
\*Batalion X, Malang\*
Dengan tergesa-gesa Setyo memacu motornya menuju rumah Danton Heru.
"Assalamualaikum," ucap Setyo sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumsalam, ayo masuk," balas sang danton membuka pintu sambil menggosok kepalanya dengan handuk.
Rupanya sang danton baru saja selesai mandi.
Stelah membukakan pintu Danton Heru kemudian mempersilahkan Setyo untuk masuk dan duduk.
" Ijin danton, ada yang ingin saya tanyakan," ucap Setyo dengan wajah serius.
"Apa masalahnya sangat penting dan mendesak?" tanya sang danton sambil membalikan badan hendak menuju kamarnya.
"Bagi saya penting Dan, tapi bagi danton sepertinya biasa-biasa saja," balas Setyo.
"Ok...,tunggulah dulu. Saya akan segera kembali setelah 15 menit," ucap sang danton.
Selang 15 menit kemudian sang danton keluar dengan menggunakan baju dinas lapangan, kemudian berjalan menuju kursi kosong yang ada di dekat Setyo.
Sebelum duduk sang danton meraih sepatu PDL (sepatu yang digunakan ketika mengenakan pakaian dinas lapangan) dan membawanya ke tempat duduk.
"Apa yang hendak kamu tanyakan?" tanya sang danton sembari memakai kaos kaki hitamnya.
"Ijin danton, saya menemukan ini dimeja kerja danton tadi pagi. Ada yang mau saya tanyakan kepada danton perihal foto didalam album ini," ujar Setyo sambil menunjukan album foto yang di pegangnya.
"Owh, aku fikir ada masalah apa Yo, " balas Danton Heru.
Kemudian Setyo membuka lembaran kelima dari lembaran album yang ada, menunjukkan pria yang berdiri disebelah sang danton.
"Itu abang angkatku Yo," jawab sang danton ringan.
"Apa benar namanya Radhif?" tanya Setyo penuh selidik.
Sang danton mengangguk sebagai tanda membenarkan pernyataan Setyo tadi.
"Danton Heru yakin ini namanya Radhif bukannya Radhit?" tanya Setyo membuat bingung sang danton muda itu.
"Untuk apa aku berbohong Yo, di baju dinasnya tertulis jelas siapa namanya," balas Danton Heru mantap.
"Apa Danton Heru yakin?" kembali terlontar pertanyaan dari bibir Setyo.
Sambil menyemir sepatu PDL miliknya sang danton berusaha berfikir kembali, hal-hal yang berkaitan dengan seniornya tersebut.
Dan akhirnya Danton Heru pun menyerukan sesuatu yang membantu Setyo menemukan titik terang dari semua pertanyaannya tadi.
"Setahu aku Bang Radhif memiliki kembaran yang sedang kuliah di salah satu universitas negeri di kota Surabaya," tutur Danton Heru.
"Apa kembarannya bernama Radhit?" tanya Setyo lagi.
"Iya benar Yo, dari mana kamu tahu kalo kembaran Bang Radhif adalah Radhit?" sekarang Danton Heru yang balik bertanya.
Singkat kata akhirnya Setyo menceritakan semua kisah masa lalunya bersama Mayang.
Hingga akhirnya Mayang memilih Radhit.
Namun Setyo tak tahu bila Radhit memiliki saudara kembar yang berprofesi sebagai TNI AD.
"Oiya Yo, adik dari Abang letengku itu sedang di rawat di rumah sakit.
Foto yang di sebelah itu adalah Bang Gilang. Dia memiliki seorang adik yang manis," ujar Danton Heru.
__ADS_1
Danton Heru bercerita bahwa sempat mengantarkan kiriman dari kakak letengnya yang bernama Gilang kerumah saudaranya yang berada di Sidoarjo.
Tak sengaja saat bertandang kesana, Danton Heru bertemu dengan adik dari kakak asuhnya itu.
"Tapi aku lupa siapa namanya, karena aku buru-buru hendak berangkat ke bandara menjemput orang tuaku yang datang dari Kalimantan," tambahnya lagi.
"Dan satu hal yang perlu kamu ketahui Yo, saudara kembar seniorku itu telah wafat dua minggu yang lalu. Akibat insiden di Gunung Semeru," ujar sang danton pada Setyo.
Bagai tersambar petir ucapan itu sangat mengejutkan bagi Setyo.
Entah rasa sedih atau senang mendengarkan hal tersebut.
Sedih karena mendengar insiden yang menimpa Radhit, tapi ada rasa senang karena saingannya telah pergi untuk selamanya.
Meskipun dirasa baginya kebahagiaan itu tak sepantasnya, karena terlihat picik dan naif.
Tapi itulah yang dirasakannya saat ini.
'Sebersit tanya terlintas dalam benak dan fikirannya, apakah Mayang masih bersama Kak Radhit? Ataukah mereka telah berpisah?
Apakah masih ada peluang bagiku untuk memilikinya dan menjadikannya kekasih hatiku,' fikir Setyo.
'Dimana aku dapat menemukan Mayang? Apakah dia masih berkuliah di kampus yang sama?
Sepertinya aku harus segera mencari tahu,' gumam Setyo dalam hati.
