Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
Telah Kehilangan Hatimu!


__ADS_3

"Jadi bagaimana?" Aiden menatap ke arah Rega yang duduk di depannya. Malam hari Rega datang ke apartemen di saat Ayra sudah terlelap.


"Aku menemukan cctv di sebuah rumah warga yang kebetulan mengarah pada halaman rumah Ibu Sumi. Ternyata memang benar dugaanmu"


Tangan Aiden mengepal erat di kedua sisi tubuhnya. Tidak pernah menyangka jika Saqila bisa berbuat seperti itu. Dia benar-benar harus bertemu Saqila kali ini.


"Temani aku pulang ke rumah, aku harus menemuinya sekarang juga. Kau menyimpan buktinya?"


Rega mengangguk, dia langsung berdiri dan menyambar kunci mobilnya yang di letakan di atas meja di depannya. Kini keduanya telah sampai di rumah. Tentu Saqila pasti sudah tidur di waktu seperti ini.


Aiden menggunakan kunci rumah yang dia pegang. Masuk ke dalam rumah dan langsung mencari keberadaan Istrinya. Dia memanggil-manggil nama Saqila dengan menggila, Rega hanya diam saja. Berdiri menyandar di dinding, membiarkan pertengkaran ini terjadi. Saqila yang sedang tidur, langsung terganggu dengan suara Aiden. Dia keluar dan merasa senang karena suaminya telah kembali. Menyangka jika Aiden datang karena merindukannya.


"Honey, kau datang"


Aiden menatap tajam Saqila, berjalan cepat menghampirinya lalu memegang kedua lengan Saqila dengan kuat, hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Ada apa Aiden?" Dia sudah tidak berani memanggil suaminya dengan panggilan kesayangannya itu saat melihat tatapan tajam dan dingin suaminya. Nyali Saqila langsung menciut saat itu juga.


"Kau apakan Ibu Ayra?"


Deg..


Tubuh Saqila menegang, tidak menyangka jika pertanyaan itu yang akan terlontar dari mulut suaminya malam ini. "Ak-aku tidak melakukan apapun? Emangnya aku melakukan apa pada B-Bi Sumi"


Rega berjalan ke dekat mereka saat di rasa ini adalah waktunya turun tangan. Dia menunjukan video rekaman cctv yang dia dapatkan dari tetangga Ibu Ayra. Meski yang terlihat hanya pas Saqila datang saja, cctv tidak dapat menjangkau sampai ke dalam rumah Ibu Ayra. Saqila mematung melihat itu, tubuhnya bergetar.


"Nyo-Nyonya, ada apa Nyonya datang kesini?" Ibu Sumi merasa sangat terkejut saat mendapatkan tamu yang tidak dia sangka. Dia mantan majikannya yang sangat baik padanya dan Ayra, dulu.


Saqila memeluk Ibu Sumi dengan hangat. "Apa kabar Bi? Aku sengaja berkunjung dan ada yang ingin aku bicarakan pada Bibi"


"Ohh, baiklah. Mari masuk Nyonya"

__ADS_1


Saqila masuk ke dalam rumah ini, rumah yang di belikan suaminya demi membeli rahim Ayra. Tapi semuanya jadi kacau saat Aiden mulai merasakan perasaan yang lebih pada Ayra. Meski begitu, Saqila tetap tidak akan melepaskan suaminya. Dia bisa seperti ini juga karena suaminya. Saqila tetap akan mempertahankan Aiden bagaimana pun caranya.


"Duduk dulu Nyonya, saya ambilkan dulu minum"


"Tidak perlu Bi, saya tidak akan lama. Saya hanya ingin mengatakan sesuatu tentang Ayra"


Mendengar nama anaknya di sebut, Ibu Sumi langsung duduk. Perasaannya jadi tidak enak saat ini. Belum lagi beberapa hari terakhir Ibu selalu merasa dadanya berdebar dan sakit. Jadi, sudah hampir satu minggu lebih tokonya tidak buka.


"Ada dengan anak saya?"


Hiks..Hiks..


Tangisan penuh dramatis mulai terdengar. Ibu terkejut melihat itu. Di segera pindah duduk menjadi di dekat Saqila dan memberikan dua lembar tisu untuk wanita itu menghapus air matanya.


"Ada apa Nyonya?"


"Hiks.. Bi, suami saya menikah lagi"


Ibu Sumi tentu terkejut mendengar itu, dia mengelus punggung Saqila. "Ya ampun, kenapa bisa Nyonya?"


