Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Kemana Aiden?#


__ADS_3

Persiapan sudah di mulai, acara resepsi ini hanya akan diadakan di halaman rumah saja. Karena tidak terlalu banyak tamu undangan yang diundang. Semuanya karena permintaan Ayra yang tidak mau acara resepsi itu terlalu dihadiri banyak orang. Sungguh Ayra masih merasa malu dengan acara resepsi ini. Pernikahannya dan Aiden sudah berjalan tiga tahun dan lucunya mereka baru ada rencana mengadakan resepsi.


"Sayang, siapa saja yang ingin kamu undang ke acara pernikahan kita?"


Ayra menoleh pada suaminya yang duduk diatas sofa. "Tidak ada Sayang, kamu 'kan tahu kalau aku tidak mempunyai teman yang dekat selain Tami. Teman kuliahku semuanya juga begitu, mereka tidak akan pernah mau berteman dengan anak pembantu seperti aku. Jadi, kalau aku mengundang mereka pun, sudah pasti tidak akan ada yang datang"


Aiden terdiam mendengar ucapan istriinya,memang Ayra adalah gadis yang sulit dekat dengan orang-orang. Apalagi ketika dia yang selalu menjadi korban bully semasa sekolahnya.


"Sayang, apa kamu tidak pernah berkomunikasi lagi dengan teman-temanmu itu?"


"Ada grup chat teman kuliahku, katanya si mereka akan mengadakan reuni minggu ini"


Aiden berdiri lalu memeluk istrinya yang sedang duduk di kursi depan meja rias. "Sayang, apa kau akan datang ke acara Reuni itu?"


Ayra lsngsung saja menggeleng, dia memang tidak akan pergi. Karena kehadirannya pun tidak akan diharapkan oleh teman-temannya semasa kuliah.


"Kenapa? Kamu ikut saja, biar aku temani"


Ayra langsung menatap suaminya dibalik pantulan cermin di depannya. "Tidak perlu Sayang, aku juga tidak ingin datang"


"Datang saja ya,  aku akan menemani kamu dan ingin tahu bagaimana pergaulanmu saat di kampus"


Ayra memutar tubuhnya, menatap suaminya dengan bingung. "Sayang, kenapa kamu ingin sekali datang ke acara reuni itu?"


"Tidak ada. aku hanya ingin saja. Lagian kapan acaranya?"


"Besok Sayang, malam besok adalah acaranya dilaksanakan"


"Yaudah, ayo ikut ya"


Ayra bingung sendiri kenapa suaminy ini sangat ingin pergi ke acara Reuni itu. Padahal dirinya saja tidak ingin ikut. Tapi pada akhirnya Ayra hanya mengangguk mengiyakan, meski dia masih bingung kenapa suaminya begitu menginginkan dirinya datang ke acara Reuni pertama setelah mereka lulus tahun lalu.


"Aku ke bawah dulu ya"

__ADS_1


"Ikut"


Ayra tersenyum mendengar nada manja suaminnya itu. Kebalikannya bukan Ayra  yang sering bermanja, sebagai istri. Tapi, malah Aiden yang sering bermanja pada istrinya.


"Sayang, aku ingin kamu selalu bersamaku saat ini"


"Tidak bisa, aku harus mengecek keadaan Alerio. Lagian 'kan nanti malam aku akan bersamamu semalaman Sayang"


Aiden masih menempel pada Ayra saat mereka keluar kamar. Aiden memeluk istrinya dari belakang dengan kepala yang menyandar di bahu istrinya. Membuat Ayra sedikit kesulitan saat berjalan.


"Sayang, lepas dulu ihh. Aku sulit berjaalan"


"Tidak mau, aku ingin terus bersamu"


Siapa yang akan menyangka ini adalah seorang Aiden Narendra yang terkenal dengan sikap dingin dan tegasnya.Tapi setiap bersama Ayra, Aiden benar-benar menjadi sosok yang manja.


"Sayang lepas ih,  ,alu ada Mami dan Papi disana"


"Tidak mau" Aiden masih saja menempel pada Ayra.


Ayra hanya tersenyum pada Mami, sikap Aiden yang seperti ini sudah menjadi kebiasaan di rumah ini.


