
...CERMINAN DALAM SEBUAH KEGAGALAN...
...*****"""""******...
...Villa, Kota Malang...
Melihat gelagat Mayang yang hendak berlari ke dalam villa, Radhif segera menghadangnya, dia ingin memberi surprise kepada istrinya itu.
Sia-sia jika Mayang masuk begitu saja ke dalam villa.
Radhif telah meminta Pak Deden dan istrinya untuk menghias kamar mereka secantik mungkin, dengan dihiasi oleh bunga dan pita biru tak lupa sebuah buket bunga dan kotak cantik berisi ponsel dengan nomor cantik pilihan Radhif.
Dalam hati Radhif berharap istrinya itu senang dengan surprise yang diberikannya pada malam ini, anggap saja ini adalah malam pertama skaligus 'honeymoon' or 'babymoon' mereka.
Radhif menarik tangan Mayang, kemudian memeluknya dari belakang dan menutup kedua mata Mayang.
"Kau tak boleh ke villa begitu saja sayang,"
"Aku akan menuntunmu menuju kamar kita. Hari ini malam special untuk kita berdua," ucap Radhif terdengar sangat lembut di telinga Mayang.
Nafasnya menggelitik indera pendengaran Mayang, lembut dan syahdu menyentuh sukmanya, membuat desiran aneh dalam diri Mayang.
Malam itu Mayang begitu bahagia mendapatkan kado buket bunga dan sebuah ponsel yang di kemas cantik dalam sebuah kotak kado berwarna pink.
"Ini untukku?" tanya Mayang tak percaya.
"Bukalah ini hadiah untukmu, sebagai pengganti ponselmu yang telah aku rusak," balas Radhif tersenyum penuh arti.
"Aku sangat berterimakasih, Kak. Tetapi ponsel ini sangat mahal untukku yang hanya gadis rumahan," ucap Mayang tak percaya Radhif memberinya ponsel dari brand Balckberry yang saat itu sedang hits.
Ponsel 'Blackberry' slide cantik berwarna putih, memiliki desai elegan dan menawan.
"Ambillah, sayang. Nyonya Radhif memang berhak mendapatkannya. Dia akan sangat cocok bila dirimu yang menggunakannya," puji Radhif pada sang istri.
"Tapi, Kak. Ponsel ini terlalu mewah. Aku merasa tidak pantas memilikinya," ucap Mayang sambil memaruh kembali ponsel tersebut ke dalam kota hadiah.
"Aku lebih memilih buket bunga dan coklat ini," ujar Mayang sambil mengambil buket bunga yang didalamnya terselip sebatang coklat kesukaannya.
Radhif tersenyum bahagia kemudian berjalan menuju ke arah Mayang.
Memeluk erat sang istri dan mendaratkan sebuah ciuman hangat di b***r Mayang.
Tindakan Radhif yang cepat membuat Mayang terkejut.
Mayang yang tadinya memegang buket bunga dan coklat mendadak terlepas dari tangannya.
Radhif semakin erat memeluknya, menariknya dalam dekapan hangat, meluapkan segala kerinduannya yang selama ini telah di pendamnya.
Ciuman itu semakin dalam dan manis, membuat Mayang terlena dibuatnya.
Dan......
Kring....Kring....Kring......
Suara ponsel Radhif pun berdering, membuyarkan suasana romantis yang baru saja akan di mulai oleh Radhif.
"Siapa sich yang malam-malam begini telepon? Seharusnya tadi aku mematikan ponselku, agar momen romantisku tidak tergangganggu," omela Radhif sambil merogoh ponsel dalam saku celananya.
Nafas Mayang tersengal bak pelari maraton yang berlari menuju ujung finish.
Terdengar memburu disertai detak jantung yang tak berirama, sangat kencang seolah-olah akan keluar dari dalam tubuh Mayang.
Semua akibat ulah Radhif tadi, kenakalan dan kejahilan sang suami membuatnya seperti ini.
"Beruntung ada telepon penting yang masuk, kalo tidak habislah aku tadi," batin Mayang, kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Malam semakin larut, sang surya telah berganti kedudukan dengan sang dewi malam.
Dikeheningan malam terdengar suara nyanyian yang khas dari sang jangkrik.
Di tambah riuhnya sang kodok sebagai maestro.
Pertanda hujan akan menemani Mayang dan Radhif melewati seperempat malam menuju esok hari.
Udara kota Malang yang dingin menggigit tulang membuat Mayang membenamkan dirinya di dalam selimut sehabis sholat isya.
Sedangkan di pojok kamar Radhif masih terdiam menatapi labtopnya.
"Sial, di saat seperti ini ada saja tugas kantor yang mengganggu. Seharusnya aku menghubungi Gilang untuk membantuku," omel Radhif sambil mengecek berkas yang di kirim oleh atasannya melalu email pribadinya.
Radhif melirik ke ranjang, terlihat Mayang terbungkus dalam selimut biru berbahan bulu sintetis yang lembut dan hangat. Tubuhnya nampak terdiam dan tak bergerak.
