
****19 Agustus 2004****
Perayaan hari kemerdekaan telah berlalu, libur kuliah pun telah usai.
Kembali ke aktivitas semula.
Dengan padatnya jadwal perkuliahan, tugas dan juga ekstrakurikuler yang menjadi tambahan kegiatan para mahasiswa.
Tak terasa sudah hampir 4 hari lamanya sejak kepergian kak Radhit bersama keluarganya.
Entah kapan dia akan kembali, dan menggantikan posisi pak Dwiarno.
Ada sedikit was-was dalam hatiku jika saja dia hadir di hadapanku.
Ada sedikit rasa malu yang bercampur dengan rasa kangen.
Ya...,harus aku akui kalo aku sangat merindukannya.
Merindukan suaranya yang khas dan penuh kharismatik.
Semakin aku memikirkannya, semakin aku merasakan perasaan yang bergemuruh dalam hati ini bagaikan gulungan ombak yang dahsyat, menahan rasa itu membuatku seakan terbawa oleh ombaknya terseret hanyut hingga tenggelam di dalam lautan cinta kak Radhit.
Aku tak tau, apakah cinta ini anugrah,
Ataukah cinta ini awal dari kesedihan dan kepedihan.
Semua aku pasrahkan kepadaMu ya Allah.
Hamba hanyalah ciptaanmu yang akan selalu mengikiti garis takdir yang sudah Engkau tetapkan untukku.
Apapun yang terjadi nanti, aku tetap akan melaluinya, dan aku berjanji akan menjadi yang terbaik untuk dia yang selalu mengagumiku.
Untukmu segalanya wahai pengagum rahasiaku, Radhitya Putra Pratama.
********
Harum parfum Ika yang begitu menyengat hidungku membuatku terbangun, hidungku terasa gatal dan membuatku bersin-bersin tiada henti.
Dengan kesal ku dorong dia dari atas kasur tempat aku berbaring.
Sambil berusaha mengambil tisu aku mengomel memarahi sahabatku itu, " Duh Ika anaknya pak Muchtar. Hendak kemanakah dirimu ratu kesempurnaan, tak taukah kamu jam berapa sekarang ini ?" tanyaku sambil mencoba menahan bersin.
"Ich...kamu tu yang kelamaan tidurnya, udah jam 7.30 tau. Kan jam 9 kita ada mata kuliah management bisni pak Dwiarno.
Eh....salah, maksudku si ganteng kak Radhit," jawabnya sambil merapikan kemeja dan letak bros di kemeja tersebut.
"Ya Allah Gusti....aku lupa."
"Brrruuukkk...," aku menabrak pintu lemari pakaian yang tak sengaja di buka ika untuk mengambil sisir di dalam laci lemari bajuku, saat berjalan ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"Auwh...sakit tau, kira-kira dong kalo mau buka, bilang-bilang dulu dong, asal buka aja sich, gini deh jadinya!" ucapku ketus sambil meringis kesakitan akibat siku tanganku menabrak pintu lemari tadi.
Tapi sakit itu tak aku hiraukan, secepat kilat aku berlalu menuju kamar mandi kost.
Kamar mandi kami cuma satu di tiap lantai kost.
Kecuali lantai satu ada dua kamar mandi ato toilet namun di gunakan untuk pengguna warnet.
Lagi pula siapa yang mau mandi di lantai satu saat banyak pengguna warnet yang berkunjung.
Hanya yang bermuka tembok yang bisa melakukannya.
Dan itu biasa di lakukan oleh anak kost di lantai dua yang bernama bom-bom.
Bom-bom nama panggilannya, karena tubunhnya yang besar seperti lemari es dua pintu membuat dia di juluki Bombom sama seperti artis yang terkenal bertubuh besar.
Singkat cerita, layaknya kilatan cahaya petir yang melesat saat badai.
Akupun secepat kilat bersiap untuk berangkat ke kampus.
