
π Gunung Semeru π
Dingin aku rasakan di sekujur tubuh ini, hanya dzikir yang sedari tadi aku lantunkan, berharap esok hari segera datang.
Menanti fajar pagi untuk melangkah, menapaki terjalnya bebatuan dan curamnya tebing. Hanya demi menemukan orang yang sangat kau cintai.
Radhitnya Putra Pratama, nama itu nama seorang pria yang selama ini mengisi relung hatiku. Bersemayam dalam jiwa dan sanubariku. Cinta yang penuh lika-liku, masa-masa indah yang telah aku lewatkan bersamanya. Takkan mudah untuk aku lupakan. Apa mungkin kisah ini akan berakhir disini?
Haruskah aku menyerah dan mengikhlaskannya?
Airmata ini tak henti-hentinya, mengalir membasahi sleepingbed tempatku termenung menantikan fajar pagi di kaki gunung Semeru ini. Mengharap sang pujaan hati tetap bertahan dan kembali bersama lagi.
"Niar....!!!" panggilku.
nampak Niar tidur bersebelahan denganku, sesangkan kak Gilang dan mas Radhif tertidur dalam keadaan duduk, karena menjagaku.
"Ada apa May?" tanya Niar sambil mengusap matanya.
"Aku mimpi bertemu kak Radhit lagi, wajahnya nampak bersinar, dan dari tubuhnya wangi semerbak bunga kasturi," ujarku pada Niar.
Setelah menceritakan semuanya pada Niar perihal mimpiku tadi, aku tak dapat memejamkan mataku lagi.
Bayang-bayang kak Radhit selalu menghantuiku, rasa sedih dan khawatir semakin menjadi-jadi.
Tiba-tiba wangi itu memenuhi indera penciumanku, sayup-sayup aku mendengar bisikan di telingaku.
Suara itu lirih dan bergetar, "May....,jagalah dirimu,hiduplah bahagia meski aku tak ada disampingmu,maafkan aku tak bisa menjagamu."
Suara itu, suara kak Radhit.
Benarkah kak Radhit? Atau hanya halusinasiku karena keadaanku yang sedang tidak stabil.
Hancur rasa hatiku, mendengar itu semua.
'Aku berharap itu semua bukanlah pesan terakhir yang kau ucapkan untukku Kak, karena aku selalu berdoa agar dirimu kembali dengan keadaan selamat tak kurang suatu apapun,' ujarku dalam hati.
__ADS_1
Seketika itu aku teringat akan buku agenda kak Radhit yang diberikan oleh mas Davin, akupun bangkit dan mengambil buku itu. Perlahan aku buka lembar demi lembarnya, membaca dengan seksama setiap detail tulisan kak Radhit.
Disana tertulis setiap agenda kegiatannya, hingga aku menemukan sebuah tulisan, 'Panitia OSPEK maba baru tahun 2004.'
Terselip disana sebuah foto. Itu adalah fotoku ketika bernyanyi sambil memainkan gitar di acara penutupan kegiatan OSPEK.
Dibalik foto itu tertulis (My Sweet girl Mayang
dan di bawahnya tertulis sebuah kalimat, love because Allah).
Airmataku meleleh, begitu dalamnya cinta ini, haruskah berakhir sepertu ini ...
Ya Allah kuatkan hatiku, berilah hamba petunjukmu,
akankah kami bisa bertemu kembali.
Jariku membuka lembaran demi lembaran, membaca kenangan demi kenangan yang ditorehkan kak Radhit didalam buku tersebut.
Hingga saat di lembaran terakhir tertulis didalamnya( agenda terakhir kak Radhit untuk mendaki gunung Semeru bersama mas Davin dan kawan-kawan alumni HIMAPALA).
"Kau sudah bangun,Dek?" ucap seseorang dibelakangku.
