Suamiku Dan Suamimu

Suamiku Dan Suamimu
S2 #Tidak Mau Membuatmu Kecewa#


__ADS_3

Acara hari ini benar-benar berjalan sesuai rencana. Semuanya berjalan lancar hingga puncak acara yaitu peniupan lilin diatas kue yang bertuliskan Anniversarry 3 tahun. Ayra dn Aiden menutup mata dan saling mengucap do'a dalam hati masing-masing. Sebelum  mereka meniup lilin itu secara bersamaan. Entah sejak kapan acara tiup lilin dan potong kue ini ada. Karena Ayra tidak tahu jika ada acara seperti ini.


Potongan kue pertama mereka berdua harus saling menyuapi dengan sendok kecil yang sudah tersedia. Suara tepuk tangan langsung terdengar meriah saat mereka berdua saling menyuapi kue itu dengan romantis.


Dan acara benar-benar berahir, Ayra baru saja keluar dari ruang ganti dengan rambut yang masih basah. Hari ini cukup melelahkan baginya. Ayra duduk di depan meja rias dan mulai mengambil alat pengering rambut. Namun sebelum Ayra menghidupkan alat itu, suaminya yang baru masuk ke dalam kamar langsung mengambil alih alat itu dan mulai mengeringkan rambut Ayra.


"Sayang kamu habis dari mana?"


"Dibawah, Mami aj makan malam"


Ayra mengangguk, dia tersenyum saat suaminya mengeringkan rambutnya, tapi sambil cium sana cium sini. Entah apa yang dia lakukan, tapi Ayra membiarkannya saja.


"Sayang sudah ahh, kamu lama.Kalau cra ngeringin rambutnya kayak kamu gini bisa seminggu baru kering. Biar aku saja"


Akhirnya Ayra merasa kesal juga karena suaminya yang malah bermain-main saat dia mengeringkan rambut Ayra. Jadi Ayra merebut alat pengering rambutnya dari tangan Aiden.


"Sayang, tapi dibawah ada.."


Ayra menoleh pada suaminya yang sekarang sedang duduk di pinggir tempat tidur. "Ada siapa?"


Aiden terlihat cukup ragu saat ingin mengatakannya pada Ayra.Tapi jika dia tidak mengatakannya, maka takut akan menjadi selisih faham lagi bersama istrinya ini.


"Dibawah ada Ghea, Mami yang mengajaknya untuk makan malam bersama dirumah ini. Mami memang cukup dekat dengan Ghea saat dulu dia masih menjadi tetangga kami"


"Yaudah si gak papa juga, asal kamu tidak berdekatan dengannya dan bisa menjaga batasan dengan Ghea. Aku tidak papa"


Aiden menghela nafas pelan, lalu dia berdiri dan menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari kamar. Berjalan menuruni anak tangga dan Ayra jelas melihat Mami dan Ghea yang memang terlihat begitu akrab. Mereka sedang berada di ruang tengah rumah ini, ada Papi juga disana.


"Mam, bukannya mau makan malam? Kenapa masih disini?" tanya Aiden pada Ibunya


Ghea yang duduk disamping Mami ikut menoleh pada Aiden dan Ayra. "Haii, kalian sudah lapar ya. Pantas si tamunya banyak banget, tapi selamat ya karena acaranya yang berjalan sukses"

__ADS_1


"Iya, terima kasih juga atas bantuan Kak Ghea ya" Ayra menjawab dengan senyuman tulus. Selama Ghea masih bersikap normal, maka Ayra juga akan bersikap biasa saja. Tapi jika Ghea mulai berani mendekati suaminya dengan terang-terangan di depan Ayra. Maka tentu saja Ayra tidak akan diam saja.


"Yaudah, ayo sekarang kita makan malam bersama. Masakannya sudah siap sejak tadi"


Malam ini suasana meja makan terasa berbeda karena ada Ghea disana. Dia terus mengobrol dengan Mami tentang banyak hal. Dan Ayra juga tidak peduli selama da tidak mengganggu suaminya ini.


Selesai makan malam, Ayra dan Aiden bermain sebentar dengan Alerio di ruang tengah. Namun, anaknya itu sepertinya memang sudah lelah dan mengantuk, jadi dia segera dibawa tidur oleh pengasuhnya.


