TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 65


__ADS_3

...*****"""""*****...


...Batalion X, Kota Malang...


"Izin, Assalamualaikum, Danton Heru?" ucap Setyo menyapa sang danton yang sedang duduk di dalam ruangannya, ruangan tersebut bersebelahan dengan ruang kerja Setyo.


"Oiya, Yo. Malam minggu ini kamu ada acara?" tanya Danton Heru.


"Siap, tidak ada Danton," balas Setyo.


"Temani aku menemui seseorang di cafe unik ya?" pinta sang danton muda itu kepada Setyo.


"Siap!" balasnya.


Siang itu Setyo merasa hatinya gunda gulana, sebab pesan yang di kirimkan kepada Mayang tidak di respon.


Dan saat Setyo mencoba menghubungi nomor ponsel Mayang, nomor itu tidak aktif.


Rasa khawatir menyelimuti hati Setyo kala itu.


Berbagai prasangka buruk memenuhi fikirannya.


Apa yang terjadi dengan Mayang?


apa terjadi sesuatu dengannya?


muncul pertanyaan-pertanyaan tentang Mayang dalam fikiran Setyo.


membuatnya tidak konsen dalam bekerja.


Hingga akhirnya, Setyo memutuskan untuk menghubungi Restu dan Dion.


Ternyata Mayang pernah memberi kabar kepada kedua sahabatnya itu, bahwa dirinya tengah di rawat inap di rumah sakit Y di daerah Surabaya, beberapa hari yang lalu.


Terlintas fikiran yang picik dalam kepala Setyo.


Dia berharap Mayang mengalami keguguran, sehingga bayi yang di kandungnya meninggal.


Dengan begitu Radhif tidak akan mempertahankan Mayang, malah akan menceraikannya.


Karena Setyo tahu, yang mengikat Mayang dan Radhif adalah bayi itu, anak dari mendiang Radhit yang tak lain adalah adik kembar dari Radhif.


'Jika saja apa yang aku fikirkan benar-benar terjadi,' gumam Setyo dalam hati.


Dengan begitu Setyo mempunyai peluang untuk memiliki Mayang.


Dalam hatinya Setyo merasa yakin bahwa Mayang akan memilihnya dan kembali kepada dirinya.


...****""""*****...


...Rumah kediaman keluarga Pratama...


"Loh, Bi Ina, kemana Kak Radhif?" tanya Mayang saat selesai menata sarapan di meja makan.


"Tadi sudah Bibi panggil, Non," jawab Bi Inah.


'Apa Kak Radhif sedang merajuk? Atau memang sedang tak ingin memakan sarapannya di lantai bawah?' batin Mayang.


Karena Radhif tak juga muncul, akhirnya Mayang membawakan sepiring nasi goreng, segelas jus jeruk menggunakan sebuah nampan.


Dengan hati-hati Mayang membawa sarapan itu menuju lantai atas.


Mayang membuka pintu kamarnya, berfikir bawah Kak Radhif berada di kamar itu.


Namun sosok yang di cari tak ada di dalam kamar itu.


Namun, ada sesuatu mengejutkannya, pandangannya tertuju pada bangkai ponsel yang masih berserakan di lantai kamar mereka.


Karena terburu-buru takut makanan untuk Radhif dingin, di tepisnya rasa penasarannya itu.


Meski di dalam benaknya muncul sebuah pertanyaan, apa yang telah terjadi di kamar itu, sehingga ponselnya bisa hancur lebur berkeping-keping seperti yang dilihatnya tadi.


Ingin sekali Mayang menanyakan apa yang sebenarnya terjadi Di sana. Akan tetapi tak ada sosok Kak Radhif atau siapapun di dalam sana.

__ADS_1


Kemudian Mayang berdiri dan pergi membawa sarapan itu ke kamar tamu.


"Jika bukan di kamar mereka, pastinya Kak Radhif telah kembali ke kamar tamu itu," ucapnya setengah berbisik.


Tok...tok...tok.....


Suara jari jemari Mayang melengkung dan mengetuk pintu kayu tersebut.


Sengaja dia mengetuk pintu itu lebih kencang.


Agar Radhif mendengarnya, di berfikir bahwa Radhif kembali tidur di dalam kamarnya.


5 menit Mayang menunggu tetapi tak ada suara, dan tak ada yang membukakan pintu kamar. Akhirnya Mayang memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar itu.


"Assalamualaikum, Kak!" ucap gadis cantik itu.


Tak ada balasan dari Kak Radhif.


Hingga Mayang masuk dan menaruh nampan di atas meja kecil tak jauh dari ranjang tempat Kak Radhif.


Di sana suaminya itu sedang duduk di atas ranjang dengan posisi bersandar sembari memainkan ponselnya.


Rupanya Radhif sedang menelpon seseorang, dia memanggilnya dengan adik asuh. Sepertinya dia merencanakan sesuatu dengannya.


Karena dalam perbincangannya tadi melalui telepon Radhif sempat menyebutkan bahwa dirinya akan pergi ke Kota Malang pada akhir pekan ini.


Mayang merasa heran dengan sikap Kak Radhif.


Dia seperti orang lain, berbeda dengan Radhif yang menggodanya dan memeluknya tadi pagi.


Kali ini Radhif bahkan tak meliriknya sama sekali.


