik ke atas tempat tidur dan memeluk Ayra dengan lembut. Sungguh Aiden benar-benar merasa kapok membuat istrinya marah an cemburu. Karena ternyata wanita lemah lembut seperti Ayra akan beanr-benar marah ketika melihat apa yang sudah menjadi miliknya terusik oleh orang lain.
"Aku hanya tidak mau rumah tangga yang sudah kita bangun selama ini harus hancur hanya karena adanya orang ketiga. Jika memang kamu bosan dan merasa jika aku sudah tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan. Kamu tinggal bicara saja sama aku, dan aku akan pergi memninggalkan kamu tanpa harus adanya orang ketiga"
Aiden langsung menatap istrinya, dia menggeleng cepat atas ucapan Ayra barusan. "Tidak Sayang, aku tidak akan pernah mau meninggalkan kamu dan tidak akan pernah merasa bosan dengan kamu. Apalagi kamu sudah memberikan apa yang aku butuhkan selama ini.Perhatian, kasih sayang yang tulus dan seorang anak"
Ayra terdiam mendengar ucapan suaminya itu.Ayra tahu jika suaminya itu memang begitu tulus padanya. Hanya saja Ayra perlu lebih tegas lagi karena mungkin suatu saat nanti akan ada perempuan-perempuan lain yang seperti Ghea.
"Jangan sampai hal ini terulang lagi"
Ayra mencebikan bibirnya tapi dia langsung menghambur ke pelukan suaminya. Aiden langsung melempar guling yang menghalangi mereka. Jatuh begitu saja di atas lantai.
"Aku janji akan menjaga jarak dengan wanita mana pun. Dan tidak akan ada lagi yang namanya teman diantara aku dan wanita mana pun"
Ayra tersenyum mendengar itu, jelas dia merasakan ketulusan dari suaminya itu. "Pokoknya jika kita tidak sama-sama menolak hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga kita. Maka tidak akan bisa kita mempertahankannya. Karena bukan hanya satu orang yang berjuang, tapi harus dari dua belah pihak"
Ya, karena banyaknya pernikahan yang gagal itu karena dua orang yang tidak sama-sama berjuang dengan pasangan masing-masing. Malah mencari pelarian di luar keluarga.
__ADS_1
Dan masalah kali ini benar-benar terselesaikan. Meski harus melewati perdebatan yang cukup panjang, tapi setidaknya Ayra sudah memberikan peringatan pada suaminya. Karena Ayra tidak mau jika Aiden sampai melakukan apa yang pernah dia lakukan saat masih bersama Ayra dulu.
#####
Pagi ini keduanya terbangun dengan suasana hati yang lebih tenang. Masalah kemarin sudah terselesaikan. Jadi Aiden bisa lebih tenang lagi, dan Aiden juga akan memastikan jika Ghea tidak akan berani masuk ke dalam pernikahannya lagi.
"Sayang, kita pergi jalan-jalan hari ini"
"Loh bukannya kamu kerja ya?"
"Aku gak ke kantor, aku ingin bawa kamu dan Alerio untuk pergi jalan-jalan"
Ayra menyipitkan matanya dengan dengan tajam pada Aiden. " Kamu gak sedang membuat aku lupa akan kejadian kemarin dengan mengajak aku pergi jalan-jalan"
Aiden tersenyum melihat kecurigaan istrinya itu. Aiden menarik tangan Ayra hingga istrinya itu jatuh ke atas pangkuannya yang sedang duduk diatas sofa. "Tentu tidak, aku hanya ingin pergi bersama kamu dan Alerio saja. Lagian kita sudah lama tidak pergi bersama"
"Yaudah, tapi aku belum siap-siap"
"Udah kamu kayak gini aja cantik banget"
Ayra tersenyum mendengar gombalan suaminya itu. Tahu jika Aiden tidak mau Ayra terlihat cantik selain di depannya. Apalagi ketika banyak pria yang menatap ke arahnya, Aiden selalu kesal dan marah karena itu. Tapi bersyukurnya karena dia tidak pernah mempergoki Ayra yang memberikan harapan atau berbicara berlebihan dengan pria lain. Dan hal itu membuar Aiden sadar, jika istrinya ini memang sudah sangat setia. Hingga dia tidak mungkin bisa mengkhianati wanita yang sudah sangat tulus padanya.
__ADS_1
Mulai saat ini, aku benar-benar harus menjaga jarak dengan wanita mana pun. Aku harus bisa menghargai perasaan istriku.
Bersambung