"Memangnya Tuan menikah dengan siapa?"


"Ayra Diandra, anak Bibi yang telah merebut suami saya"


Deg..


Ibu merasa dadanya sangat sesak saat ini. Dia memegangi dadanya yang mulai berdebar dan terasa sakit dan sesak, hingga nafasnya pun mulai terengah-engah. Dia tidak percaya jika anak gadisnya tega melakukan itu pada orang yang sudah berbaik hati pada mereka.


"Selama dia ikut bekerja bersama Bibi, dia telah ada main dengan suami saya. Hingga dia memaksa Bibi untuk berhenti bekerja di rumah kami, saat itulah dia menikah dengan suami saya pada esok harinya..." Saqila menatap sekeliling rumah ini. "....Rumah ini juga pemberian suami saya. Saya awalnya tidak tahu apa-apa, tapi lama-lama saya mengetahuinya juga"


Dadanya semakin terasa sesak, semua yang di ucapkan Saqila masuk akal. Sehari setelah dia pindah ke rumah ini, Ayra langsung pergi dan tidak pulang selama satu minggu. Hingga hari-hari berikutnya, anaknya itu benar-benar tidak pulang beberapa bulan.

__ADS_1


"Dan sekarang Ayra sedang mengandung anak suami saya"


"Bu, mungkin beberapa bulan ke depan Ay tidak bisa datang kesini lagi. Pekerjaan sedang banyak-banyaknya. Jadi Ay harus tetap di sana dan bekerja dengan baik, supaya bisa membahagiakan Ibu dan bisa segera lulus kuliah"


"Ay, kamu gemukan ya sekarang?"


"Emm. I-iya Bu, aku gemukan. Banyak ngemil sekarang"


Tangan Ayra yang refleks memegang bagian perutnya tidak luput dari penglihatan Ibu. Dan Ibu Sumi mulai tahu jika uang dan segala biaya kehidupan yang di berikan anaknya adalah hasil dari Ayra yang merebut suami majikan Ibunya sendiri.


"Ma-mafkan anak saya Nyonya, tolong maafkan dia"


Saqila berdiri dan menatap Ibu Sumi yang masih terengah-engah sambil memegang bagian dadanya. "Saya bisa memaafkan Ayra jika dia bisa meninggalkan suami saya!"


Saqila keluar dari rumah Ibu Sumi dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi dari sana. Sementara Ibu jatuh ke atas lantai dengan dada yang semakin sakit.


"Ayraaaaa..." Dia berteriak keras sebelum jatuh dan tidak lagi sadarkan diri. Itu adalah panggilan terakhirnya pada anaknya dengan segala kekecewaan dalam dirinya.


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Kembali pada Saqila yang semakin terpojok saat melihat bukti rekaman cctv yang di dapatkan Rega. "Ya, aku memang menemuinya. Hanya sebatas memberi tahu tentang pernikahanmu dan Ayra. Setelah itu aku langsung perg, aku benar-benar tidak melukainya dan tidak melakukan apapun"


Aiden mencekal leher Saqila dengan satu tangannya. Saqila sudah mulai terbatuk-batuk. "Kau berani membuat istriku bersedih. Kau ini kenapa berubah menjadi seperti ini?"


"Aiden, lepaskan istrimu. Dia bisa mati kehabisan nafas" Rega memegang tangan Aiden saat melihat wajah Saqil yang sudah merah padam kesulitan bernafas. Rega tidak mau sahabatnya terseret kasus pembunuhan dengan apa yang di lakukannya barusan.


Aiden melepaskan cengkraman tangannya di leher Saqila. Wanita itu jatuh terduduk di lantai dengan terbatuk-batuk. Segera menghirup udara banyak-banyak sebelum dia benar-benar kehabisan nafas. Saqila berdiri setelah di rasa dia mulai bisa bernafas normal meski lehernya masih sangat terasa sakit.


"Kau tanya kenapa aku berubah? Semuanya karena kamu!" Jari telunjuknya menunjuk tepat di depan wajah suaminya. "...Kalau kamu tidak menikah lagi dan tidak mencintai Ayra. Aku tidak akan menggila seperti ini. Kau tahu, aku hanya takut kehilanganmu. Meski aku tahu jika aku telah kehilangan hatimu!"


Hiks..Hiks..

__ADS_1


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya.. Berikan bintang rate 5


__ADS_2