"Den, antarkan Ghea pulang. Ini sudah malam, kasihan kalau dia pulang sendiri. Mami suruh menginap saja juga tidak mau"


Aiden menatap Mami yang berdiri di dekat ujung sofa bersama Ghea. Lalu Aiden melirik  istrinya yang sedang membereskan mainan Alerio, Ayra terlihat biasa saja dan seolah dia tidak mendengarkan percakapan suaminya dan Mami.


"Pakai supir saja Mam, aku capek sekali  hari ini. Aku ingin segera tidur"


Ayra tersenyum tipis saat dia mendengar ucapan suaminya itu. Jelas Aiden sengaja menolaknya karena memang dia tidak mau jika nantinya akan menjadi permasalahan lagi diantara dirinya dan istrinya.


"Sayang, ayo ke kamar. Aku ingin dipijat sama kamu" Aiden berdiri dan mengulurkan tangannya pada Ayra.


Ternyata Aiden memang sudah sangat mencintai istrinya. Bahkan dia terlihat takut sekali jika membuat istrinya marah dan cemburu.    


"Yaudah Ghe, biar Mami suruh  supir saja untuk mengantarkan kamu pulang"


Ghea hanya mengangguk mendengar ucapan Mami barusan. Dan akhirnya malam ini dia diantar oleh supir dari keluarga ini. Harapannya untuk bisa pulang diantar dengan Aiden, ternyata sia-sia karena memang Aiden yang tidak mau mengantarnya pulang.


Di dalam kamar sepasang suami istri ini sedang berada diatas tempat tidur. Dengan sang suami yang tidur tengkurap tanpa memakai pakaian, dan istrinya yang berada diatas tubuh sang suami untuk memijatnya.


"Sayang, kenapa kamu tidak mau mengantar Ghea pulang?"


"Karena aku tidak mau membuat kamu kecewa. Cukup waktu itu saja aku telah membuat kamu kecewa sampai menangis, aku tidak mau lagi melakukannya karena aku sangat mencintaimu dan aku paling tidak bisa melihat kamu yang menangis"


Mendengar ucapan suaminya barusan, benar-benar membuat hati Ayra berbunga. Seolah ada bung bermekaran di hatinya ini. Dia sangat bahagia.

__ADS_1


...🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲...


Pagi ini Ayra terbangun karena merasa terganggu dengan kecupan-kecupan yang terasa di wajahnya. Saat dia membuka mata, ternyata itu adalah kelakuan suaminya. Aiden terus mengecupi pipi, mata, hidung, hingga bibir Ayra hanya untuk membangunkannya.


"Sayang, kamu apaan si?"


"Ayo cepat bangun, ini sudah siang. Kenapa kamu masih betah tertidur"


Ayra mendengus kesal. Padahlkan karena siapa aku begini? Jelas karena ulahnya semalam. Gumamnya dalam hati.


"Iya, sebentar lagi aku bangun"


Cup..cup..


Aiden kembali mengecup bibirnya dua kali, dia merasa gemas dengan istrinya ini. "Yaudah, kalau gitu aku ke bawah dulu ya"


"Hmm"


Aiden hanya terkekeh sambil menggelengkan kepala melihat istrinya yang masih bergelung di bawah selimut tebal. "Dia pasti lelah karena kegiatan semalam"


Aiden turun ke lantai bawah dan langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan khusus untuk istri tercintanya yang sedang kelelahan karena ulahnya.


"Loh, Aiden kamu sudah ada di dapur pagi-pagi begini?"


Aiden yang sedang memotong beberapa sayuran langsung menoleh pada Mami yang baru saja datang ke dapur. "Iya Mam, lagi mau buat sarapan untuk Ayra. Dia kelelahan sekali sepertinya"


Mami menggeleng tidak percaya dengan anaknya ini. Kenapa sifatnya bisa sama persis dengan Ayahnya si. Gumamnya. "Ayra kelelahan kenapa? Apa karena acara kemarin atau karena kamu semalam?"


Aiden hanya terkekeh mendengar pertanyaan Mami itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2