TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
TAKDIR CINTA MAYANG PART 103


__ADS_3

Izin admin dan moderator saya posting cerita saya yang berjudul "TAKDIR CINTA MAYANG", semoga berkenan dan mohon krisannya. Terima kasih 🙏😊


...----TAKDIR CINTA MAYANG----...


...PART 103...


----Keretakan mahligai pernikahan Mayang dan Radhif-----


(bagian pertama)


----Rumah sakit M, pusat kota Malang---


Sepenggal part sebelumnya,


"Aku tak ingin melepasmu. Aku juga tak ingin pernikahan ini berakhir. Meskipun aku tahu janin di dalam kandunganmu telah meninggal," kembali kak Radhif bersuara. Suaranya begitu lantang terdengar.


"Mayang, katakanlah sesuatu. Jika memang kau tidak menginginkan pernikahan ini berlanjut, aku akan berusaha menguatkan hatiku agar bisa melepaskanmu pergi dari sisiku. Tapi dengan satu syarat," suara kak Radhif terdengar sangat berat mengucapkan kalimat terakhirnya tersebut.


Mayang tetap diam tak bergerak. Bahkan tetap membisu. Hanya mendengar dan mencoba mencerna setiap perkataan yang terlontar dari kak Radhif.


Dalam hati Mayang masih merasakan sakit yang teramat dalam mendengar percakapan Bu Dian dan kak Radhif sore tadi. Ternyata kak Radhif pernah di jodohkan dengan anak dari sahabat maminya. Seharusnya kak Radhif menerima perjodohan tersebut bukannya menerima Mayang menjadi isterinya, hanya karena Mayang mengandung anak dari mendiang adik kembarnya. Mayang sudah dewasa dan tentunya dia mampu membesarkan anak itu seorang diri. Walaupun dirinya akan kesulitan melakukannya, karena belum memiliki pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan calon bayinya kelak.


'Mungkin, Allah berfikir agar aku melanjutkan hidupku begitu pula Kak Radhif, sehingga Sang Pencipta mengambil kembali malaikat kecil titipannya,' batin Mayang dalam hati.


Mayang tetap saja membisu, tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka berdua hanyut dalam fikiran masing-masing. Mencoba menerka-nerka apa yang seharusnya mereka lakukan kedepannya.


...--------------*****--------------...


Malam itu keduanya tak ada perbincangan lagi antara Mayang dan Kak Radhif. Hanya kebisuan dan keheningan yang tercipta diantara mereka. Hingga saat Heru dan Dwi muncul tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir Mayang. Meski pun rasa sakit melanda tubuhnya, dia tetap diam. Hanya sesekali Heru dan Dwi yang berbincang dan membantunya mengambilkan minum, jika Mayang merasa haus.


Entah mengapa kini hatinya seakan membatu. Tak dirasakan lagi perasaan cinta dan sayang untuk kak Radhif. Perasaan itu seakan terpendam bersama janinnya yang telah terkubur.


"Mbak, udah baikan?" tanya Heru.

__ADS_1


"Alhamdulilah, udah mulai belajar duduk. Semoga bentar lagi bisa pulang. Gak enak rasanya ngrepotin terus," balas Mayang asal ngomong.


Mendengar perkataan Mayang tersebut, Radhif langsung memalingkan wajahnya menatap ke arah gadis tersebut. Namun, Mayang yang sengaja mengatakan itu malah bersikap dingin dan cuek.


Karena kesal mendengar perkataan Mayang tadi, Radhif pun buka suara. Radhif pun berkata, " Heru, udah kamu istirahat saja. Biarin aja Mayang sendiri. Sepertinya Mayang udah pulih dan bisa mengurus dirinya sendiri.


Dengan jutek, Radhif memerintahkan Heru pergi.


"Kamu sama Dwi ke kantin rumah sakit aja. Beli kopi buat saya. Saya ngantuk, kalo gak ada kopi yang bisa di minum," perintah Radhif kepada Heru adik asuhnya.


"Tapi, Bang. Bukannya tadi saya udah bawain setermos kopi sama camilan. Apa belum cukup?" ucap Heru bingung.


"Udah, buruan. Beda kopi yang kamu bawa, Her. Aku pengen cofee latte," balas Radhif berbohong.


"Siap, Bang. Aku ajak Dwi buat ke kantin. Ada lagi yang mau bang Radhif titip untuk dibelikan?" tanya Heru.


"Udah, itu aja. Sekalian carikan aku rokok yang gambarnya kupu-kupu di depannnya ya. Jangan balik kalo belum dapat," timpal Radhif asal.


Sebenarnya Radhif sengaja menyuruh Heru untuk pergi. Dia melakukan hal tersebut, agar Mayang meminta bantuan darinya, bukan Heru atau pun Dwi.


Mayang yang tahu jalan fikiran Radhif mendengus kesal. Kemudian membenamkan diri dalam selimutnya. Memejamkan mata mencoba untuk tidur.