"Apakah Mayang benar-benar sudah tidur? Atau hanya berpura-pura?
Sepertinya dia sengaja melakukan itu agar aku tidak mendekati dan menyentuhnya," batin Radhif.
__ADS_1
Konsentrasi Radhif buyar ketika Mayang bergerak membalikab tubuhnya mengganti posisi tidur yang mungkin dirasa kurang nyaman bagi tubuhnya.
'Dasar gadis tomboi. Rupanya kau belum tidur, hanya pura-pura agar aku mengurungkan niatku,' umpat Radhif dal hatinya.
Tangannya menekan tombol kontrol plus hurus s pada 'keyboard' labtop, menyimpan data yang baru saja diketiknya agar tidak hilang.
Kemudian meng-klik tanda 'shutdown' pada layar labtop tersebut.
Untuk sementara Radhif mencoba melupakan tugasnya.
Padahal di kantor Radhif termasuk tipe orang yang tidak suka menunda-nunda kerjaan atau tugas.
Akan tetapi malam ini, Radhif mengecualikan prinsipnya itu.
Demi malam pertamanya bersama Mayang.
Atau boleh di katakan 'babymoon' (meskipun perut Mayang belum terlihat besar karena usianya masih berjalan 6 minggu).
Itulah malam ini bukanlah malam pengantin biasa bagi Radhif, karena saat ini Mayang sedang mengandung.
Dengan hati-hati dan perlahan Radhif berjalan menuju ranjang tempat Mayang berbaring.
Kemudian menarik selimut yang menutupi sekujur tubuh istrinya itu.
Memberikan sentuhan-sentuhan manja kepada Mayang, membuat Mayang tersadar dari kepura-puraannya.
Hingga.......
"Kak, hentikan!"
"Aku sedang datang bulan, bisakah kita menundanya?" pinta Mayang dengan wajah bersemu merah.
Tengkuknya terasa basah bagaikan kehujanan.
Telapak tangan dan kakinya terasa dingin membeku.
Jantungnya berdetak sangat kencang, hingga rasa-rasanya detakan jantungnya itu bisa terdengar sampai ke planet mars.
Radhif yang posisinya berada tepat di atas Mayang hanya bisa memandang wajah cantik dan manis sang istri yang menantapnya dengan mimik wajah polos memohon kepada Radhif untuk menghentikan aksi nakalnya.
"Apa itu benar?"
"Ketika hamil wanita masih bisa datang bulan?" tanya Radhif penuh selidik mendengar ucapan Mayang tadi.
"Baiklah, aku akan menunggu hingga dirimu selesai datang bulan, tapi kapan hari itu akan tiba?" tambah Radhif dengan wajah kecewa karena aksinya kembali gagal.
Senyum penuh kemenangan, meskipun itu adalah salah.
Karena permintaan suami adalah pahala untuk istri.
Sudah seharusnya Mayang tidak membohongi Radhif dengan mengatakan jika dia sedang datang bulan.
Hanya saja malam itu Mayang benar-benar takut dan gugup.
Tidak tahu harus berbuat apa.
Meskipun hal ini bukanlah pertama kali untuknya, tetapi tetap saja kesiapan mental dan batin sangat di perlukan.
Terutama ada hal penting yang sebenarnya ingin dia utarakan kepada suaminya itu, ada hal yang sebenarnya tidak boleh mereka laukan sebelum anak dalam kandungan itu lahir.
Apalagi Mayang belum sepenuhnya menerima Kak Radhif, semua itu ada kaitanya dengan kehamilannya tersebut.
Mayang teringat pernah mendengar dari dosennya dulu ketika mengikuti mata kuliah agama, bahwa seorang wanita hamil yang bukan ayah biologis dari anak tersebut haram bers*****h dengan sang istri. Meskipun secara agama mereka telah sah menikah dan menjadi sepasang suami istri.
Akan tetapi hal ini tak bisa di utarakan kepada Kak Radhif, sehingga Mayang terus saja mencari alasan untuk menolaknya.
Sedangkan mama dan papa Kak Radhif tak bisa di hubungi, jika saja ponsel Mayang tidak rusak, pastinya dia dapat menyampaikan keluh kesahnya kepada ibu mertuanya, agar dapat memberi penjelasan kepada suaminya itu.
'Ya, Allah, semoga mamanya Kak Radhif segera mengubungi Kak Radhif, agar bisa mengingatkannya,' doa Mayang dalam hati.
Dengan penuh kekecewaan Radhif menghempaskan dirinya ke samping Mayang.
Menarik selimut biru yang di pakai Mayang tadi.
Mencoba menahan keinginanya meskipun itu sulit baginya.
Namun apa boleh buat, itu yang harus di lakukan oleh Radhif.
Tak mungkin baginya memaksa sang istri melayaninya dengan keadaan seperti itu.
Tak berselang 30 menit suara dengkuran Radhif terdengar.
Hal itu membuat Mayang merasa sedikit lega, itu berati Kak Radhif sudah tertidur.
Ternyata meskipun Radhif telah tertidur pulas, kekhawatiran belum juga sirna baginya.