Kali ini aku menggunakan kemeja putih dengan dengan bagian luar seweter hitam tanpa lengan dan celana jeans berbentuk cutbray dengan aksen sobek (hanya hiasan),
Dengan paduan jilbab putih dan dalaman hitam.
Tak lupa jam tangan loreng besar pemberian mas Gilang.
Dan sebelah kanan gelang karet dengan hiasan atau kasen duri sebagai pemanis.
Ternyata sabuk kesayanganku lupa aku gunakan.
Sabuk karet berwarna hitam dengan inisial namaku "M" aku gunakan.
Tak lupa cincin besi putih di jari telunjuk kiri dan kanan.
Dengan dandanan harajuku ala kadarnya akupun bergegas melangkahkan kakiku menuju kampus bersama sahabatku Ika.
Kami menuju taman seperti biasanya menunggu Restu agar bisa bersama-sama menuju kelas.
Ketika sudah sampai di taman kampus, rasa gugup, takut dan malu bercampur menjadi satu.
Kalo itu es campur sudah pasti rasanya lezat bila di padukan.
Tanganku mulai basah karena keringat akibat rasa gugupku.
Perutku terasa mules, seperti ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalamnya yang membuatku gelisah.
Dalam benakku, aku menerka-nerka apakah kak Radhit sudah kembali, atau kah belum.
Apa yang harus aku lakukan dan katakan jika dia bertanya sesuatu hal yang sensitif tentang perasaanku kepadanya?
__ADS_1
Jujur aku belum pernah dan ini yang pertama kalinya.
Meskipun ketika bangku SMA sempat ada cinta monyet ketika aku masih duduk di kelas satu.
Namun ini adalah pengalaman pertama aku berhadapan langsung dengan pria yang secara terang-terangan menyatakan cinta kepadaku (meskipun kak Radhit menyatakan lewat sms dan vidio yang dia simpan di dalam falshdisck).
Namun itu sudah cukup nyata bagiku.
*****
Selang beberapa menit Restu muncul, kamipun melangkah menuju kelas.
Ketika memasuki kelas, aku baru tersadar bahwa peralatan mengajar belum di ambil, dan aku sebagai PK(pemimpin kelas) harus segera turun tangan.
Dengan terburu-buru aku melangkahkan kaki ke ruang administrasi mengambil peralatan dan absen kelasku.
Karena terburu-buru aku tidak melihat ada sosok pria yang berada di depanku.
Pria tersebut berada tepat di depanku dengan posisi menghadap ke ruang dosen yang berada di depan ruang administrasi dimana tadi aku mengambil peralatan (infokus) dan absen kelasku.
"Brrruuukkk," tanganku yang memegang absen tak sengaja menyenggolnya.
Absen terlepas dari gengamanku dan jatuh ke lantai.
Aku berusaha memungutnya, saat akan menunduk aku merasakan dahiku bersentuhan dengan dahi pria tersebut.
"Puukkkk....," kepalaku dan kepalanya saling berbenturan.
"Uuuuccchhhh...., sakitnya!" ucapku lirih.
Sambil menoleh ke arah pria tersebut terkejutnya aku di buatnya, hampir saja infokus yang aku pegang terlepas dari peganganku karena gugup dan kaget.
Jantung ini berdetak kencang bagaikan kuda yang di pacu dalam perlombaan pacuan kuda.
Ku rasakan keringat dingin di sekujur tubuhku.
Lemas rasanya seolah tak sanggup berdiri.
Ingin rasanya aku berlari, meninggalkan kampus.
Berlari dan tak kembali lagi.
*****
*Siapa pria yang tak sengaja di temui oleh Mayang tersebut?
*Apakah Radhit yang di temui oleh Mayang tadi?
*Bagaimana kisah cinta Mayang dan Radhit?
__ADS_1
Simak di kisah mereka selanjutnya, hanya ada di part berikutnya...
Trimakasih🙏🤗