Suara lembut kak Radhit mengagetkanku, seketika buku yang aku pegang terjatuh dari dalam gengamanku. Kak Radhif memungut dan membukanya, membaca lembar demi lembar isi agenda milik kak Radhit.
"Jangan sedih,kita pasti akan menemukannya, percayalah padaku,Dek!" ucapnya menguatkanku.
Aku diam mematung, hanya bisa menangis mendengar ucapan kak Radhif.
Kak Rhadit membelai lembut rambutku sambil berkata, "Mari kita sholat Dek,kita berdoa kepada Allah,semoga pendakian hari ini membuahkan hasil. Agar Allah memberikan petunjuk dimana Radhit berada."
Aku, Niar, mas Gilang dan kak Radhif bergegas bergantian mengambil wudhu, kamipun sholat tepat diluar tenda dengan di imami oleh kak Radhif. Nampak beberapa saat setelah usai sholat kak Radhif masih tetap duduk, terdengar olehku lantunan sholawat dan juga dzikir.
'Ya Allah semoga benar apa yang di katakan oleh kak Radhif, bahwa hari ini Allah akan memberi petunjuk dan jalan agar kami dapat menemukan titik terang keberadaan kak Radhit,' doaku dalam hati.
Setelah sholat kami bergegas sarapan ala kadarnya untuk mengisi tenaga, sebelum melakukan pendakian.
__ADS_1
Mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari packing, mendaftar dan jugan mengurus segala hal yang dilakukan para pendaki sebelum melakukan pendakian.
Beberapa saat sebelum mendaki, kami melakukan brefing dengan para team SAR dan juga relawan. Memanjatkan doa agar pendakian hari ini membuahkan hasil.
Terselip penuh harapan saat melangkah menapaki kaki gunung Semeru. Sebelum mendaki lebih jauh, aku sempat berdoa di bawah kaki gunung Semeru, memohon agar aku bisa menemukan kak Radhit.
Didalam mimpiku aku masih ingat, aku bertemu dengan kak Radhit di sekitar tanjakan cinta.
Disana aku melihatnya berjalan menaiki tanjakan cinta dan menghilang. Kak Radhit berjalan dibelakangku, menjagaku dari belakang sama seperti saat aku melakukan pendakian dulu dengan kak Radhit. Kali ini aku mendaki lagi di gunung Semeru, tapi bukan bersama kak Radhit, melainkan dengan saudara kembar kak Radhit.
Sesampainya di pos kedua, kami beristirahat sejenak.
Kak Radhif memberiku termos kecil berisi teh jahe hangat yang dibawanya sebelum mendaki. Teringat kembali saat dulu mendaki, kak Radhit pernah memberiku secangkir teh jahe hangat sebagai pelepas dahaga disaat beristirahat.
Mataku berkaca-kaca, tak dapat kubendung perasaan sedih ini.
Bulir bening mengalir membasahi sudut mataku.
Niar yang melihat itu kemudian memelukku.
Mencoba menguatkanku. Niar adalah sahabatku, saksi hidup dalam perjalanan cintaku bersama kak Radhit.
Sepanjang pendakian kami, Niarlah yang selalu bersamaku.
Setiap hal yang terjadi dalam pendakian saat bersama kak Radhit Niar mengetahuinya.
"Sabarlah May,kuatkan hatimu. Allah Maha mengetahui segala sesuatunya, dia takkan memberikan ujian melebihi kemampuanmu," ujar Niar mencoba menenangkan dan menguatkan hatiku yang rapuh.
Aku menggeleng dan tertunduk, selalu berdoa dan berdzikir semoga Allah menuntun kami menuju keberadaan kak Radhit.
πbersambungπ
*Apakah pendakian kali ini membuahkan hasil seperti harapan Mayang dan Radhif?
*Bagaimana kondisi Radhit saat ditemukan?
__ADS_1
Nantikan kisahnya selanjutnya dalam cerbung "TAKDIR CINTA MAYANG" part 31. Trimakasih ππ€