'Apa yang terjadi sebenarnya, sehingga sikapnya berubah dingin dan acuh padaku?' batin Mayang.


Namun Mayang mencoba berfikiran postitif, saat meletakan nampan berisi sarapan tadi, Mayang pun berkata, "Baiklah, aku akan kembali ke kamarku, jika ada yang Kak Radhif butuhkan panggil saja aku," ucap Mayang lagi.


Mayang berjalan menuju pintu keluar, namun tiba-tiba saja Radhif menariknya dan mendorongnya ke Ranjang.


"Lep.....lepaskan aku kak!" suara Mayang terbata-bata karena terkejut.


"Aku ingin tahu apa kau sengaja menghubungi Setyo kekasihmu itu?"


"Setyo?"


"Untuk apa aku menghubunginya?" balas Mayang panik.


"Lalu mengapa pria itu masih saja menghubungimu?"


"Apa kau masih mengharapkannya?"


"Jangan pernah mempermainkan perasaanku! Atau aku akan memberi hukuman setimpal untukmu!" ucap Radhif dengan tatapan mata yang tajam bak pedang yang terhunus siap menghujam tubuh Mayang, dalam pancaran mata itu terlihat pandangan itu memancarkan api kemarahan yang berkobar.


"Jujur aku tak pernah menghubungi Setyo lagi, Kak!" seru Mayang ketakutan.


Radhif mencengkeram tangan Mayang sangat keras hingga gadis itu merasa kesakitan.


Mengunci tangannya hingga tak bisa bergerak.


"Aku akan memberimu hukuman karena ulahmu!" ucap Radhif dengan wajah sangar.


"Lepaskan!" seru Mayang.


"Tidak akan aku lepaskan sampai aku benar-benar berhasil menjadi memilikimu," balas Radhif semakin agresif.


"Tidak, aku tidak mau seperti ini!" pekik Mayang.


Namun sia-sia semua usaha Mayang.


Tubuh Radhif yang kekar dan atletis takkan bisa di kalahkannya.


Meskipun Mayang pernah belajar bela diri, Akan tetapi hari ini dia kalah telak.


Mayang berusaha menendang Radhif, tetapi Radhif telah menindih kaki Mayang sehingga sulit untuk bergerak.

__ADS_1


Kali ini posisi Mayang benar-benar tidak menguntungkan.


sulit baginya untuk melawan.


"Lepaskan aku atau aku akan berteriak memanggil Pak Ujang dan Bi Inah," ancam Mayang pada Radhif.


Mendengar hal itu, bukannya melepaskan Mayang Radhit malah semakin memperkuat genggaman tangannya dan himpitannya.


membuat Mayang benar-benar tak bisa bergerak atau berusaha meloloskan diri.


Hingga akhirnya Mayang dengan kesal dan marah meneriaki Radhif, "Apa karena itu Kak Radhif tega menghancurkan ponselku?"


"Apa karena itu, Kak?" pekik Mayang dengan wajah kesal dan marah karena Kak Radhif memperlakukannya layaknya seorang penjahat yang telah membohonginya.


Radhif memegang wajah Mayang.


Menatap kedua mata istrinya itu.


Mencoba mencari tahu kebenaran dalam bola mata indah milik Mayang.


"Aku takkan membiarkanmu pergi meninggalkan aku!"


"Jadilah milikku sekarang dan selamanya!" ucap Radhif sembari mendekatkan wajahnya ke arah Mayang.


"Apa yang mau kau lakukan, Kak?"


"Sadarlah!" ucap Mayang.


Radhif tak mengiraukan Mayang.


Di fikirannya hanya ingin memiliki Mayang saat itu juga.


Tak peduli teriakan dan tangisan Mayang.


Kemarahan telah menguasai Radhif.


Cengkraman tangan Radhif mengendor saat mencium Mayang, memberi kesempatan Mayang untuk bergerak.


Dan......


Sebuah tamparan yang sangat kuat mendarat di pipi Radhif.


Tamparan yang sangat kuat membuatnya tersadar dari apa yang telah di lakukannya tadi.


Sesaat Radhif diam. Menatap Mayang yang berada di bawahnya.


Bangkit dari posisi itu, kemudian Radhif berdiri menghadap Mayang yang masih terbaring di tempat tidur.


Kedua tangan mengepal kuat dan wajahnya memerah menahan emosi.


"Pergilah dari sini sebelum kesabaranku habis!" hardik Radhif.


"Ingatlah apa aku lakukan tadi adalah hukumanku karena kebohongan yang sudah kau sembunyikan dariku!" ucapnya dengan amarah yang menggebu-gebu.


Kemudian berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Mayang yang masih terisak melihat tingkah laku Radhif tadi.


Radhif kemudian masuk ke kamar mandi, menutup keras pintu itu dan menguncinya. Tangannya meraih keran air dan menyalakan 'shower', derasnya air dingin yang mengalir dari 'shower' mengguyur seluruh tubuh Radhif.


Dia berharap panas di kepala dan hatinya akan mereda setelah mandi.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


*Apa sebenarnya yang direncanakan Radhif tanpa sepengetahuan Mayang?


*Apa yang akan terjadi bila Radhif bertemu Setyo?


*Apakah Radhif dan Mayang jadi melakukan 'babymoon'?


Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" Part 66.


Terimakasih 🙏😊😍


__ADS_1


__ADS_2