Dan akhirnya apa yang di perintahkan Radhif kepada Heru dan juga Dwi benar-benar dilaksanakan oleh keduanya. Mereka kembali ketika jam menunjukan pukul 01.00 dini hari. Kala itu Mayang telah tertidur pulas.


...---------------*****--------------...


Keesokan harinya, tepat pukul 04.45. Radhif mengajak kedua adik asuhnya untuk sholat di musholah masjid terdebut. Mereka membiarkan Mayang sendirian di kamar. Mayang masih tertidur pulas, sebab ketika tengah malam bekas operasinya kembali terasa nyeri. Hal itu membuat Radhif panik dan bergegas memanggil perawat.


Untung saja perawat yang piket segera datang dan memberikannya obat untuk menghilangkam rasa nyeri akibat operasi secar.


Selepas sholat Radhif kemudian kembali ke ruang kamar inap tempat Mayang berada.


Dibukanya kamar perlahan, agar tidak menimbulkan suara berisik. Radhif takut suara berisik yang timbul akan membangunkan Mayang.

__ADS_1


Radhif kembali seorang diri, sebab Heru dan Dwi telah kembali ke batalyon mereka. Hari ini mereka pulang sangat cepat karena ada kegiatan penting yang harus mereka laksanakan.


...-------------*****------------...


...-----Batalyon Z, kota Malang----...


Pagi itu Heru dan Dwi kembali dengan terburu-buru dari rumah sakit. Hari ini ada upacara koprapot untuk beberapa anggota yang pindah satuan. Di antaranya ada Setyo sang danru muda. Dia di tempatkan sangat jauh di pelosok Papua. Semua ini karena kejadian beberapa minggu yang lalu. Perkelahian antar Setyo dan Radhif suami dari gadis yang dia puja hingga saat ini. Gadis yang membuat dirinya tidak bisa move on. Sudah beberapa kalo di cobanya untuk melupakan Mayang. Akan tetapi hasilnya tetap sama saja. Mayang tetap yang terindah dan nomor satu di hati danru tampan tersebut.


Setyo nampak gagah dengan seragam PDL. Dirinya telah bersiap untuk melaksanakan upacara koprapot pindah satuan. Hatinya terasa berat meninggalkan pulau jawa. Meninggalkan seluruh keluarga dan terutama melupakan kisah kasihnya dengan Mayang.


Setyo lupa bahwa Mayang menikah dengan pria yang juga berprofesi sebagai TNI-AD sama seperti dirinya. Yang membedakan hanya pangkat mereka dalam kedinasan. Dengan posisinya, Radhif telah menunjukkan kepada Setyo bahwa dia takkan mengizinkan pria lain mendekati wanita miliknya. Mayang telah sah menjadi istrinya menurut hukum maupun kedinasan. Karena rasa cemburunya, Radhif berusaha menjauhkan Setyo agar tidak bisa lagi berhubungan dengan Mayang. Meskipun cara Radhif ini tentunya sangat egois dan kekanak-kanakan. Besarnya cinta kepada Mayang telah membuat Radhif tega melakukan hal tersebut.


...-------------******-----------...


Mayang membuka matanya, hari sudah pagi. Matahari telah menyembul dari balik awan. Cahayanya kini telah memasuki celah-celah ventilasi rumah sakit.


Semalam saat Radhit tertidur, Heru sempat memberikan sesuatu kepadanya. Hanya saja belum sempat untuknya membuka benda yang diberikan oleh Heru kepadanya.


Flashback


Di saat Radhif tertidur, Mayang sempat meminta bantuan kepada Heru untuk membantunya mengambilkan minum ketika dirinya haus. Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba. Heru kemudian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sesuatu kepada Mayang.


"Maaf Mbak. Ada sebuah surat yang diberukan oleh Setyo kepada saya untuk di sampaikan kepada Mbak Mayang. Awalnya saya tidak mau menerimanya karena saya khawatir bila ketahuan Bang Radhif. Cuma saya merasa iba dan simpatik kepada Setyo. Bagimana pun juga Setyo anggota saya dan dia memohon kepada saya untuk membantunya menyampaikan amanatnya. Dia hanya berfikir seandainya dia tidak akan bisa bertemu kembali dengan Mbak Mayang," ucap Heru sambil merogoh isi tas selempangnya bermotif loreng.


Mayang hanya menatapnya dengan terkejut. Seperti ke khawatiran Heru. Dirinya pun khawatir bila Kak Radhif mengetahui hal tersebut. Saat ini dirinya tak ingin melukai hati siapapun. Kak Radhif atau pun Setyo. Yang di fikirannya Mayang hanya satu, yaitu lekas sembuh dan bisa kuliah lagi.


"Saya tidak tahu apa isi surat yang di titipkan kepada saya. Silahkan Mbak Mayang simpan surat ini. Jika tidak ingin membacanya, Mbak Bisa membuangnya atau mebakarnya. Intinya saya telah menjalankan amanat yang diberikan Setyo kepada saya.


Flashback Off


...-----------Bersambung-------------...


Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 104. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang 🙏😊

__ADS_1


Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.


Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.


__ADS_2