"Apa kamu tidak malu dengan anakmu Den? Dia saja tidak menempel begitu pada Ibunya. Kenapa kamu malah seperti anak-anak si"


'Seperti kau tidak pernah begitu saja saat Aiden masih kecil dulu. Sekarang saja masih seperti"


Papi seketika terdiam mendengar cercaan istrinya barusan. Aiden langsung tertawa keras melihat Ayahnya yang langsung terdiam saat Mami berbicara.


"Ingat Pi, anakmu ini tidak aka n seperti ini kalau bukan menurun dari kamu"


"Ya, memang sifat kalian ini sama persis.Tapi, Ay asal  kamu tahu. Mami juga baru kali ini melihat Aiden yang seperti ini pada seorang wanita. Karena saat bersama Saqila saja,dia  tidak seperti ini. Benar-benar berbeda dengan Aiden yng Mami kenal selama ini"


Ayra tersenyum mendengar itu, dia melepaskan tangan suaminya yang masih saja melingkar di perutnya. "Sayang awas dulu ih, kamu ini kenapa si terus menempel padaku. Apa kamu tidak malu dengan Papi dan Mami yang melihatmu seperti ini?"

__ADS_1


Aiden beralih duduk di atas sofa tunggal disana dengan bersidekap dada. "Kenapa harus malu? Papi saja ndulujjuga begini sama Mami"


Mami hanya tertawa mendengar ucapan Aiden barusan. Memag anak dn suaminya ini mempunyai sifat yang sangat sma.


Ayra mengambil alih Alerio dari pengasuhnya yang sejak tadi hanya diam melihat bagaimana kemesraan  dan kebucinan Aiden.


"Maaf ya Mbak, suami saya memang seperti itu"


"Iya Nona tidak papa"


Malah Ayra sendiri yang merasa malu, sementara suaminya sama sekali tidak merasa malu sedikit pun. Ayra duduk diatas karpet berbulu depan televisi itu. Lalu dia menemani anaknya main. "Sayang, ini mainannya jangan di gigit gitu ih. Nanti giginya sakit"


Ayra mengambil mainan dari tangan Alerio yang menggigit mainan itu. "Ini saja, main ini saja. Jangan digigit-gigit lagi ya?"


Aiden menatap istri dan anaknya itu dengan senyuman bahagia. Bagaimana dia merasa kebahagiaan saat ini, ketika melihat istri dan anaknya sehat dan bahagia. Jika mengingat tentang awal pertama pernikahan ini, Aiden tidak pernah membayangkan jika dirinya akan jatuh cinta pada Ayra. Gadis yang dia bayar hanya untuk melahirkan seorang anak untukku. Namun ternyata ini adalah sebuah takdir yang membuat Aiden menemukan jodoh yang sebenarnya untuk dia.


Terima kasih Tuhan, karena sudah menghadirkan Ayra dalam hidupku. Dia telah menjadi pelengkap dalam hidupku ini.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Malam ini Ayra sudah siap untuk pergi ke acara Reuni itu. Tapi suaminya masih belum datang sampai saat ini. Ayra sudah mencoba untuk menghubungi Aiden, tapi tidak di angkat.


"Sudah hampir jam 8, sebentar lagi acaranya dimulai"


Ceklek..


Pintu kamar yang terbuka membuat Ayra langsung menoleh, berharap jika itu adalah suaminya. Ternyata bukan, itu adalah Mami.


"Nak, belum berangkat ya? Sama supir saja, biar nanti Aiden nyusul kesananya"


Ayra berpikir sejenak sampai akhirnya dia mengangguk. Malam ini Ayra datang ke acara Reuni seorang diri, karena suaminya yang belum datang. Ayra juga sudah mengirim pesan pada suaminya untuk memberi tahukan jika dia telah berangkat lebih dulu. Tapi masih belum ada balasan juga dari suaminya.


Ayra masuk ke dalam gedung dimana acara Reuni itu dilaksanakan. Ketika Ayra masuk, semua pasang mata langsung tertuju padanya. Ayra hanya menunduk dengan tangan meremas tali tas selempangnya.

__ADS_1


Kemana suamiku? Kenapa dia masih belum datang?


Bersambung


__ADS_2