
...ππTakdir Cinta Mayangππ...
...Part ke-135...
...----Desa Wirotaman, Malang-----...
Dokter Bima akhirnya bisa membawa pergi Mayang sesuai dengan rencana yang sudah dibuatnya. Beruntung anak buah yang diperintah oleh Radhif tidak menyadari gelagat mencurigakan dari dalam rumah, sehingga dengan mudah dirinya membawa Mayang pergi. Mobil milik dokter muda yang bernama Dimas itu sengaja tidak diparkir di pelataran rumah Pak Tugimin. Dokter Bima sudah mengatur ancang-ancang agar rencananya bisa berjalan mulus tanpa ada hambatan.
Tatapan sedih dan khawatir terlihat jelas di wajah Bu Tugimin saat melepas kepergian Dokter Bima dan Mayang.
"Hati-hati di jalan, Nak. Jaga Nak Mayang baik-baik! Ibu doakan semoga Mayang lekas pulih!" ucap Bu Tugimin tulus.
Tangannya memeluk tubuh Mayang dan membelai ujung kepala gadis muda tersebut. Mayang pun sebaliknya. Memeluk tubuh wanita paruh baya yang ada dihadapannya sembari mencium tangan Bu Tugimin. Ia merasa sedih harus meninggalkan Bapak dan Ibu Tugimin, apalagi setelah apa yang mereka perbuat terhadap dirinya dan juga Dokter Bima.
"Terima kasih banyak, Bu! Insyaallah, jika Mayang udah Sembuh, aku akan ke sini untuk menjenguk Bapak dan Ibu!" ujar Mayang sambil sesekali menyeka air mata yang membasahi pipinya.
Belum lagi mencapai pintu depan, Mayang mendadak oleng. Namun, Bima dengan sigap menangkap tubuh Mayang yang hampir saja terjatuh. Bima akhirnya memutuskan untuk menggendong Mayang hingga ke mobil. Awalnya Mayang menolak, tetapi setelah berfikir kembali melihat kondisi dirinya yang lemah, Mayang pun menurut. Bima kemudian menggendong Mayang ala 'bridal style'. Tampak wajah Mayang merah merona. Ada rasa malu terselip di antara bahagia yang menyeruak memenuhi rongga dadanya. Untuk kali pertama setelah sekian lama, Bima dan Mayang beradegan seperti itu, tidak pernah terlintas dalam fikiran keduanya.
Bu Tugimin merasakan nuansa tersebut, mencoba mencairkan suasana dengan memberikan wejangan sebelum keduanya melangkah dari rumahnya. Peluk haru kembali terjadi. Hingga adegan perpisahan itu pun berakhir setelah mobil hilux hitam dua kabin itu mulai bergerak perlahan menapaki jalanan yang tidak terlalu halus menuju ke arah kota Malang.
***
__ADS_1
Di dalam mobil, Mayang terlihat gusar. Ia khawatir Kak Radhif akan berbuat nekat dan brutal bila mengetahui dirinya memutuskan pergi dengan Dokter Bima.
'Apa yang akan terjadi nanti, biarlah terjadi. Bila memang harus berpisah dengan Kak Radhif, aku harus rela. Apa yang menjadi tanggung jawabnya kini sudah tidak ada lagi. Aku tidak ingin menjadi beban dan penghalang kebahagiaan di dalam hidupnya. Semoga Kak Radhif bisa mengerti jalan pikiranku," ucap Mayang dalam hati. Bulir bening membasahi ujung matanya. Mayang menangis di dalam diam.
Bima yang melirik ke arah Mayang sontak kebingungan. Ia berpikir bila Mayang tengah merasakan sakit, hingga menangis.
"Kamu baik-baik saja, Dek? Apa yang kamu rasakan? Katakan kepadaku!" seru Dokter Bima panik.
Mayang masih terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa? Haruskan ia mengucapkan terima kasih atau menyalahkan Dokter Bima karena telah membawanya pergi jauh dari jangkauan Radhif.
"Mayang! Buka matamu. Lekas katakan kepadaku, apa yang tengah kamu rasakan saat ini?" ujar Dokter Bima seraya memegang kedua pipi Mayang dan menatap intens wajah gadis itu. Embusan napas terasa hangat menyentuh kulit wajah Mayang. Sejenak Mayang terbuai dengan aroma tubuh Dokter Bima. Namun, dirinya berusaha kuat dan sadar akan status dirinya yang tidak pantas lagi untuk di miliki siapapun. Mana ada pria sukses dan mapan yang mau dengan gadis yang sudah tidak ada masa depannya, meskipun dia adalah cinta pertamanya. Apalagi, Mayang kini berstatus isteri Kak Radhif. Mayang punya batasan terhadap pria mana pun, termasuk Dokter Bima.
"Aku ingin istirshat, Mas. Tolong jangan ganggu aku! Bila kita sudah sampai di Kota Malang tolong hubungi pihak rumah sakit agar mengantarkan aku hari ini juga ke Surabaya. Aku ingin pulang!" ucap Mayang lirih. Ada beban berat yang selama ini tidak diketahui Bima. Hanya saja, dokter tampan itu masih belum tahu cerita kelam yang dialami Mayang secara detail.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Mohon maaf author hanya bisa menulis sepenggal lanjutan kisah RAMA dalam TCM karena ada kerjaan di dumay yang harus author prioritaskan. Insyaallah, bila kerjaan di dumay sudah selesai, maka author akan lebih rajin lagi megupload cerita RAMA dalam TCM ya, teman-teman pembaca setia TAKDIR CINTA MAYA. Terima kasiha atas pengertiannya ππππ
...-----------Bersambung-------------...
*Apa Pak Tugimin menceritakan semuanya kepada Radhif setelah kejadian tadi?
*Apakah perseteruan akan terjadi antar Radhif dan Dokter Bima?
*Bagaimana reaksi Radhif bila mengetahui persekongkolan Pak Tugimin, Dokter Dimas, dan Dokter Bima?
Nantikan kisah selanjutnya dalam "TAKDIR CINTA MAYANG" part 136. Terima kasih banyak Author ucapkan untuk pembaca setia "TCM". Semoga isi goresan pena kali ini tidak mengecewakan pembaca setia kisah Mayang ππ
Terima kasih sekali lagi sudah membaca cerita "TAKDIR CINTA MAYANG". Mohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Dukungan berupa komen, like, vote dan tips dari para readers akan selalu author nantikan.
__ADS_1