Timbul niat dalam benak Setyo untuk mencari Mayang di kampus, tetapi saat ini dia harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota TNI.
Karena sebagai anggota baru banyak kerjaan yang harus di selesaikannya.
Maka keinginan itu di urungkannya, hingga hari sabtu nanti saat Ib (ijin bermalam) atau pesiar nanti.
"Aku harus ke Surabaya!" pekiknya membuat sang danton terkejut.
"Kau kesurupan Yo? Pagi-pagi bikin orang jantungan saja," protes sang danton seraya beranjak dari tempatnya.
*Rumah sakit M, Malang*
(Suasanan di ruang VVIP, kamar Mawar, nomor 6)
Keadaan Mayang bukannya membaik tapi makin memburuk.
Semua ini akibat stres yang membuat asam lambungnya naik drastis, ditambah lagi kehamilannya yang membuatnya mual tak berselera makan.
Sehingga berat badan dan kondisi fisiknya melemah.
"Mayang ayo makan dulu bubur ini, ibu sudah membuatkanya untukmu," ucap sang Ibu.
"Tapi Mayang gak lapar Bu, Mayang hanya ingin tidur," balas Mayang sambil memejamkan matanya.
"Jika kau tidak Makan, paling tidak minumlah jus alpukat ini agar tubuhmu tidak lemah," tambah sang ibu sambil membawakannya sebuah gelas berisi jus alpukat tersebut.
Awalnya Mayang menolak tapi kali ini diterimanya juga gelas jus tersebut dan meminumnya.
Sebenarnya Mayang sangat membenci minuman manis apalagi jus alpukat, akan tetapi kali ini dia meminumnya hingga kandas, tak bersisa.
Hal tersebut membuat sang Ibu senang sekaligus heran.
"Tumben kamu suka jus, biasanya kamu gak suka, karena jijik melihat teksturnya," ucap Bu Endang penuh selidik.
"Mungkin karna Mayang lapar Bu, udah beberapa hari ini Mayang gak makan," bantah Mayang.
Obrolan mereka terhenti ketika terdengar suara ketukan dan salam dari balik pintu.
__ADS_1
"Assalamualaikum!"
"Permisi!" terdengar suara wanita paruh baya dari balik pintu.
Kemudian terlihat pintu dibuka.
Muncul sosok tiga orang dari balik pintu.
Mereka adalah Radhif dan kedua orang tuanya.
Setelah bersalaman dan bercakap-cakap.
Radhif kemudian berkata pada Ibu dari Mayang, "Kemana Gilang Bu?"
"Gilang baru saja pulang, Dhif. Makanya Ibu Mau sholat dhuha aja gak bisa karena tdk ada yang menggantikan Ibu menjaga Mayang," ucapnya lagi.
Terlintas dalam benak Radhif apa yang sudah mereka rencanakan tak akan berhasil bila ada Ibunda dari Mayang di ruangan ini.
"Pergilah sholat Bu, biar kami yang menjaga Mayang," ucap Ibu Pratama.
Setelah meyakinkan Ibu Endang akhirnya ibu dari Mayang pun beranjak pergi dengan diantrkan oleh Radhif.
Ruangan hening sesaat, kemudian Ibu Pratama yang merupakan ibundanya Radhit pun melangkah mendekati Mayang yang saat itu dalam posisi berbaring di ranjangnya.
Ibu Pratama kemudian memandangi Mayang, sambil membelainya.
Sang ibu membayangkan wajah Radhit sambil mengelus perut Mayang.
"Jagalah baik-baik cucuku ya Nak! Dia adalah pengganti Radhit," tuturnya penuh kesedihan.
Sentuhan tangan sang Ibu membuat Mayang tersentak, apalagi mendengar ucapan ibunya Radhif.
"Da...darimana Ibu tahu kalo aku hamil?" tanya Mayang dengan suara terbata.
"Ibu sudah tahu semua dari Radhif, Nak. Jangan khawatir keluarga kami akan bertanggung jawab dan akan menjagamu beserta anak ini," tambahnya lagi.
Muncul pertanyaan dalam benak Mayang, pertanggungjawaban seperti apa yang akan diberikan oleh keluarga Radhif?
Bukankah Radhit telah wafat?
Apa mereka akan mengajakku untuk tinggal dirumahnya?
Atau--,' Mayang tak melanjutkannya.
Dia tak mau berfikir sejauh itu.
Apa mungkin itu akan terjadi?
Secara dia sedang mengandung janin hasil cintanya dengan Radhit.
'Apakah aku harus pasrah menerima semua ini?
Ataukah aku harus menolak apa yang mereka rencanakan untukku dan calon anakku?' gumam Mayang dalam hati.
🍃🍃🍃🍃🍃
*Apakah Setyo berhasil mencari informasi tentang keberadaan Mayang?
*Apa rencana keluarga Pratama sebenarnya?
*Dan apakah rencana Radhif dan keluarganya di terima oleh Gilang serta Ibunya?
Nantikan kisah selanjutnya hanya di" TAKDIR CINTA MAYANG" Part 39. Terimakasih 🙏😍🤗
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca hasil karya Cikgu Maya, mohon krisan dan juga komennya ya...semoga suka dengan cerita Cikgu Maya 🙏😍