__ADS_1
Karena kesal keinginannya tidak terwujud, sebelum tertidur Radhif telah mengambil selimut yang digunakan Mayang tadi.
Karena di kamar itu hanya tersedia satu selimut.
Alhasil Mayang harus mengorbankan dirinya untuk tidur tanpa selimut malam ini.
Sedangkan udara kota Malang saat itu sangat dingin.
Tak mungkin baginya meminta selimut kepada istri Pak Deden si penjaga villa karena hari sudah larut malam.
Lebih tak mungkin bisa Mayang masuk ke dalam selimut yang sama dengan Radhif.
Itu artinya Mayang membangunkan singa yang sedang tertidur untuk segera menerkamnya.
Ketika suara adzan berkumandang, Mayang mulai menggeliatkan tubuhnya.
Berusaha mengusir rasa kantuknya, agar bisa bangun melaksanakan sholat subuh.
Saat bangun Mayang mendapati tubuhnya terbungkus selimut biru yang di kenakan Radhif, sedangkan Radhif tidur di sofa menggunakan jaket dan kain sarung yang memang di bawa oleh Mayang untuk digunakan Radhif sholat.
Dengan perasaan campur aduk yang berkecamuk dalam hati, Mayang turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu.
Akan tetapi seketika itu juga akhirnya Mayang tersadar, bila kebohongannya itu akan membuahkan dosa lain untuknya.
Sangat jelas kebohongan itu akan diketahui Rahdif dan kedok Mayang akan terbongkar ketika Mayang melaksanakan sholat subuh.
Bagaimana mungkin dia sholat, sedangkan dalam ajaran agama melarang seorang muslimin untuk melakukan ibadah ketika datang bulan.
Mayang merasa berada dalam dilema.
Di intipnya Kak Radhif, ternyata dia masih tertidur nyenyak di sofa yang berada agak jauh dari kamar mandi dan ranjang tempat Mayang tidur tadi.
'Untung saja Kak Radhif masih tidur, kalau tidak mampuslah aku,' ucapnya dalam hati.
Dengan perlahan Mayang mengambil wudhu, kemudian bergegas melakukan sholat subuh.
Entah sholatnya di terima atau tidak oleh Sang Pencipta, Mayang melakukannya dengan niat tulus.
Namun kebohongan itu membuatya kefiran hingga kurang khusuk.
Selang beberapa menit Kak Radhif belum bangun dari tidurnya.
Mayang yang melihat itu akhirnya membangunkan sang suami yang sedang tertidur.
"Kak...Kak Radhif!" panggil Mayang sambil menggoyang-goyangkan badan Kak Radhif.
"Eeehhhhhmmmm...!!!"
"Biarkan aku tidur sebentar lagi sambil memulukmu mama sayang," ucap Radhif mengigau sambil menarik Mayang kepelukannya.
Mayang bingung harus bagaimana, terpaksa dia mengikuti alur yang sudah di setting oleh Radhif saat itu.
Wajah Mayang tepat di atas Radhif saat dia membisikan kata "bangun" kepada Radhif.
"Aku udah bangun kok, malah dari semalam," ucap Radhif sekenanya, berusaha menggoda Mayang.
"Bangunlah, Kak. Sudah waktunya sholat!" ucap Mayang lagi.
Aroma wangi obat kumur tersebar di wajah Radhif.
Membuat Radhif seakan jadi bersemangat.
"Berikan aku moorning kiss, baru aku akan bangun!" perintah Radhif menarik kepala Mayang..
Posisi Mayang kini berada di atas tubuh Radhif.
Membuat Mayang semakin kikuk dan salah tingkah.
"Ayolah, Kak. Bangunlah sholat dulu!" pinta Mayang, berusaha membuat Radhif bangun dari tidurnya.
"Baiklah tapi setelah mendapat 'moorning kiss' darimu mama sayang," goda Radhif dengan mimik wajah sangat menggemaskan.
"Kak Radhif belum mandi"
"Bbbbbaaaauuuuuuu!!!" teriak Mayang seraya membenamkan wajahnya dalam dada Radhif yang bidang itu, berusaha melepaskan diri dari tatapan mata elang sang suami.
"Baiklah, hadiah kecilnya setelah mandi dan sholat ya, mama sayang?" pinta Radhif sambil mengecup ubun-ubun Mayang.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
*Apa Kebohongan Mayang akan terbongkar?
*Bagaimana reaksi Radhif saat tahu Mayang membohonginya hingga aksi nakal Radhif saat malam pertama tidak berhasil dilakukannya?
*Marahkan Radhif kepada Mayang, meski sebenarnya maksud Mayang baik untuk menghindarkan Radhif dari perbuatan haram yang di larang oleh agama.
__ADS_1
Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" PART 70. Terimakasih, jangan lupa like, vote dan juga tipsnya ya teman-teman semua.
Karena semua itu bisa menjadi imun dan penyemangat untuk Author dalam menulis, mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, karena Author masih pemula, semoga bisa lebih baik lagi kedepannnya 🙏😊🤩