TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 21


__ADS_3

**Kost, 16 Agustus 2004**


Alarm di ponselku membuatku tersadar dari alam mimpiku.


Pagi ini dengan riang gembira aku bangkit dari pembaringan menuju tempat wudhu, adzan telah berkumandang membangunkan kami para pencari Allah untuk datang bersujud kepadaNya.


Memohon ampunan, pengharapan dan juga ridho Allah.


Aku berdoa memohon penyertaan, kekuatan serta perlindungan dariMu ya Allah.


Semoga perjalanan kami siang ini menuju gunung Semeru, berjalan lancar dan selamat.


Semoga kami selalu di lindungi hingga mencapai puncak Mahameru, dan turun kembali dengan selamat tak kurang suatu apapun.


"May...,habis sarapan nanti istirahat aja dulu hingga saat kita berangkat.


Habis sholat Duhur aja kita berangkat dari kost ya." Suara Niar terdengar sesaat aku telah selesai menyelesaikan sholatku.


Ternyata sedari tadi dia berada didepan pintu kamarku.


Menanti giliran untuk berwudhu dan sholat.


Entah pagi ini hatiku terasa sangat bahagia, hingga aku bangun sangat pagi, tepat saat adzan subuh berkumandang.


Tidak seperti hari biasanya, kadang aku masih enggan turun dari kasur.


Masih bermalas-malas di atas pembaringan sambil sesekali memainkan ponselku.


Iseng aku mengambil foto carrierku dengan segala perbekalanku.


Aku mengirimnya kepada kak Radhit.


Sambil memberi option berbentuk hati.


Di bawahnya aku menulis,(" Jagalah aku jika memang aku berarti untukmu, bawalah aku bersamamu menikmati indahnya alam ciptaan Allah, dan jadikanlah aku wanita satu-satunya dalam hidupmu.


Menjadi yang pertama dan terakhir dalam pendakianmu menuju puncak kebahagiaan dunia dan akherat.")


Kata-kata itu aku tulis dengan penuh penghayatan, aku ingin kami tidak berpacaran seperti layaknya muda-mudi yang lain.


Aku ingin kami serius dalam hubungan ini.


Aku bukan tipe cewek yang suka berganti-ganti pasangan.

__ADS_1


Aku ingin kak Radhit benar-benar menjadi milikku seutuhnya.


Jika memang dia tulus mencintaiku, dia pasti akan berfikiran yang sama.


Dan aku berharap itu darinya.


Dalam hatiku selalu berdoa semoga dia adalah pelabuhan terakhirku, meskipun itu terlalu dini bagi kami berdua.


Terdengar bunyi dering ponselku, sebuah pesan dari kak Radhit, balasan atas pesan yang telah aku kirim tadi.


Didalam pesannya dia menuliskan,(" Insya'Allah jika Allah meridhoi, jadilah engkau bidadari di dunia dan diakherat untukku.")


Balasan itu membuatku terharu, tanpa sadar aku menangis, bersyukur atas anugerah yang Allah limpahkan untukku.


Bersyukur ada seseorang yang Allah kirimkan kepadaku mampu menghilangkan kesedihanku karena kepergian ayahku.


Bersyukur aku menemukan seorang pria soleh yang mampu membimbingku kejalan yang lebih baik.


Semoga Allah meridhoi cinta kami, meski tak seindah dan semegah bangunan Taj Mahal, kisah kami mulai menampakan keindahan dan kekokohannya.


Semoga abadi dalam doa dan keyakinan.


Ku terima cintamu dengan Bissmillah, kak Radhitya Putra Pratama.


Setelah beristiraha hingga siang dan kelar melakukan sholat Duhur, aku dan Niar berangkat menuju kampus.


Dengan prepare yang matang, kami melangkahkan kaki menuju basecamp HIMAPALA.


stelah memakan waktu 20 menit, akhirnya kami sampai ditempat yang dituju.


Disana nampak sudah berkumpul beberapa anggota.


Kami masih menunggu bus kampus dan juga beberapa calon anggota yang belum datang.


Nampak kak Radhit sibuk mengatur segala sesuatunya dengan senior-senior yang lain.


Aku berusaha tak mempedulikannya.


Ada rasa malu dan geli akan isi pesan yang aku kirimkan kepadanya subuh tadi.


Membuatku merasa sedikit canggung.


Tepat pukul 13.25 kami berangkat menuju pasar Tumpang, membeli tambahan bekal, membuat surat keterangan kesehatan agar dapat melakukan pendakian.

__ADS_1


Kemudian kami akan melanjutkan perjalanan kamu menuju Ranu Pani.


Di Ranu Pani kami akan start dari sana menuju gunung Semeru.


Saat di Ranu Pani medannya lumayan naik turun dan berkelok.


Sesampainya di Ranu Pani kami menyerahkan surat keterangan kesehatan kami di posko yang ada di disana, mendapatkan SIMAKSI yang harus kami jaga hingga selesai pendakian di gunung Semeru.


Kak Radhit sebagai ketua dan juga beberapa senior serta kami anggota melakukan briefing terlebih dahulu sebelum melakukan perjalan atau pendakian menuju puncak.


Kak Radhit selalu berada didekatku dan Niar.


Mengawasiku tanpa henti, tak pernah sekalipun aku luput dari pandangannya.


Karena saat tiba di sana sudah sore kami memutuskan untuk segera berangkat.


Perjalan memakan waktu kurang lebih 1-2 jam menuju pos 3.


Dengan semangat kami berjalan, kami berjumlah 12 orang, 8 orang calon anggota baru dan 4 adalah senior kami termasuk kak Radhit dan kak Davin.


Sesampainya kami di pos 3, kami memutuskan istirahat dan memakan bekal kami untuk mengisi tenaga.


Kak Radhit datang menghampiriku dan Niar, menawarkan vitamin dan juga air mineral.


Tatapannya sangat lembut dan hangat.


Terasa sangat menenangkan menyentuh kalbuku.


Damai aku rasakan berada di dekatnya.


Semoga Allah menjaga kami dalam perjalanan ini hingga kembali nanti.


Akan ku jaga dia dengan kasih dan sayang.


Agar cinta kami kokoh dan tetap terjaga bagaikan prasasti yang akan selalu dikenang.


*********


*Akan sampaikan mereka di puncak Mahameru?


*Apa tanda cinta yang akan Radhit tunjukan kepada Mayang saat sampai di puncak Mahameru?


*Apa Mayang dan Radit berhasil melewati tanjakan cinta yang berada di gunung Semeru?

__ADS_1


Nantikan kisahnya di part selanjutnya. Terimakasih 🙏🤗


__ADS_2